Connect with us

iLive

Inilah Daftar Lengkap Nominasi AMI AWARDS 2018

Published

on

iMusic – Ajang penghargaan bergengsi yang diberikan kepada industri musik Indonesia, Ami Awards tahun ini memasuki usia yang ke 21. Dalam perayaannya tahun ini akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, jumlah lagu meningkat drastis.

“Tidak terasa sudah mau memasuki AMI award yang ke-21 di 2018. Tahun ini peserta karya produksi yang masuk didaftarkan sebanyak 1.917 yang terdaftar di register online kami. Tahun lalu hanya 1.071,” kata Dwiki Dharmawan selaku ketua umum Yayasan Anugerah Musik Indonesia

Tahun 2018 adalah tahun yang tepat untuk berefleksi, di mana musik Indonesia terus bergerak secara dinamis, para insan musik yang kini sebagian adalah para digital native, terus bergairah untuk berkarya, serta bergabungnya istilah musik mainstream vs sidestream, atau major vs indie, da itulah yang menjadi inpirasi tema untuk Ami Awards 2018 ini.

Betemakan #SatuMusikIndonesia, acara ini akan digelar di Ecovention Ancol, Jakarta Utara pada 26 September 2018 ini akan memberikan penghargaan kepada 48 kategori. Dan  tersebut adalah :

Album Rock Terbaik
Bertuhan Dengan Marah (Jikunsprain)
Candu Baru (Zat Kimia)
Kebersamaan (Indonesia Kita)
Life’s Not The Same (Giant Step)
Sukma Pieters (Sukma Pieters)

Karya Produksi Re-aransemen Terbaik
Dipha Barus & Nadin (All Good (Acoustic Version))
Hanin Dhiya (Pupus)
Ita Purnamasari (Izinkanlah)
Rahmania Astrini (Aku Cinta Dia)
RAN, Maisha Kanna & Lil’li Latisha (Selamat Pagi)
The Kadrijimmo (Seandainya Aku Bisa Terbang)

Karya Metal/ Hardcore Terbaik
Burgerkill (Superficial)
Down For Life (Liturgi Penyesatan (versi akustik))
Seringai (Selamanya)
Taring (Slaptika)
Tikam (Mangsa)

Artis Solo Pria/Wanita Rock/Instrumentalia Rock Terbaik
Ambang Christ (Fight For Glory)
Balum (Another Next Time)
Damon Koeswoyo (Sepi)
Maxime Bouttier (Make Your Day)
Toto Tewel (Kontra)

Album Terbaik Terbaik
Cadence Blue (A.Nayaka – PreachJa Records / Warner Music Indonesia)
Detik Waktu : Perjalanan Karya Cipta Candra Darusman (Various Artist – Signature Music Indonesia / Demajors Independent Music Industry)
Metamorfosa (Andien – Demajors Independent Music Industry)
Prolog (Rayssa Dynta – Double Deer Records)
Rinduku (Ruth Sahanaya – Kariza Music Productions)

Karya Produksi Terbaik Terbaik
Fake Optics (Ardhito Pramono – Sony Music Entertainment Indonesia)
Film Favorit (Sheila on 7 – 507 Records)
Jangan (Marion Jola & Rayi Putra – Universal Music Indonesia)
Money Honey (Count Me In) (Dipha Barus & Monica Karina – Pon Your Tone / Juni Records)
Teduhnya Wanita (Raisa – Juni Records)

Pendatang Baru Terbaik Terbaik
Bam Mastro (Idols)
Marion Jola (Jangan)
Monica Karina (Money Honey (Count Me In))
NonaRia (Santai)
Ramengvrl (Go! (I Can Be Your))
Rayssa Dynta (Something About Us)
Reality Club (Is It The Answer?)

