iMusic.id – Chai, gadis cantik Jebolan Kids Voice Session 2 merilis single kedua berjudul “Bercanda” yang kali ini dilundurkan ke industri musik Indonesia bersama Rans Music.
Memulai karir sebagai model dan mengikuti Indonesia’s Next Top Model Cycle 2, Chai juga memiliki bakat besar dalam musik, dan mulai mengembangkan karir musiknya, yang dia sukai sejak awal.
Chai juga mengikuti ajang pencarian bakat di program The Voice Kids season 2 pada usia 14 tahun dan bergabung dengan Tim TULUS hingga babak Battle.
Sebelumnya Chai juga telah merilis single pertamanya secara independen berjudul “Pejuang Hidup Bahagia” (2022) yang cukup mampu menarik perhatian para fans-nya karena sebelumnya Chai justru dikenal sebagai model.
Lagu “Bercanda” bercerita tentang seseorang yang menyukai seseorang dalam circle pertemanan. Semakin terbawa dengan rasa nyaman seringkali membuat “keliru” dalam menafsirkan kedekatan.
RANS MUSIC melirik potensi Chai yang piawai tidak hanya sebagai model namun ia adalah musisi dalam satu paket sempurna yaitu singer dan songwriter.
Saat ini Chai bergabung sebagai artis eksklusif di RANS MUSIC dan bersiap untuk merilis 3 single tahun ini.
Lirik “bercandanya sayang, sayangnya…bercanda” adalah lirik yang menjadi hook dalam lagu ini. Yang menjadi kesimpulan keseluruhan lagu yang ternyata rasa nyaman dan perhatian bisa sangat membuat pikiran dan hati terbawa pada kesimpulan yang salah” terang Chai
“Ku kira kamu satu dihatiku, ternyata ku hanya salah satumu” adalah coda lirik menutup lagu ini menjadi sempurna”, tambah Chai lagi.
Musik dari Chai sendiri juga mencerminkan kebebasannya dalam menulis lagu dan lirik. Lirik yang ia tulis juga mempunyai diksi diksi yang menarik dan pilihan kalimat yang cukup jarang ditemui di lagu- lagu lainnya, Itulah mengapa Team A&R dari RANS MUSIC meng-optimalkan potensi ini dan menjaga kemurnian karya-karya Chai dengan sentuhan aransemen musik yang “membawa” dan memperkuat karakter lagu Chai.
Penata Musik dari Chai adalah musisi muda Joel Christian dan Jerricho yang menangkap dan meramu musik Chai.
“Proses workshop selama 2 bulan di studio memang dimanfaatkan Chai dan Team untuk meng-compile lagu-lagu CHAI dengan warna -warna yang berbeda di setiap lagunya,” Joel Christian.
Menurut Joel, dalam melakukan proses kretif dan produkadsi single tersebut Chai juga sangat – sangat kooperatif dan menyenangkan.
Selain bisa bernyanyi dengan baik dan menulis lagu, Chai juga mampu memainkan alat musk,
“Aku terus- menerus melengkapi skillku sebagai musisi seperti bermain gitar dan piano. Hampir setiap hari aku bermain gitar dan menulis lagu di studio “Blue Moon” di Lebak Bulus,” tutup Chai.
iMusic.id – Band pop Billkiss kembali menghadirkan karya terbaru berjudul “Layar Hati”, sebuah lagu manis yang mengangkat kisah cinta yang berawal dari dunia digital. Lagu ini bercerita tentang seseorang yang jatuh hati pada pandangan pertama melalui media sosial, perasaan yang awalnya hanya hadir lewat layar, namun perlahan tumbuh menjadi nyata.
Dalam cerita yang dihadirkan melalui lagu ini, sosok yang semula hanya bisa dipandangi dari layar handphone akhirnya hadir dalam kehidupan nyata. Ia menjadi teman berbagi cerita, hingga pada akhirnya menjelma menjadi teman hidup selamanya.
“Layar Hati” ditulis oleh Helvi Eriyanti, bassist Billkiss. Proses rekaman lagu ini dilakukan di Lancar Jaya Studio, dengan dukungan musisi Acoy Rocker Kasarunk dan Band Omom yang turut membantu dalam proses aransemen. Sementara itu, proses mixing juga dikerjakan oleh Acoy di studio yang sama.
Meski proses penciptaannya terbilang cukup singkat, lagu ini lahir dari fenomena yang sangat dekat dengan kehidupan banyak orang saat ini. Helvi mengungkapkan bahwa di era digital, tidak sedikit kisah cinta yang bermula dari percakapan di media sosial atau pertemuan melalui layar ponsel.
“Banyak orang sekarang yang menemukan cinta dari layar handphone. Awalnya cuma chatting, saling melihat lewat media sosial, tapi lama-lama bisa jadi hubungan yang nyata. Dari situ ide lagu ini muncul,” ujar Helvi.
Sementara itu, Maulin, vokalis Billkiss, berharap lagu ini bisa menjadi lagu yang dekat dengan pengalaman para pendengarnya.
