Connect with us

iMovies

HBO Original “His Dark Materials” Lanjut Ke Season Ketiga.

Published

on

iMusic – HBO melanjutkan serial drama His Dark Materials ke season ketiga, hal ini diumumkan hari ini oleh Francesca Orsi, Executive Vice President, HBO Programming. Produksi delapan episode season ketiga ini direncanakan akan mulai di Cardiff pada 2021. Serial ini akan mengakhiri season kedua berbarengan waktunya dengan A.S. pada Selasa, 29 Desember jam 9.00 WIB eksklusif di HBO GO dan HBO, dengan penayangan ulang pada hari yang sama jam 21.00 WIB on HBO.

“Menghadirkan karya Phillip Pullman yang epik, penuh intrik dan menggaungkan kebudayaan ke televisi telah menjadi sebuah keistimewaan yang luar biasa,” kata Orsi.

“His Dark Materials menyuguhkan pengalaman TV global yang sebenarnya dan sorotan karir pribadi,” kata Executive Producer Jane Tranter. “Tim kreatif Bad Wolf di Cardiff membuat hal mustahil dapat dilakukan dan menghadirkan dunia Philip Pullman secara nyata.  Melihat kerja keras dan dedikasi yang patut mendapat pujian juga dukungan dari para penggemar di seluruh dunia menjadikan seluruh kerja keras ini tak sia-sia.

Semuanya tak dapat terjadi tanpa komitmen dan keyakinan luar biasa dari BBC dan HBO. Saya sangat bersemangat, senang dan terhormat membuat bagian ketiga dari trilogi Philip Pullman dengan dukungan dan bantuan mereka. Diolch”

Mengadaptasi trilogy terkenal Philip Pullman berjudul sama, yang dianggap mahakarya fiksi imajinatif modern, tujuh episode His Dark Materials season kedua berkisah tentang Lyra (Dafne Keen), perempuan muda yang nampaknya biasa saja namun pemberani dari dunia lain.

Season ini berawal dengan Lyra, yang tengah putus asa atas kematian sahabatnya, memulai penjelajahannya di kota yang aneh dan misterius. Di sana ia bertemu Will (Amir Wilson), bocah lelaki dari dunia kita yang juga lari dari masa lalunya yang bermasalah. Lyra dan Will mengetahui takdir mereka terhubung untuk menyatukan kembali Will dengan ayahnya, namun jalan mereka terus digagalkan saat peperangan terjadi di sekeliling mereka. Sementara itu, Mrs. Coulter (Ruth Wilson) mencari Lyra, bertekad membawanya pulang dengan cara apapun.

GQ menyebut season His Dark Materials kali ini “kesuksesan yang kian memuncak,” sementara Paste Magazine menyebutnya sebegai “lebih epik dari apapun.” Mashable memuji tayangan ini “menghadirkan pemeran yang menarik,” sementara Slashfilm menyebut season ini sebagai “tontonan wajib.”

Pemeran season dua serial ini di antaranya Dafne Keen, Ruth Wilson, Amir Wilson, Ariyon Bakare, Andrew Scott, Will Keen, Ruta Gedmintas dan Lin-Manuel Miranda. Pemeran baru yang bergabung di season ini di antaranya Terence Stamp, Jade Anouka dan Simone Kirby. Dengan executive producer  Jane Tranter, Dan McCulloch, Joel Collins dan Julie Gardner untuk Bad Wolf; Philip Pullman, Jack Thorne, Tom Hooper; Deborah Forte, Toby Emmerich dan Carolyn Blackwood untuk New Line Cinema; dan Ben Irving untuk BBC.

Seluruh episode dari season satu dan season dua tersedia untuk akses streaming di HBO GO. Unduh aplikasinya di App Store atau Play Store dan dapatkan 7 hari akses uji coba gratis. Akses HBO GO melalui IndiHome dan MAXstream Telkomsel atau di https://www.hbogoasia.com/. HBO GO kini tersedia juga di Android TV, Apple TV, LG TV dan Samsung Smart TV – juga hadir dengan fungsi AirPlay dan Google Cast. (FE)

iMovies

Film Siksa Kubur Sukses, Akting Widuri Puteri mendapat banyak pujian

Published

on

iMusic.id – Peran Widuri Puteri sebagai Sita remaja di film horor “Siksa Kubur” memukau banyak penonton. Widuri dianggap mampu membawakan peran Sita dengan penuh pendalaman dan level yang berbeda sebagai pemeran remaja di film Indonesia. Hal tersebut juga membuat peralihan karakter Sita dari masa remaja ke Sita dewasa yang diperankan Faradina Mufti, yang juga mendapat pujian, terasa selaras dan meyakinkan.

