iMusic – Musisi muda Indonesia lulusan dari Birmingham City University ini merilis single terbarunya di awal tahun 2022 ini Alif Maulana, . Setelah sebelumnya sempat merilis 3 single di tahun 2021, Hopes & Dreams, Couldn’t Care Less, dan Nothing Comes Easy, kali ini Alif kembali dengan single terbaru nya yaitu “Take No Regrets”.
Alif yang lahir dan besar di Jakarta, mulai bermusik pada usia 6 tahun, kemudian ketika ia belajar di Birmingham, Inggris, ia menjadi bassis & arranger untuk band local di sana, The Clinks. Sepulangnya dari Inggris, Alif kemudian mencoba untuk merilis single dan lagu nya sendiri dan sejak itu dia bekerja keras untuk terus membagikan musik nya lebih luas ke seluruh dunia.
“Jalani saja hidupmu, tetap tersenyum, tegakkan kepalamu dan jangan menyesal” menurut Alif Itulah kata-kata yang menggambarkan makna di balik lagu terbarunya, ‘Take No Regrets’. Terinspirasi oleh musisi idolanya seperti New Radicals, Stevie Wonder, Coldplay, dan Jamie Cullum, lagu dengan up tempo dan membangkitkan semangat ini sangat cocok untuk berkendara, atau menemani perjalanan dari kita untuk beraktivitas.
Satu hal lagi yang Alif ingin sampaikan dengan menjadikan idola musisi nya sebagai inspirasi membuat lagu ini adalah bahwa musik juga menjadi keputusan dalam hidup yang ia pilih. Dan mencoba untuk memperlihatkan tekad dan semangatnya dalam bermusik tanpa penyesalan, sebagai jalan hidup yang ia pilih.
Menurut Alif ada juga Hal yang menarik dari pembuatan lagu ini, yaitu proses awal pembuatan lagunya. Jadi menurut Alif sebenarnya lagu ini adalah lagu pertama yang ia buat seluruh aransemennya, mulai dari chord, rhythm, drum pattern sampai selesai sebuah lagu.
Berawal dari iseng-iseng untuk mencoba teknik baru bernama Tritone Substitution dari pelajaran kampusnya di tahun 2017, alif menemukan progresi yang menarik yang akhirnya coba untuk digunakan itu sebagai fondasi untuk lagunya. “Berhubung tidak pernah bikin lagu yang seperti ini, aku agak kebingungan untuk mencari nada nyanyinya. Hingga akhirnya pada suatu hari ketika mandi, dan membayangkan nyanyi seperti Stevie Wonder, akhirnya aku ketemu inspirasi lagu ini dan langsung merekam” Ujar Alif.
Take No Regrets juga selain sebagai single pertama dari Alif Maulana di tahun 2022 ini juga berkaitan dengan rilisan-rilisan sebelumnya pada tahun 2021 yang lalu. Masih dibantu dengan Caesar Rizal dari band SOULVIBE dalam pengerjaan lagunya Alif berkata bahwa, single ini adalah pengantar dari rencana album yang akan datang di akhir tahun 2022 ini. Album Ini adalah kumpulan cerita perjalanan, pengalaman, penyesalan, dan harapan dari Alif mengenai hidupnya. Dan juga bagaiman perjalanan dan penyesuaian yang ia alami ketika pertama kali pulang dari Inggris ke Indonesia dan segala kecintaan nya akan musik yang telah bersamanya sejak kecil.
Single Take No Regrets juga menjadi sebuah moment untuk membuktikan bahwa Alif tetap bisa produktif dan positif di tengah kondisi pandemi saat ini. Alif memanfaatkan pandemi secara maksimal dengan menulis, merekam, dan memproduksi banyak musik baru dan bekerja dari jarak jauh dengan berbagai artis internasional, dan tidak sabar untuk segera membagikan lagu-lagu ini kepada para penggemarnya.
Dirilis oleh Glowing Management UK dan GV Records, single terbaru dari Alif Maulana yaitu TAKE NO REGRETS sudah dapat didengarkan diseluruh gerai musik digital. Semoga lagu ini bisa diterima dan menjadi warna baru di Industri Musik Indonesia. (FE)
iMusic.id – Musisi (Solois) alternative asal Samarinda, Dwi Putra, resmi merilis EP Perdananya bertajuk “Setelah Riuh, Kita Tenang” pada 23 Januari 2026. EP ini menjadi ruang perenungan personal tentang hidup, kehilangan, kesibukan, dan keyakinan bahwa setelah riuh, manusia selalu diberi waktu untuk kembali tenang.
