Connect with us

iMusic

Mahen Kembali Merilis Lagu Ketiga, Berjudul Datang Untuk Pergi

Published

on

iMusic – Penyanyi muda ini terbilang sukses di awal kemunculannya di dunia musik Indonesia, siapa tak kenal Petrus Mahendra atau Mahen. Namanya mulai dikenal publik setelah ia merilis lagu pertamanya berjudul “pura pura lupa” yang dirilis september lalu.

Kini Mahen kembali hadir untuk mengharu birukan perasaan para fansnya dengan merilis single ketiga yang diberi judul “Datang Untuk Pergi”, sebuah lagu yang ditulis oleh Pika Iskandar yang bercerita tentang Toxic Relationship

Baca juga: Whitesnake Akan Merilis Kompilasi Lagu Lagu Cinta Dalam Satu Paket.

Baca juga: Tidak Ada Campur Tangan Ungu, Pasha Rilis Album Solo

“Lagu ini tentang hubungan percintaan sepasang kekasih yang sebenarnya awalnya baik-baik aja, sampai mereka dihadapkan pada masalah-masalah yang membuat mereka terus saling menyakiti. Tapi sebenernya masih sama-sama berharap untuk terus bersama. Jadi seperti memberikan Warning gitu loh, jangan datang lagi kalau nanti akhirnya berpisah. Jangan kembali kalau untuk menyakiti”, jelas Mahen dalam keterangan siaran pers yang diterima imusic.

Lagu bergenre Pop Mellow ini kembali di aransemen secara musik oleh musisi handal, Tito P Soenardi dan Mahen dibantu oleh Ayoe Purnamasari sebagai Vocal Director. Lagu ini dibuat dengan alunan musik yang indah dengan permainan instrumen string section yang apik yang memperkuat emosi dari kisah di lagu ini.

Baca juga : Whitesnake Akan Merilis Kompilasi Lagu Lagu Cinta Dalam Satu Paket.

Baca juga: Tidak Ada Campur Tangan Ungu, Pasha Rilis Album Solo

Mahen mengakui bahwa dalam proses rekaman lagu ini dirinya lebih relax dan percaya diri dibandingkan saat dirinya menjalani rekaman di lagu-lagu sebelumnya yang mana ia memiliki ketakutan-ketakutan tersendiri.

“Kalau di single pertama tuh ketakutannya mungkin karena aku belom pernah rekaman sebelumnya. Trus di single kedua lebih pada apakah lagu ini bisa diterima oleh banyak orang seperti lagu sebelumnya. Nah kalau di lagu ini, mungkin lebih ke Mindset aja sih, seperti bagaimana percaya diri pada plan yang sudah dibuat untuk lagu ini dan itu teredam dengan banyaknya support system di sekeliling aku. Mulai dari keluarga, teman, pihak label, sampai fans yang semuanya selalu memberi aku dukungan dan energi yang positif. Aku beberapa kali posting sneek peak lagu baru ini di sosmed aku, mereka merespon dengan bertanya kapan rilisnya, bilang engga sabar nungguin lagu baru ku atau mereka mendoakan kesuksesan lagu ini. Pokoknya aku bersyukur banget untuk itu”, ungkap Mahen.

Sulitnya keadaan semua orang di masa pandemik ini juga dirasakan Mahen, yang sudah rindu karena lama tidak tampil di panggung untuk menghibur para fansnya.

“Menurutku apapun yang kita keluarkan di masa pandemik ini, kalau kita tulus membuat karya untuk menghibur orang, buat ku itu nanti akan menjadi berkah dan nikmat. Pokoknya semoga lagu ini bisa diterima dengan tulus dihati orang-orang yang mendengarkan. Semoga lagu ini bisa mengudara dimana-mana, dimana pun itu”, tutup Mahen.

iMusic

Katy Perry promokan single barunya di Commuter Line Jakarta

Published

on

iMusic.id = Penyanyi superstar internasional dengan 115 miliar streaming dan penjualan lebih dari 70 juta album di seluruh dunia, Katy Perry memulai era pop baru dengan perilisan single barunya “Woman’s World,” yang merupakan single pertama dari album ke-enam Katy yang akan rilis pada 20 September 2024 berjudul “143”.

“Saya mulai membuat album dance-pop yang berani, penuh semangat, dan penuh perayaan dengan 143 ekspresi numerik simbolis cinta sebagai pesan yang menyeluruh,” jelas Katy Perry.

Hasilnya adalah album Katy Perry ini akan penuh dengan lagu-lagu pop yang memberdayakan dan provokatif yang disukai para penggemar, 143 adalah album yang penuh cinta.

Katy Perry mengejutkan fans Indonesia dengan melakukan promo di KRL Commuter Line Rute Jabodetabek. Mempromosikan lagu baru nya “Woman’s World”, berbagai macam foto meme lucu Katy Perry terpasang di dinding gerbong kereta. Ini adalah pertama kalinya penyanyi global superstar mempromosikan lagu baru di Indonesia dengan cara yang unik, lucu, dan sangat spot on untuk pasar Indonesia.