Widuri Puteri sebelumnya memang telah membintangi beberapa judul film. Namun, ketika itu ia masih berada di usia anak-anak. Peran Widuri sebagai Sita di “Siksa Kubur” menjadi peran karakter remaja pertamanya di film. Anak dari pasangan aktor Dwi Sasono dan penyanyi Widi Mulia ini memang berbakat sejak kecil.

Sebelum akrab di layar lebar, Widuri juga kerap mengundang kegemasan di konten vlog dari keluarga tersebut, The Sasonos Family. Narasi “nepo baby” yang sempat riuh di sosial media juga langsung terbantahkan dengan video casting sebagai peran Sita di film “Siksa Kubur”.

Walaupun tergolong anak artis, dia tetap mengikuti proses casting sebagaimana mestinya untuk mendapatkan peran tersebut. Widuri berhasil mencuri perhatian sutradara Joko Anwar dan seluruh tim Come and See Pictures sejak casting tersebut.

“Widuri Puteri luar biasa. Ketika datang casting “Siksa Kubur”, dia memang malu-malu. Namun, ketika diberikan brief tentang karakternya sekali saja, lalu membaca dialog, dan wow! Langsung diterima sebagai Sita saat itu,” kata sutradara Joko Anwar tentang penampilan Widuri sembari membagikan video saat casting.

“Memerankan Sita remaja di film “Siksa Kubur” itu menantang bagiku. Karena Bang Joko Anwar sudah menyiapkan latar belakang karakter yang lengkap, itu juga jadi memudahkanku. Namun, juga sulit sebenarnya karena bingung harus memulai dari mana. Pokoknya, aku selalu latihan untuk mendalami peran Sita dan belajar dari Papa juga,” kata Widuri.

Film horor “Siksa Kubur” produksi Come and See Pictures dari sutradara Joko Anwar saat ini sedang tayang di jaringan bioskop. Sejak tayang pertama kali pada 11 April 2024, film “Siksa Kubur” telah ditonton sebanyak 3,3 juta penonton lebih.

Saksikan “Siksa Kubur” di bioskop dan Anda akan percaya! Ikuti terus perkembangan film “Siksa Kubur” di media sosial @siksakubur.movie dan @comeandseepictures.

Continue Reading

iMovies

Film Horor “Malam Pencabut Nyawa” sajikan kualitas visual efek terbaik

Published

on

iMusic.idBASE Entertainment siap merilis karya film horor terbarunya yang berjudul “Malam Pencabut Nyawa” pada Rabu 22 Mei mendatang. Film horor yang menampilkan Devano Danendra, Keisya Levronka, Mikha Hernan, komedian Fajar Nugra dan Ratu Felisha ini terbilang punya kualitas visual, art dan alur yang cukup baik dibanding film – film horor nasional lainnya.

Menggelar Konferensi Pers dan Gala Premiere di Jakarta Senin 13/05/2024, BASE Entertainment Malam yang pernah menghadirkan film horor pencetak box office dan peraih Piala Citra sebagai Film Terbaik FFI 2020 yaitu “Perempuan Tanah Jahanam” dan serial “Gadis Kretek” mempercayakan “Sidharta Tata” sebagai sutradara yang menangani film “Malam Pencabut Nyawa” tersebut.

“Saya bekerja keras untuk menghasilkan yang terbaik buat film ini seperti kebiasaan saya dalam menangani karya film – film saya. Film “Malam Pencabut Nyawa” ini diangkat dari novel karya “Ragil J.P.” berjudul Respati dan skenarionya ditulis oleh “Ambaridzki Ramadhantyo” plus saya ikut membantu menulis skenarionya”, terang Sidharta Tata.

Malam Pencabut Nyawa adalah kali ketiga kolaborasi BASE Entertainment dengan sutradara Sidharta Tata.

“Saya bersyukur sekali mengerjakan film ini karena saya diberikan ruang eksplorasi yang luas sehingga bisa keluar dari zona nyaman dan menciptakan hal-hal yang sama sekali baru dibanding dua film saya sebelumnya,” tutur sutradara Sidharta Tata.

“Sejak membaca novelnya, saya langsung mencintai cerita Respati karena ia mengangkat sebuah tema yang unik dan jarang terjadi di genre horor. Bersama Tyo, saya kemudian mengembangkannya dengan memasukkan pikiran-pikiran liar yang saya serap dari pengalaman-pengalaman visual dan kekayaan legenda mistis lokal yang kita miliki. Visualisasi hutan alam mimpi, ruang yang berputar, dan makhluk misterius dengan gerakan yang mengerikan adalah gambaran hasil eksplorasi treatment saya untuk film “Malam Pencabut Nyawa,” lanjutnya.

