Connect with us

iMusic

Hilang Lebih Dari 1  Dekade “Vagetoz” Siapkan Sebuah Album”.

Published

on

iMusic.id – Setelah lama tak terdengar, Vagetoz akhirnya kembali! Vagetoz, band asal Sukabumi yang terbentuk sejak Mei tahun 1999, dengan formasinya yang sekarang beranggotakan 3 orang yaitu Teguh Permana (vokal), Acep Gunawan alias Soni (gitar), Irman Mardani Putra alias Nuki (gitar) telah menyiapkan album baru untuk para pendengarnya.

Untuk merayakan ulang tahun Vagetoz yang ke-25, tepatnya 12 Mei kemarin, mereka menghadiahkan penggemarnya, Vagetista dengan merilis single perdana dari album terbaru, yang berjudul “Usai Pencarianku”.

Lagu ini diharapkan dapat mengobati rasa rindu para fans karena lagu ini memiliki nuansa musik yang mirip dengan “Saat Kau Pergi”, salah satu lagu yang cukup hits kala itu. Lagu ini juga dipilih sebagai lagu andalan dari album “Ceritaku Ceritamu”.

Lagu dengan lirik yang penuh dengan energi, meyakinkan bahwa pencarian cinta yang selama ini telah usai, tetap menunjukkan bahwa dia tetap ada disampingnya, walaupun dia belum menyadarinya.

“Alasan lagu Usai Pencarianku ini dipilih sebagai unggulan karena lagu ini menjadi ciri khas Vagetoz banget baik dari segi musik dan liriknya tapi tetep kita kasih sesuatu yang beda agar lagunya tetep segar untuk didengar juga”, ujar Soni dari Vagetoz.

Menurut Soni, penggalan lirik dari lagu ini juga bisa diartikan secara universal, tidak selalu soal cinta dengan pasangan, namun bisa diartikan lebih luas lagi, seperti pencarian jati diri.

Sering dikira hilang setelah lebih dari satu dekade absen merilis album, Vagetoz akhirnya kembali lagi dengan menyuguhkan 12 karya terbaru mereka yang dikemas dalam bentuk album bertajuk “Ceritaku Ceritamu”.  Keseluruhan lagu yang terdapat dalam album “Ceritaku Ceritamu” ini  pun bertemakan cinta.

Meskipun Vagetoz mengemasnya dari sisi yang berbeda-beda. Ada yang memuat cerita sedih, ada pula tema cinta yang berakhir dengan kebahagiaan. Namun yang jelas, cerita yang diangkat memang berdasarkan kisah yang biasa sering terjadi di masyarakat.

“Dari sekian single yang kita buat, jujur aja ini bakal menjadi album favorit buat saya. Karena dari 12 lagu tersebut buat saya ini sangat berwarna. Entah itu aransemennya, musiknya, atau mungkin orang akan merasa ini ada warna baru tapi tetap tidak meninggalkan rasa Vagetoz,” ungkap Teguh.

Dibuka dengan lagu Usai Pencarianku ini, Vagetoz berharap bisa mengobati kerinduan bagi Vagetista Indonesia sebutan untuk penggemar setia mereka. Meskipun begitu, mereka tetap ingin mempertahankan eksistensi dan keunikan musik mereka yang selama ini sudah dikenal luas. (FE)

iMusic

Pagi Nyanyi luncurkan single easy listening berjudul “Pastikan Dia Untukku”

Published

on

iMusic.id – Kota Bandung tidak pernah kekurangan talenta – talenta yang bagus dalam urusan tarik suara, terbukti selalu saja ada pendatang baru yang hadir menunjukan kreatifitasnya lewat perilisan single atau mini album ataupun full album seperti trio vokal ‘Pagi Nyanyi’ yang baru saja merilis single ketiga berjudul “Pastikan Dia Untukku”.

Di produksi oleh trio ‘Pagi Nyanyi’ dan di produseri oleh mereka bersama Erik Suhendri dan Adi Prisada, trio Nonnie, Uchi dan Renjana memperkenalkan single yang nge pop dan easy listening pada aransemen musiknya yang ditangani oleh pencipta dan penulis lagunya langsung yaitu Suci Rahayu Dewi yang dibantu juga oleh Erik Suhendri.

Trio ‘Pagi Nyanyi’ yang terbentuk di tahun 2020 dikarenakan hobi yang sama dalam berolahraga pagi dan bernyanyi ini sebelumnya sudah merilis dua single yaitu : “Untukku Kamu Mati” dan “Womens’s Always Right”. Dua lagu tersebut masih bernuansa pop, namun single kedua yang berjudul “Womens’s Always Right” tercatat lebih up beat daripada single pertama mereka “Untukku Kamu Mati” dan single ketiga “Pastikan Dia Untukku” agak – agak mirip dengan single pertama mereka yang lebih easy listening.

