Connect with us

iMusic

Masih solid, Kapten rilis single anyar berjudul “Legenda”

Published

on

iMusic.id – Band rock ‘Kapten’ kembali muncul di industri musik tanah air memperkenalkan single terbaru mereka berjudul “Legenda”. Band yang terbentuk dari ajang reality show di TV7, salah satu TV Swasta Nasional Indonesia di tahun 2004 silam ini masih diperkuat oleh personil asli di awal karir mereka seperti Zacky (vocal), Pupun (gitar), Arief (bass) dan Qiwe (drum).

Sempat wara – wiri manggung di berbagai kota dan daerah pada era 2005 sampai 2008, Kapten cukup dikenal oleh penikmat musik Indonesia melalui beberapa lagu hits mereka seperti : “Lagu Seksi, Malaikat Cinta atau Janda Beranak Dua”.

Dalam perjalanan karirnya Kapten sempat mengalami guncangan besar yang memaksa Kapten untuk bongkar pasang personel, demi menjaga eksistensinya. Di akhir tahun 2017, para personel Kapten formasi awal memilih untuk kembali berkumpul dan mencoba menyatukan kembali enerji nya untuk bersatu dan berkarya kembali.

Di pertengahan tahun 2023 ini, Kapten berkolaborasi dengan Margadiya Musik mengeluarkan single terbaru mereka yang berjudul Legenda. Lagu baru Kapten ini adalah sebuah ekspresi kuat atas lahir nya kembali Kapten dari tidur yang sangat panjang.

Di kemunculan nya kali ini Kapten sepakat membuat lagu yang lumayan menggebrak, berbeda dan sedikit melawan arus trend musik Indonesia saat ini dimana lagu dengan irama pelan lebih di sukai. Lagu ciptaan Pupun yang di aransemen personel Kapten di studio Escape Bandung ini disajikan oleh Kapten dengan aransemen musik penuh semangat dan enerji yang sangat melimpah.

“Lagu ini bisa dibilang sangat mewakili suasana di Kapten saat ini yang penuh energi membara untuk bisa mewarnai lagi industri musik tanah air khususnya lewat musik rock yang sudah langka di era saat ini. Kalau secara tekhnis gak ada yang jadi hambatan untuk pengerjaan lagu buat kita, justru inilah momentum pembuktian di usia kita saat ini masih bisa konsisten dengan musik kapten yang power full energi melesat tanpa batas”, terang Zacky

Warna Musik dari lagu Legenda ini mengambil beberapa unsur, walau secara garis besar jalur Rock menjadi karakter utama, namun unsur progresif, rock and roll, modern rock, bahkan raprock, menjadi unsur yang di racik dengan apik di lagu Legenda ini.

Gebukan drummer Qiwe Kapten yang kuat dan keras, membuat lagu Legenda menjadi lagu yang sangar namun tetap dengan beat yang masih bisa di nikmati oleh siapapun. Pemilihan beat yang tepat, membuât lagu Legenda ini, punya dinamik yang sangat baik dari segi musikalitas. Permainan drum Qiwe Kapten yang meledak, di akhiri klimaks dengan solo drum pendek di ending lagu sebagai penutup, sungguh ide yang sangat kreatif.

“Saya mencoba nyelipin sedikit sentuhan efek second snare drum biar rada-rada gimana gitu, untuk pemanis aja biar lagunya gak terlalu galak teuing…hehehe Biar berbeda aja dari lagu-lagu sebelumnya..Secara keseluruhsn ini lagu oke banget….Apalagi kalau dibawain live dengan sound yang puluhan ribu watt”, ujar Qiwe.

Permainan gitar Pupun pada lagu Legenda yang saat ini menggunakan gitar Schecter Multiscale 7 senar dengan tremolo fix bridge membuat part interlude lagu Legenda ini jadi gahar namun tetap bisa di cerna. Pupun ingin menunjukan bahwa Kapten adalah band dengan karakter rock yang kental.

“Di lagu ini saya merasa tertantang, karena Kapten sepakat untuk membuat lagu yang sedikit berani dan tajam. Di tengah gempuran lagu lagu melow saat ini. Dari segi permainan gitar, saya lebih memgandalkan permainan yang ‘danceable’. Terasa beda pas di part raprock nya, terasa hepi dan penuh emosi. Part interlude nya saya buat simpel, penggunaan ‘whammy’ pedal pun jadi pilihan supaya variatif tapi tetep simpel. Secara keseluruhan, saya suka dengan lagu ini, lumayan mewakili salah satu karakter Kapten”, ujar Pupun menjelaskan.

