Connect with us

iMovies

“Inang” film horror-thriller terbaru yang mulai tayang di Bioskop 13 Oktober 2022.

Published

on

iMusic – Menyambut penayangan film “Inang” yang akan rilis di bioskop pada 13 Oktober 2022, IDN Pictures mengeluarkan trailer film yang mulai dipublikasikan di YouTube pada tanggal 14 September 2022.

“Inang” merupakan film horror-thriller terbaru dari Fajar Nugros, yang dibintangi oleh Naysila Mirdad, Dimas Anggara, Lydia Kandou, Rukman Rosadi, dan Pritt Timothy, Nungki Kusumastuti, Rania Putrisari, Totos Rasiti, Muzakki Ramdhan, David Nurbianto, dan Emil Kusumo.

Trailer menampilkan Naysila Mirdad yang berperan sebagai Wulan harus berjuang untuk menyelamatkan bayinya sambil melawan kekuatan jahat yang menghalanginya. Menghadirkan atmosfer yang menegangkan, trailer memperlihatkan bagaimana pahitnya perjuangan seorang ibu untuk mengambil alih hidupnya kembali. Rasa cemas dibangun dari misteri yang ditampilkan para karakter di dalamnya dan juga unsur shock horror yang tak berhenti.

Film “Inang” menggambarkan perjuangan seorang perempuan melawan kekuatan jahat yang ingin mengambil alih kehidupan bayinya. Sebagai film horror-thriller dengan segudang unsur thrilling & jump-scare, “Inang” menawarkan pelajaran yang berharga seputar perjalanan kehidupan seorang wanita, kasih sayang orang tua, dan realita kehidupan yang dibalut dengan unsur mitos jawa, yaitu Rabu Wekasan atau Rebo Wekasan, yang menjadi inspirasi utama alur cerita dari film ini.

CEO IDN Media Winston Utomo mengungkapkan antusiasmenya atas film “Inang” yang akan segera tayang, “Kami sangat antusias dengan rilisnya film “Inang” di bioskop tanah air pada 13 Oktober 2022. Film “Inang” merupakan film pertama IDN Pictures yang bertemakan horror-thriller. Mengangkat unsur mitos di Indonesia yang belum banyak diketahui orang, kami berharap film “Inang” bisa semakin mewarnai genre film horor Indonesia. Terlebih lagi film “Inang” juga berkesempatan untuk melakukan World Premiere di ajang BIFAN 2022 di Seoul, Korea Selatan pada bulan Juli 2022 lalu sehingga turut mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.”

Head of IDN Pictures & Sutradara Film “Inang” Fajar Nugros menyampaikan antusiasmenya menyambut kehadiran film “Inang” di tengah penikmat film horror di Indonesia, “Film “Inang” memberikan kesan yang mendalam bagi saya pribadi maupun bagi seluruh tim yang terlibat. Tidak hanya karena ini adalah film horror-thriller pertama saya, tapi saya juga berkesempatan untuk mengeksplorasi banyak hal yang berbeda dari film-film saya sebelumnya.

Termasuk di antaranya mendalami sudut pandang seorang perempuan yang menghadapi kerasnya hidup melalui karakter bernama Wulan. Semoga film ini bisa diterima dengan baik di masyarakat dan juga memberikan banyak pelajaran baru untuk kita semua.”

Head of IDN Pictures & Produser Film “Inang” Susanti Dewi menambahkan, “Sebagai produser, saya selalu berupaya memproduksi film yang sarat makna kehidupan dan dekat dengan kepercayaan di sekitar kita. Film “Inang” ini menjadi salah satu kebanggaan tersendiri bagi saya. Mulai dari cerita yang diangkat, proses pembuatan, hingga apresiasi yang didapatkan film “Inang” di panggung internasional ini menjadi sebuah pengalaman yang luar biasa. Setelah film “Inang” diputar di depan audiens internasional saat BIFAN 2022 lalu dan mendapatkan banyak respon positif, kami berharap Film “Inang” dapat juga mendapat apresiasi penonton di Indonesia dengan baik.”

Setelah perilisan trailer, film “Inang” juga akan melakukan special screening. Ikuti media sosial @filminang dan nantikan berita selanjutnya dari film “Inang”. (FE)

Tentang IDN Pictures

IDN Pictures adalah perusahaan film berbasis teknologi yang memiliki visi untuk membawa dampak positif dan inspirasi bagi masyarakat.

Tentang IDN Media

IDN Media adalah perusahaan media platform untuk Millennial dan Gen Z di Indonesia, dengan lebih dari 80 juta Monthly Active Users (MAU). Visi kami adalah mendemokratisasi informasi dan membawa dampak positif bagi masyarakat.

iMovies

Setelah world premiere di SFF, film “Para Perasuk” rilis official trailernya.