Artis Solo Wanita Pop Terbaik
Andien (Metamorfosa)
Maudy Ayunda (Aku Sedang Mencintaimu)
Raisa (Lagu Untukmu)
Widi Mulia (Wahai Kau Tuan)
Yura Yunita (Harus Bahagia)

Artis Solo Pria Pop Terbaik
Adrian Khalif (Flawless/Merona)
Afgan (Love Again)
Anji (Menunggu Kamu)
Rendy Pandugo (7Days)
Sal Priadi (Ikat Aku Ditulang Belikatmu)
Vidi Aldiano (Tak Sejalan)

Duo/Grup/Vokal Grup/Kolaborasi Pop Terbaik
Arsy Widianto & Brisia Jodie (Dengan Caraku)
Lalahuta (Tunggu Apa Lagi)
Maliq & D’Essentials (Bagaimana Kutahu)
Marion Jola & Rayi Putra (Jangan)
RAN (Kulari Ke Pantai)
Sheila on 7 (Film Favorit)
Sheryl Sheinafia, Rizky Febian & Chandra Liow (Sweet Talk)

Pencipta Lagu Pop Terbaik
Adrian Khalif, Syawaldi Iqbal Siregar, dan Denis Ligia (Flawless/Merona – Adrian Khalif)
Erdian Aji Prihartanto (Menunggu Kamu – Anji)
Eross Candra (Film Favorit – Sheila on 7)
Raisa Andriana, Haris Pranowo, Marco Steffiano & Rayendra Sunito (Teduhnya Wanita – Raisa)
Yovie Widianto (Harus Bahagia – Yura Yunita)

Penata Musik Pop Terbaik
Anindyo Baskoro, Ilman Ibrahim Isa, dan Arya Aditya Ramadhya (Jangan – Marion Jola dan Rayi Putra)
Ari Renaldi (Harus Bahagia – Yura Yunita)
Marco Steffiano (Flawless/Merona – Adrian Khalif )
Marco Steffiano dan Rayendra Sunito (Teduhnya Wanita – Raisa )
Mohammad Istiqamah Djamad (Di atas Meja – Payung Teduh)

Album Pop Terbaik
7 Bidadari (Naif)
Dekade (Afgan)
Detik Waktu : Perjalanan Karya Cipta Candra Darusman (Various Artist)
Oxygen (Maudy Ayunda)
Ruang Tunggu (Payung Teduh)

Duo/Grup/Vokal/Kolaborasi Rock Terbaik
/rif (Malaikat Kecil)
Grassrock (Damai Indonesiaku)
Gugun Blues Shelter (Sweet Looking Woman)
Marcell & Oddie (Ketika Dunia Berhenti Berputar)
Pee Wee Gaskins (Fluktuasi Glukosa)

Artis Instrumentalia Jazz Terbaik
Barry Likumahuwa (SHRTL)
Demas Narawangsa (Discover)
Indra Lesmana (Mystical Glow)
Joey Alexander (Moments Notice)
Krakatau Reunion (Prthvi Mata)

Artis Jazz Vokal Terbaik
Adikara Fardy (Detik Waktu)
Andien & Tomorrow People Ensemble (Warna-Warna)
Ardhito Pramono (Fake Optics)
NonaRia (Antri Yuk)
Ruth Sahanaya (Gitaku)

Album Jazz Terbaik
Chapter Two (Krakatau Reunion)
Metamorfosa (Andien)
Rinduku (Ruth Sahanaya)
Rumah Batu (Dwiki Dharmawan)
Surya Sewana (Indra Lesmana)

Bidang R&B

Artis Solo Pria/Wanita R&B Terbaik
Agnez Mo (Long As I Get Paid)
Dira Sugandi (Malaikat Kecilku)
Isyana Sarasvati (Winter Song)
Rayssa Dynta (Something About Us)
Teza Sumendra (I Did It)

Duo/Grup/Vokal/Kolaborasi R&B Terbaik
Aydra & Prince Hussein (Know You Better)
Coldiac (Wreck This Journal)
Emir Hermono & Rayssa Dynta (Call on You)
Gamaliel Audrey Cantika (Sailor)
Isyana Sarasvati & Gamaliel Tapiheru (Terpesona)

Bidang Dangdut

Artis Solo Pria/Wanita Dangdut Terbaik
Dewi Perssik (Suara Hati)
Erie Suzan (Tak Bisa Melupakanmu)
Fildan (Terima Kasihku)
Ikke Nurjanah (Terhanyut Dalam Kemesraan)
Inul Daratista (Mawar Putih)

Artis Solo Pria/Wanita Dangdut Kontemporer Terbaik
Beniqno (Jaga Cinta Kita)
Lesti (Mati Gaya)
Nella Kharisma (Jaran Goyang)
Siti Badriah (Lagi Syantik)
Via Vallen (Jerit Atiku)

