Connect with us

iMusic

“Khayal Jadi Nyata”, Jamuan Ke-Tiga Dari “SINGGAHSANA” – Album Perdana “KELJO”.

Published

on

iMusic.idKhayal Jadi Nyata, adalah Single Ke-9 dari KELJO, dan juga merupakan Jamuan Ketiga pada Album Perdana KELJO yang bertajuk SINGGAHSANA, yang akan segera rilis pada pertengahan bulan April mendatang.

Finalis Top 9 Indonesian Idol Special Season ini, dalam kurun 2 tahun kebelakang telah sukses menghibur dan mewakili perasaan seluruh insan masyarakat Indonesia dengan 8 Singlenya, seperti “Sesal Terlambat”, “Sirna”, “Putri Iklan”, “Jangan Katakan Cinta”, “Jatuh dan Menari”, “Tak Sanggup Lagi”, “Pilih Salah Satu” dan “Kutunggu Jawabmu”.

Dalam perilisan Album SINGGAHSANA, KELJO memberikan Jamuan Ketiganya untuk seluruh insan yang bersinggah di Album Singgahsana dengan lagu KHAYAL JADI NYATA. Lagu yang ditulis sendiri oleh KELJO dan juga teman – temannya, yaitu Yoshua Perwirana & Meilita Kasiman, Pasangan Suami – Istri yang terjun aktif di dunia musik ini telah merilis dan berkarya di dunia musik, salah satunya adalah Single Ke – 3 dari KELJO, “Jangan Katakan Cinta” yang merupakan rilisan yang ditulis dan diproduseri oleh Yoshua Perwirana dan Meilita Kasiman sendiri.

Tak hanya itu, Pasangan Suami – Istri ini merupakan Musisi aktif di Band “Later Just Find” dan Meilita sendiri merupakan Backing Vocal dari Band Ternama di Indonesia, Maliq D’Essentials.

Khayal Jadi Nyata, Merupakan lagu dengan genre Indonesian Pop, dengan nuansa musik yang Cheerful dan juga Happy ini memiliki tujuan dan impian didalamnya untuk mengajak seluruh insan masyarakat Indonesia untuk merasakan rasa gembira ketika khayalannya menjadi nyata.

Menyadari bahwa banyak sekali muda – mudi Indonesia yang memiliki Bias atau Idola dalam kehidupannya, lagu “Khayal Jadi Nyata” ini merupakan perwakilan isi hati dan juga ungkapan kebahagiaan dari perasaan gembira tersebut atau yang biasa disebut sebagai Fangirling / Fanboying, ketika khayalannya dapat menjadi nyata. Hal ini diwakili pada penggalan lirik pada reff yang mengatakan “Dan ku menunggu, ‘tuk jadi pacarmu, bertemu dalam kisah kasih berdua, akankah khayal menjadi nyata?”

Dalam proses pembuatan lagu ini, KELJO dan Yoshua Perwirana, sebagai Produser Musik Utama dalam lagu ini memiliki harapan untuk membuka Tahun 2024 melalui lagu Khayal Jadi Nyata agar terciptanya Musik Indonesia yang Fresh dengan tema musik yang Gembira, Ceria dan juga mengembalikan warna musik di Industri Musik Indonesia, yang 2 tahun belakangan ini didominasi oleh lagu – lagu galau.

Selain menulis Lagu Khayal Jadi Nyata ini, Yoshua Perwirana juga bertanggung-jawab penuh sebagai Produser Musik dalam lagu ini, dan juga Yohanes Yakobus Advent sebagai Produser Utama dalam Album SINGGAHSANA yang akan segera rilis di pertengahan bulan April 2024 mendatang.

Yoshua dan juga Yakob juga mengisi peran dalam lagu ini sebagai “Suara Rakyat – Backing Vocal”. Dalam proses Recording, KELJO dipandu oleh Barsena Bestandhi sebagai Vocal Director dan juga Kelana Halim dalam proses “Mixing & Mastering”.