Published

on

iMusic.id – Setelah sukses mendapat sambutan positif dan hangat saat world premiere (penayangan perdana) di Sundance Film Festival 2026, film terbaru Wregas Bhanuteja, “Para Perasuk” kini merilis official trailer yang mengejutkan! Menampilkan kepiawaian terbaru dari penulis dan sutradara Wregas Bhanuteja, dengan penampilan tak terduga dari para pemeran bintang Angga Yunanda, Anggun, Maudy Ayunda, Bryan Domani dan Chicco Kurniawan. Selain mereka, film ini juga dibintangi Ganindra Bimo dan Indra Birowo.

Official trailer “Para Perasuk” menampilkan dunia yang lebih luas yang berlatar di Desa Latas, sebuah desa kecil di pinggiran kota yang dikenal dengan pesta kerasukannya. Angga Yunanda, Bryan Domani, dan Chicco Kurniawan berperan sebagai murid dari Anggun. Mereka bertiga bercita-cita menjadi ‘Perasuk’, orang yang memiliki kemampuan memimpin orang lain bisa merasakan kerasukan.

Di trailer, juga diperlihatkan yang menjadi permasalahan para warga di Desa Latas. Keberlangsungan hidup mereka terancam, saat mata air keramat tempat para Perasuk mencari roh terancam digusur. Trailer menampilkan perlawanan kolektif warga dalam menjaga mata air tersebut.

“Pesta sambetan dan kerasukan di sini merefleksikan pengalaman komunal yang kita temui sehari-hari di Indonesia. Mereka melepaskan tekanan dan saling terkoneksi satu sama lain. Di sisi lain, kami juga ingin memperlihatkan adanya ketegangan yang berasal dari luar, yang berusaha merebut Desa Latas dari para warganya, dan bagaimana para warga di Desa Latas mempertahankannya,” ujar penulis dan sutradara Wregas Bhanuteja.

Diproduseri oleh Siera Tamihardja, Iman Usman dan Amalia Rusdi, “Para Perasuk” diproduksi oleh Rekata Studio. Film ini menjadi ko-produksi Indonesia bersama Singapura, Prancis, dan Taiwan. 

Angga Yunanda, yang memerankan karakter utama bernama Bayu menjelaskan karakternya memiliki ambisi yang sangat besar. 

“Bayu berusaha sekuat tenaga dengan apa yang dia bisa untuk mencapai level sempurna, dan selalu merasa tidak pernah cukup. Tantangan-tantangan dari Wregas dengan imajinasinya yang luar biasa, membuat karakterku di “Para Perasuk” menjadi sangat berkesan. Kompleksitasnya luar biasa,” kata Angga Yunanda.

Ikuti terus perkembangan terbaru tentang film “Para Perasuk” melalui akun Instagram resmi @filmparaperasuk dan @rekatastudio. Tonton film Para Perasuk di bioskop Indonesia mulai 23 April 2026!

Continue Reading

iMovies

Proses Film “Pelangi di Mars” memakan waktu lebih dari 5 tahun

Published

on

iMusic.id – Pasca dirilisnya Official Trailer “Pelangi di Mars”, film ini langsung mendapat respons yang positif dari pecinta film Tanah Air. Film terbaru produksi Mahakarya Pictures garapan sutradara kondang Upie Guava ini berhasil memikat warganet lewat visual yang memukau dan teknis yang dianggap revolusioner bagi industri film Indonesia.

Namun, di balik durasi trailer “Pelangi di Mars” yang singkat tersebut, tersimpan perjalanan panjang yang melelahkan sekaligus membanggakan. Menghadirkan film anak-anak berkualitas yang dijadwalkan tayang Lebaran 18 Maret 2026 ini ternyata memakan waktu produksi lebih dari lima tahun.

Sutradara Upie Guava tidak main-main dalam merajut visi film ini. Tumbuh besar dengan asupan film-film sci-fi ikonik Hollywood seperti Jurassic Park dan Star Wars, Upie memiliki kerinduan mendalam agar anak-anak Indonesia memiliki pahlawan dan mimpi serupa dari negeri sendiri lewat film “Pelangi di Mars”.

“Saya ingin dari menonton “Pelangi di Mars”, anak-anak Indonesia bisa berpikir kalau mereka boleh bermimpi setinggi langit, dan mereka mampu menggapainya,” ujar Upie Guava.

Visi besar inilah yang melahirkan karakter Pelangi, sosok anak pertama yang lahir di Planet Mars. Lewat Pelangi, Upie ingin menceritakan kegigihan anak Indonesia dalam upaya menyelamatkan dunia, sebuah pesan moral yang kuat dibalut dengan kemasan teknologi mutakhir.

