Connect with us

iMusic

“I Was Wrong” lagu kedua “Duo Jeremy” dari trilogy yang disiapkan Tengku Shafick.

Published

on

iMusic – DUO JEREMY berhasil menarik perhatian para penikmat musik Indonesia, hal ini dapat dilihat dari jumlah streamingnya yang melewati angka 1 juta streaming di Spotify tentunya ini menjadi prestasi sendiri karena sebagai artis pendatang baru dan tidak memiliki kekuatan layak selegram atau sejenisnya, dengan Follower layaknya orang biasa mereka bisa membuat orang untuk mendengarkan lagu mereka karena mereka hanya bermodalkan suara yang bagus dan lagu yang dibuat oleh Tengku Shafick.

TENGKU SHAFICK yang membuat proyek DUO JEREMY awal tidak menyiapkan konsep apa – apa untuk lagu DUO Jeremy, hanya membuat lagu yang dia suka terus dinyanyikan secara benar dengan orang yang memiliki suara bagus, ketika respon pasar yang bagus, untuk mempertahan momentum mereka maka Tengku Shafick langsung membuat konsep trilogy ini, “jadi lagu kedua Duo Jeremy I Was Wrong merupakan kelanjutan dari lagu pertama yang berjudul satu nama dan konsep video klipnya pun akan menggunakan model yang sama” Jelas Tengku Shafick.

Duo Jeremy yang dibuatkan Trilogy Lagu yang bercerita oleh Tengku Shafick Tentu saja senang, “Dibuatkan single kedua dalam waktu 4 bulan setelah single pertama kami keluar kami sudah seneng, apalagi ketika lagu ini dibuatkan sebuah cerita yang bersambung hingga 3 lagu” Ujar Jeremy Christopher, “dan ini tentu saja akan membuat karya kami semakin banyak karena sebelumnya kak Shafick sudah membuatkan 3 lagu di awal, jadi sangat senang karena kami tau perjalanan kami masih panjang tentunya kami butuh banyak karya” Ujar Jeremy Poetiray menambahkan.

“I Was Wrong” yang secara cerita merupakan kelanjutan dari lagu “Satu Nama”, dimana kalo di lagu “Satu Nama” menceritakan bahwa ada nama lain yang disukai oleh orang yang disukainya walau pun dia sudah merasa bahwa orang tersebut memiliki perasaan yang sama, di Lagu “I Was Wrong” menceritakan bahwa dia salah kalo merasa bahwa orang yang disukainya memiliki perasaaan yang sama dengannya karena walaupun dia selalu menemani da nada setiap orang yang disukainya itu membutuhkan tapi ternyata orang tersebut sudah memilih orang lain untuk dicintai olehnya.

Penggarapan musik dan lagu dari seorang Tengku Shafick selalu membuat kagum kedua personil Duo Jeremy, “kak Tengku Shafick memang luar biasa sih bisa membuat komposisi yang kontradiktif tapi feel sakitnya dilagu tetap ada” Ujar Jeremy Christopher penuh kekaguman, “iyah bahkan sampai memikirkan setiap moment dikata-katanya yang kekinian dan relate, jadi semua orang yang pernah merasakan hal ini bisa merasakan apa yang kami nyanyikan” Tambah Jeremy Poetiray yang masih terkagum-kagum dengan hasil lagu yang mereka rekam.

Dan Duo Jeremy mendapatkan kejutan lainnya yaitu video klipnya di sutradarai oleh Nicky Tirta yang sekaligus menjadi model di Video klip tersebut, “wah bener-bener beruntung kami karena kak Nicky Tirta mau membuatkan video klip untuk kami, dari kecil selalu melihat di layar kaca sekarang malah diarahkan langsung video klip ma beliau” Ujar Jeremy Christopher, “udah gitu jadi model di video klipnya lagi bener-bener tahun yang istimewa bagi kami” Ujar Jeremy Poetiray menambahkan, “aku mau membuatkan video klip untuk mereka karena mereka punya potensi yang bagus baik secara packaging ataupun suara apalagi lagunya bagus banget, tengku shafick juara lah untuk buat lagu seperti ini” Jelas Nicky Tirta tentang alasannya mau menjadi sutradara Duo Jeremy.

 “Semoga lagu kami disukai oleh penikmat musik di Indonesia dan bisa mengenal kami lebih dekat lagi melalui karya kami dan bisa mempunyai banyak fans” Harap Jeremy Christopher, “perjalanan kami masih panjang karena kami sadar bahwa kami bukan siapa di industry musik, peraihan yang ami raih bisa saja kami tidak bisa mengulanginya atau kami bisa melebihinya yang terpenting bagi kami adalah bahwa kami bisa mengenalkan karya kami dan banyak orang yang mendengarkan kami dan menyukai music kami” tambah Jeremy Poetiray, terus berkarya Jeremy Poetiray dan Jeremy Christopher (FE)

iMusic

Unit symphonic metal asal Bogor, Criatura, luncurkan album dan single baru

Published

on

iMusic.id – Terbentuk di Bogor, Indonesia sejak 2008, ‘Criatura’ adalah manifestasi dari ketakutan, pemberontakan, dan siklus hidup kematian yang dituangkan dalam balutan symphonic metal. Menggabungkan atmosfer gelap dengan elemen orkestrasi yang megah, Criatura menghadirkan lanskap sonik yang tidak hanya agresif, tetapi juga sarat makna dan narasi.