Tentang makna lirik dari lagu Legenda, Kapten mencoba bercerita bahwa setiap manusia memiliki pilihan dan jalan hidup,yang berbeda-beda. Lirik Lagu LEGENDA berisikan ajakan untuk bersatu dan menjadi bara api penuh enerji, untuk sukses dan maju bersama, menghadapi semua rintangan hidup yang ada. Bahkan di lagu Legenda ini, lirik nya mengajak kita semua untuk tidak terlalu mempedulikan ucapan negatif dan kata-kata yang menghina, pokok nya maju terus jangan mundur.

Video Klip lagu Legenda milik Kapten ini di produksi oleh rumah produksi ternama, yaitu Ideas Creative Bandung. Ideas Creative adalah rumah produksi yang telah banyak membuat karya berkualitas seperti video klip band Burgerkill, Ideas Creative di percaya oleh Kapten sebagai eksekutor dari ide-ide gila dalam bentuk visual.

Bersama Ideas Creative, Kapten mencoba memberikan sedikit gambaran apa yang ingin di sampaikan dalam video klip lagu Legenda ini. Secara visual Kapten ingin tampil segar, baru dan mampu beradaptasi dengan situasi industri musik sekarang.  konsep video pertunjukan yang dinamis dan spontan, dengan sudut pengambilan gambar ‘orbital’ dan ‘cut to cut’ yang cepat, di tambah permainan lighting yang pas dipilih Kapten sebagai konsep dari video klip mereka untuk single terbaru Kapten tersebut.

Single dan video klip lagu Legenda tentu akan jadi hadiah dan kejutan terbaik setelah 16 tahun penantian, dimana akhirnya Kapten masih dan mampu untuk berkarya lagi, meramaikan industri musik Indonesia. Tidak mudah bagi Kapten untuk beradaptasi dengan situasi industri musik Indonesia dan global saat ini yang sudah serba digital dengan pergerakan informasi yang cepat. Hal ini memaksa Kapten untuk bergerak lebih kreatif, cepat, dan membuka diri pada hal-hal baru. Membuang ego dan rendah hati melupakan kejayaan di masa Lulu. Dengan harapan pasar dan penikmat musik Indonesia bisa menerima kembali Kapten sebagai salah satu band kesayangan di Indonesia.

iMusic

Inheritors coba mengakali kematian di single “Cheating Death”

Published

on

iMusic.id – Unit thrash metal asal Malang, Inheritors, kembali melanjutkan fase comeback mereka di 2026 lewat single baru berjudul “Cheating Death”. Lagu ini lahir dari refleksi personal para personelnya yang pernah berada di ambang kematian, sekaligus kegemaran kolektif mereka terhadap tema horor dan thriller seperti film Final Destination. “Cheating Death” berbicara tentang ilusi manusia yang merasa bisa mengakali kematian, padahal kematian selalu menemukan jalannya sendiri.

“Cheating Death” menandai sisi Inheritors yang paling gelap dan buas sejauh ini. Riff thrash cepat dengan nuansa old school proto-death thrash metal akhir 80-an dipadukan dengan komposisi yang lebih padat, groove yang lebih kejam, serta breakdown dan solo gitar yang agresif. Referensi era Kill ’Em All (Metallica) hingga Pleasure to Kill (Kreator) terasa kuat, dan juga spirit Sepultura era awal menjadi benang merah utama, namun diramu tanpa terjebak nostalgia mentah.

Single ini juga menjadi debut resmi Galih sebagai gitaris baru Inheritors, menjadikan formasi ini untuk pertama kalinya menggunakan dua gitaris. Meski datang dari latar non-thrash, Galih justru membawa pendekatan yang lebih eksploratif dan segar, memperkaya karakter riff dan solo tanpa mengaburkan identitas gelap Inheritors. Kehadirannya membuat sound band terasa lebih padat, heavier, dan terbuka ke materi-materi yang lebih luas.

Saat ini Inheritors di perkuat oleh : Dion (Lead Vocals), Patrick (Lead Guitars), Galih (Rhythm Guitars), Obed (Bass Guitars, Backing Vocals) dan Rufa (Drums, Percussion).

“Cheating Death” merupakan bagian dari strategi rilis single bertahap menuju album penuh perdana Inheritors. Album tersebut direncanakan menjadi kolase perkembangan thrash metal, dari era 80-an hingga 2000-an, dengan tiap lagu membawa karakter dan pendekatan yang berbeda. Setelah delapan tahun hiatus, Inheritors menegaskan bahwa musik kini menjadi medium katarsis, penyaluran energi negatif, sekaligus warisan yang ingin mereka tinggalkan.

