Connect with us

iMusic

Launching dan Pers Konperensi “New Vibes of Pop”.

Published

on

iMusic – NAGASWARA kembali menghadirkan karya terbaru dari deretan musisi dan penyanyi yang memiliki aura kuat lewat launching dan konperensi pers bertajuk “New Vibes of Pop”. Acara ini dilangsungkan di Bands Cafe & Restaurant. Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (27/2/2020).

“New Vibes of Pop” dipilih sebagai tagline acara launching dan konperensi pers kali ini berkaitan dengan sosok musisi dan penyanyi pop. terutama karya-karya lagu dan musik yang mereka hasilkan. Mereka adalah para bintang dengan aura dan karakter yang kuat di dunia musik.

Tujuh musisi dan penyanyi tersebut adalah

1. BAIM featuring SANDHY SONDORO lewat single “l’ve Had Enough With Love

Kolaborasi dua musisi ini memang spesial. Baim adalah salah satu penggemar Sandhy Sondoro. Merasa memiliki minat yang sama di musik, Sandhy menerima tantangan untuk membawakan lagu ciptaan Baim.

Single “I’ve Had Enough With Love” nyatanya membuka ruang yang luas bagi Baim dan Sandhy dalam mengeksplorasi musikalitas mereka, terutama di jalur pop blues.

2. DELON lewat single “Setengah Jiwaku Kamu

Delon adalah salah satu penyanyi NAGASAWARA yang sangat produktif. Setelah merilis single “Aida” pada November tahun 2019 yang lalu,  jawara “indonesian Idol” musim pertama ini melanjutkan kisah cintanya kepada sang istri lewat lagu “Setengah Jiwaku Kamu”.

Lewat karya terbaru Ade Govinda ini, Delon berharap dapat menjadi langkah terbaik di awal tahun 2020 ini.

3. BLACK CHAMPAGNE dengan single “Kekasih Selamanya

lnilah single ketiga Black Champagne yang dimotori oleh MitaThe Virgin” dan DJ Citra Anidya Pratiwi. Single “Kekasih Selamanya” diakui Mita akan menguatkan project musik Black Champagne ke depan, yakni dominanasi Pop Electronic dengan sentuhan band.

4. ULLY MOCH lewat single “Rindu

Setelah single “HUN” yang mencuri perhatian, Ully Moch kembali memperlihatkan keseriusannya di dunia musik dengan merilis single “Rindu”. Meski pesan di lagu ini masih mengeja kisah pribadi Ully, istri mendiang HermanSeventeen” ltu memastikan akan terus melangkah dl dunla musik dan melahirkan karya-karya baru.

5. DONGGYUN & DENIAS lewat single “Go Go Go

Denias adalah penyanyi serba bisa. Kali ini, ia berkolaborasi dengan Donggyun, salah satu personil GTl, boy band asal Korea Selatan. Lagu “Go Go Go” karya Lukas dan Erick SYD

merupakan sebuah karya pop melow dengan tiga bahasa yakni bahasa Indonesia, Inggris dan Korea.

6. EVELIN X SAMIR feat NADYA ALMIRA PUTERI X LIQUID SILVA dengan single “Runaway” & Single “Runaway” menjadi kelanjutan dari karya internasional DJ Evelyn setelah berkolaborasi dengan DJ Ace ! dan Delon lewat project “Be Together”. Kali ini Evelyn menggandeng Liquid Silva, rapper asal Kanada, Nadia Almira (jebolan “Indonesian Idol”), dan DJ Samir dari Hong Kong.

Single “Runaway” hadir lewat perpaduan genre musik RnB, serta dance musik. Lagu dengan lirik berbahasa Inggris ini dianggap tepat untuk menyasar pasar Indonesia dan Internasional.

7. DIANNA DEE STARLIGHT lewat single “Warna Warna

Dianna Dee Starlight adalah nama baru di industri rekaman tanah air. Meski demikian, perempuan yang juga dikenal sebagai selebgram ini, sudah terbiasa menyanyi dari panggung ke panggung.

Karya Dewiq, Pay dan Dmn lX berjudul “Warna Warna” ini menjadi lagu perdana yang ia rekam. Semoga kehadirannya bisa mewarnai industri musik Indonesia. (FE)

iMusic

Eksis di kapal pesiar, Jey Denise rilis single kedua “No. 1 Priority”

Published

on

iMusic.id – Penyanyi sekaligus penulis lagu asal Indonesia, Jey Denise, resmi merilis single terbarunya berjudul “No. 1 Priority“. Karya ini hadir sebagai sebuah anthem penuh jiwa yang menekankan pentingnya menempatkan diri sendiri sebagai prioritas utama.