Rilis 2 hari setelah Hari Valentine – 16 Februari 2024, KELJO berharap lagu Khayal Jadi Nyata dapat mengantar seluruh insan masyarakat Indonesia untuk mengejar khayalannya agar dapat berubah menjadi kenyataan, dan mengantar para pecinta musik Indonesia untuk bersinggah di Album Perdananya, SINGGAHSANA dengan Jamuan Ketiganya, Khayal Jadi Nyata. (FE)

iMusic

Hadir dengan musik lebih ceria, Rio Clappy persembahkan single “Belia”

Published

on

iMusic.id – Musisi Indonesia Rio Clappy kembali memperkaya industri musik Tanah Air dengan merilis single terbarunya berjudul “Belia”, yang resmi diluncurkan pada 16 Januari 2026. Lagu ini menjadi persembahan hangat yang merayakan perjalanan cinta sejati, mulai dari asmara di bangku sekolah hingga komitmen untuk terus bersama seiring bertambahnya usia.

Secara lirik, single “Belia” dari Rio Clappy bercerita tentang sepasang kekasih yang menjalin hubungan sejak masa remaja. Mereka melewati berbagai tantangan dan kebahagiaan bersama, hingga akhirnya mampu menjaga ikatan cinta tetap kuat seiring waktu. Lagu ini menjadi pengingat bahwa cinta sejati dapat bertahan, tumbuh, dan semakin indah sepanjang perjalanan hidup.

Berbeda dari karya-karya Rio Clappy sebelumnya, “Belia” hadir dengan nuansa musik yang lebih ceria, upbeat, dan menyegarkan. Aransemen ringan dan melodi yang mudah diingat berhasil menangkap kegembiraan serta kepolosan cinta masa muda—mulai dari momen-momen rahasia, janji-janji kecil, hingga getaran hati yang tak terlupakan.

“Lagu ini adalah soundtrack bagi mereka yang menemukan cinta pertamanya dan berjuang untuk menjaganya tetap menyala,” ujar Rio Clappy dalam keterangan resminya.

“Aku ingin menghadirkan energi positif dan kebahagiaan murni yang terasa saat kita pertama kali jatuh cinta, sekaligus menunjukkan bahwa kebahagiaan itu bisa bertahan hingga kita tua,” tambahnya.

Lebih lanjut, Rio Clappy menjelaskan bahwa “Belia” juga diharapkan dapat menjadi representasi bagi banyak pasangan yang telah berbagi perjalanan panjang bersama.

“‘Belia’ aku persembahkan untuk semua yang pernah mencintai dengan cara yang sederhana. Kadang dari hal-hal kecil itulah cinta justru tumbuh paling kuat,” ungkapnya.

Perilisan single ini turut dilengkapi dengan video lirik resmi yang telah tersedia di kanal YouTube Rio Clappy. Video tersebut menampilkan sejumlah talenta muda dengan visual segar yang memperkuat nuansa ceria dan nostalgia, sejalan dengan semangat lagu.

Single “Belia” menjadi kelanjutan perjalanan musikal Rio Clappy setelah kesuksesan “Bunga Abadi” yang dirilis pada 2024 dan mendapat respons positif dari penikmat musik Indonesia.

Konsistensinya dalam menghadirkan lagu-lagu bertema cinta yang jujur dan dekat dengan kehidupan sehari-hari membuat Rio Clappy terus memperluas basis pendengarnya.

Diharapkan, “Belia” dapat menjadi lagu kebangsaan bagi pasangan yang telah berbagi perjalanan panjang, sekaligus memberi semangat bagi mereka yang tengah memimpikan kisah cinta abadi.

Dengan lirik yang menyentuh dan melodi yang mudah melekat, single ini siap mewarnai tangga musik Indonesia dengan keceriaan.

