Connect with us

iMusic

“HONESTUNES”, Grace Sahertian feat. Aryo Wismoyo, Ayub Jonn, Shotgundre.

Published

on

iMusic – Grace Sahertian merilis single ketiganya yang berjudul “Honestunes” pada tanggal 10 Juli 2020. “Honestunes”berasal dari kata honest ‘jujur’ dan tunes ‘melodi’, yang artinya melodi jujur dari hati. Lagu ini ditulis pada tahun 2009, ketika Grace masih bergabung di sebuah band bernama Circle of Fifth yang beranggotakan Grace Sahertian, Ibrahim Ismullah, Athfand Denanda dan Ilman Ibrahim dari Maliq & D’Essentials.

Mereka mengunggah lagunya di Soundcloud satu tahun kemudian dan sempat memasuki posisi teratas tangga lagu portal radio online independent. Sebelas tahun berlalu sejak “Honestunes” diciptakan, animo positif terhadap lagu ini masih terus bermunculan. Pada akhirnya Grace memutuskan untuk mengaransemen ulang dan merilis secara resmi lagu “Honestunes”.

Musik memainkan peranan penting dalam hidup banyak orang, termasuk Grace. Musik membuat Grace merasa lebih tenang dan mengurangi rasa cemasnya dalam menghadapi ketidakpastian pada masa pandemi saat ini. Lirik “Music always leads me to magic. Music keeps me away from tragic.” ingin Grace gaungkan kepada para pendengar sebagai testimony bahwa music telah mengubah dan member dampak yang sangat positif bagi hidupnya.

Untuk menghidupkan spirit dalam lagu “Honestunes” tersebut, Grace menggandeng penyanyi Aryo Wismoyo, Ayub Jonn dan rapper ShotgunDre dari ONAR; sebuah grup kolektif Hip hop/R&B asal Jakarta, untuk berkolaborasi. Ketiga sosok tersebut bukanlah nama yang baru bagi seorang Grace Sahertian.

Aryo merupakan adik kelas Grace saat berkuliah di jurusan Seni Rupa dan Desain ITB, sedangkan Ayub merupakan sahabat lama yang ikut terlibat dari awal perjalanan bermusik Grace, dan Andre adalah sahabat sesama musisi yang karya-karyanya sangat menginspirasi.

“Honestunes” yang mengusung genre neo soul ini membuat Grace memilih Randy MP sebagai produsernya. Akhirnya Grace mendapatkan momen untuk bekerjasama dengan sahabat lamanya tersebut. Grace merasa Randy adalah sosok yang tepat untuk menginterpretasikan spirit dari lagu “Honestunes” kedalam aransemen yang fresh dan soulful.

Randy MP merupakan seorang produser dan penulis lagu asal Jakarta yang telah memproduksi dan mengerjakan music bersama beberapa musisi berbakat tanah air seperti Teza Sumendra, Raisa dan Dipha Barus. Dalam proses rekaman instrumen Grace melibatkan rekan-rekan musisi lainnya, yaitu Dony Manurung (keys dan synth bass) dan  Oscar Ciptajaya (guitar).

Grace yang juga merupakan seorang desainer dan dosen fashion, berkolaborasi dengan beberapa nama lainnya. Dalam pemotretan cover artwork “Honestunes”, Grace menggunakan koleksi busana Menswear Ready-to-Wear hasil karya fashion designer Matias Abednego; yang merupakan salah satu mahasiswa yang pernah diajarnya. Seluruh rangkaian cerita dan proses kreatif di balik “Honestunes” diterjemahkan oleh Dani Huda (photographer/videographer) dan Malino nirvana (graphic designer) kedalam sebuah karya seni visual yang sophisticated.

