Connect with us

iMusic

Jeritan Dari Hati Yang Di Khianati, Ungkapan Single Terbaru Cassandra Band “Terbelah Tujuh”.

Published

on

iMusic – Sakitnya hati ketika janji dikhianati begitu saja. Setidaknya hal itu yang ingin Cassandra Band coba ingin ungkapkan lewat single terbarunya “Terbelah Tujuh”.

Melanjutkan single sebelumnya yang berjudul “Aku Janji”, Cassandra Band kembali meluncurkan lagu terbarunya “Terbelah Tujuh”. Masih dengan menggunakan genre pop ballad yang menjadi ciri khasnya, “Terbelah Tujuh” menceritakan tentang sakitnya hati yang diduakan cintanya.

Choki sebagai penulis dari lagu ini, mengaku sangat terinspirasi dengan hubungan yang dijalani oleh seorang teman. “Di sini, dia mau membuktikan kalau cinta yang dia miliki untuk pasangannya ini benar-benar tulus. Walau pasangannya sudah menyakiti dia, dia mencoba untuk bertahan,” ungkap Coki.

Untuk menggambarkan rasa sakitnya, istilah ‘terbelah tujuh’ pun terbesit olehnya. “Karena sudah melebihi dari terbelah dua, rasa sakitnya seperti terbelah tujuh,” tambah Choki.

Diakui olehnya kalau lagu ini memiliki emosi yang cukup berat. Tapi, proses pembuatannya lagu ini sendiri tidak kalah menghabiskan emosi. Pasalnya, Choki dan beberapa tim sempat mengalami hal yang diluar logika saat membuat lagu ini.

“Saat proses pengambilan vokal, saya sudah mengirimkan file minus one (tanpa vokal) kepada tim yang ada di studio rekaman. File itu saya ambil dari Hard Disk saya. Dan untuk jaga-jaga, saya juga membawa hard disk tersebut saat rekaman vokal. Tapi pas, kami sampai, file yang diterima adalah file dengan vokal demo.

Saya pikir, wah berarti file yang ada di hard disk saya juga salah. Karena penasaran, saya buka kembali file di hard disk dan ternyata file di hard disk adalah file minus one yang benar. Anehnya, file itulah yang saya kirimkan ke tim studio rekaman. Nama filenya sama, sizenya sama, tapi entah bagaimana yang diterima beda. Walaupun agak sepele, cuman buat kami kejadian itu cukup membuat kami merasa janggal,” cerita Choki.

Dan untuk melengkapi single ini, sebuah video lirik dari Cassandra Band sudah dipersiapkan. Memiliki tema cerita yang kurang lebih sama, video lirik ini bisa dibilang kelanjutan dari kumpulan kisah “Pada Suatu Hati…” dari Cassandra. Penasaran seperti apa musik videonya kali ini? Yuk, simak saja. (FE)

iMusic

“Sasa Puspa” Rilis Debut Single-nya “Menunggu di Batas Rindu”.

Published

on

iMusic.idSasa Puspa merilis debut Single-nya yang berjudul “Menunggu di Batas Rindu”. Single debut ini bercerita tentang kerinduan dan menunggu seseorang yang tidak ada secara fisik, tetapi ingatannya selalu ada dalam pikiran.

Ekspresi emosi kerinduan, gelisah, dan perjuangan untuk tetap berharap dan sabar saat menantikan kedatangan mereka. Liriknya juga menggambarkan perasaan hangat dan nyaman dalam mengenang momen-momen bersama orang tersebut, meskipun dihadapkan pada tantangan jarak dan waktu.

Produksi Single ini melibatkan Sasa Puspa (vocal), Theja Fatassena (Writer dan Composer) dan Asback (Arranger). Musik dengan vibes melankolis ini didampingi oleh artwork dari Lulu Khansa dan Indrayadi Ganefi.

Shot with OldRoll Classic M.

Tentang Sasa Puspa

Seorang solois berbasis di Jakarta Selatan, Sasa Puspa memancarkan suara lembut. Sasa menginterpretasikan lagu dengan yang penuh emosi, mempersembahkan setiap lirik dengan kelembutan.

Dengan akar musik yang kaya dari Indonesia, Sasa menggabungkan elemen-elemen folk, indie, dan R&B untuk menciptakan suara yang memikat dan otentik. (FE)

Continue Reading

iMusic

Luncurkan Album Kedua, “Everlast”, “Fabio Asher” Mengeksplorasi Perasaan.