Saat ini, lagu “Belia” telah tersedia dan dapat didengarkan di seluruh platform streaming musik digital seperti Spotify, Apple Music, dan YouTube.

Continue Reading

iMusic

Kenang kehidupan malam, Tya Subiakto dan Alex Kuple luncurkan single “Karena Kita Adalah Ratu”

Published

on

iMusic.id – “Karena Kita Adalah Ratu” adalah sebuah single pertama sebagai pembuka tahun 2026 ini dari pasangan musisi Tya Subiakto dan Alex Kuple. Melodi dan liriknya ditulis oleh Tya sejak tahun 2012, namun baru menjadi sebuah lagu utuh dalam aransemen ciamik dari Alex Kuple.

“Karena Kita Adalah Ratu” menceritakan tentang kehidupan sosialita dan juga para wanita yang mencari kemewahan dan ketenaran. Tya Subiakto menulis lirik ini berkaca dari peristiwa kehidupan yang dilihatnya ketika para sahabatnya sering mengajaknya menikmati dunia malam.

Tya Subiakto dan Alex Kuple mengerjakan musik single ini sejak bulan Desember 2025. Mereka sepakat memberikan warna musik rentang tahun 1980 – 1990, di mana City Pop dan Fusion pertama kali muncul. Uniknya, mereka berdua memainkan synthesizer juga, ditambah permainan piano Alex Kuple yang menambah manisnya lagu ini.

“Karena Kita Adalah Ratu” dari Tya Subiakto dan Alex Kuple telah hadir di tanggal 16 Januari 2026 dan Lagu ini bisa didengarkan di seluruh paltaform digital.

Continue Reading

iMusic

REVIND rilis single ketiga bertajuk “Darkest Hour”

Published

on

iMusic.id – Band metalcore REVIND resmi mengumumkan perilisan single ketiga mereka yang berjudul “Darkest Hour”, yang akan dirilis hari ini 16 Januari 2026. Lagu ini melanjutkan perjalanan musikal REVIND setelah sebelumnya merilis single kedua “Hands of Hope” pada Juli 2025.

“Darkest Hour” menghadirkan sisi paling gelap dan emosional dari REVIND. Lagu ini mengangkat tema kesepian, ketakutan, kehilangan arah, serta pergulatan batin yang dialami seseorang ketika berada di titik terendah dalam hidupnya. Dengan lirik yang intens dan atmosfer kelam, REVIND mengekspresikan konflik antara keputusasaan dan harapan untuk menemukan jalan pulang.

Secara musikal, “Darkest Hour” memadukan karakter khas metalcore: riff agresif, scream yang penuh emosi, serta chorus melodik yang kuat, menciptakan dinamika antara amarah dan kerentanan. Lagu ini menjadi refleksi jujur dari REVIND tentang “sisi gelap” manusia, sekaligus jeritan untuk keluar dari penderitaan.

Single ini juga menjadi bagian penting dari rangkaian menuju album penuh debut REVIND yang berjudul “Chronosphere”. Setelah “Darkest Hour”, REVIND telah menjadwalkan perilisan single keempat bertajuk “Forever Still” pada Februari 2026, yang akan menjadi hidangan penutup sebelum album panjang tersebut resmi diperkenalkan ke publik.

Melalui “Chronosphere”, REVIND ingin mengajak pendengar menyusuri perjalanan waktu emosional dari kehancuran, harapan, hingga penerimaan dengan “Darkest Hour” sebagai salah satu titik tergelap dalam narasi tersebut.

Single “Darkest Hour” akan tersedia di seluruh platform streaming digital mulai 16 Januari 2026.

Credits “Darkest Hour”

Written by Riza Novandra

Produced by Edwin Satria at Rmera Studio

Mixing & Mastering at Torch Production Studio by Awang Pratama

Arranged by REVIND

Orchestra by Fadhel Diedo

Artwork by Ari Eka Kurnia Putra

Continue Reading