Connect with us

iMusic

“Maudy Ayunda” nyanyikan soundtrack film “Losmen Bu Broto” berjudul “Pulang”.

Published

on

iMusic – “Maudy Ayunda” nyanyikan soundtrack Film “Losmen Bu Broto” telah tayang di bioskop – bioskop Indonesia. Bersamaan di hari pertama tayang, Original Motion Picture Soundtrack “Losmen Bu Broto” juga rilis. Di antara lagu yang dirilis, “Pulang” menjadi andalan dari album tersebut.

“Pulang” memiliki dua elemen. Yang pertama, soal kata ‘pulang’ yang maknanya tidak sekadar pergi atau kembali ke tempat asal atau sebuah rumah. Tapi, berada di pelukan seseorang dan bersama orang itu juga berarti ‘pulang’. Yang kedua, “Pulang” juga bercerita soal proses menemukan jati diri.

“A home is not a house and a home is a person. Kalau kita nyaman dan cinta sama seseorang, biasanya rumah kita ada di orang itu di mana pun dia berada. Itu menggambarkan arti cinta dalam keluarga. Lalu, ‘pulang’ sebagai kenyamanan dalam diri sendiri, penerimaan atau acceptance of yourself, dengan mendekati diri kita yang autentik untuk lebih mengenal diri sendiri. Perjalanan Sri di “Losmen Bu Broto” itu naik-turun, berkonflik dengan orang tua, dan lain-lain. Dari situ, dia berhasil menemukan dirinya sendiri dan menurutku, itu adalah sebuah versi lain dari kepulangan,” jelas Maudy Ayunda.

“Pulang” diciptakan oleh musisi Mikha Angelo dan dinyanyikan oleh Maudy Ayunda. Dalam proses pembuatannya, Mikha Angelo meresapi cerita dengan membaca skenario film tersebut. Bahkan, dia sampai meneteskan air mata saat melakukannya.

Maudy Ayunda sendiri menyanyikan “Pulang” dengan penuh rasa dan emosional. Tentunya, hal ini didukung dengan kehadirannya sebagai salah satu pemain utama di “Losmen Bu Broto” sebagai Sri.

“Mikha Angelo adalah seseorang yang sangat pemilih untuk sebuah project. Bukan dari sisi dengan siapa dia akan bekerja sama, tapi dari sisi cerita dan koneksi dengan dirinya. Untuk connect dengan cerita “Losmen Bu Broto”, Mikha Angelo membedah skenario filmnya dan itu membuatku sebagai penyanyi lebih meresapi dalam menyampaikan ceritanya. Keterlibatan Mikha Angelo juga membantu agar benang merahnya terjaga, jadi energi dari film dan lagunya menyatu. Itu sesuatu yang patut dibanggakan akan proses kerja Mikha Angelo,” kata Maudy Ayunda.

Original Motion Picture Soundtrack “Losmen Bu Broto” menghadirkan empat lagu, “Pulang”, “Semakin Jauh”, “Sayangnya”, dan “Pulang (Stripped Version)”. Khusus semakin “Semakin Jauh” dan “Sayangnya”, Maudy Ayunda berduet dengan Danilla Riyadi. “Semakin Jauh” diciptakan oleh Maudy Ayunda, sedangkan “Sayangnya” ditulis oleh Danilla Riyadi.

Menurut Andi Boediman, produser film “Losmen Bu Broto”, “Pulang” adalah refleksi kerinduan kembali utuhnya sebuah keluarga.

Film “Losmen Bu Broto” berkisah tentang penginapan keluarga yang dikelola oleh Bu Broto, Pak Broto, dan ketiga anaknya, Pur, Sri, dan Tarjo. Sebuah masalah besar menimbulkan perpecahan hingga memperbesar bibit konflik antara Bu Broto, Pur, dan Sri. Peran Pak Broto sebagai ayah diuji, dan Tarjo juga harus menghadapi masalahnya sendiri.