Setelah perjalanan panjang dalam keheningan, Criatura kini bersiap membuka babak baru melalui album terbaru mereka “In the Silence of the Dawn” yang akan dirilis oleh Surau Records. Sebuah karya konseptual yang menggali tema kehancuran, kesadaran, dan kelahiran kembali dalam dunia tanpa harapan di mana keheningan bukanlah akhir, melainkan awal dari kebangkitan.

Sebagai langkah awal, Criatura merilis single perdana berjudul “Victory”, yang akan hadir dalam format lyric video animasi melalui YouTube.

“Victory” bukan sekadar lagu tentang kemenangan dari Criatura. Ini adalah deklarasi takdir, sebuah narasi tentang runtuhnya dunia lama dan bangkitnya entitas baru dari kehampaan. Dengan lirik yang sarat simbolisme, lagu ini mengangkat tema nubuat, kehancuran, dan transformasi: “Victory — determined destiny, Glory burns eternally…”

Didukung oleh komposisi yang epik, atmosfer gelap, serta aransemen yang sinematik, “Victory” menjadi pintu gerbang menuju dunia “In the Silence of the Dawn”, sebuah fase di mana manusia berhenti berharap dan mulai bangkit sebagai bagian dari sesuatu yang lebih gelap dan abadi.

Visual lyric video yang menyertainya akan memperkuat pengalaman ini melalui pendekatan sinematik, menghadirkan elemen dan simbol-simbol ritual yang selaras dengan identitas Criatura.

Dengan perilisan ini, Criatura tidak hanya menghadirkan musik, tetapi juga membangun sebuah dunia di mana setiap rilisan adalah bagian dari narasi yang lebih besar.

“Born in silence. Crowned in victory.”

Single “Victory” telah tersedia di kanal resmi Criatura dan Surau Records.

Continue Reading

iMusic

Astrid masih konsisten dengan luncurkan album “Aku Dan Cahaya”

Published

on

iMusic.id – Penyanyi yang dikenal dengan karakter suara unik dan deretan hits multi-platinum, Astrid, resmi merilis album penuh terbarunya yang bertajuk “Aku Dan Cahaya”. Karya ini menjadi tonggak sejarah baru dalam perjalanan karier Astrid, terutama setelah memutuskan bergerak di jalur independen selama lima tahun terakhir.

Dikenal luas melalui lagu-lagu ikonik seperti “Jadikan Aku Yang Kedua,Tentang Rasa” dan “Mendua“, Astrid membuktikan konsistensinya meski tidak lagi berada di bawah naungan label besar. Total lebih dari 200 juta streams di Spotify dan YouTube menjadi bukti nyata bahwa karya-karyanya seperti “Jadikan Aku Ratu, Melawan Arus Jakarta” hingga “Silakan” tetap memiliki tempat di hati para penikmat musik tanah air.

Album “Aku Dan Cahaya” terdiri dari 10 lagu yang dikurasi secara mendalam. Album ini merupakan penggabungan dari mini album “Masih Di Sini” (rilis akhir 2025 dengan total 5 lagu) ditambah dengan materi-materi baru yang menyempurnakan narasi musiknya. Bagi Astrid, “Aku Dan Cahaya” adalah sebuah proyek personal yang membuka ruang eksplorasi musikal yang lebih segar dan menantang. Proses kreatif ini menjadi semangat baru baginya dalam menyampaikan kisah hidup dan perasaan melalui melodi.

Salah satu kejutan terbesar dalam album ini adalah keterlibatan musisi Adrian Martadinata. Selain bertindak sebagai Music Director yang meramu aransemen album secara keseluruhan, Adrian juga hadir sebagai rekan duet dalam single andalan berjudul “Kuingin Kau Tau“. Menariknya, lagu ini adalah karya orisinal Adrian yang sempat hits di masa lalu. Astrid yang terpikat pada lagu tersebut mengajukan syarat khusus untuk membawakannya kembali: Adrian harus ikut bernyanyi bersamanya.

Dibalut dengan aransemen yang dominan akustik namun dipercantik dengan sentuhan strings yang megah, “Kuingin Kau Tau” bercerita tentang dinamika hubungan jarak jauh (Long Distance Relationship). Kolaborasi suara unik Astrid dan vokal merdu Adrian menciptakan harmoni yang istimewa, romantis, dan penuh rasa.