Duo/Grup/Kolaborasi Dangdut/ Dangdut Kontemporer Terbaik
Mulan Jameela & Tika Dewi Dewi (Toel Toel)
Nella Kharisma & RPH (Sabar Ini Ujian)
Nilam Gamma1 & Danang (Panah Asmara)
RizkiRidho (Jodoh Ditangan Allah (JODA))
Shaggydog & NDX AKA Familia (Ambilkan Gelas)

Pencipta Lagu Dangdut/Dangdut Kontemporer Terbaik
Iyeth Bustami (Doa Ku – Putri)
Mahavira Wisnu Wardhana, Simhala Avadana & Lola Purnama Dewi (Mati Gaya – Lesti)
Rita Sugiarto (Terima Kasihku – Fildan)
Tjahjadi Djajanata & Ishak (Goyang Dua Jari – Sandrina)
Yogi RPH & Donall (Lagi Syantik – Siti Badriah)

Penata Musik Dangdut/Dangdut Kontemporer Terbaik
Bayu Onyonk (Jaran Goyang – Nella Kharisma)
Donall Kinan Sammy (Lagi Syantik – Siti Badriah)
Echal Gumilang (Doa Ku – Putri)
Marcell Aulia (Terima Kasihku – Fildan)
Marcell Aulia (Mati Gaya – Lesti)

Artis Solo Laki-laki dan Perempuan Anak-anak Terbaik
Aura Gutawa (Do’a Untuk Orang Tua)
Maisha Kanna (Ibuku Cantik)
Naura (Berani Bermimpi)
Neona (Ada Deh)
Saga (Telur Dadar)
Zara Leola (Liburan)

Duo/Grup/Vokal/Kolaborasi Anak-anak Terbaik
Audrey Barus, Audy & Kak Nunuk (Lupa Lagi Lupa Lagi)
Best of 3 (Kuliner Indonesia)
Clarice Cutie & Estelle (Don’t Worry Sahabatku)
Jakarta Movement of Inspiration, Maisha Kanna & Annisa Haryanti (Lihatlah Lebih Dekat)
Koki Koki Cilik & Romaria (Oh Senangnya (Dunia Penuh Warna)

Pencipta Lagu Anak-anak Terbaik
Andrew Darmoko (Don’t Worry Sahabatku – Clarice Cutie & Estelle)
Chaka Priambudi (Bintang – Luiza Aaliyah)
Erwin Gutawa (Do’a Untuk Orang Tua – Aura Gutawa)
Saga Omar Nagata (Telur Dadar – Saga)
Simhala Avadana & Duhita Panchatantra (Berani Bermimpi – Naura)

Penata Musik Lagu Anak-anak Terbaik
Achdiananti Victoria Achjuman & Figgy Papilaya (Berani Bermimpi – Naura)
Andrew Darmoko (Don’t Worry Sahabatku – Clarice Cutie & Estelle)
Erwin Gutawa (Do’a Untuk Orang Tua – Aura Gutawa)
Ezra Mandira (Lihatlah Lebih Dekat – Jakarta Movement of Inspiration, Maisha Kanna & Annisa Haryanti)
Ivan Dewanto (Ibuku Cantik – Maisha Kanna)

Karya Produksi Kroncong/ Kroncong Kontemporer/ Stambul/ Langgam Terbaik
Dian Mita (Keroncong Nangka Kuning)
Dony Koeswinarno, Tompi (Hanyalah Untukmu)
Keroncong Musyawarah (Tradisi)
Krontjong Toegoe (Mardijkers)
Mustikara and The Batuan Ethnic Fusion (Keroncong Kemayoran)

Karya Produksi Alternatif Terbaik
Bam Mastro (Polar Bear)
Efek Rumah Kaca (Seperti Rahim Ibu)
Frau (Sembunyi)
NonaRia (Santai)
NOAH (Jalani Mimpi)
Polka Wars (Rangkum)
Reality Club (Is It The Answer?)

