iMusic – Nama Happy Asmara, belakangan ini mulai
sering terdengar. Gadis kelahiran Kediri-Jawa Timur ini dikenal melalui
single-nya yang berjudul “Dalan Liyane”. Diusianya ke-21 tahun,
Happy telah meluncurkan lebih dari 50 single. Kesempatan
istimewa, 3D Entertainment dapat bekerjasama dengan Happy Asmara melalui single
recycle milik Judika, yaitu Cinta Karena Cinta.
Lagu Cinta Karena Cinta sebelumnya
dipopulerkan oleh Judika dan memuncaki beberapa chart Digital Streaming
Platform hingga music videonya mencapai 79 Juta Viewers di Youtube. Lagu
yang diadaptasi dari sebuah lagu China berjudul “Yin Wei Ai Suo Yi Ai” ini, kini
dinyanyikan kembali oleh Happy Asmara dengan genre dangdut koplo.
Bukan hal yang asing untuk
Happy, karena Judika adalah sosok idolanya. “Pas dikasih untuk nyanyiin
lagu Cinta Karena Cinta,
Happy seneng banget, karena memang sebelumnya Happy udah suka banget sama
lagunya dan yang nyanyiin juga idola Happy, mas Judika”, tutur Happy.
Di Jawa Timur Happy dikenal
menyanyikan lagu-lagu patah hati dan berirama slow, tantangan baru untuk Happy,
karena Cinta Karena Cinta adalah lagu bertemakan Jatuh Cinta
namun berirama mellow. “Suatu kebanggaan buat Happy, tapi dilagu ini
tantangan terbesar untuk Happy tuh di nadanya, nadanya kan tinggi banget,jarang
banget Happy dapat materi lagu dengan nada setinggi ini, jadi ya suatu
tantangan yang luar biasa buat Happy,” papar penyanyi yang memulai karirnya
sejak 2 SMA ini.
Setelah melewati beberapa
tahap memperlajari not hingga teknik menyanyikan lagu bergenre pop menjadi
koplo, Happy pun merasa puas dengan hasilnya. Apalagi musik koplo ini
sendiri dikerjakan langsung oleh musisi dangdut kenamaan Mr. Nurbayan.
Bersamaan dirilisnya
lagu Cinta Karena Cinta Versi
Koplo ini diseluruh Digital Streaming Platform pada 19 Agustus 2020, melalui
channel youtube 3D Entertainment, music video pun dirilis.
Dikisahkan dalam music video
tersebut, seorang laki – laki jatuh cinta dengan seorang pelanggan toko roti
tempat ia bekerja. Ketika hatinya mulai yakin, ternyata wanita yang ia
cintai sudah menetapkan hatinya untuk orang lain dan memilih menikah bersama
yang lain. Dibalik kisah sendu music video-nya, Happy sedikit
menceritakan kejadian saat syuting. “Jadi waktu kita syuting, saat
setting dekorasi pernikahan tuh bukan kita yang dekor, jadi itu rumah orang
yang nggak kita kenal, trus spontan kita ijin untuk syuting dan ternyata
dibolehin, itu salah satu berkah saat syuting,” ungkap Happy.
Music video Cinta Karena Cinta diproduksi
oleh Happy Asmara dan tim. Proses syutingnya pun tak memakan waktu lama
dan dilakukan di Kediri, Jawa Timur.
Sejak awal mendengarkan lagu
ini, Tim A&R 3D Entertainment langsung terpikir bahwa sangat pas jika
dinyanyikan Happy Asmara, yang saat ini sedang digandrungi dikalangan anak muda
penyuka musik dangdut koplo dan Jawa Timuran. Beberapa singlenya pun
berkali – kali masuk dalam trending youtube.
Semoga Happy Asmara mampu menyemarakkan dangdut dikalangan milenial melalui lagu Cinta Karena Cinta versi koplo ini. (FE)
iMusic.id – Band pop punk asal Solo, Jateng, NRTG baru saja merilis single debutnya yang di beri judul “Kita Lawan Dunia”. Membawa semangat positif, trio pop punk ini mengusung lirik yang mengajak seluruh pendengarnya untuk tetap bersemangat menghadapi berbagai kendala di dunia ini.
NRTG terbentuk di Solo, Jateng, pada Desember 2022 silam. Beranggotakan Arsyad Mohamed (vokal dan gitar), Rony Firdaus (bass), dan Rofy (drum), Band ini semakin membuktikan bahwa genre pop punk masih berkibar di Jawa Tengah dan masih mempunyai basis massa yang lumayan banyak.
NRTG dibentuk oleh sekelompok pemuda yang memiliki minat yang sama dalam bermusik, khususnya pada genre pop punk. Sejak awal pembentukannya, band ini mulai mengembangkan karya dengan pendekatan sederhana yang terinspirasi dari pengalaman sehari-hari.
Single “Kita Lawan Dunia” sebenarnya sudah dirilis sejak Februari 2026, namun di April 2026 ini, NRTG baru membagikan presskit nya ke kalangan media. Di rilisnya single “Kita Lawan Dunia” ini adalah sebagai langkah awal dalam memperkenalkan karya mereka kepada para pecinta musik Pop Punk secara nasional.