Single ketiga ‘Pagi Nyanyi’ berjudul “Pastikan Dia Untukku” ini mengangkat tema cinta yang sederhana, yang bercerita tentang bagaimana orang yang sedang jatuh cinta dengan rasa sedih dan gembira yang bercampur aduk. Melalui single “Pastikan Dia Untukku” ini, ‘Pagi Nyanyi’ berharap dapat diterima dan dinikmati oleh seluruh pecinta musik  dimanapun berada dan turut mewarnai dunia musik Indonesia.

Single ‘Pagi Nyanyi’ – Pastikan Dia Untuku” sudah bisa disimak di seluruh Digital Store Platform kesayangan teman – teman pecinta musik nasional ya.

Continue Reading

iMusic

Ras Gito sebarkan “Hal Baik” di debut karirnya

Published

on

iMusic.id – Bulan ini industri musik Indonesia kembali diwarnai penyanyi pendatang baru, ialah Ras Gito yang akan baru saja merilis single pertamanya berjudul “Hal Baik”. Menyimak lagu debut dari Ras Gito ini mengingatkan kita akan lagu – lagu pop ala Kerispatih namun Ras Gito mempunyai karakter tersendiri yang mampu membuat lagu ini menjadi terasa dalam.

Lagu yang ditulis dan diproduseri oleh Nanda Wijoyo ini mengusung tema melanjutkan hidup, menemukan kedamaian dan sembuh dari luka hati. Menggandeng musisi berbakat tanah air yaitu, Afif Gifano sebagai Music Director yang berperan penuh dalam hal aransemen dan produksi musik, lagu ini siap menggugah hati yang mendengarnya.

“Lagu ini nggak cuma sangat personal bagi saya, tapi saya juga yakin bahwa apa yang akan saya sampaikan di lagu ini bisa relate dengan banyak orang, terutama mereka yang sudah pernah melalui beratnya masa-masa perjuangan after breakup atau hal-hal menyakitkan lainnya. Saya senang punya kesempatan berkolaborasi dengan teman-teman saya untuk karya pertama saya ini dan saya tidak sabar membagikan ‘Hal Baik’ kepada dunia”, ujar Ras.

Debut Ras Gito ‘Hal Baik’ sudah bisa dinikmati di berbagai platform musik streaming sejak 21 Juni 2024.

Continue Reading

iMusic

Hubungan penuh keraguan Mudhofar di single baru “Jalan Buntu”

Published

on

iMusic.id – Setelah merilis single “Peran Utama”, Mudhofar melanjutkan perjalanannya menuju album perdananya. Setelah sekian lama bermain-main dengan perasaan, akhirnya Mudhofar berhasil jatuh cinta lagi. Tetapi, kisah cinta sang Peran Utama justru harus berakhir di “Jalan Buntu”. Karakter ‘Redflag’ yang ia ciptakan saat ini, membuatnya tidak ingin pusing dengan drama dalam satu hubungan, apalagi drama yang tidak penting.

“Jalan Buntu” merupakan sebuah lagu yang menceritakan tentang hubungan yang selalu penuh keraguan. Pasangannya yang haus akan validasi, membuat Mudhofar lelah dan semakin hilang perasaannya. Menurutnya, hubungan yang dewasa adalah hubungan yang yakin satu sama lain tanpa harus mempertanyakan perasaan sayangnya. Jika terus menerus mempertanyakan hal yang sama, artinya tidak ada rasa yakin dan lebih baik diakhiri.

“Semakin lama semakin jelas, kalo gue gak ngelihat orang ini ada di masa depan gue.”, jelas Mudhofar.

Selain itu, Mudhofar juga merasa jika di hubungannya pada saat itu tidak membuat dirinya berkembang karena pasangannya terlalu menjadi penghambat. Dengan nuansa musik Pop/Rock, solois 24 tahun ini berharap dapat memuaskan para pendengar musik dari berbagai kalangan serta dapat memberikan kontribusi positif terhadap industri musik tanah air.

Tentang Mudhofar

Mudhofar sebelumnya tidak menyangka akan menjatuhkan pilihan hidupnya di musik. Sebelumnya, ia hanya hobi menulis puisi, sajak, dan semacamnya. Memulai debutnya di single “Hilang Diri” (2020), Mudhofar kecanduan di musik dengan merilis 6 single, dan 2 EP. Singer-songwriter kelahiran tahun 2000 ini, telah menjadi musisi independen sampai saat ini dengan total 13 lagu di DSP.

Continue Reading