Dalam keterangan tertulis, Jey Denise menyampaikan bahwa lagu “No. 1 Priority” merupakan single keduanya. Lagu ini menjadi refleksi perjalanan musikal tentang kemenangan pribadi yang dapat dirasakan oleh banyak orang.

“Saya ingin lagu ini menjadi pengingat bahwa kita berhak menempatkan diri sendiri sebagai prioritas, Konsistensi, keyakinan pada diri sendiri, dan keberanian untuk melawan rasa takut adalah hal-hal yang selalu saya pegang dalam perjalanan musik saya. Lagu ‘No. 1 Priority’ adalah refleksi dari itu semua ucap Jey Denise.

Menurut Jey Denise, single ini dibalut dengan nuansa groove awal 2000-an yang ringan dan menyenangkan. Dengan karakter musik tersebut, ia berharap lagunya bisa menjadi teman di berbagai suasana, baik saat bersantai di sore hari, berjalan bersama pasangan, maupun berkumpul dengan teman-teman.

Dalam proses kreatif, Jey Denise mengambil kendali penuh atas produksi dan aransemen lagu. Hal ini menunjukkan komitmen serta keterlibatan mendalam dirinya dalam setiap detail musikal.

Sentuhan akhir dipercayakan kepada Thomas “J.Soul” Burrough yang menghadirkan kualitas terbaik melalui mixing dan mastering, sehingga menghasilkan karya yang solid secara teknis sekaligus kuat dalam pesan.

Jey Denise sendiri bukan nama baru di dunia musik. Ia telah lebih dari sepuluh tahun berkecimpung di industri ini, dan sejak 2017 dikenal sebagai artis vokal-gitar looping yang tampil rutin di berbagai bar, kafe, dan klub di Jakarta.

Dengan persiapan matang di setiap penampilan, ia membangun reputasi sebagai musisi yang menghadirkan standar baru dalam dunia looping di Indonesia.

Kini, kariernya merambah panggung internasional dengan tampil sebagai musisi di kapal pesiar berbasis Amerika Serikat. Langkah ini menjadikannya salah satu solois perempuan pertama dari Indonesia yang menorehkan prestasi di jalur tersebut.

Popularitasnya semakin meningkat setelah konten mengenai kehidupannya sebagai musisi di kapal pesiar viral di media sosial, khususnya Instagram.

Sebelum merilis “No. 1 Priority”, Jey Denise telah memperkenalkan single perdananya berjudul “Lemme Out” pada Juli 2024.

Lagu tersebut memperlihatkan konsistensinya dalam menghadirkan karya yang relevan dengan perkembangan musik modern, sekaligus memperkuat posisinya sebagai musisi independen yang produktif.

Dengan dua rilisan ini, Jey semakin menegaskan identitasnya sebagai musisi yang mampu menyatukan pengalaman personal dengan tema universal yang menginspirasi.

Saat ini, single “No. 1 Priority” milik Jey Denise sudah tersedia dan dapat didengarkan di berbagai platform pemutar musik digital.

Continue Reading

iMusic

Difki Khalif dan Prinsa Mandagie kemas lagu “Seandainya” lebih nge-rock

Published

on

iMusic.id – Difki Khalif dan Prinsa Mandagie berkolaborasi dalam proyek spesial untuk menghidupkan kembali lagu populer era 2000-an, “Seandainya”. Kolaborasi ini menjadi ruang eksplorasi musikal bagi keduanya, sekaligus menghadirkan interpretasi baru atas lagu yang telah melekat di memori banyak pendengar.

Proyek ini terwujud melalui kolaborasi lintas label antara Musica Studios dan Sony Music yang membuka ruang bagi para artis untuk menafsir ulang karya-karya populer. Dari beberapa pilihan lagu, Prinsa Mandagie menjatuhkan hati pada “Seandainya”, karya band era 2000-an Vierratale (yang sebelumnya dikenal sebagai Vierra).

“Banyak orang tumbuh bersama lagu ini, termasuk aku,” ungkap Prinsa Mandagie. Lagu tersebut memang menjadi salah satu anthem galau yang mewarnai masa remaja generasi 2000-an.