Published

on

iMusic.idFabio Asher, salah seorang musisi yang tak asing lagi di dunia musik, akan meluncurkan album keduanya yang sudah sangat dinantikan bertajuk “Everlast“. Dalam pernyataannya, Fabio menyampaikan bahwa album ini menjadi sebuah manifestasi dari harapannya untuk menciptakan suatu karya yang abadi, sebuah karya yang dapat dikenang selamanya.

Dengan mengangkat single “Mahir Memberi Luka” secara fokus single, kali ini Fabio Asher juga memberikan sebuah jembatan yang manis menuju album Everlast yang menjadi rumah juga bagi single ini

“Everlast” tidak sekadar menjadi judul album, tetapi juga menjadi inti dari pesan yang ingin disampaikannya. Ada 10 lagu yang sudah dipersiapkan, setiap lagu memiliki ciri khasnya sendiri, mulai dari aransemen yang menawan, tema lagu yang mendalam, hingga genre yang beragam, yang belum pernah ditunjukkan oleh Fabio sebelumnya.

Fabio berharap agar setiap Lagu yang ditulis dan dinyanyikannya menjadi sebuah pesan yang tak akan pernah pudar, melainkan akan terus hidup dan dikenang di masa depan. Ia percaya bahwa musik memiliki kekuatan untuk menghubungkan manusia dengan berbagai cerita kehidupan, dan album ini merupakan upayanya untuk menjadi bagian dari suatu kenangan yang abadi bagi para pendengarnya.

Melalui album ini, pendengar akan diantar melalui perjalanan emosional yang mendalam, dari lantunan melodi yang menggetarkan hati hingga lirik yang mendalam.

Setiap lagu dalam “Everlast” bukan hanya sekedar rangkaian nada dan lirik, tetapi juga memiliki cerita yang akan meresap ke dalam ruang hati pendengar, siap untuk menemani mereka dalam setiap fase kehidupan.

Fabio mengajak para pendengar untuk meluapkan perasaan mereka melalui karyanya. Ia berharap bahwa album ini akan menjadi bagian dari perjalanan hidup mereka, menjadi sebuah jawaban dan penghiburan yang abadi. Seperti hal nya lagu “Mahir Memberi Luka” yang menjadi single andalan di album ini, yang juga memberi sebuah cerita yang berbeda dalam album ini.

Lagu “Mahir Memberi Luka” dari album “Everlast” ini sudah bisa didengarkan secara serentak di seluruh platform musik digital. Semoga kalian semua bisa suka dengan lagu-lagunya dan tiap lagu bisa mewakili berbagai perasaan kalian. Selamat mendengarkan ! (FE)

Continue Reading

iMusic

Lanjutkan Perjalanan EP “Sejiwa”, “The Groove” Perkenalkan “Jangan Tanya”.

Published

on

iMusic.id – Melanjutkan perjalanan EP ‘SEJIWA’ yang rilis tahun lalu, THE GROOVE ingin memperkenalkan ‘JANGAN TANYA’ sebagai single ketiga setelah “Lebih Indah” dan “Sejiwa” yang sebelumnya sukses diterima dengan baik oleh pecinta musik Indonesia.

Lagu yang dibawakan bersama Tiara Effendy sebagai featuring vocalist ini memliki cerita yang sangat relate-able dengan banyak pendengar. Tentang sepasang kekasih yang mengawali hubungannya sebagai teman baik, saling mengagumi dan tanpa disadari perlahan cintapun menghampiri di antara mereka. Ketika cinta itu terjadi, tidak usah dipertanyakan mengapa? Ikuti saja arahNya, jalani saja .

‘JANGAN TANYA’ merupakan lagu pertama yang direkam untuk EP ‘SEJIWA’, dikomposisikan Reza (vokal) bersama Ari Firman (bass) yang didukung oleh deretan musisi di divisi string yang diaransemen oleh Ari Firman dan Ava Victoria serta direkam secara live oleh string quartet asal Bandung : Widya (cello), Rama (violin), Fadliansyah (violin 2) dan Agung (viola).

Aransemen vokal yang indah jugad didukung oleh Irvnat sebagai vocal director yang menambah suasana romansa untuk merepresentasikan pesan yang ingin disampaikan.

Perilisan lagu ini bersamaan dengan tayang perdana video lirik yang sudah bisa ditonton di kanal Youtube THEGROOVE Channel 1997 yang dikerjakan bersama Team Heijmma Collective Production dan Dichod.

Semua lagu di EP Sejiwa juga sudah dibisa didengarkan di semua Digital Store Platform dan semoga dapat dinikmati dengan baik oleh pecinta musik Indonesia. (FE)

Continue Reading