Karya Produksi Rap/ HipHop Terbaik
A.Nayaka, Laze & Emir Hermono (School)
Dipha Barus, Ramengvrl, A. Nayaka & Matter Mos (Decide)
Laze & Ayub Jonn (Mengerti)
Ramengvrl (Go! I Can Be Your)
Rayi Putra, Ramengvrl & Dmust Akira (Copycat)

Karya Produksi Reggae/ Ska/ Rocksteady Terbaik
Monkey Boots (Menuju Johar Baru)
Sentimental Moods (Lhaiki)
Souljah, Neida & Ilham HiVi! (Bebas Bebas Aja)
Sunset (Cinta Kita)
The Ikan Bakars (Perbedaan)

Karya Produksi Kolaborasi Terbaik
Afgan, Isyana Sarasvati & Rendy Pandugo (Heaven)
Dipha Barus & Monica Karina (Money Honey (Count Me In))
Dipha Barus, Ramengvrl, A.Nayaka & Matter Mos (Decide)
Marion Jola & Rayi Putra (Jangan)
Maudy Ayunda & Teddy Adhitya (We Don’t (Still Water))
Nino & Nagita (Benar Nyata)
Sheryl Sheinafia, Rizky Febian & Chandra Liow (Sweet Talk)

Karya Produksi Original Soundtrack Terbaik
Maliq & D’Essentials (Friends – Ost Partikelir)
Melly Goeslaw & Rama Davis (I Do – Ost Eifell I’m In Love 2)
Raisa (Teduhnya Wanita – Ost Ayat Ayat Cinta 2)
RAN (Kulari Ke Pantai – Ost Kulari Ke Pantai)
The Spouse (Kelam Malam – Ost Pengabdi Setan)

Karya Produksi Grup Vokal Terbaik
5 Romeo (Ceria)
Dekat (Money)
Gamaliel Audrey Cantika (Suara)
Lingua (Arti Sebuah Keangkuhan)
Trio Lestari (Takdir Itu Kamu)

Karya Produksi Lagu Berbahasa Daerah Terbaik
Bayu Risa (Katong Dua)
Dwiki Dharmawan & Dewi Gita (Impenan)
Jogja Hip Hop Foundation (Ngene/Ngono)
Lil Rascal (Medley Ayo Mama Hela Hela Rotan Sajojo)
Pedhier (Medley Cingcang Keling Cublak Cublak Suweng Jangi Janger Mejangeran Anging Mammiri)

Karya Produksi Lagu Berlirik Spiritual Islami Terbaik
Ray Shareza (Ketika Tangan Dan Kaki Berkata)
Sabyan (Ya Maulana)
Ustadz Yuke Semeru (Raja Semesta)
Virgoun with Last Child (Maha Pemilik Hati)
Wali (Bocah Ngapa Yak)

Karya Produksi Lagu Berlirik Spiritual Nasrani Terbaik
Dua Empat, Dave Rimba & Marini Nainggolan (Christmas Time is Here)
Iwan Hasan & Amelia Ong (Jiwaku Memuliakan Tuhan)
JPCC Worship (Sampai Akhir Hidupku)
Sari Simorangkir (Kuserahkan Segalanya)
Winny Jessica & Sidney Mohede (Karena Kita (We Are The Reason)

Karya Produksi Instrumentalia Terbaik
Demas Narawangsa (Discover)
Gerald Situmorang (Dice)
Indra Lesmana (Mystical Glow)
Krakatau Reunion (Prthvi Mata)
Lantun Orchestra (Topeng Monyet)
Twilite Orchestra (Rasa Sayange)

Karya Produksi Dance Terbaik
Andre Dunant & Andy /rif (Remember)
Bams (Solo)
Erik Soto & Mylescam (Love Lust and All of The Above)
Mantra Vutura (Un Deux Trois)
RROB & Fiona (Stay With Me)
Soundwave (Peace)

Karya Produksi Elektronika Terbaik
Abenk Alter (I Believe in Magic)
Dipha Barus & Monica Karina (Money Honey (Count Me In))
Jevin Julian (Tell Me)
Kimokal & Neonomora (One)
Winky Wiryawan, Formatted & Diano (Mess)

Karya Produksi Progressive Terbaik
Andi Bayou (Java War Pt.2)
Bless The Knights (Dunamous)
Gerald Situmorang (Dice)
ILP (Ascension)
Ligro (Transisi 2)

