iMusic –
Mawar de Jongh adalah
salah satu musisi yang
turut menyumbang suara untuk program ‘2000-an di JOOX. Program ini merupakan kerja sama
antara JOOX bersama Trinity Optima Production dalam
memperkenalkan kekayaan musik Indonesia, kepada
generasi muda dengan mengemas ulang lagu-lagu populer di tahun 2000-an.
Lagu-lagu
yang dirilis dalam program ‘2000-an di JOOX’ dipilih berdasarkan kata hati
mereka dan masyarakat Indonesia saat
ini. Mawar de Jongh sendiri menyanyikan lagu “Tanya
Hati” yang dibawakan Pasto di era
2000-an.
“Aku
membawakan lagu “Tanya Hati” ini karena lagunya bagus banget, juga masih relate
sampai sekarang dan cocok sama karakter suaraku. Lagu “Tanya Hati” ini menurut
aku kayak cinta bertepuk sebelah tangan gitu. ‘Kenapa, sih, kamu enggak bisa
ngerasain yang sama dengan yang aku rasain ke kamu? Kenapa harus aku yang punya
perasaan ini ke kamu, bukan kamu?’,” jelas Mawar de Jongh.
Mawar de
Jongh mengaku keluar dari zona nyamannya saat menyanyikan lagu “Tanya Hati”.
Ada perubahan dari caranya bernyanyi, terutama soal perasaan sedih yang
dihadirkan. Meski demikian, tak ada kendala bagi Mawar de Jongh saat melakukan
rekaman karena dirinya bekerja sama dengan orang yang tepat.
“Aku
banyak dibantu sama Kak Barsena Bestandhi juga di
lagu ini. Kita sama-sama nyari kalau ada yang kurang, kita coba cari alternatif
yang lain juga. Jadi, terima kasih banyak untuk Kak Barsena karena sudah
membantu aku menyanyikan lagu “Tanya Hati” ini,” kata Mawar de Jongh.
Simhala Avadana atau Mhala selaku
A&R Trinity Optima Production menuturkan, lagu “Tanya Hati” dirasa tepat
untuk dinyanyikan kembali oleh Mawar de Jongh. Alasannya, karena suara Mawar de
Jongh yang khas mampu memberikan dimensi lain untuk lagu tersebut.
“Lagu
“Tanya Hati” ini mengedepankan nuansa akustik yang
masih sangat Mawar de Jongh banget. Musiknya enggak se-light “Sedang
Sayang Sayangnya” dan “Lebih
dari Egoku”, tapi tetap “Mawar de Jongh”. ‘Simplicity is the kill’ kalau buat Mawar,
karena aku enggak mau arrangement-nya overshadow suaranya
yang mampu men-deliver sebuah lagu,” kata Mhala.
Untuk
lagu “Tanya Hati” video liriknya bisa kamu saksikan hari Senin, 14 September
2020, di YouTube.
“Semoga
teman-teman yang dengerin ikutan baper, kita juga mengenang kembali era 2000-an
dengan lagu lama ini. Semoga cinta kamu enggak bertepuk sebelah tangan, guys,
karena itu sakit,” tutup Mawar de Jongh. (FE)
iMusic.id – Band pop punk asal Solo, Jateng, NRTG baru saja merilis single debutnya yang di beri judul “Kita Lawan Dunia”. Membawa semangat positif, trio pop punk ini mengusung lirik yang mengajak seluruh pendengarnya untuk tetap bersemangat menghadapi berbagai kendala di dunia ini.
NRTG terbentuk di Solo, Jateng, pada Desember 2022 silam. Beranggotakan Arsyad Mohamed (vokal dan gitar), Rony Firdaus (bass), dan Rofy (drum), Band ini semakin membuktikan bahwa genre pop punk masih berkibar di Jawa Tengah dan masih mempunyai basis massa yang lumayan banyak.