Narasi kisah yang kuat dan mencekam, didukung dengan special effect dan teknis yang kuat membawa Malam Pencabut Nyawa berhasil mendapatkan perhatian dan presale di lebih dari 10 negara. Selain Indonesia, negara-negara yang akan menayangkannya di bioskop adalah Malaysia, Brunei, Singapore, Cambodia, Vietnam, Taiwan, Mongolia, CIS/Baltic (Rusia dan sekitarnya) dan Amerika Serikat.

 “Penyutradaraan apik Sidharta Tata yang didukung jajaran kru terbaik dan aktor-aktor yang memberikan penampilan terbaiknya menjadikan film ini satu lagi karya kebanggaan kami di BASE Entertainment. Dan dalam hitungan hari, Malam Pencabut Nyawa untuk pertama kalinya akan ditayangkan publik bagi penonton Indonesia. Semoga excitement yang kami rasakan saat membuatnya juga dirasakan oleh para penonton” ucap produser BASE Entertainment, Shanty Harmayn.

Film horor pertama yang mengangkat tema tentang alam mimpi, Malam Pencabut Nyawa berkisah tentang remaja bernama Respati (Devano Danendra), yang selalu dihantui mimpi buruk oleh sosok mengerikan yang meneror alam mimpinya terus-menerus. Hingga suatu saat mimpi mengerikannya itu terjadi di dunia nyata. Sejak mimpi itu, semakin banyak korban nyawa berjatuhan secara misterius. Bersama Wulan (Keisya Levronka) dan Tirta (Mikha Hernan), sahabatnya, Respati harus segera mencari tahu hubungan antara mimpi dan rentetan kematian yang terjadi sebelum ia menjadi korban selanjutnya.

Dalam jajaran aktor, sutradara Sidharta Tata mempercayakan Respati, karakter utama Malam Pencabut Nyawa, kepada aktor muda berbakat Devano Danendra dan ini sekaligus menjadi pengalaman pertamanya berperan dalam film bergenre horor.

“Bangga sekaligus tertantang ketika saya dipercaya untuk memerankan Respati. Tidak hanya karena karakternya yang kompleks tapi juga tuntutan fisik dari adegan-adegannya; di mana saya harus ditarik, salto, dan jungkir balik dalam pertarungan di ruangan yang berputar. Beruntung, saya didukung oleh tim yang hebat di bidangnya dari Mas Sidharta Tata dan semua jajaran kru, juga rekan-rekan aktor yang luar biasa,” tutur Devano Danendra.

“Ini adalah sebuah kehormatan, karena bagi saya, tantangan ini adalah kesempatan berproses menjadi aktor yang lebih baik lagi. Oleh karenanya, saya memberikan totalitas kemampuan saya untuk film ini. Semoga karya yang kami persembahkan dengan cinta dan sepenuh hati ini menjadi suguhan yang segar dan seru bagi penonton Indonesia.” tutup Devano,

Continue Reading

iMovies

Film romantis “The Architecture of Love” tayang 30 April 2024

Published

on

iMusic.id — Kisah romansa terbaru dari novel best seller karya Ika Natassa diadaptasi ke dalam Film “The Architecture of Love (TAOL)” karya sutradara Teddy Soeriaatmadja, produser Chand Parwez Servia, dan rumah produksi Starvision, Karuna Pictures dan Legacy Pictures akan menghanyutkan penonton Indonesia di Bioskop mulai 30 April 2024. Dibintangi dua pemeran berbakat dan peraih Piala Citra FFI, Nicholas Saputra dan Putri Marino, akan mengaduk hati penonton dengan perjalanan keduanya yang penuh dinamika.

Film “The Architecture of Love (TAOL)” mengikuti kisah Raia (Putri Marino) dan River (Nicholas Saputra). Dalam kesendirian dan keputusasaan seorang penulis best seller yang tak lagi mampu menulis, Raia memutuskan terbang ke New York mengejar inspirasi. Kota ini mempertemukannya dengan River, arsitek dari Jakarta yang misterius. Perjumpaan itu menjadi awal pertemanan ‘rahasia’ di antara keduanya, meski ada bom waktu yang sewaktu-waktu bisa meledak. River dan Raia sama-sama punya tragedi yang menjadikan mereka jiwa-jiwa kesepian. Mereka bisa saling menyembuhkan tapi bisa juga saling melukai.

Film “The Architecture of Love (TAOL)” merupakan universe dari “Critical Eleven,” film adaptasi dari novel best seller Ika Natassa yang juga diproduksi Starvision, bersama Legacy Pictures dari produser Chand Parwez Servia. Naskah filmnya ditulis oleh Alim Sudio dan Ika Natassa, yang juga sudah beberapa kali bekerja sama dengan Starvision dan berada di balik skenario film-film adaptasi novel Ika Natassa.