Album ini dirilis melalui kerjasama Astrid & Hadir Entertainment, distribusi oleh Jagonya Musik & Sport Indonesia, Album ini sudah tersedia di KFC Stores seluruh Indonesia.

Continue Reading

iMusic

Angel Pieters rilis singel baru berjudul “Garis Tangan”

Published

on

iMusic.id – Angel Pieters hari ini secara resmi merilis single terbarunya, “Garis Tangan” sebuah karya lagu yang dipercaya menyimpan cerita tentang perjalanan hidup seseorang termasuk tentang cinta yang harus dilepaskan. Lagu ini telah tersedia di seluruh Digital Streaming Platform yaitu Spotify, Apple Music, YouTube Music, dan lainnya pada 17 April 2026.

“Garis Tangan” dari Angel Pieters mengangkat cerita yang dekat dengan banyak orang: tentang proses melepaskan dan berdamai dengan keadaan. Melalui simbol garis tangan, lagu ini menggambarkan bahwa setiap individu memiliki perjalanan hidup dan takdirnya masing-masing, sesuatu yang tidak sepenuhnya dapat dikendalikan oleh manusia.

Angel Pieters menyampaikan, “Lagu ini adalah tentang keikhlasan melepas seseorang dan keberanian untuk mengucapkan selamat tinggal, meskipun hati masih ingin bertahan. Kadang kita sudah berusaha sekuat mungkin untuk mempertahankan sesuatu, tapi pada akhirnya kita sadar bahwa tidak semua hal bisa kita kendalikan termasuk tentang kepada siapa takdir membawa seseorang. Tapi ada keindahan juga dalam belajar menerima bahwa setiap orang punya garis takdirnya masing-masing. Dan mungkin, melepaskan dengan tulus adalah bentuk cinta yang paling jujur.”

Lagu “Garis Tangan” nya Angel Pieters ini ditulis oleh TinTin dan Kamga dengan pendekatan yang sederhana namun emosional, menghadirkan lirik yang jujur dan reflektif tentang fase kehilangan, penerimaan, dan keikhlasan. “Garis Tangan” tidak hanya berbicara tentang perpisahan, tetapi juga tentang bagaimana seseorang belajar memahami bahwa melepaskan dengan tulus dapat menjadi bentuk cinta yang paling jujur.

“Garis tangan itu sesuatu yang kita bawa sejak awal, dan itu jadi simbol bahwa ada hal-hal dalam hidup yang memang punya jalannya sendiri. Lagu ini bukan tentang menyerah, tapi tentang belajar menerima hal yang tidak bisa kita kontrol,” ujar Tintin.

Kamga, sebagai penulis lagu, menambahkan, “‘Garis Tangan berbicara tentang takdir, tentang pertanyaan apakah hidup kita benar-benar sudah tertulis sejak awal. Lagu ini menggambarkan bahwa sekuat apapun kita mencoba mempertahankan atau bahkan memaksakan sebuah hubungan, pada akhirnya ada hal-hal yang memang sudah memiliki jalannya sendiri. Dalam cerita ini, ‘garis tangan’ menjadi simbol bahwa tidak semua bisa kita lawan, termasuk tentang kepada siapa cinta itu berakhir.”

Sebagai penyanyi, Angel Pieters menghadirkan interpretasi vokal yang memperkuat nuansa emosional dalam lagu ini. Dengan pendekatan yang minimalis, aransemen musik dalam “Garis Tangan” sengaja dibuat tidak berlebihan untuk memberikan ruang bagi pesan dan emosi lagu agar dapat tersampaikan secara lebih mendalam kepada pendengar.

Di luar rilisan ini, Angel Pieters juga memiliki platform personal bernama Nocturne, yang menjadi ruang eksplorasi musikal yang lebih intimate dan ekspresif. Melalui Nocturne, Angel menghadirkan karya-karya dengan pendekatan yang lebih jujur dan dekat secara emosional.

Angel juga menyampaikan harapannya agar “Garis Tangan” bisa menjadi ruang nyaman bagi siapa pun yang sedang berjuang menerima kenyataan bahwa tidak semua cinta berakhir seperti yang diinginkan. Baginya, lagu ini bukan sekadar tentang kehilangan, melainkan tentang proses yang harus dilalui dengan jujur bahwa rasa sakit itu nyata, dan keikhlasan tidak datang dalam semalam, namun perlahan hadir ketika kita mulai berani menerima bahwa setiap orang memiliki jalan takdirnya masing-masing.

Semoga lagu ini bisa menemani siapa pun yang pernah berada di posisi mencintai seseorang, namun harus belajar untuk melepaskannya. Menemani mereka yang sedang melalui proses grieving bahwa tidak apa-apa untuk memvalidasi perasaan dan kenyataan pahit bahwa takdir yang tidak bisa diubah tidak selalu sesuai dengan apa yang kita harapkan,” tutup Angel.

Continue Reading