Karya Produksi Folk/ Country/ Balada Terbaik
Bin Idris (Anjing Tua)
Endah N Rhesa (Menua Bersama)
Heidi (Soon Finland)
Matter Halo & Nadin (Teralih)
Rendy Pandugo (By My Side)

Karya Produksi Urban Terbaik
Adeavery (Zine)
Afgan, Isyana Sarasvati & Rendy Pandugo (Heaven)
Bam Mastro & Matter Mos (Idols)
Kunto Aji (Konon Katanya)
Maliq & D’Essentials (Lautan Kenangan)

Karya Produksi World Music Terbaik
Didiet Violin (Midnight Rain)
Dwiki Dharmawan & Dewi Gita (Impenan)
Lantun Orchestra (Topeng Monyet)
Mustikara and The Batuan Ethnic Fusion (Don Dap Dape)
Sambasunda (Victory)

Bidang Penunjang Produksi Produser Rekaman Terbaik
Anindyo Baskoro, Ilman Ibrahim Isa & Arya Aditya Ramadhya / Universal Music Indonesia (Jangan – Marion Jola & Rayi Putra)
Bramastro Sriehutomo Khaeroni / Cubs Club Entertainment (Idols – Bam Mastro & Matter Mos)
Dipha Barus / Pon Your Tone (Money Honey (Count Me In) – Dipha Barus & Monica Karina)
Marco Steffiano & Rayendra Sunito / Juni Records (Teduhnya Wanita – Raisa)
Nikita Dompas / Signature Music Indonesia (Senantiasa – Andien)

Grafis Desain Album Terbaik
Ardneks (Transition – Rafi Muhammad)
Fajar Allanda & Ebenz (Adamtine – Burgerkill)
Gata Mahardika (Nyala – Gardika Gigih)
Riko Novian (Carnaval Genosida – Humiliation)
Sarkodit (Labyrinth – Soft Blood)

(Tito/iMusic)

iLive

Jelang penyelenggaraan di Jogja, Road to ARTJOG 2024 digelar di Galeri Salihara 20 – 30 April

Published

on

iMusic.id – Gelaran seni rupa kontemporer tahunan bertajuk ARTJOG Kembali akan dilangsungkan tahun ini selama kurang lebih 65 hari dari 28 Juni hingga 1 September 2024. di Jogja National Museum, Yogyakarta. ARTJOG 2024, demikian acara ini disebut merupakan sebuah acara pameran seni yang konsisten digelar oleh para penggiat seni rupa Jogja sejak tahun 2008 ketika saat itu masih bernama Jogja Art Fair hingga berubag menjadi ARTJOG pada 2010 silam.

Heri Pemad selaku CEO ARTJOG menjelaskan asal dari kata ARTJOG dan misi perhelatan seni rupa tersebut khusus untuk tahun 2024 ini,

“Penamaan ARTJOG sangatlah sederhana, Art adalah seni dalam Bahasa Inggris dan Jog adalah singkatan untuk kota Jogja di dalam dunia penerbangan dan bandaranya, sesimpel itu kita menamakan perhelatan tersebut”, Ujar Heri Pemad dalam acara temu media di Komunitas Salihara, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu, (20/4/2024).

“Untuk ARTJOG 2024 ini kami akan menggelar acara “Road to ARTJOG” yang kita selenggarakan di Galeri Komunitas Salihara Jakarta dari tanggal 20 sampai 30 april 2024 sebelum acara puncaknya di Jogja nanti. Perhelatan Road to ARTJOG ini ditujukan untuk menjemput bola, kami ingin menyapa lebih banyak orang yang belum belum tahu atau ingin terlibat dengan ARTJOG. Kami ingin keluar kandang, menuju Jakarta. Supaya lebih dekat,” tambah Heri Pemad lagi.

Sebagai salah satu helatan seni rupa kontemporer berskala besar di Indonesia, kehadiran ARTJOG setiap tahunnya tentu dinanti oleh banyak kalangan tidak hanya para pegiat seni tapi juga publik dalam lingkup lokal maupun internasional. Selama ini ARTJOG telah menjadi katalisator dalam mengembangkan aspek pariwisata berbasis seni. Tak kalah penting, ARTJOG telah mengemas sebuah perhelatan seni rupa kontemporer menjadi tonton yang populer sekaligus sarana pendidikan bagi khalayak luas.

