iLive

Hadirkan juri asal Jepang, Yamaha Pianica Festival 2026 berlangsung seru

Published

on

iMusic.id – Ajang ‘Yamaha Pianica Festival’ tahun kedua telah usai di gelar, acara yang diselenggarakan oleh Yamaha Musik Indonesia Distributor ini berlangsung sejak 15 Mei 2025 dimana ajang festival ini merupakan puncak dari kompetisi “Yamaha Pianica Nasional 2025 – 2026” yang diadakan secara marathon dari mulai periode lomba, pengumuman pemenang, pembagian hadiah sampai dengan puncak acara festivalnya yang baru saja usai digelar pertengahan Januari 2026 lalu.

Pada tahun ketiga pelaksanaannya, ajang kompetisi bergengsi bagi pelajar SD – SMP ini semakin seru karena para peserta yang merupakan Peserta didik Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama seluruh Indonesia ini sangat serius menunjukkan keahlian mereka. Ajang yang terselenggara atas Kerjasama dengan Pusat Prestasi Nasional (Kemendikdasmen) dan Asosiasi Pengajar Seni Melodika Indonesia (APSMI)  ini juga menjadi ajang anak – anak merasakan kebahagiaan berkompetisi lewat musik sambil mengenalkan kekayaan dan keberagaman budaya Indonesia

Di selenggarakan di Yamaha Concert Hall di Jakarta, Sabtu 10 Januari 2026, ‘Yamaha Pianica Festival 2026’ menampilkan pemenang dan bintang tamu internasional, serta perayaan dan awarding ceremony yang diadakan sangat hangat dan elegan. Seluruh pengisi acara menunjukan penampilan terbaik mereka disaksikan para penonton dari kalangan penyelenggara, dewan juri, keluarga peserta, supporter peserta dan juga wartawan nasional.

Menurut Sri Yamawati, Direktur PT Yamaha Musik Indonesia Distributor, Yamaha Pianica Festival adalah puncak acara dari lomba Pianica Nasional.

“Yamaha Pianica Festival ini adalah puncak acara dari kegiatan Lomba Pianica yang kami adakan Tingkat Nasional yang diikuti oleh SD dan SMP di seluruh Indonesia. Lomba ini dilakukan oleh secara online. Tahun ini sekitar 650 sekolah mengikuti lomba ini”, terang Sri Yamawati saat memberikan sambutan di gelaran Yamaha Pianica Festival.

Lebih lanjut Sri Yamawati mengatakan ‘Yamaha Pianica Festival’ Tahun ini dari 650 sekolah yang mengikuti lomba ini, ada satu sekolah yang di lokasinya adalah di daerah Sangihe Talaud, kita tahu Sangihe Talaud adalah perbatasan Indonesia dan Filipina adalah salah satu daerah yang termasuk dengan kategori 3 T : Terjauh, Terdepan, namun Tidak Tertinggal.

“Sungguh kebahagiaan buat kami melalui platform online bisa menjangkau adik- adik kita yang memiliki keinginan berpartisipasi kegiatan ini. Bahkan mungkin tempat-tempat yang kita tidak bayangkan mereka akan ikut. Dan hal ini adalah wujud dari filosofi Yamaha bahwa Musik untuk semua orang, ini adalah filosofi dari Yamaha musik tidak hanya dinikmati oleh anak-anak yang mungkin sekolah di kota-kota besar saja tapi mungkin anak-anak yang tidak memiliki kesempatan sarana dan prasarana dari struktur yang mewadahi tapi mereka mendapatkan kesempatan untuk menikmati pelajaran musik”, jelas Sri Yamawati.

“Hal ini membuat kami bersemangat, dan tentunya hal ini tidak akan bisa terealisasi seperti ini tanpa dukungan ibu bapak dan orang tua yang tentunya dengan penuh semangat memberi dukungan waktu dan biaya, termasuk juga dukungan dari ibu dan bapak guru yang sudah meluangkan waktu untuk membimbing. Dalam kesempatan ini saya mewakili Yamaha Indonesia mengucapkan banyak terima kasih. Bagi yang menang selamat dan yang belum jangan berkecil hati”, tambah Sri Yamawati.

Sementara Andy Jobs selaku Ketua Dewan Juri festival ini memberikan apresiasi setinggi – tingginya kepada seluruh peserta.

“Keberanian kalian untuk tampil berlatih dengan tekun serta mengekspresikan musik lewat alat musik Pianica adalah bukti bahwa alat musik ini telah berkembang jauh melampaui fungsinya sebagai hanya instrumen pelengkap semata. Menjadi sarana ekspresif musikal yang serius. Tahun ini adalah tahun ketiga kalinya mengadakan lomba pianica, saya yakin kita menyaksikan perkembangan teknik bermain pianica yang sangat signifikan, utamanya dari sisi kualitas’, kata Andy Jobs.

“Memasuki tahun ketiga ‘Yamaha Pianica Festival’ pesertanya semakin variatif. Pianica tidak lagi dimainkan dengan permainan sederhana, misalnya dari dulu identik melulu hanya memainkan lagu “Ibu Kita Kartini” saja. Tapi makin meluas dengan penguasaan teknis pernafasan lebih efisien, artikulasi yang lebih bersih, kontrol dinamika yang lebih kaya juga teknik jari makin luwes,” kata Andy Jobs lagi.

Dalam acara puncak ‘Yamaha Pianica Festival’ ini, para pemenang mendapatkan kesempatan menunjukkan performa terbaiknya di hadapan banyak orang, orang tua, ibu dan bapak guru dan lainnya. Acara puncak festival ini dimeriahkan oleh 7 penampil baik Solo maupun Ansambel yang tampil seru plus dilengkapi dengan penampilan menawan bintang tamu sekaligus Juri Internasional dari Jepang yaitu Mi3 Pianica Magician (Mitchuri). Selain menjadi juri tamu atau kehormatan ‘Yamaha Pianica Festival’ tahun sebelumnya, Mitchuri juga tampil atraktif dan memukau di acara ini.

Lewat kegiatan musik secara berkelompok dan solo di ‘Yamaha Pianica Festival’ ini tentu saja tampak banyak manfaat yang bisa dikembangkan. Selain kegembiraan bermain musik bersama teman, peserta dilatih untuk belajar bekerja sama. Ini terlihat dari para peserta yang tak hanya menampilkan aransemen baru lagu-lagu daerah seperti “Kicir Kicir’ atau ‘O Ina Ni Keke’, melainkan juga penampilan yang indah secara visual baik secara koreografi dan outfit yang tertata.

Pada festival ini diselenggarakan juga awarding ceremony, pemberian penghargaan untuk pemenang Lomba Pianica Nasional 2025 langsung oleh Juri Internasional – Mitchuri dan sebagai pemenang Special Award, Alf Elijah Beloved Sigarlaki dari SD Satori Montessori Jakarta berkesempatan untuk tampil duet dengan Mitchuri dengan memukau.

Exit mobile version