Menggarap film sci-fi di Indonesia bukanlah perkara mudah, terutama ketika Upie Guava bersikeras menggunakan teknologi Extended Reality (XR) atau virtual production. Pada tahun 2020, teknologi ini hampir tidak terdengar di industri perfilman tanah air.

Dendi Reynando, selaku produser, mengenang betapa beratnya fase pengembangan yang mereka lalui. Mereka tidak hanya menulis skenario, tapi juga “membangun pondasi” teknologi yang belum ada sebelumnya.

“Di saat yang bersamaan kami mengembangkan cerita “Pelangi di Mars”, kami juga memperkenalkan dan mengembangkan teknologi ini di Indonesia. Dari awal kami tahu risikonya, dan kadang kami bahkan mikir kalau membuat film ini hampir mustahil,” ungkap Dendi.

Dendi mengibaratkan proses lima tahun ini seperti tersesat di belantara hutan yang asing. “Perjalanan film ini seakan-akan kami nyasar di dalam hutan, mencari jalan keluarnya. Untungnya di perjalanan kami banyak orang-orang yang ingin ikut nyasar bareng di hutan, dan akhirnya bisa berhasil keluar dengan hasil yang sesuai,” tambahnya sembari tersenyum.

Kerja keras lebih dari setengah dekade ini akhirnya siap dipanen. “Pelangi di Mars” bukan sekadar film anak-anak biasa; ini adalah bukti bahwa sineas Indonesia mampu melampaui batasan teknis demi memberikan tontonan yang edukatif sekaligus sinematik.

Film “Pelangi di Mars” dijadwalkan akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 18 Maret 2026, bertepatan dengan momen libur Lebaran. Ini menjadi waktu yang tepat bagi keluarga untuk menyaksikan petualangan lintas planet yang belum pernah ada sebelumnya dalam sejarah sinema Indonesia.

Untuk informasi terbaru mengenai proses produksi, behind the scene, dan info tiket, pastikan Anda mengikuti akun media sosial resmi di @pelangidimars dan @mahakaryapictures.

Continue Reading

iMovies

Jelang tayang lebaran ini, Luna Maya pasang poster film “Suzzanna : Santet Dosa Diatas Dosa” di Blok M

Published

on

iMusic.id – Luna Maya mengejutkan warga yang tengah berada di Blok M, Jakarta Selatan, pada Kamis malam, 26 Februari 2026. Di bawah Stasiun MRT Blok M, Luna Maya sempat mengundang keramaian saat ia memperkenalkan penampilannya yang berbeda dan tampak menyeramkan namun sekaligus anggun.

Di titik itulah Luna Maya membuka sebuah poster berukuran besar bertulis “SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa”, film horor terbaru persembahan Soraya Intercine Films, yang akan menjadi satu-satunya film Luna di tahun 2026. Membawa sosok ikonik Suzzanna ke Blok M disebut Luna menjadi cara yang tepat untuk mengenalkan kembali ikon horor yang telah menemani penonton Indonesia dari generasi ke generasi.

“Beliau adalah seorang ikon, yang bisa dibilang menjadi salah satu tokoh ikonik di Indonesia, terutama di perfilman Indonesia. Dan sampai beliau sudah enggak ada pun masih terus diminati dan menjadi legenda,” ujar Luna Maya tentang poster film“SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa” yang ada di Blok M dan menjadi cara untuk mengenalkan kembali sosok Suzzanna.

Di poster tersebut juga menarik karena ada elemen bunga Melati, yang disebut Luna Maya menjadi salah satu ciri khas Suzzanna, termasuk di film-filmnya terdahulu. Di poster film “SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa”, Luna mengenakan roncean bunga melati.

“Bunga melati itu kan identik dengan Bunda Suzzanna. Saat syuting, bukan cuma dipakai seperti yang terlihat di poster, aku juga coba makan. Rasanya pahit, tapi aromanya wangi banget,” cerita Luna.

Pada Lebaran tahun ini, Luna berharap semua orang memilih film “SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa” sebagai tayangan mereka dan keluarga. Film ini akan membawa IP Suzzanna ke level baru. Selain Luna, film ini juga dibintangi Reza Rahadian dan suami Suzzanna, Clift Sangra.

Tonton film  “SUZZANNA: SANTET Dosa Di Atas Dosa” pada Lebaran 2026 di bioskop Indonesia! Ikuti informasi terbaru tentang film ini    melalui  akun Instagram resmi @sorayaintercinefilms  dan @filmsuzzanna.official. 

Continue Reading