Connect with us
Audrey Audrey

iMusic

Istirahat 2 tahun “Audrey Tapiheru” kembali hadirkan secercah kebahagiaan lewat “LoveLock”.

Published

on

iMusic – Penyanyi muda berbakat Audrey Tapiheru alias Audrey akhirnya merilis EP solo pertamanya berjudul LoveLock ke pasaran di bawah naungan label Sony Music Entertainment Indonesia.

Vakum selama dua tahun bukan masa yang sebentar bagi Audrey. Ia pun merasa “berhutang” kepada para pendengarnya untuk merilis sesuatu. “Sebagai musisi, tentu aku ingin bisa terus berkarya, mengingat karya terakhir aku adalah single “Daisy” di September 2019. Akhirnya, di tahun 2021, aku putuskan untuk merilis beberapa single dalam bentuk EP berjudul LoveLock.”

“LoveLock menggambarkan perjalanan percintaan dari sudut pandang aku. Dalam cinta, kita mengalami berbagai fase. Mulai dari menikmati kesendirian, mulai mencari cinta hingga akhirnya menemukan orang yang tepat.” Meski bukan 100% dari pengalaman pribadi, tapi Audrey mengakui ada sedikit “curhat colongan” di EP LoveLock ini.

“Bisa dibilang, setiap lagu yang ada di LoveLock saat disatukan akan jadi jalinan cerita. “Dime” bercerita tentang momen saat kita sedang menikmati masa-masa sendiri dan mencoba hal-hal baru dalam hidup. Kadangkala ada orang-orang yang datang menggoda dengan cinta yang main-main, atau mungkin dengan materi atau pencapaian, tapi kita tidak semudah itu terlena.

Lalu, berikutnya ada “Menanti-Nanti” yang bercerita tentang perasaan saat menanti orang yang tepat untuk mengisi hati kita. Ditutup dengan, “Constantly You,” yang bercerita saat kita akhirnya menemukan “the one” dan memutuskan untuk mengunci hati kita padanya.”

Walaupun sudah lama tidak masuk dapur rekaman, tetapi Audrey tidak mengalami kesulitan dalam mengerjakan EP yang sudah diimpikannya dari dulu. “Aku sudah beberapa kali workshop dengan teman-teman produser dan sudah tercipta beberapa lagu hingga awal 2020.

Tapi, kemudian pandemi menyerang dan itu menjadi tahun yang cukup berat bagi aku sehingga aku berhenti berkarya dulu selama tahun itu. Memasuki tahun 2021, proses pengerjaan mini album ini kembali berjalan. Untuk produser, aku dibantu Aldi Nada Permana di “Dime” dan “Menanti-Nanti,” sementara Kenny Gabriel yang sebelumnya sudah membantu di single “Daisy,” ikut membantu di “Constantly You.” Ada juga Popsickle yang mengisi bagian rap untuk lagu “Dime.” Dan tentu saja, kakakku Gamaliél juga ikut membantu pengerjaan album ini.

Sempat timbul pertanyaan, apakah aku bisa menyelesaikan lagu-lagu ini? Namun, karena diberi deadline, semua jadi bisa selesai pada waktunya. Aku juga sangat menikmati momen menulis lagu dan kembali berkarya, aku diingatkan bahwa inilah saat-saat yang aku sukai. Proses melengkapi lirik dan notasi membutuhkan waktu satu bulan, proses rekamannya sendiri memakan waktu tiga hari, sementara untuk proses finishing-nya, memakan waktu kurang lebih satu bulan.”

Mengaku puas dengan hasil akhir LoveLock, Audrey memberi sedikit bocoran bahwa ia menghadirkan sesuatu yang berbeda dari saat dirinya di GAC. “Lagu-lagu GAC dulu ada sisi gloomy, sementara untuk EP solo pertamaku ini akan lebih bubbly dan easy listening yang menggambarkan kepribadianku, tapi masih tetap dengan genre Pop RnB.

Aku besar dengan musik-musik ’90-an, seperti Destiny’s Child, Pussycat Dolls, atau Stacie Oricco. Musik dari masa kecilku inilah yang aku hadirkan di LoveLock. Selain itu, aku mencoba mengeksplor range vokal aku. Kalau di GAC seringnya bermain di nada tinggi, kali ini aku mencoba mengaktifkan low register-ku.”