Pada Road to ARTJOG 2024 yang dilangsungkan di Galeri Komunitas Salihara tersebut Heri Pemad dan kawan – kawan akan menggelar sebuah pertunjukan seni rupa awal yang dinamakan Performa Kinestetik dimana Road to ARTJOG ini menghadirkan presentasi karya dari Zulfian Amrullah, seorang arsitek, perupa, dan pengarah artistik. Setelah banyak berkarya dengan bentuk dan fungsi kursi, kali ini Zulfian mengeksplorasi berbagai persepsi indrawi, pengadeganan, dan gerakan, sekaligus bereksperimen terhadap peluang narasi yang terus dibangun dari sebuah peristiwa seni.

Dialog atas pengalaman tubuh dalam karya instalasi masif ini juga akan diperkuat lewat pertunjukan tari yang dibawakan oleh Siska Aprisia, penari dan koreografer asal Sumatera Barat yang sudah kerap berkolaborasi lintas disiplin.

Road to ARTJOG 2024 – Performa Kinestetik akan berlangsung mulai 20 hingga 30 April 2024 di Galeri Salihara, Jakarta Selatan. Dengan membeli tiket pameran Performa Kinestetik, pengunjung sekaligus akan mendapatkan tiket mengunjungi ARTJOG 2024 di Jogja secara cuma-cuma. Informasi harga tiket dan cara berkunjung dapat diakses melalui media sosial dan website ARTJOG atau langsung kunjungi tiket.salihara.org.

Sementara itu konsep ARTJOG 2024 di Jogja nanti akan mengambil tema “ARTJOG 2024 Motif: Ramalan”. Pada 2023 lalu, ARTJOG menggandeng Hendro Wiyanto, kurator dan penulis berbasis di Jakarta menjadi anggota tim kurator hingga tahun 2025 mendatang. Hendro menghadirkan ‘Motif’ bukan sebagai tema pameran, melainkan sebuah penawaran bagi para seniman untuk ditafsirkan, di mana ARTJOG akan memadukan ide-ide pola karya para seniman, sekaligus mengajak mereka mengungkapkan maksud dan motivasi di balik karya-karyanya.

ARTJOG Motif: Ramalan akan diselenggarakan pada 28 Juni-1 September 2024 di Jogja National Museum, Yogyakarta. Menyambung keberlanjutan dari gelaran sebelumnya, ARTJOG kembali menghadirkan program-program pendukung seperti Young Artist Award, ARTJOG Kids, performa•ARTJOG, Exhibition Tour, Meet the Artist, Artcare, serta Jogja Art Weeks.

Untuk target pengunjung, Heri Pamed menjelaskan bahwa ARTJOG lebih mengutamakan kenyamanan dalam menikmati pameran seni rupa tersebut dengan cara membatasi memakai system ticketing,

“Biasanya dalam skala pameran ini maksimal itu setiap harinya dikunjungi 1500 orang setiap hari, Nah tahun ini kita khan akan menyelenggarakan selama kurang lebih 2 bulan, jadi sebenarnya kita nggak ada target jumlah pengunjung, malah kita sudah dalam tahap mengurangi atau membatasi kalau terlalu rame tidak bisa menikmati atau mengaplikasikan, maka kemudian kits batasi dengan cara menjual tiket agar bisa terkontrol,”ujar Heri Pamed.

Continue Reading

iLive

“Record Store Day” di Indonesia Kembali ke Hakikatnya.

Published

on

iMusic.id – Kehadiran Record Store Day sejatinya ditunggu oleh para pecinta musik di seluruh dunia, khususnya bagi para penggemar rilisan fisik. Event yang diadakan sejak tahun 2007 ini, diinisiasi oleh Michael Kurtz dan Carrie Colliton di Amerika Serikat.

Mereka menghelat event ini yang tujuannya adalah untuk menjaga kelestarian Toko Rilisan Fisik dan juga rilisan fisiknya yang saat itu mulai tergeser keberadaannya oleh rilisan Digital.

Tahun ini, Record Store Day di Indonesia kembali dirayakan di Toko Rilisan Fisik. Awal mula Record Store Day masuk ke Indonesia pun sebenarnya diadakan di Sebuah Record Store bernama Monka Magic (Aksara Kemang) tahun 2012 dan 2013, lalu di Heyfolks! Tahun 2014.