Dibintangi oleh Maudy Ayunda, Maudy Koesnaedi, Putri Marino, Baskara Mahendra, Mathias Muchus, Danilla Riyadi, dan Marthino Lio, film besutan Ifa Isfansyah dan Eddie Cahyono ini tayang di bioskop mulai 18 November 2021. (SPR)

iMusic

Sabaton rilis single “Yamato” lengkap dengan video musiknya.

Published

on

iMusic.id – Band heavy metal asal Swedia, Sabaton, kembali menghadirkan karya terbaru mereka lewat single ‘Yamato’, yang dirilis bersamaan dengan video musik resmi hasil kolaborasi bersama game naval populer, World of Warships. ‘Yamato’ terinspirasi dari kapal perang legendaris Jepang yang dikenal sebagai salah satu simbol kekuatan terbesar dalam sejarah perang laut. Lagu ini jadi kelanjutan spiritual dari ‘Bismarck’, sekaligus memperkuat ciri khas Sabatondalam mengangkat kisah sejarah militer ke dalam musik yang epik dan penuh energi.

Joakim Brodén mengungkapkan bahwa kisah kapal perang selalu menjadi bagian menarik dalam perjalanan musikal Sabaton, sementara Pär Sundström menambahkan bahwa ‘Yamato’merupakan jawaban atas permintaan panjang para penggemar yang ingin melihat kelanjutan cerita dari ‘Bismarck’. Kolaborasi ini juga menghadirkan pengalaman unik di dalam game, di mana pemain dapat menikmati ‘Yamato’ sebagai bagian dari gameplay, lengkap dengan elemen khusus yang terinspirasi dari Sabaton.

Video musik ‘Yamato’ turut memperkuat nuansa dramatis lagu ini, menampilkan band yang berada di atas kapal dalam momen pertempuran terakhir yang penuh intensitas. Proses produksi sendiri dilakukan dengan tantangan ekstrem, mulai dari suhu dingin hingga efek air yang mensimulasikan kondisi laut sebenarnya. Dikenal dengan pendekatan sinematik dan tema sejarah yang kuat, Sabatonterus memperluas jangkauan mereka sebagai salah satu band heavy metal paling berpengaruh saat ini, dengan miliaran stream dan basis penggemar global yang solid.

Continue Reading

iMusic

Hampir menyerah di industri musik, Joanna Andrea rilis single “Tenanglah”

Published

on

iMusic.id – Di tengah hiruk pikuk kehidupan yang penuh tekanan dan ketidakpastian, Joanna Andrea menghadirkan karya terbarunya yang berjudul “Tenanglah”, sebuah lagu yang menjadi pelukan hangat bagi siapa pun yang sedang berada di titik terendah dalam hidupnya.

Ditulis sendiri oleh Joanna Andrea, “Tenanglah” lahir dari pengalaman personal yang penuh pergulatan. Lagu ini menggambarkan fase ketika harapan terasa memudar dan kekhawatiran mengambil alih, namun di saat yang sama juga menjadi pengingat lembut bahwa setiap badai pasti berlalu. Melalui lirik yang jujur dan emosional, Joanna mengajak pendengarnya untuk tetap bertahan, melangkah, dan tidak menyerah pada kehidupan yang hanya datang satu kali.

Sebagai solois perempuan Indonesia yang tengah bersinar, Joanna Andrea terus menunjukkan konsistensinya dalam berkarya. Namanya mulai dikenal luas lewat deretan lagu seperti “Lepaskan, Tak Bertahan Lama, Hanya Satu” dan “Wajah Yang Membawa Aku Pulang”. Sebelumnya, ia juga telah merilis single “Dinikmati Saja” yang semakin memperkuat identitas musikalnya.

Mengusung genre pop yang hangat dan relatable, “Tenanglah” menjadi salah satu karya paling jujur dalam perjalanan karier Joanna Andrea. Lagu ini ditulis di masa ketika ia hampir menyerah pada mimpinya di industri musik. Setelah melewati berbagai pasang surut, Joanna berhasil bangkit, menemukan kembali semangatnya, dan kini semakin mantap menapaki jalannya sebagai musisi dengan karakter yang kuat.