Dengan bagian-bagian yang dirancang untuk memicu moshpit sejak intro hingga akhir lagu, “Cheating Death” adalah pernyataan bahwa Inheritors belum selesai. Mereka mungkin tidak bisa mencurangi takdir, tapi mereka bisa menantangnya dengan distorsi, kecepatan, dan kegelapan.

Continue Reading

iMusic

REVIND alami kehilangan di single “Forever Still”

Published

on

iMusic.id – Band metalcore asal Indonesia, REVIND, resmi merilis single terbaru mereka berjudul “Forever Still” pada 26 Februari 2026 lalu. Lagu ini menjadi karya paling emosional yang pernah mereka rilis, sebuah elegi tentang kehilangan, cinta, dan kenangan yang tetap hidup meski seseorang telah tiada.

“Forever Still”menceritakan tentang seseorang yang harus menghadapi kenyataan pahit ditinggalkan untuk selamanya oleh orang yang paling ia cintai. Melalui lirik seperti “Still I see Your face every time I close my eyes” dan “You’re forever still in my heart”, REVIND menggambarkan bagaimana duka tidak pernah benar-benar hilang, ia hanya berubah bentuk, hidup dalam ingatan dan perasaan.

Secara musikal, lagu ini memadukan riff berat khas metalcore dengan atmosfer melankolis dan dinamika emosional yang kuat. Breakdown yang intens berpadu dengan bagian melodik yang sendu, menciptakan ruang bagi pendengar untuk merasakan kesedihan, kemarahan, hingga penerimaan dalam satu perjalanan yang utuh dari REVIND.

Vokal yang penuh tekanan emosional memperkuat pesan tentang kehampaan, keterpurukan, dan cinta yang tak pernah padam. Kalimat seperti “Flowers laid out to You, heaven is waiting for You” menjadi simbol perpisahan terakhir yang pahit namun penuh keikhlasan.

Dengan “Forever Still”, REVIND menunjukkan kedewasaan dalam penulisan lagu dan produksi. Lagu ini bukan hanya tentang kehilangan, tetapi tentang bagaimana seseorang tetap hidup dalam hati orang yang mencintainya. Tema universal ini membuat “Forever Still” relevan bagi siapa pun yang pernah merasakan duka mendalam.

Single ini telah tersedia di seluruh platform digital streaming.

Continue Reading

iMusic

Rilis single “Let’s Dance”, Kintan siap eksis di industri musik Indonesia

Published

on

iMusic.id – Berawal dari hobi bernyanyi dan keisengan mengikuti lomba karaoke antar jurnalis, langkah seorang penyanyi pendatang baru, Kintan, justru menemukan jalannya ke industri musik. Tak disangka, keberanian mencoba hal baru membawanya pada pengalaman rekaman profesional dan perilisan lagu bernuansa upbeat yang sarat pesan kebahagiaan berjudul “Lets Dance”.

Awalnya, Kintan hanya ingin menyalurkan kegemarannya bernyanyi. Namun setelah berhasil meraih juara dua dalam ajang karaoke antar jurnalis, kesempatan pun datang. Tawaran membawakan sebuah lagu dari Fransiscus Eko menjadi titik awal perjalanan musiknya.

“Awalnya iseng ikut lomba karaoke antar jurnalis, alhamdulillah juara dua. Lalu ditawari mas Eko untuk membawakan salah satu lagu. Dari situ akhirnya aku mencoba serius menjalaninya,” ungkap Kintan.

Dikenal kerap membawakan lagu-lagu ballad, kali ini Kintan justru mendapat tantangan berbeda. Lagu upbeat dengan tempo cepat menjadi pengalaman baru yang cukup menantang.

“Ini benar-benar di luar zona nyaman. Biasanya ballad, malah disuruh nyanyi lagu upbeat karena aku suka dance. Kata mas Eko, tantangan wajib dicoba supaya bisa berkembang,” katanya sambil tertawa.

Proses rekaman pun berjalan relatif cepat, sekitar tiga jam. Tantangan terbesar justru terletak pada penguasaan lirik dengan pelafalan cepat yang kerap membuatnya keliru. Meski begitu, dukungan penuh dari tim produksi membuat proses tersebut terasa menyenangkan.

Kintan juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Cadazz Pustaka Musik, label yang menaunginya saat ini.

“Mas Eko dari CPM berani memberikan kesempatan kepada aku yang masih belajar. Di sini bukan cuma soal uang, tapi soal saling mendukung, mendengarkan, dan tumbuh bersama. Nggak semua label punya suasana seperti itu,” jelasnya.