Kolaborasi Prinsa Mandagie dengan Difki Khalif, yang memiliki latar belakang sebagai anak band, menjadi elemen penting dalam proses kreatif ini. Sebagai dua solois dengan karakter vokal berbeda, mereka menjalani workshop untuk menemukan chemistry serta pembagian bagian vokal yang paling harmonis.

“Kami memang punya range suara berbeda, jadi workshop membantu kami menentukan siapa menyanyikan bagian mana supaya tetap harmonis,” jelas Difki.

Meski berasal dari latar musikal yang berbeda, keduanya justru menemukan energi baru dalam proyek ini. Aransemen “Seandainya” dibuat lebih emosional dan segar dengan tambahan sentuhan orkestra, memperkuat karakter pop-rock yang ingin mereka hadirkan.

Bagi Prinsa, pengalaman ini terasa berbeda dari karya-karyanya yang biasanya bernuansa dewasa dan sentimental. “Tantangannya bukan hanya membawakan ulang, tapi bagaimana membuatnya terasa segar, tetap akrab, namun punya warna kami sendiri,” katanya.

Kolaborasi ini juga menjadi ruang belajar bagi keduanya. Prinsa mengeksplorasi sisi lain dari jangkauan vokalnya, sementara Difki beradaptasi dengan dinamika duet yang menjadi pengalaman baru baginya. Proses harmonisasi vokal dirancang oleh Barsena Bestandhi, yang memastikan dua warna suara berbeda tersebut dapat menyatu dengan mulus.

Proses kreatifnya tidak selalu mudah. Mereka mencoba berbagai opsi pembagian suara, menyesuaikan range dan karakter masing-masing hingga menemukan keseimbangan yang tepat. Perbedaan justru menjadi kekuatan yang membuat versi ini terasa segar dan unik.

Momen paling berkesan terjadi saat sesi preview akhir. Ketika aransemen lengkap termasuk elemen orkestra mulai terdengar utuh, keduanya merasakan lagu ini menemukan bentuk barunya: emosional, enerjik, namun tetap mempertahankan esensi lagu aslinya. Seperti yang diungkapkan Prinsa, “Ini bisa jadi versi yang berbeda, tapi tetap familiar.”

“Seandainya” versi Difki Khalif dan Prinsa Mandagie sudah dapat dinikmati di seluruh platform musik digital di Februari 2026.

Continue Reading

iMusic

Remake lagu “Kini”, Yovie Widianto libatkan KIM dan Neida

Published

on

iMusic.id – Maestro musik Indonesia, Yovie Widianto, kembali menghadirkan karya terbaru lewat kolaborasi yang terasa segar dan hangat. Kali ini, ia menggandeng grup vokal muda KIM yang beranggotakan Arsy Widianto, Rachel (nama belakang), dan Gusty Pratama, bersama penyanyi dengan warna vokal lembut yang khas, Neida Aleida.

Lagu ini dibuka dengan intro a cappella yang intimate, menyoroti kualitas vokal yang menawan, kemudian musik berkembang menjadi komposisi yang kaya namun tetap terasa ringan dinikmati. Siapa sangka, lagu legendaris Yovie Widianto yang begitu sendu dapat diaransemen dengan matang memadukan pop yang elegan dengan sentuhan Light R&B yang smooth, menciptakan suasana yang modern tapi tetap terasa timeless.

Kolaborasi ini terasa seperti pertemuan dua generasi dalam satu ruang yang sama dengan pengalaman panjang dan energi muda saling melengkapi. Vokal yang berpadu dinamis, saling mengisi tanpa saling mendominasi. Produksi musik dari Yovie Widianto terdengar clean dan polished, tapi tetap menyimpan kehangatan yang membuat lagu ini terasa dekat.

Daya tarik lagu milik Yovie Widianto ini tidak datang dengan cara yang berlebihan. Justru sebaliknya, tumbuh perlahan. Semakin sering didengar, semakin terasa detail-detail kecil yang membuatnya istimewa: harmoni yang rapi, groove yang halus, hingga lirik yang meninggalkan kesan.

Dengan nuansa yang elegan namun tetap mudah dicerna, kolaborasi ini membuat karya sang maestro Yovie Widianto menjadi relevan bagi semua generasi dan menjadi sebuah rilisan yang meninggalkan dampak di kancah musik Indonesia.

Continue Reading