Continue Reading

iMusic

Melanie Subono kolaborasi dengan Hamid Alatas di lagu “Standing Still”

Published

on

iMusic.id – Musik blues mungkin bukan “mainan” Melanie Subono dalam merilis karya musiknya, namun apa yang tidak mungkin. Berawal dari ajakan membuat proyek oleh Hamid Alatas, Melanie tertarik untuk mencoba hal baru.

“Gue selalu suka blues, karena gue bertumbuh dengan blues dan gue ketemu satu produk yang bisa nemenin gue main blues. Blues tuh selalu bikin gue rileks, paling bisa bikin gue mengekspresikan diri dengan bebas,” ujar Hamid Alatas.

Hamid Alatas bukanlah nama baru dalam dunia musik blues. Pemain keyboard yang juga composer ini sudah bertahun-tahun berseliweran di kancah blues, maka tak heran referensi musiknya pun cukup mumpuni. Ia juga merupakan keyboardist begitu banyak band. Tak hanya Melanie yang digandengnya, Gugun Blues Shelter (gitar), Angga (bass) dan Refki (drum) pun bergabung dalam proyek musik ‘Standing Still’ ini.

Maka lengkaplah lagu ‘Standing Still’ dari Hamid Alatas dan kawan – kawan yang kaya akan sentuhan. Kamu bisa mendengarkan melodi gitar khas Gugun juga komposisi yang sangat dinamis di lagu ini. Sebuah lagu yang sangat cocok didengarkan untuk bersantai sore atau memulai hari.

“Selama ini gue menjadi additional untuk orang-orang tapi sekarang bisa ngeluarin single sendiri. Dan satu kesenengan gue banget bisa ngajak Melanie, Gugun, Angga, Refki buat sama-sama ngerjain proyek gokil ini,” tambah Hamid.

“Gue percaya, semua musisi yang terlibat di sini bener-bener tahu apa yang mereka lakuin. Makanya lagu ini tuh enaaaaaakkk bangetttt… Serius, dengerin aja!” tambah perempuan yang akrab disapa Mel itu.

‘Standing Still’ bercerita tentang seseorang yang terbangun dari fantasinya, tetap bertahan dan menjalani harinya. Kadang kenyataan tidak seindah khayalan, tapi hidup harus terus dilalui maka ia akan tetap berdiri menjalani.

Lagu ini merupakan gubahan Gugun Blues Shelter dan liriknya ditulis Melanie, sementara Hamid dan Melanie pun mengambil posisi sebagai produser dengan nama bendera Studio SiMima yang mereka bangun bersama.

‘Standing Still’ sudah bisa dinikmati di semua platform musik digital. Juga bisa ditonton lewat youtube channel Hamid Alatas.

Continue Reading

iMusic

Triyuwana rilis single solo debut berjudul “Pura – Pura Cinta”

Published

on

iMusic.id – Penyanyi pandatang baru, Triyuwana, merilis lagu terbarunya berjudul “Pura – Pura Cinta”. Lagu dengan genre Pop Ballad ini adalah single solo perdana Triyuwana yang ditulis oleh sahabatnya Adhi Permana.

 Triyuwana mengungkapkan bahwa lagu ini mengisahkan tentang seseorang yang merelakan pasangannya memilih cinta yang lain, karena merasa pasangannya sudah tidak setia lagi.

“Pernah gak sih kalian ngerasa pasangan kita tuh udah gak sayang lagi, sayangnya cuma pura-pura gitu.. jadi yaudah kita relain aja dia pergi sama yang lain” ungkap Triyuwana menceritakan tentang tema lagu nya.

Sahabat Triyuwana, Adhi mengaku bahwa lagu ini spesial dia buat untuk Triyuwana hanya dalam waktu 2 jam saja.

“Awalnya Tri bilang ke gue, bikinin gue lagu galau dong, maka terciptalah “Pura – Pura Cinta”. Jadi lagu PPC ini emang sengaja gw tulis buat Tri yang nyanyi. Prosesnya bisa dibilang cukup smooth ya. Total kurang lebih 2 jam, notasi dan liriknya selesai. Setelah itu gw kirim demonya ke Tri, dan ternyata dia suka dan cocok”, jelas Adhi.

Pura pura cinta adalah 1 dari 9 lagu di Album “Tunjukan Dirimu” oleh ELBYTRI, group vokal dimana Triyuwana bernaung, yang akan diluncurkan akhir tahun ini. Berbeda dengan lagu – lagu ELBYTRI yang bergenre Disko, lagunya kali ini justru bernuansa Pop Ballad sesuai dengan karakter Triyuwana.

Nantinya dua personil ELBYTRI lainnya (Elmand & Gaby) juga akan mengeluarkan single mereka masing-masing dengan warna yang berbeda. Pura-pura cinta sudah bisa didengarkan diseluruh digital musik platform hari ini 5 Juli 2024.

Semoga lagu ini bisa diterima oleh banyak pendengar musik di Indonesia.

Continue Reading