Semoga lagu “Honestunes” bisa menularkan energy positif bagi para pendengar, khususnya di masa sulit seperti saat ini. “Honestunes” sudah bisa didengarkan di seluruh platform musik digital. Selamat menikmati! (FE)

iMusic

Remake lagu “You” milik Ten2Five, T-Five tawarkan aransemen yang fresh

Published

on

iMusic.id T-Five kembali menggebrak industri musik Tanah Air dengan merilis remake dari lagu hits “You” yang dipopulerkan oleh Ten2Five. Lagu yang pernah menjadi soundtrack sinetron populer pada awal tahun 2000-an ini akan dihadirkan kembali dengan sentuhan musik yang lebih segar dan modern, namun tetap mempertahankan esensi romantis yang menjadi ciri khasnya.

“You” merupakan salah satu lagu cinta yang sangat populer pada masanya. Liriknya yang menyentuh dan melodinya yang easy listening membuat lagu ini mudah diterima oleh berbagai kalangan. T-Five melihat potensi besar dalam lagu ini untuk kembali dihadirkan dan dinikmati oleh generasi saat ini.

Dalam proses produksi remake single “You”, T-Five menggandeng musisi-musisi berbakat untuk memberikan sentuhan baru pada aransemen musiknya. Selain itu, penyanyi muda berbakat juga dipilih untuk membawakan lagu ini dengan interpretasi yang lebih fresh dan kekinian. Remake single “You” dari T-Five Music ini diharapkan dapat membangkitkan kembali kenangan manis bagi para pendengar yang pernah merasakan indahnya cinta pada masa lalu.

Selain itu, lagu ini juga diharapkan dapat menjadi lagu cinta favorit baru bagi generasi muda saat ini. Single “You” akan segera tersedia di berbagai platform musik digital mulai, sedangkan video musiknya juga akan dirilis secara bersamaan di kanal YouTube resmi T-Five Official.

Continue Reading

iMusic

Caffeine perkenalkan vokalis baru di single anyar “Di Antara Dua Hati”

Published

on

iMusic.id – Band asal Bandung, Jawa Barat, Caffeine, kembali meramaikan industri musik tanah air dengan merilis single terbaru mereka yang berjudul “Di Antara Dua Cinta“. Single ini merupakan karya kedua mereka bersama vokalis baru, Chikin Muhammad. Seperti diketahui, formasi terbaru Caffeine kini terdiri dari Chikin (vokalis) Beni Anwar (gitar), dan Suyudi Quyud (drum).

“Di Antara Dua Cinta” terinspirasi dari kisah nyata tentang dilema mencintai dua orang sekaligus. Cerita di balik lagu ini menggambarkan perasaan lelah karena harus menjalani dengan dua pasangan dan akhirnya memutuskan untuk memilih salah satu.

“Pernah kejadian, tapi itu sudah lama. Prosesnya memang berjalan lancar, tapi rasanya tidak benar juga,” ungkap Beni, menceritakan pengalaman pribadinya.

Chikin juga menambahkan tantangan dalam menjaga privasi ketika kita punya lebih dari satu pasangan. “Kesulitannya adalah menjaga privasi handphone. Apalagi saat SMA, sering dicek handphone-nya. Harus hapus dulu chat-nya biar tidak ketahuan”

Lagu baru ini memang sedikit berbeda dengan lagu Caffeine yang dahulu. Musiknya terdengar lebih fresh. Jika dahulu, Caffeine identik dengan pop romantic, sekarang terasa lebih milenial,

“Musik Caffeine itu jarang teriak-teriak dari dulu. Jadi bedanya itu. Beda di emosionalnya menyesuaikan dengan karakter vokal Chikin” ungkap Beni.

Selama ini Caffeine dikenal dengan proses kreatif mereka yang unik, di mana masing-masing anggota memiliki studio sendiri untuk mengembangkan ide musik,

“Kami jarang jamming bersama di studio. Mungkin lebih leluasa imajinasinya masing-masing. Yang penting alur notasi dan chord-nya tetap sesuai,” kata Beni.

