iMusic

Jadi soundtrack film, Pure Saturday remastered lagu “Desire”

Published

on

iMusic.id – Group musik indie pop ‘Pure Saturday’ baru saja melakukan remastered / mastering ulang lagu berjudul “Desire” yang pernah dirilis secara resmi di album pertama mereka bertajuk Self Titled pada tahun 1995.

Konon lagu “Desire” dari Pure Saturday di remastered ulang untuk keperluan soundtrack film karya sineas lokal yang akan melibatkan lagu ini sebagai sebuah lagu yang menjadi pelengkap di dalam film berjudul “6:30” tersebut.

Dari segi komposisi musik dan lirik, Pure Saturday tidak melakukan perubahan yang signifikan. Satrio NB (vokal), Ade Purnama (bas) dan Arief Hamdani (gitar) hanya melakukan perubahan di part instrumen dan beberapa part lead guitar serta menampilkan kualitas sound yang lebih modern dari sebelumnya.

Komposisi alternative rock dan indie pop yang sangat crunchy di lagu “Desire” dahulu agak sedikit mengalami upgrade sound yang lebih modern dan beat yang lebih kalem dari para personil Pure Saturday saat ini.

“Yesterday I found myself alone In the dark and no one else” bagi kita yang mendengar penggalan lirik ini mungkin banyak yang memaknai keterpurukan dalam kehidupan, bisa jadi masalah cinta, pekerjaan atau realita kehidupan namun bagi pendengar ini terdengar sebuah lagu tema percintaan yang merangsang makna kehidupan remaja.

Awal di suguhkan oleh intro yang menampar telinga dengan instrumen yang dapat menurunkan rasa egois terhadap perasaan, seperti mendengar piano dari Air Supply – Making Love Out Of Nothing All yang selalu di ulang-ulang pada bagian verse.

Memang, di lagu ini Pure Saturday mengkombinasikan sebuah penghayalan visual terhadap penekanan sebuah individu yang sedang terpuruk lalu dia menemukan sebuah garis ketenangan dan tahu untuk pergi kemana “I want you to hold me in your soul – It makes me easy, makes me alright” Ini mungkin sebuah frasa di dalam hati yang dia coret terhadap sebuah lembar kertas, mengharapkan kembali sebuah sosok yang dapat berada di sampingnya itu selalu setia terhadap langkahnya. Sial, rasa beku terhadap rongga mulut dan jemari membuat rasa mengungkapkan sulit di lontarkan tapi tenang kamu bisa mempercaya perasaan egois ku ini melalui pikiran seperi kutipan lirik “I can’t say anything – Or bring you anything”

Lagu ini pun berhasil membuat remaja-remaja mengenang masa percintaan bahkan ada pula yang menyesuaikan lagu ini dengan kehidupan mereka, tentu saja ciri khas nada lead gitar pada intro yang mengingat lagu ini adalah sebuah golden songs dari Pure Saturday di masa itu.

Exit mobile version