Perayaan Record Store Day di Indonesia mulai ‘menyimpang dari ajaran’ sejak tahun 2015. RSD Indonesia saat itu diadakan dalam format Bazaar Besar yang berlanjut dari tahun ke tahun sampai tahun 2023 lalu. Lalu salah satu Kordinator RSD di Indonesia, Satria Ramadhan, sempat bertemu dengan Kordinator RSD UK, Megan Page di London, bulan Mei 2023.

Megan kemudian mengenalkan RSD Indonesia kepada para Founder (Michael dan Carrie). Melalui Online Meeting, mereka berdiskusi dan menyayangkan kondisi RSD di Indonesia yang diadakan bukan di Toko Rilisan Fisik. Mereka pun menghimbau untuk mengindahkan konsep Record Store Day itu sendiri.

Dan Michael pun mengingatkan kembali tentang makna Record Store Day. “Ide Record Store Day berawal dari para pemilik Toko Rilisan Fisik independen di Amerika. Record Store Day bukan hanya menjual Piringan Hitam. Ya, memang kami merilis banyak rekaman dalam bentuk Vinyl untuk Record Store Day, tetapi ini bukan tentang perayaan Vinyl.

Dan semua toko rilisan fisik di seluruh dunia merayakannya pada hari yang sama. RSD biasanya jatuh pada hari Sabtu ketiga di bulan April.” Jelas Michael Kurtz. “Tahun ini, kita akan kembalikan konsep Record Store Day ke toko-toko rilisan fisik yang mendaftarkan toko nya untuk berpartisipasi.

Mereka akan mendapatkan jatah Rilisan Eksklusif RSD Indonesia dan tokonya akan kita promosikan di social media” ungkap Satria Ramadhan.

“Tahun ini ada sebanyak 20 Toko dari seluruh Indonesia yang mendaftakan tokonya. Semoga di tahun-tahun mendatang lebih banyak lagi yang ikutan dan bisa merayakannya bersama sebagai satu kesatuan” tambah Satria Ramadhan.

“Untuk menambah kemeriahan euforia RSD, kami adakan event lain dengan format bazaar dengan nama Record Store Day Indonesia Market, Eventnya seminggu setelah RSD worldwide. Ini kita adakan sebagai wadah bagi teman-teman yang belum punya toko rilisan fisik dan juga mereka yang punya toko rilisan fisik.v ”Jelas Mayo Ramandho, yang juga Kordinator RSD di Indonesia.

Record Store Day dirayakan serentak di seluruh toko rilisan fisik di dunia pada tanggal 20 April 2024. Sedangkan RSDI Market diadakan pada tanggal 27-28 April 2024 di Senayan Park. (FE)

Continue Reading

iLive

“San.gita” Gelar Babak Pertama “Tur Lelaku” Di Jawa Tengah.

Published

on

iMusic.id – Setelah merilis album pertama berjudul Martyapada di layanan digital streaming pada 24 November 2023, dilanjutkan dengan rilis fisik album tersebut dalam bentuk cakram padat digital (digital CD) 24 Februari lalu, band dari kota Salatiga, San.gita (baca: sanggita) akan menjalankan tur memperkenalkan karyanya melalui penampilan live dalam tur mandiri ke beberapa daerah di wilayah Jawa Tengah pada bulan Maret hingga Mei 2024.

Tur ini diberi nama Tur Lelaku. Lelaku sendiri adalah program yang San.gita jalankan secara mandiri setiap dua/ tiga bulan menampilkan hasil olah daya mereka dalam bentuk penampilan musik secara live di tempat – tempat yang sedia bersinergi bersama.

Program rutin ini telah berlangsung sebanyak lima kali di tahun 2023 di dalam kota Salatiga. Menindaklanjuti rilis debut albumnya San.gita meluaskan Lelakunya ke daerah dan kota lain di luar Salatiga. “Kami antusias sekali bermain secara live memperkenalkan karya kami kepada khalayak yang lebih luas lagi.

Lelaku adalah program mandiri kami yang mengakomodasi keseruan ini. Untuk babak pertama ini kami akan jalan ke venues di daerah-daerah yang masih relatif dekat dari Salatiga.

