iMusic – “Berharap Tak Berpisah,
lagu ini memang nggak ada matinya. Setiap tahun selalu ada momen dimana lagu
ini akan hits lagi. Aku pribadi suka banget sama lagu ini, setiap perform
pasti nggak pernah ketinggalan buat nyanyiin lagu ini karena bikin yang
dengerin jadi happy dan bisa berjoget ria.
Vibesnya emang party banget lah. Dan lagu ini menjadi moodbooster
aku dan sebagai pencair suasana juga kalau lagi kumpul bareng temen-temen.” ujar
Maizura.
Pandemi belum usai. Dengan keadaan saat
ini, keinginan untuk kumpul bareng sangat dinanti. Momen ini tentu dirindukan
dan dikangenin setiap orang.
Maizura bercerita tentang latar belakang lagu yang
dipopulerkan Reza Artamevia ini, “First of all, im a big fan of Reza
Artamevia. Her songs inspire me so much in my music journey. Banyak lagu teh
Reza yang mempengaruhi musik yang aku bikin. Karena aku ngefans, aku memutuskan
untuk nyanyiin ulang lagu ini dengan versi terbaru. I just really love this
song, and I adore her musics so much. So why not?”
Maizura menjelaskan proses pembuatan lagu yang dibantu oleh Eka
Gustiwana ini, “Aku nggak nyangka, ternyata proses penggarapan lagu ini
berjalan mulus. Everything is new for me in this song. Dari saat sesi workshop,
photoshoot, rekaman, sampai shooting video klip semua berjalan dengan lancar.
Untuk proses aransemen dan ide genre nya, aku dibantu sama
kak Eka Gustiwana yang membuat lagu ini jadi lebih fresh dan unik. Kak Eka pokoknya
luar biasa deh. I’m so happy bisa ngerjain lagu ini sama dia. Hari pertama workshop
kita langsung nemuin aransemennya akan seperti apa.
Waktu itu, kita discuss soal aransemennya, dari 4 sample,
akhirnya terpilih aransemen yang kita rilis sekarang. Untuk proses rekaman di direct
langsung oleh kak Barsena. Disini aku bisa mengeksplor vokalku, di lagu
ini aku lebih berani untuk mengeluarkan improvisasi dan notasi yang unik dan
variatif. Thanks to Kak Barsena for helping me exploring my vocal.”
Lagu ini diharapkan bisa menciptakan nostalgia kecil tentang suasana
kangen akan hangout atau ngumpul bareng. “Semoga kalian suka dengan lagu
Berharap Tak Berpisah ini. I hope it brings something new di telinga kalian. Semoga
lagu ini bisa menemeni hari kalian dan menjadi moodbooster untuk di dengerin. Walaupun
kondisi masih belum balik normal lagi, aku harap kalian jangan pernah lupa untuk
have fun. Just take your time dancing around in your room while playing this
song. Stay healthy and stay safe!”. tutupnya.
Berharap Tak Berpisah dari Maizura rilis pada 24 September 2021 di seluruh platform musik digital yaitu Apple Music, Spotify, Joox, Langit Musik, Youtube Music, Noice dan Resso. Dan untuk official video clip nya bisa ditonton di Youtube Musica Studio’s. (SPR)
iMusic.id – Band pop punk asal Solo, Jateng, NRTG baru saja merilis single debutnya yang di beri judul “Kita Lawan Dunia”. Membawa semangat positif, trio pop punk ini mengusung lirik yang mengajak seluruh pendengarnya untuk tetap bersemangat menghadapi berbagai kendala di dunia ini.
NRTG terbentuk di Solo, Jateng, pada Desember 2022 silam. Beranggotakan Arsyad Mohamed (vokal dan gitar), Rony Firdaus (bass), dan Rofy (drum), Band ini semakin membuktikan bahwa genre pop punk masih berkibar di Jawa Tengah dan masih mempunyai basis massa yang lumayan banyak.
NRTG dibentuk oleh sekelompok pemuda yang memiliki minat yang sama dalam bermusik, khususnya pada genre pop punk. Sejak awal pembentukannya, band ini mulai mengembangkan karya dengan pendekatan sederhana yang terinspirasi dari pengalaman sehari-hari.
Single “Kita Lawan Dunia” sebenarnya sudah dirilis sejak Februari 2026, namun di April 2026 ini, NRTG baru membagikan presskit nya ke kalangan media. Di rilisnya single “Kita Lawan Dunia” ini adalah sebagai langkah awal dalam memperkenalkan karya mereka kepada para pecinta musik Pop Punk secara nasional.
Lewat karya perdananya ini NRTG berusaha mengusung genre pop punk dengan karakter musik yang menonjolkan energi, melodi sederhana, serta lirik yang dekat dengan kehidupan anak muda.
iMusic.id – Band alt-rock asal Texas, Culture Wars, resmi merilis album debut mereka yang sangat dinantikan bertajuk “Don’t Speak”, melalui AWAL, pada 10 April 2026 kemarin. Album ini menandai tonggak penting bagi perjalanan karir musik mereka sekaligus menjadi angin segar di dunia musik saat ini mengingat begitu banyak pencapaian yang telah mereka raih di tahun sebelumnya.