Audrey mengaku agak tegang menjelang perilisan LoveLock mengingat bahwa dirinya cukup lama tidak merilis karya. “Meski deg-degan, tapi aku berusaha untuk meyakinkan diriku bahwa aku sudah memberikan yang terbaik. Setelah rilis, semua penilaian ada di tangan pendengar.

Yang terpenting, aku sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menghadirkan karya terbaru ini. Aku sangat bersyukur, aku banyak dapat dukungan dari orang-orang terdekatku, yang selalu support dan meyakinkan kalau aku bisa. Dan aku juga bersyukur memiliki fans yang setia menanti dan menyemangati aku untuk berkarya.”

Audrey berharap LoveLock bisa dicintai para pendengarnya. “Aku ingin semua lagu di EP ini bisa terus dinikmati dan menenangkan hati orang-orang yang mendengarkannya. Situasi pandemi yang tidak menentu seperti sekarang ini tentu banyak menimbulkan kegalauan. Semoga LoveLock bisa menemani dan memberikan secercah kebahagiaan,” tutup Audrey.

LoveLock akan mengambil konsep perilisan single-by-single. Single pertama berjudul “Dime” bisa dinikmati mulai 22 September 2021 di platform-platform digital. Sementara, untuk “Menanti-Nanti” dan “Constantly You” direncanakan rilis pada 6 dan 20 Oktober mendatang. (FE)

iMusic

Mengeksplorasi Kedalaman Cinta, “Jibs” Rilis Single Terbaru “Twisted”.

Published

on

iMusic.id – sebuah lagu yang menawan. Melodi yang menyelidiki kompleksitas cinta di tengah latar belakang gaya hidup yang tidak konvensional. Terinspirasi oleh pengalaman dan observasi Penyanyi-penulis lagu Indonesia, Jibs, akan merilis single terbarunya, “Twisted,”, “Twisted” menceritakan kisah jatuh cinta pada seorang gadis yang hidupnya jauh dari kata biasa.

Dalam balada yang penuh emosi ini, Jibs berbagi narasi yang melampaui batas romansa konvensional. “Twisted” mengungkap kisah pertemuan kebetulan antara dua jiwa dari dunia yang berbeda. Sang protagonis mendapati dirinya tertarik pada seorang gadis misterius yang memiliki gaya hidup bertentangan dengan norma-norma masyarakat.

Pilihannya yang tidak biasa dan aura misteriusnya membuat dia penasaran, memicu romansa angin puyuh yang penuh dengan gairah dan ketidakpastian. Seiring perkembangan lagu, pendengar dibawa pada perjalanan melewati suka dan duka kisah cinta yang tidak biasa.

Vokal Jib yang penuh perasaan dan lirik yang pedih dengan indah menangkap intensitas emosi yang dialami oleh sang protagonis saat ia menavigasi kompleksitas dalam mencintai seseorang. dengan gaya hidup yang “memutar”. Terlepas dari tantangan dan ketidakpastian yang muncul, sang protagonis menemukan pelipur lara dalam keaslian hubungan mereka, merangkul keindahan dalam perbedaan mereka.

Melalui “Twisted”, Jibs mengajak pendengar untuk mengeksplorasi kedalaman cinta yang melampaui tradisi batasan. Lagu ini menjadi bukti kekuatan transformatif dari pelukan individualitas dan merayakan perjalanan cinta yang unik, tidak peduli betapa tidak lazimnya hal itu terlihat.

“Twisted” siap memikat penonton dengan penyampaian cerita yang menggugah dan melodi yang memukau. Dengan liriknya yang tajam dan penyampaiannya yang menyentuh hati, lagu ini menjanjikan akan beresonansi pendengar yang pernah merasakan rollercoaster cinta yang menggembirakan dengan segala kerumitannya.

Lahir Di Surabaya & Besar di Ibu Kota Jakarta “Jibs” Mengkategorikan Dirinya sebagai Rapper/Vokalis dengan kombinasi Hip Hop Mixed dengan sedikit saus melodi Pop & RnB dan getaran Alternatif. Zona nyaman untuk menyerah & cerita untuk diceritakan Jibs juga seorang penulis lagu.

Di dunia yang penuh kekacauan dan kebingungan, Jibs mengambil langkah mundur dan mengunci diri dalam membuat album tentang hal tersebut hal-hal yang dia lalui. Dia memiliki kemampuan unik untuk menyalurkan pikiran dan emosi terdalamnya ke dalam melodi yang indah dan lirik yang menyentuh hati.