Lewat karya perdananya ini NRTG berusaha mengusung genre pop punk dengan karakter musik yang menonjolkan energi, melodi sederhana, serta lirik yang dekat dengan kehidupan anak muda.
iMusic.id – Band alt-rock asal Texas, Culture Wars, resmi merilis album debut mereka yang sangat dinantikan bertajuk “Don’t Speak”, melalui AWAL, pada 10 April 2026 kemarin. Album ini menandai tonggak penting bagi perjalanan karir musik mereka sekaligus menjadi angin segar di dunia musik saat ini mengingat begitu banyak pencapaian yang telah mereka raih di tahun sebelumnya.
Sebelumnya Culture Wars sempat menempatkan lagu “It Hurts” di 20 besar tangga lagu radio alternatif US, meraih lebih dari 66 juta streaming global dan menjadi band pembuka di konser musisi-musisi ternama, mulai dari Maroon 5, Keane, Wallows, dan LANY.
“Don’t Speak” adalah karya yang benar-benar jujur dari Culture Wars, bukan hanya dari segi lirik saja, namun lagu-lagunya, seperti “Typical Ways, Lies, Bittersweat” ataupun “In The Morning” mencerminkan sisi musikalitas mereka yang baik.
Culture Wars mampu membentuk narasi yang utuh bagaimana mereka menghadapi masa lalu, ketidakpastian, proses pertumbuhan yang terasa lambat dan kemudian menjadikan semua itu menjadi suatu identitas yang khas mampu menampilkan kematangan secara emosional dan bermusik para personilnya, serta tentu saja menunjukkan kreativitas tanpa batas.
Reaksi positif banyak didapat band yang beranggotakan Alex Dugan (vokal), David Grayson (drum), Dillon Randolph (bass), Caleb Contreras (gitar), dan Josh Stirm (gitar) ini. Terbukti baru – baru ini, Culture Wars masuk dalam seri Fast Forward dari Apple Music dan Shazam, yang menampilkan para artis pendatang baru paling menarik yang membentuk masa depan musik.
Torehan ini tentunya semakin mengukuhkan merekasebagai sebuah band yang telah sepenuhnya menemukan kekuatannya sendiri. Kekuatan yang terlihat dari penjualan tiket tur mereka yang akan digelar sepanjang tahun 2026, mulai dari Amerika Utara dan Inggris/Eropa guna mempromosikan album debut mereka “Don’t Speak”.
Dengan audiens internasional yang berkembang pesat, reputasi sebagai penampil live yang enerjik dan memukau, album “Don’t Speak”jadi momentum tepat Culture Wars untuk menghadirkan karya debut yang sangat mengesankan, memikat, dan dirancang untuk bertahan lama serta tentunya jadi babak terbesar mereka ke panggung-panggung di seluruh dunia.
Mudah – mudahan selesai tur mereka di US dan Eropa, Culture Wars bisa mampir di Indonesia.
iMusic.id – Film “Dalam Sujudku” produksi Proj3ct 69 siap tayang 16 April 2026, film bergenre drama percintaan ini memadukan emosi, spiritualitas, serta refleksi kehidupan yang relevan dan relate dengan kehidupan masyarakat pada umumnya.
Di bintangi oleh Marcell Darwin, Denis Adhiswara, Vinessa Inez, Naura Hakim, Ryuka, Chika Waode hingga Dominique Sanda. Film yang di produseri oleh Donnie Syech dan disutradarai oleh Rico Michael ini menghadirkan performa emosional yang kuat dan autentik, ada pesan moral yang ingin disampaikan lewat cerita drama rumah tangga tersebut.
Di angkat dari kisah nyata tentang perjalanan rumah tangga, ujian hidup, dan pencarian makna spiritual dalam rumah tangga yang menyentuh hati tersebut, film ini mengulas tentang masalah pelik rumah tangga yang diuji oleh berbagai persoalan hidup dengan menggambarkan kekuatan Doa, keikhlasan, serta makna berserah diri kepada Tuhan.
Dengan kombinasi kisah nyata, akting emosional, dan pesan religi yang kuat, film “Dalam Sujudku” diharapkan menjadi salah satu film drama spiritual yang relevan bagi masyarakat. Marcell Darwin sang pemeran utama film ini mengaku cukup tertantang dalam memerankan tokoh Farid di film ini.
“Saya sangat tertantang memerankan tokoh Farid ini karena ddi dalam film ini saya harus memerankan pribadi yang polos dari desa kerja di kota, lalu dikota mengalami banyak peristiwa yang tidak sesuai dengan hatinya hingga dia harus terjebak dalam perangkap asmara dari Rina sehingga membuat rumah tangganya bersama Aisyah jadi hancur”, terang Marcell.
“Dalam peran ini saya harus menjadi dua pribadi yang berbeda disaat mencintai istri pertama dan keduanya”, ini sangat menantang saya”, tambah Marcell.
“Film ini ingin menyampaikan makna sujud dalam keadaan pasrah, bahwa di titik itu kita benar-benar bisa berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Marcell.
Film “dalam Sujudku” ini tidak hanya menyajikan drama yang menyentuh, sebagai Tontonan tetapi bisa menjadi Tuntunan juga, sebagai pengingat tentang pentingnya Kesabaran, Keikhlasan, dan kekuatan Doa dalam menjalani masalah kehidupan.
Dengan kombinasi Kisah Nyata, Akting Emosional, dan Pesan Religi yang kuat, Film “Dalam Sujudku”diharapkan menjadi salah satu film drama Keluarga yang relevan bagi masyarakat dengan dinamika kehidupan rumah tangga yang membawa pesan emosi secara mendalam.