Kami akan melakukannya di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta.”, jelas Bonita (vokalis San.gita) tentang rencana jalannya Tur Lelaku babak pertama. Sepuluh tempat direncanakan untuk San.gita singgahi di babak pertama Tur Lelaku ini yaitu di daerah: Ambarawa, Boyolali, Ungaran, Semarang, Temanggung, Pati, Magelang, Solo, Klaten, dan Yogyakarta.

“Sebisa mungkin kami berkolaborasi dengan kolektif atau komunitas di masing-masing tempat untuk pelaksanaan tur ini. Beberapa tempat sedang dan masih kami pastikan jadwal serta bentuk kolaborasinya. Ini juga salah satu upaya meluaskan jejaring untuk kelangsungan San.gita bermusik.”, ujar Meilana (manajer San.gita) mengenai kerjasama yang dijalin dalam Tur Lelaku.

Tidak hanya menampilkan musiknya secara live, di setiap singgahnya San.gita juga akan mendisplay dan menjual CD album Martyapada serta beberapa merchandise. Selain demajors yang memproduksi CD “Martyapada”, dengan sukacita San.gita mengajak dan turut didukung oleh beberapa unit produksi di kota Salatiga untuk berlangsungnya babak pertama Tur Lelaku ini.

Mereka adalah: Lanna (pembuat kerajinan berbahan kulit dan kain tenun), Sibuk Santai (pembuat t-shirt merchandise), Kopi Pialang (usaha mikro penyedia biji kopi hijau dan kopi sangrai), dan Trustindo Akomodasi Services (penyedia layanan akomodasi dan transportasi) yang akan menyertai kegiatan San.gita ini.

“Kami sadar bahwa kemandirian merupakan sebuah proses yang harus dijalani dengan sinergi antar beberapa pihak. Oleh karenanya, bukan hanya sebagai kanal ekspresi estetis, San.gita juga terus belajar menjadi bagian atau salah satu titik simpul sinergi yang bermartabat, paling tidak bagi rekan-rekan dan komunitas -komunitas di mana kami tinggal.”, jelas Adoi (gitaris San.gita) tentang dukungan untuk Tur Lelaku.

“Untuk babak pertama tur ini kami singgah-tampil di tiap akhir minggu, wilayahnya masih relatif dekat-dekat. Di babak keduanya nanti kami akan ke wilayah yang agak jauh, mungkin Jabodetabek dan Jawa Barat.

Nah di waktu itu kami akan meninggalkan Salatiga dalam kurun waktu sekitar dua mingguan berpindah-pindah kota atau daerah untuk singgah tampil di beberapa venue.”, tutur Sunu (basis San.gita) tentang rencana babak berikut dari Tur Lelaku. “Kan tidak mudah ya bisa singgah tampil live di tempat – tempat apalagi luar kotanya jauh dari tempat kami tinggal.

Dengan menjalankan babak pertama tur ini kami juga mengajak pihak-pihak lain untuk turut mendukung jalan dan berlanjutnya kegiatan ini. Kami yakin ini adalah hubungan yang mutual. Karena yang kami bawa adalah musik dan daya yang hidup. Jadi yuk turut Tur Lelakunya San.gita.

Ayo!”, ujar Michael (drummer San.gita) mengutip salah satu judul lagu di album Martyapada, mengajak pihak-pihak lain untuk berpartisipasi di Tur Lelaku ini. Berikut ini adalah jadwal Tur Lelaku 2024 babak-1:

16 Maret, 16:00 WIB di Angkringan Mbah Dharmo, Ambarawa

23 Maret, 16:00 WIB di Sasana Noegraha Desa Tanduk, Ampel, Boyolali

30 Maret Ungaran *

6 April Semarang *

20 April Temanggung *

27 April Pati *

4 Mei Magelang *

11 Mei Solo *

18 Mei Klaten *

25 Mei Yogyakarta *

* = masih dalam konfirmasi waktu dan tempat. Jadwal akan terus dimutakhirkan dan dapat dilihat di akun media sosial San.gita Mari TURut ‘berLELAKU’ menjadi bagian dari perjalanan musik San.gita. Ayo! (FE)

Continue Reading