Saat dia memulai perjalanan diri ini refleksi, cinta, dan penemuan diri, Jibs telah meluncurkan beberapa single dan 1 Album yang tersedia di semua Platform Streaming Digital dan terus dalam misi besarnya untuk meluncurkan lebih banyak lagi di masa depan. (FE)

Continue Reading

iMusic

“Sasa Puspa” Rilis Debut Single-nya “Menunggu di Batas Rindu”.

Published

on

iMusic.idSasa Puspa merilis debut Single-nya yang berjudul “Menunggu di Batas Rindu”. Single debut ini bercerita tentang kerinduan dan menunggu seseorang yang tidak ada secara fisik, tetapi ingatannya selalu ada dalam pikiran.

Ekspresi emosi kerinduan, gelisah, dan perjuangan untuk tetap berharap dan sabar saat menantikan kedatangan mereka. Liriknya juga menggambarkan perasaan hangat dan nyaman dalam mengenang momen-momen bersama orang tersebut, meskipun dihadapkan pada tantangan jarak dan waktu.

Produksi Single ini melibatkan Sasa Puspa (vocal), Theja Fatassena (Writer dan Composer) dan Asback (Arranger). Musik dengan vibes melankolis ini didampingi oleh artwork dari Lulu Khansa dan Indrayadi Ganefi.

Shot with OldRoll Classic M.

Tentang Sasa Puspa

Seorang solois berbasis di Jakarta Selatan, Sasa Puspa memancarkan suara lembut. Sasa menginterpretasikan lagu dengan yang penuh emosi, mempersembahkan setiap lirik dengan kelembutan.

Dengan akar musik yang kaya dari Indonesia, Sasa menggabungkan elemen-elemen folk, indie, dan R&B untuk menciptakan suara yang memikat dan otentik. (FE)

Continue Reading

iMusic

Luncurkan Album Kedua, “Everlast”, “Fabio Asher” Mengeksplorasi Perasaan.

Published

on

iMusic.idFabio Asher, salah seorang musisi yang tak asing lagi di dunia musik, akan meluncurkan album keduanya yang sudah sangat dinantikan bertajuk “Everlast“. Dalam pernyataannya, Fabio menyampaikan bahwa album ini menjadi sebuah manifestasi dari harapannya untuk menciptakan suatu karya yang abadi, sebuah karya yang dapat dikenang selamanya.

Dengan mengangkat single “Mahir Memberi Luka” secara fokus single, kali ini Fabio Asher juga memberikan sebuah jembatan yang manis menuju album Everlast yang menjadi rumah juga bagi single ini

“Everlast” tidak sekadar menjadi judul album, tetapi juga menjadi inti dari pesan yang ingin disampaikannya. Ada 10 lagu yang sudah dipersiapkan, setiap lagu memiliki ciri khasnya sendiri, mulai dari aransemen yang menawan, tema lagu yang mendalam, hingga genre yang beragam, yang belum pernah ditunjukkan oleh Fabio sebelumnya.

Fabio berharap agar setiap Lagu yang ditulis dan dinyanyikannya menjadi sebuah pesan yang tak akan pernah pudar, melainkan akan terus hidup dan dikenang di masa depan. Ia percaya bahwa musik memiliki kekuatan untuk menghubungkan manusia dengan berbagai cerita kehidupan, dan album ini merupakan upayanya untuk menjadi bagian dari suatu kenangan yang abadi bagi para pendengarnya.

Melalui album ini, pendengar akan diantar melalui perjalanan emosional yang mendalam, dari lantunan melodi yang menggetarkan hati hingga lirik yang mendalam.

Setiap lagu dalam “Everlast” bukan hanya sekedar rangkaian nada dan lirik, tetapi juga memiliki cerita yang akan meresap ke dalam ruang hati pendengar, siap untuk menemani mereka dalam setiap fase kehidupan.

Fabio mengajak para pendengar untuk meluapkan perasaan mereka melalui karyanya. Ia berharap bahwa album ini akan menjadi bagian dari perjalanan hidup mereka, menjadi sebuah jawaban dan penghiburan yang abadi. Seperti hal nya lagu “Mahir Memberi Luka” yang menjadi single andalan di album ini, yang juga memberi sebuah cerita yang berbeda dalam album ini.

Lagu “Mahir Memberi Luka” dari album “Everlast” ini sudah bisa didengarkan secara serentak di seluruh platform musik digital. Semoga kalian semua bisa suka dengan lagu-lagunya dan tiap lagu bisa mewakili berbagai perasaan kalian. Selamat mendengarkan ! (FE)

Continue Reading