Single terbaru ini masih berakar pada genre pop yang menjadi ciri khas Caffeine, namun dengan sentuhan rock yang lebih segar. “Gitarnya lebih drive, biar fresh aja lah,” ujar Beni sang gitaris . “Bagian menarik dari lagu ini ada di modulasi dari reff kedua ke interlude, yang langsung naik satu tangga nada. Mengungkapkan kekecewaan tapi dengan klimaks yang gahar di ending,” tambahnya.

Dengan formasi baru dan warna musik yang lebih fresh, Caffeine berharap dapat diterima oleh semua pendengar musik,

“Harapannya dengan warna baru Caffeine bisa diterima. Kadang lagunya bagus, tapi belum tentu juga bisa diterima. Ya semoga aja kali ini bisa boom,” harap Chikin.

Tak hanya itu, Caffeine juga berencana untuk merilis format album atau mini album, dengan harapan tetap eksis di industri musik,

“Saya ingin eksistensi Caffeine tetap jalan. Tetap berkarya dengan jeda waktu jangan terlalu lama atau terlalu pendek,” kata Yudi.

Dengan single “Di Antara Dua Cinta”, Caffeine menunjukkan bahwa mereka terus berkembang dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, sambil tetap mempertahankan ciri khas mereka masing-masing.

Continue Reading

iMusic

Trison Roxx Masuk Jebakan Di Album Lawang Pitu

Published

on

By

LAWANG PITU adalah band yang terbentuk pada tanggal 1 Februari 2022 di ACC Studio Bekasi dengan beberapa kali perubahan personil, kali ini formasinya adalah Vocal : Trison Manurung (ROXX, ex-Edane) , Lead Guitar : Jibonez, Rhythm Guitar : Sadtriyo (Junior – Koes Plus), Drum : Arif Rahman Bass : ACC. Menariknya proses masuknya Trison ini sangat unik, “Trison ini sebernya saya jebak, saya tidak serta merta ajak untuk gabung di Lawang Pitu, tapi saya ajak untuk ngejam lagu Metallica dulu, begitu Trison suka, langsung saya ajak isi lagu lagu Lawang Pitu” kata ACC di konferensi pers di Hardrock Cafe Bali. Untuk diketahui vokalis band ini sebelumnya di isi oleh Doddy Katamsi.

Sedikit mengenai band Lawang Pitu ini, mereka mempunyai visi untuk menciptakan sebuah karya musik yang ber-genre ROCK namun lagu-lagunya dapat di terima masyarakat umum. Bukan hanya menciptakan karya idealis hanya demi kepuasan pribadi. Lirik-lirik lagu mereka pun lebih lugas dan dapat dengan mudah dimengerti. Mengangkat tema – tema dalam kehidupan kita sebagai masyarakat sehari-harinya.

Lawang Pitu merilis album perdana-nya dengan formasi personil terbaru dengan judul album “ANUGERAH HARMONI” dengan lagu-lagu yang bernuansa Rock dan juga beberapa lagu Slow Rock dengan lirik yang mengajak segenap masyarakat Indonesia untuk lebih bersyukur, memegang teguh persatuan dan kesatuan serta perdamaian dan lebih menghargai perbedaan. Lagu dalam album ini sebenarnya ditujukan untuk mengajak semua orang masyarakat Indonesia untuk mewujudkan harapan perdamaian, sesuatu hal yang sangat di butuhkan di negri kita tercinta ini. Sebuah lagu persembahan kami untuk negri.

Sesuai dengan genre yang diusung oleh Lawang Pitu yang beraliran “Rock”, maka lagu-lagu dalam album yang di release ini bukanlah seperti lagu-lagu Rock dan Slow Rock pada umumnya. “Kami sangat berharap lagu-lagu kami dalam album “ANUGERAH HARMONI” ini akan dapat diterima seluruh masyarakat penikmat musik tanah air. Serta dapat menjadi inspirasi bagi semua untuk tetap berjuang menuju Indonesia yang lebih sangat berharap lagu-lagu kami dapat di terima di masyarakat luas pencinta lagu rock dan dapat berkesan di dalam belantika industri musik tanah air” di sadur dari press release yang kami terima.

/br

Continue Reading