Fransiscus Eko sendiri melihat pertemanan dan kesamaan profesi di bidang jurnalistik nya dengan Kintan merupakan salah satu hal yang memantik munculnya ide untuk menantang Kintan untuk memproduksi single berjudul “Lets Dance” tersebut.

“Kintan itu multi-tasking, dia itu jurnalis, penyiar radio, host dan MC yang juga bisa nyanyi dan nge-dance, tantangan yang saya berikan itu juga bisa dianggap penghargaan saya kepada dia. Saya sengaja kasi lagu upbeat karena saya yakin dia pasti bisa mengeksekusi lagu tersebut. Lagu “Lets Dance” itu ciptaan sahabat saya, Yanda Bebeh, yang juga jadi produser musiknya”, terang Fransiscus Eko selaku executive produser dan produser single tersebut.

“Lagu “Lets Dance” tercipta dalam waktu yang cukup singkat. Proses penulisan lagunya selesai hanya dalam satu hari, sementara tahap aransemen musik dikerjakan selama kurang lebih dua hingga tiga hari untuk mendapatkan warna dan energi yang benar-benar maksimal’, jelas Yanda Bebeh selaku song writer dan aranjer di single “Lets Dance” ini.

“Inspirasi lagu ini hadir dari fenomena musik K-pop yang sedang begitu mendominasi dan digemari di Indonesia. Nuansa K-pop yang catchy, enerjik, dan easy listening menjadi pondasi utama dalam membangun karakter “Lets Dance”, sebuah lagu yang enak untuk bergoyang dan lepas di lantai dansa”, tambah Yanda Bebeh.

Lagu “Lets Dance” yang dibawakannya Kintan mengusung pesan sederhana namun kuat : keberanian mengekspresikan kebahagiaan lewat gerak tubuh.

“Lagu ini tentang semangat. Jangan ragu mengekspresikan kebahagiaan lewat gerakan badan. Sekaku apa pun, dance itu bikin happy. Banyak orang tanpa sadar menari saat bahagia, jadi jangan ragu buat Bahagia, gerakkan badanmu, and let’s dance!” ujar Kintan.

“Dari sisi produksi, aransemen diarahkan ke sentuhan EDM modern dengan elemen techno, synth, dan beat elektronik yang kuat. Perpaduan tersebut membuat lagu ini terasa lebih hidup, penuh energi, dan siap menghidupkan suasana di berbagai kesempatan. Dengan semangat fun, fresh, dan penuh vibe positif, “Lets Dance” hadir sebagai anthem untuk siapa saja yang ingin bergerak bebas tanpa beban”, ungkap Yanda.

Ke depan, Kintan berharap bisa terus berkarya dan menghadirkan lagu-lagu yang lebih dalam secara emosional.

“Bismillah, semoga bisa menghasilkan karya lagi. Ingin membawakan lagu yang benar-benar ngena di hati. Kalau bisa sih balik ke ballad. Sekarang lagi pelan-pelan cari ide, temanya tentang melepaskan. Semoga terwujud. Aamiin.”

“Setelah merilis single ini pastinya Kintan harus terus berkarya, bisa jadi single berikutnya dia akan menyanyikan lagu ballad atau malah makin eksis di dance music, tapi yang pasti setelah single “Lets Dance” ini live di seluruh DSP, kita akan coba bikin video musiknya supaya pecinta musik tanah air bisa melihat sosok Kintan sepenuhnya”, ungkap Fransiscus Eko.

Dengan semangat belajar dan keberanian keluar dari zona nyaman, penyanyi ini membuktikan bahwa perjalanan musik bisa berawal dari mana saja, bahkan dari sebuah lomba karaoke yang awalnya hanya untuk bersenang-senang.

Single debut Kintan yang bertajuk “Lets Dance” ini sudah bisa disimak di seluruh Digital Store Platform kesayangan kita semua.

Credit Title :

Single : Lets Dance

Vocals : Kintan

Song & Lyric : Yanda Bebeh

Production by Cadaazz Pustaka Musik

Executive Producer : Fransiscus Eko

Producer : Fransiscus Eko

Music Producer : Yanda Bebeh

Vocals Recorded at LB4 Studio Recording by Eko Bunglon

Music Recorded by Yanda Bebeh

Guitar. Bass, Keys, Drums played & recorded by Yanda Bebeh

Mixing Mastering by Yanda Bebeh

Photo by : Tri Cahyo Sulistyo

Kintan Artist Management & Contact Person :

Fransiscus Eko (081277666468), Eny Handayanih (08129776547)

Media Relation : Eny Handayanih (08129776547)

Medsos :
@intan_berliana89

@cadaazzpustakamusik

@fransiscuseko19

@yandabebeh

Continue Reading