“Film TAOL adalah kisah yang akan menghangatkan hati penonton Indonesia melalui romansa yang penuh dengan lautan emosi dari Raia dan River. Penonton akan diajak mengikuti dinamika yang terjadi di antara dua jiwa yang sebenarnya sama-sama menjalani trauma dengan kesepiannya di kota New York. Semoga Film TAOL bisa memberikan hiburan yang juga mengaduk emosi para penonton dari akting memukau Nicholas Saputra dan Putri Marino, dan cerita yang luar biasa dari Ika Natassa, dengan eksekusi Teddy Soeriaatmadja yang apik” kata produser Film TAOL Chand Parwez Servia.

Sutradara Teddy Soeriaatmadja menambahkan, kehadiran Nicholas Saputra dan Putri Marino dalam satu layar merupakan sebuah momen spesial. Keduanya mampu menerjemahkan dua karakter dari cerita yang ada di dalam skenario, dengan arahan Teddy. Selain itu, Teddy juga mengatakan, film TAOL menjadi kerja kolaborasi antar sineas dua negara. “Nicholas dan Putri adalah keistimewaan. Lebih istimewa lagi karena film ini merupakan kerja kolaborasi dari para kru film Indonesia dan kru Amerika, untuk menciptakan dunia dalam film TAOL yang romantis, yang getir, melalui lanskap arsitektur New York,” kata sutradara TAOL Teddy Soeriaatmadja.

Sementara itu, penulis Ika Natassa, yang terlibat sejak awal pengembangan cerita hingga akhir produksi film, mengatakan tidak sabar ingin memperlihatkan Film “The Architecture of Love (TAOL)” untuk penonton Indonesia. Para pemeran di film ini, merupakan jajaran pemeran yang diidamkan oleh Ika Natassa.

“Film TAOL ini benar-benar melampaui ekspektasi saya. Duet Nicholas Saputra dan Putri Marino di sini benar-benar magis! Selesai diaduk-aduk selama mengikuti jalinan ceritanya lewat adegan demi adegan, timbul rasa hangat dan rindu di hati untuk cepat-cepat menonton lagi, itu yang saya rasakan. Ibarat jatuh cinta, film ini bikin kangen dan candu,” kata Ika Natassa.

Nicholas Saputra, yang juga memiliki latar belakang pendidikan arsitektur mengatakan, perannya sebagai River di film TAOL tetap mengacu pada karakterisasi yang ada di skenario dan juga karakter di dunia ceritanya.

“River adalah tokoh yang kompleks karena melewati pengalaman emosi yang besar di dalam hidupnya. Lewat skenario yang menghidupkan kisahnya, saya sangat terbantu oleh arahan Teddy Soeriaatmadja untuk bisa menghidupkan River di depan layar, dan bersama dengan Putri Marino, tentu pengalaman yang membuat saya belajar tentang banyak hal baru. Sosok yang berbakat dengan kualitas akting dan etos kerjanya yang baik, banyak membantu saya untuk memerankan River,” kata Nicholas Saputra.

Pemeran Raia, Putri Marino, yang juga membaca buku The Architecture of Love sempat merasa deg-degan ketika ia memerankan karakter yang ia ikuti kisahnya. Namun, ia juga merasa senang karena Film “The Architecture of Love (TAOL)” memberikan perasaan yang menghangatkan setelah menontonnya.

“Melihat dua karakter manusia ini, Raia dan River bisa tumbuh dan menjadi nyata di layar lebar, membuat saya deg-degan tapi sekaligus haru. Film TAOL akan memberikan kehangatan untuk siapapun yang menontonnya,” tambah Putri.

Film “The Architecture of Love (TAOL)” dibintangi Nicholas Saputra, Putri Marino, Jerome Kurnia, Jihane Almira, Omar Daniel, Refal Hady, Agla Artalidia, Arifin Putra, Lydia Kandou, Willem Bevers, Jeremie J Tobing, dan Imelda Therinne. Film “The Architecture of Love (TAOL)” akan menghangatkan hati penonton Indonesia mulai 30 April 2024 di seluruh bioskop Indonesia.

Hanyutlah bersama lautan emosi kisah romansa Raia dan River di New York! Ikuti terus perkembangan informasi terbaru tentang Film “The Architecture of Love (TAOL)” di akun Instagram resmi @filmtaol, @starvisionplus, @legacy.pictures dan akun TikTok @starvisionofficial.

Sinopsis

Raia, seorang penulis best seller yang tak lagi mampu menulis, memutuskan terbang ke New York mengejar inspirasi. Kota ini mempertemukannya dengan River, seorang arsitek yang misterius. Perjumpaan itu menjadi awal pertemanan ‘rahasia’ di antara keduanya. Mereka bisa saling menyembuhkan tapi bisa juga saling melukai.

Continue Reading