Sebelumnya Culture Wars sempat menempatkan lagu “It Hurts” di 20 besar tangga lagu radio alternatif US, meraih lebih dari 66 juta streaming global dan menjadi band pembuka di konser musisi-musisi ternama, mulai dari Maroon 5, Keane, Wallows, dan LANY.
“Don’t Speak” adalah karya yang benar-benar jujur dari Culture Wars, bukan hanya dari segi lirik saja, namun lagu-lagunya, seperti “Typical Ways, Lies, Bittersweat” ataupun “In The Morning” mencerminkan sisi musikalitas mereka yang baik.
Culture Wars mampu membentuk narasi yang utuh bagaimana mereka menghadapi masa lalu, ketidakpastian, proses pertumbuhan yang terasa lambat dan kemudian menjadikan semua itu menjadi suatu identitas yang khas mampu menampilkan kematangan secara emosional dan bermusik para personilnya, serta tentu saja menunjukkan kreativitas tanpa batas.
Reaksi positif banyak didapat band yang beranggotakan Alex Dugan (vokal), David Grayson (drum), Dillon Randolph (bass), Caleb Contreras (gitar), dan Josh Stirm (gitar) ini. Terbukti baru – baru ini, Culture Wars masuk dalam seri Fast Forward dari Apple Music dan Shazam, yang menampilkan para artis pendatang baru paling menarik yang membentuk masa depan musik.
Torehan ini tentunya semakin mengukuhkan merekasebagai sebuah band yang telah sepenuhnya menemukan kekuatannya sendiri. Kekuatan yang terlihat dari penjualan tiket tur mereka yang akan digelar sepanjang tahun 2026, mulai dari Amerika Utara dan Inggris/Eropa guna mempromosikan album debut mereka “Don’t Speak”.
Dengan audiens internasional yang berkembang pesat, reputasi sebagai penampil live yang enerjik dan memukau, album “Don’t Speak”jadi momentum tepat Culture Wars untuk menghadirkan karya debut yang sangat mengesankan, memikat, dan dirancang untuk bertahan lama serta tentunya jadi babak terbesar mereka ke panggung-panggung di seluruh dunia.
Mudah – mudahan selesai tur mereka di US dan Eropa, Culture Wars bisa mampir di Indonesia.
iMusic.id – Film “Dalam Sujudku” produksi Proj3ct 69 siap tayang 16 April 2026, film bergenre drama percintaan ini memadukan emosi, spiritualitas, serta refleksi kehidupan yang relevan dan relate dengan kehidupan masyarakat pada umumnya.
Di bintangi oleh Marcell Darwin, Denis Adhiswara, Vinessa Inez, Naura Hakim, Ryuka, Chika Waode hingga Dominique Sanda. Film yang di produseri oleh Donnie Syech dan disutradarai oleh Rico Michael ini menghadirkan performa emosional yang kuat dan autentik, ada pesan moral yang ingin disampaikan lewat cerita drama rumah tangga tersebut.
Di angkat dari kisah nyata tentang perjalanan rumah tangga, ujian hidup, dan pencarian makna spiritual dalam rumah tangga yang menyentuh hati tersebut, film ini mengulas tentang masalah pelik rumah tangga yang diuji oleh berbagai persoalan hidup dengan menggambarkan kekuatan Doa, keikhlasan, serta makna berserah diri kepada Tuhan.
Dengan kombinasi kisah nyata, akting emosional, dan pesan religi yang kuat, film “Dalam Sujudku” diharapkan menjadi salah satu film drama spiritual yang relevan bagi masyarakat. Marcell Darwin sang pemeran utama film ini mengaku cukup tertantang dalam memerankan tokoh Farid di film ini.
“Saya sangat tertantang memerankan tokoh Farid ini karena ddi dalam film ini saya harus memerankan pribadi yang polos dari desa kerja di kota, lalu dikota mengalami banyak peristiwa yang tidak sesuai dengan hatinya hingga dia harus terjebak dalam perangkap asmara dari Rina sehingga membuat rumah tangganya bersama Aisyah jadi hancur”, terang Marcell.
“Dalam peran ini saya harus menjadi dua pribadi yang berbeda disaat mencintai istri pertama dan keduanya”, ini sangat menantang saya”, tambah Marcell.
“Film ini ingin menyampaikan makna sujud dalam keadaan pasrah, bahwa di titik itu kita benar-benar bisa berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Marcell.
Film “dalam Sujudku” ini tidak hanya menyajikan drama yang menyentuh, sebagai Tontonan tetapi bisa menjadi Tuntunan juga, sebagai pengingat tentang pentingnya Kesabaran, Keikhlasan, dan kekuatan Doa dalam menjalani masalah kehidupan.
Dengan kombinasi Kisah Nyata, Akting Emosional, dan Pesan Religi yang kuat, Film “Dalam Sujudku”diharapkan menjadi salah satu film drama Keluarga yang relevan bagi masyarakat dengan dinamika kehidupan rumah tangga yang membawa pesan emosi secara mendalam.