EP ini berisi tiga karya dengan pendekatan yang tidak konvensional : satu lagu utuh, satu lagu yang hanya berisi bagian reff, dan satu karya instrumental penuh. Ketiganya disusun sebagai simulasi fase hidup manusia dalam satu hari, yang jika didengarkan berurutan, membentuk sebuah perjalanan emosional dan di Dua lagu Dwi Putra Mengajak Vocalis yang Bernama A.Y.U.
Lagu pembuka Dwi Putra bertajuk “Fractal” hadir sebagai representasi pagi hari penuh riuh, kompleks, dan tidak teratur. Progresi chord yang dinamis, beat yang berpindah secara ekstrem, dan struktur musik yang tidak stabil menjadi metafora kesibukan manusia dalam menghadapi tuntutan hidup.
Fase Dwi Putra berikutnya hadir melalui “Quiet Lines”, sebuah lagu yang menggambarkan kehilangan dan ditinggalkan oleh pasangan. Lagu ini berbicara tentang luka yang berat, namun juga tentang kesadaran bahwa hidup tidak bisa berhenti hanya karena kesedihan. Di titik ini, manusia belajar bertahan dan berjalan, meski dengan langkah yang pelan.
Puncak perjalanan emosional ditutup lewat “Pelangi Selepas Hujan”— sebuah karya yang menghadirkan harapan. Lagu ini menjadi simbol bahwa setiap permasalahan selalu menyimpan hikmah dan kebahagiaan. Pelangi digambarkan sebagai keindahan yang hadir setelah hujan, sebagai pengingat bahwa terang tidak pernah benar-benar pergi.
Melalui EP “Setelah Riuh, Kita Tenang”, Dwi Putra ingin menyampaikan pesan sederhana namun mendalam: setiap permasalahan, Allah selalu menyiapkan kebahagiaan bagi mereka yang mau bertahan dan percaya. EP ini telah tersedia dan dapat didengarkan di seluruh platform musik digital mulai 23 Januari 2026.
iMusic.id – Antrabez, band yang lahir dan berkarya dari dalam Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kerobokan, Bali secara resmi mengumumkan peluncuran single terbaru mereka berjudul “Safer Societies” Lagu ini menjadi simbol suara kebebasan yang tumbuh dari keterbatasan serta bukti bahwa kreativitas manusia tidak dapat dibatasi oleh ruang dan jeruji.
Proyek ini diproduksi sepenuhnya oleh Sicilia’s Label, dengan keterlibatan langsung para Warga Binaan berbakat yang menjadi personel Antrabez. Musik dan lirik ditulis oleh Octav Sicilia (Sicilia’s Label) dan Shofan Kusuma Firdaus dengan arahan artistik dan standar produksi profesional industri musik modern.
“Safer Societies”, sebuah karya dari Antrabez yang memadukan nuansa alternative pop rock dengan sentuhan industrial. Lagu ini menghadirkan karakter musik yang tegas, emosional, dan penuh energi, sekaligus membawa pesan kuat tentang perubahan, harapan, dan kemanusiaan.
“Safer Societies” dari Antrabez menyoroti perjuangan menghadapi masa lalu sambil menatap masa depan yang lebih baik. Liriknya merefleksikan proses refleksi, tanggung jawab, dan tekad untuk membangun kehidupan yang lebih bermakna baik secara personal maupun sosial. Pesan tersebut disampaikan dengan aransemen dinamis dan atmosfer yang intens, mencerminkan perjalanan batin serta semangat untuk bangkit.
“Safer Societies” menegaskan bahwa perubahan selalu dimulai dari saat ini : every time is a brand new show, everyday is a brand new world. Setiap momen adalah kesempatan baru dan setiap hari membuka kemungkinan untuk membangun dunia yang lebih baik, tanpa dikunci oleh masa lalu.
Dengan sound of vision, lagu ini menekankan pentingnya suara yang membawa harapan dan arah, sekaligus kesadaran untuk memahami what we need, what their need, keseimbangan antara kebutuhan individu dan masyarakat. Pada akhirnya, pesan utamanya jelas: healing heart, safer society, masyarakat yang aman hanya dapat terwujud ketika hati manusia dipulihkan melalui empati, keadilan yang berperikemanusiaan, dan kesempatan kedua.