“Tenanglah” resmi dirilis sebagai single ke-6 pada Maret 2026 dan menjadi bagian dari rangkaian menuju album perdana Joanna Andrea yang akan dirilis di tahun yang sama.

Kini, “Tenanglah” sudah dapat dinikmati di seluruh platform musik digital, menjadi teman setia di saat-saat paling sunyi, ketika yang dibutuhkan hanyalah sedikit ketenangan dan harapan.

Continue Reading

iMusic

Femm Chem luncurkan single baru berjudul “Nasida Liar”

Published

on

iMusic.id – Femm Chem merupakan band indie rock yang telah aktif sejak tahun 2022 dan menjadi bagian dari dinamika skena musik Semarang. Mengusung lagu-lagu original, Femm Chem dikenal melalui pendekatan musik yang sederhana, fun, dan jujur, terinspirasi dari British indie rock seperti Wet Leg serta nuansa psychedelic dan garage pop ala band Australia Nice Biscuit.

Femm Chem digawangi oleh Isa Pradana sebagai lead guitar dan vokal, Vajra Aoki pada vokal dan gitar, Dimas Sadewa pada bass, Ferdinandus Erdin pada drum sekaligus artwork, serta Zuma Mahardika pada synth dan vokal. Perbedaan latar belakang serta referensi musik masing masing personel menjadi elemen penting yang membentuk karakterFemm Chem sederhana namun lantang, ironis, playful, dan perlahan menghanyutkan.

Melalui semangat tersebut,Femm Chem resmi merilis single terbaru berjudul “Nasida Liar” yang sekaligus menjadi lagu pertama Femm Chem yang ditulis dan dibawakan dalam Bahasa Indonesia. Langkah ini menandai fase baru dalam perjalanan kreatif mereka sekaligus membuka ruang ekspresi yang lebih dekat dengan realitas pendengar lokal.

“Nasida Liar”dari Femm Chem merepresentasikan kegelisahan hidup di tengah dunia yang terasa semakin ramai oleh arus informasi, media, dan tuntutan eksistensi. Lagu ini menangkap potongan potongan kehidupan modern mulai dari konsumsi berita, konten yang berulang, hingga isu personal yang kerap membuat ruang batin terasa penuh dan melelahkan.

Secara lirik, “Nasida Liar” hadir dengan pendekatan puitis dan satir menggambarkan usaha individu untuk mencari jeda di tengah hiruk pikuk tersebut. Lagu ini berbicara tentang kebutuhan untuk berhenti sejenak, menarik napas, dan mensyukuri momen kecil tanpa harus terjebak dalam kerumitan yang berlebihan. BagiFemm Chem, lagu ini menjadi bentuk refleksi sekaligus terapi personal.

Dari sisi musikal, “Nasida Liar” diramu dengan aransemen yang lugas dan enerjik menegaskan identitasFemm Chem yang mengedepankan kesederhanaan tanpa kehilangan daya ekspresif. Permainan gitar yang ringan, ritme yang dinamis, serta lirik lirik ironis menjadi kekuatan utama yang membuat lagu ini terasa dekat dengan realitas pendengarnya.Sebagai bagian dari perilisan single ini,Femm Chem juga akan menjalankan rangkaian promosi melalui platform digital dan media sosial guna menjangkau audiens yang lebih luas.

Lagu ini direkam pada bulan April 2025 dan dikerjakan oleh mereka sendiri, hingga proses mixing dan mastering dikerjakan oleh Pandu Fuzztoni, seorang musisi, producer dan engineer yang turut mengerjakan artis seperti Dongker, Grrrl Gang, Skandal dan masih banyak artis lainnya. Single terbaru Femm Chem berjudul “Nasida Liar” tersedia di kanal digital stores pada Maret 2026.

Continue Reading