Lokasi Konser Dream Theater Pindah Ke Area Candi Prambanan

Lokasi Konser Dream Theater Pindah Ke Area Candi Prambanan

iMusic – Band Progresive Rock asal Amerika, Dream Theater dijadwalkan akan tampil di Yogyakarta pada 29 – 30 September 2017. Acara JogjaROCKarta tersebut dipastikan pindah tempat dari Stadion Kridosono Yogyakarta ke area Candi Prambanan dikarenakan keluarnya izin dari Dirjen Kebudayaan untuk menggunakan Candi Prambanan.

Acara ini dipromotori oleh Rajawali Indonesia Communication, dan akan menggunakan 2 panggung yaitu Wisnu Stage dan Brahma Stage guna memuaskan dahaga dari pecinta musik rock seluruh Indonesia yang hadir kedalam acara tersebut.

Di hari pertama, Dream Theater akan tampil di panggung Brahma, sementara di panggung Wisnu akan menampilkan Death Vormit, Kelompok Penerbang Roket, dan band legenda seperti Godbless, dan Power metal.

Pada hari kedua, dipanggung Wisnu akan menampilkan band lawas era 90-an yang lagunya tidak asing ditelinga kita seperti Roxx dan Pas Band, Burgerkill dan Something Wrong juga akan ikut meramaikan panggung Wisnu. Sementara Dream Theater akan tetap tampil di panggung Brahma.

Dengan dipindahnya lokasi tersebut, pihak penyelenggara menegaskan bahwa tidak akan merubah harga tiket untuk acara tersebut. Tiket yang dibanderol dengan harga Rp.900.000 untuk Festival A dan Rp.450.000 untuk Festival B sudah habis terjual sebanyak 7500 lembar untuk hari pertama.

(Tito).

 


Related Articles

Solois “Nissan Fortz” Merilis Lagu Kolaborasi Bersama “Bohemians” Berjudul “Love Is Home”.

iMusic – Solois sekaligus penulis lagu asal Bandung, Nissan Fortz resmi merilis lagu kolaborasi teranyar bersama band satu kotanya, Bohemians

Lomba Karya Cipta Tari Betawi Tahun 2017

ilive – Keberadaan Tari Betawi yang sudah berkembang saat ini telah menjadi sajian utama pada setiap event seni budaya yang

58 Concert Room, Bernostalgia Pada Era Jaman 90an, Masih Ingat Band “Bunglon”?

iMusic – Pertanyaan-pertanyaan tersebut diatas adalah pertanyaan yang bisa jadi sering terdengar dikalangan penikmat musik tahun 90an. “Bunglon” yang berdiri