Melalui “Safer Societies,” Antrabez menyampaikan pesan kuat tentang transformasi diri, kesempatan kedua, dan kontribusi positif bagi masyarakat.
“Semua orang berhak mendapat kesempatan untuk memperbaiki hidupnya. Musik ini adalah bukti bahwa perubahan bisa dimulai dari dalam diri,” ujar Octav Sicilia, Music Director Sicilia’s Label
Antrabez merupakan representasi nyata dari semangat perubahan. Band ini terdiri dari Warga Binaan Lapas Kerobokan yang memiliki bakat, passion, dan komitmen untuk berkarya melalui musik. Dengan dukungan pihak lapas dan tenaga profesional industri musik, Antrabez membuktikan bahwa harapan tetap hidup bahkan di balik jeruji.
“Berkarya adalah bentuk kebebasan. Musik ini adalah jendela untuk melihat masa depan kami,” terang para personil Antrabez
Lagu Tema acara WCPP 2026 – World Congress on Probation and Parole
Single ini diciptakan sekaligus sebagai lagu tema WCPP 2026 – World Congress on Probation and Parole. WCPP adalah kongres internasional dua tahunan yang mempertemukan para ahli, pembuat kebijakan, peneliti, praktisi, dan organisasi dari seluruh dunia untuk membahas perkembangan sistem probation (pembebasan bersyarat/ pengawasan komunitas) dan parole (pembebasan bersyarat setelah masa tahanan). Kongres ini fokus pada keadilan restoratif, rehabilitasi pelaku, serta cara-cara inovatif dalam membangun masyarakat yang lebih aman dan inklusif.
Oleh karena itu single “Safer Societies” Dipilih sebagai lagu tema World Congress on Probation and Parole menjadi simbol bahwa suara perubahan bisa lahir dari mana saja. Lagu ini mencerminkan semangat WCPP: menyembuhkan luka, membangun harapan, dan menciptakan masyarakat yang lebih aman melalui sebuah perubahan.
Musik ini adalah pengingat bahwa setiap individu memiliki potensi untuk berubah, dan bahwa masa depan yang lebih baik dibangun melalui harapan, semangat perubahan, dan solidaritas.
Single “Safer Societies” sudah tersedia dalam format digital dan dapat dinikmati melalui kanal distribusi musik resmi dari Sicilia’s Label.
iMusic.id – Morfa diambil dari kata “Amor Fati” frasa latin yang berarti “Cinta akan Takdir Seseorang”, hal ini berkaitan dengan single pertama Morfa yang berjudul “Cinta dan Takdir” (Single 2026), yaitu pesan dan kesan yang disampaikan dalam lirik lagu ini merupakan kisah “empiris” dari seorang vokalisnya.
Terbentuk pada tanggal 10 November 2024 di Kota Bandung dengan mengusung genre Folk-Indie, Morfa beranggotakan : Omree Bass/Vocal, Cikal Guitar/Backing Vocal, Ical Keyboard/Backing Vocal, dan Otong Drum.
Single “Cinta dan Takdir” dari Morfa ini merupakan luapan emosi saat kisah cinta yang sudah terasa tidak baik-baik saja, dan diantara keduanya tidak bisa mengambil sikap sehingga seiring berjalannya waktu salahsatu dari pasangan itu mencoba untuk melepaskan seseorang yang ia cintai dan mulai belajar menerima akan takdir yang telah datang menghampirinya. Dari awal hingga akhir lagu “Cinta dan Takdir” kita akan dibawa untuk dapat belajar memaknai hidup dan berusaha untuk belajar menerima keadaan yang tidak kita inginkan sama sekali.
Permainan Keyboard yang sedikit menonjol di bagian awal lagu dan dari keseluruhan komposisi musik yang dibuat sedemikian rupa ini akan menjadi benang merah dari perjalanan “Morfa” kedepannya, dan sekaligus merupakan sebuah pergerakan awal untuk mengenalkan identitas warna musik “Morfa” ke kalangan luas.
Lirik dalam lagu “Cinta dan Takdir” itu sendiri sangat mudah untuk dicerna (tidak banyak menggunakan bahasa kiasan dan baku) tujuannya agar pesan atau makna dalam lagu ini dapat langsung tersampaikan dan terasa syahdu.