“Kisahnya sangat relate dengan kehidupan sekarang. Semoga ‘Layar Hati’ bisa diterima dengan baik dan menjadi soundtrack dalam perjalanan cinta banyak orang,” kata Maulin.
Masih mengusung genre pop dengan nuansa manis dan ceria, “Layar Hati” menghadirkan warna musik khas Billkiss yang hangat, ringan, dan penuh rasa cinta.
Single “Layar Hati” kini sudah dapat dinikmati di berbagai digital streaming platform.
iMusic.id – Unit thrash metal asal Malang, Inheritors, kembali melanjutkan fase comeback mereka di 2026 lewat single baru berjudul “Cheating Death”. Lagu ini lahir dari refleksi personal para personelnya yang pernah berada di ambang kematian, sekaligus kegemaran kolektif mereka terhadap tema horor dan thriller seperti film Final Destination. “Cheating Death” berbicara tentang ilusi manusia yang merasa bisa mengakali kematian, padahal kematian selalu menemukan jalannya sendiri.
“Cheating Death” menandai sisi Inheritors yang paling gelap dan buas sejauh ini. Riff thrash cepat dengan nuansa old school proto-death thrash metal akhir 80-an dipadukan dengan komposisi yang lebih padat, groove yang lebih kejam, serta breakdown dan solo gitar yang agresif. Referensi era Kill ’Em All (Metallica) hingga Pleasure to Kill (Kreator) terasa kuat, dan juga spirit Sepultura era awal menjadi benang merah utama, namun diramu tanpa terjebak nostalgia mentah.
Single ini juga menjadi debut resmi Galih sebagai gitaris baru Inheritors, menjadikan formasi ini untuk pertama kalinya menggunakan dua gitaris. Meski datang dari latar non-thrash, Galih justru membawa pendekatan yang lebih eksploratif dan segar, memperkaya karakter riff dan solo tanpa mengaburkan identitas gelap Inheritors. Kehadirannya membuat sound band terasa lebih padat, heavier, dan terbuka ke materi-materi yang lebih luas.
Saat ini Inheritors di perkuat oleh : Dion (Lead Vocals), Patrick (Lead Guitars), Galih (Rhythm Guitars), Obed (Bass Guitars, Backing Vocals) dan Rufa (Drums, Percussion).
“Cheating Death” merupakan bagian dari strategi rilis single bertahap menuju album penuh perdana Inheritors. Album tersebut direncanakan menjadi kolase perkembangan thrash metal, dari era 80-an hingga 2000-an, dengan tiap lagu membawa karakter dan pendekatan yang berbeda. Setelah delapan tahun hiatus, Inheritors menegaskan bahwa musik kini menjadi medium katarsis, penyaluran energi negatif, sekaligus warisan yang ingin mereka tinggalkan.
Dengan bagian-bagian yang dirancang untuk memicu moshpit sejak intro hingga akhir lagu, “Cheating Death” adalah pernyataan bahwa Inheritors belum selesai. Mereka mungkin tidak bisa mencurangi takdir, tapi mereka bisa menantangnya dengan distorsi, kecepatan, dan kegelapan.
iMusic.id – Band metalcore asal Indonesia, REVIND, resmi merilis single terbaru mereka berjudul “Forever Still” pada 26 Februari 2026 lalu. Lagu ini menjadi karya paling emosional yang pernah mereka rilis, sebuah elegi tentang kehilangan, cinta, dan kenangan yang tetap hidup meski seseorang telah tiada.
“Forever Still”menceritakan tentang seseorang yang harus menghadapi kenyataan pahit ditinggalkan untuk selamanya oleh orang yang paling ia cintai. Melalui lirik seperti “Still I see Your face every time I close my eyes” dan “You’re forever still in my heart”, REVIND menggambarkan bagaimana duka tidak pernah benar-benar hilang, ia hanya berubah bentuk, hidup dalam ingatan dan perasaan.
Secara musikal, lagu ini memadukan riff berat khas metalcore dengan atmosfer melankolis dan dinamika emosional yang kuat. Breakdown yang intens berpadu dengan bagian melodik yang sendu, menciptakan ruang bagi pendengar untuk merasakan kesedihan, kemarahan, hingga penerimaan dalam satu perjalanan yang utuh dari REVIND.
Vokal yang penuh tekanan emosional memperkuat pesan tentang kehampaan, keterpurukan, dan cinta yang tak pernah padam. Kalimat seperti “Flowers laid out to You, heaven is waiting for You” menjadi simbol perpisahan terakhir yang pahit namun penuh keikhlasan.
Dengan “Forever Still”, REVIND menunjukkan kedewasaan dalam penulisan lagu dan produksi. Lagu ini bukan hanya tentang kehilangan, tetapi tentang bagaimana seseorang tetap hidup dalam hati orang yang mencintainya. Tema universal ini membuat “Forever Still” relevan bagi siapa pun yang pernah merasakan duka mendalam.
Single ini telah tersedia di seluruh platform digital streaming.