NRTG dibentuk oleh sekelompok pemuda yang memiliki minat yang sama dalam bermusik, khususnya pada genre pop punk. Sejak awal pembentukannya, band ini mulai mengembangkan karya dengan pendekatan sederhana yang terinspirasi dari pengalaman sehari-hari.
Single “Kita Lawan Dunia” sebenarnya sudah dirilis sejak Februari 2026, namun di April 2026 ini, NRTG baru membagikan presskit nya ke kalangan media. Di rilisnya single “Kita Lawan Dunia” ini adalah sebagai langkah awal dalam memperkenalkan karya mereka kepada para pecinta musik Pop Punk secara nasional.
Lewat karya perdananya ini NRTG berusaha mengusung genre pop punk dengan karakter musik yang menonjolkan energi, melodi sederhana, serta lirik yang dekat dengan kehidupan anak muda.
iMusic.id – Band alt-rock asal Texas, Culture Wars, resmi merilis album debut mereka yang sangat dinantikan bertajuk “Don’t Speak”, melalui AWAL, pada 10 April 2026 kemarin. Album ini menandai tonggak penting bagi perjalanan karir musik mereka sekaligus menjadi angin segar di dunia musik saat ini mengingat begitu banyak pencapaian yang telah mereka raih di tahun sebelumnya.
Sebelumnya Culture Wars sempat menempatkan lagu “It Hurts” di 20 besar tangga lagu radio alternatif US, meraih lebih dari 66 juta streaming global dan menjadi band pembuka di konser musisi-musisi ternama, mulai dari Maroon 5, Keane, Wallows, dan LANY.
“Don’t Speak” adalah karya yang benar-benar jujur dari Culture Wars, bukan hanya dari segi lirik saja, namun lagu-lagunya, seperti “Typical Ways, Lies, Bittersweat” ataupun “In The Morning” mencerminkan sisi musikalitas mereka yang baik.
Culture Wars mampu membentuk narasi yang utuh bagaimana mereka menghadapi masa lalu, ketidakpastian, proses pertumbuhan yang terasa lambat dan kemudian menjadikan semua itu menjadi suatu identitas yang khas mampu menampilkan kematangan secara emosional dan bermusik para personilnya, serta tentu saja menunjukkan kreativitas tanpa batas.
Reaksi positif banyak didapat band yang beranggotakan Alex Dugan (vokal), David Grayson (drum), Dillon Randolph (bass), Caleb Contreras (gitar), dan Josh Stirm (gitar) ini. Terbukti baru – baru ini, Culture Wars masuk dalam seri Fast Forward dari Apple Music dan Shazam, yang menampilkan para artis pendatang baru paling menarik yang membentuk masa depan musik.
Torehan ini tentunya semakin mengukuhkan merekasebagai sebuah band yang telah sepenuhnya menemukan kekuatannya sendiri. Kekuatan yang terlihat dari penjualan tiket tur mereka yang akan digelar sepanjang tahun 2026, mulai dari Amerika Utara dan Inggris/Eropa guna mempromosikan album debut mereka “Don’t Speak”.
Dengan audiens internasional yang berkembang pesat, reputasi sebagai penampil live yang enerjik dan memukau, album “Don’t Speak”jadi momentum tepat Culture Wars untuk menghadirkan karya debut yang sangat mengesankan, memikat, dan dirancang untuk bertahan lama serta tentunya jadi babak terbesar mereka ke panggung-panggung di seluruh dunia.
Mudah – mudahan selesai tur mereka di US dan Eropa, Culture Wars bisa mampir di Indonesia.
iMusic.id – Film “Dalam Sujudku” produksi Proj3ct 69 siap tayang 16 April 2026, film bergenre drama percintaan ini memadukan emosi, spiritualitas, serta refleksi kehidupan yang relevan dan relate dengan kehidupan masyarakat pada umumnya.
Di bintangi oleh Marcell Darwin, Denis Adhiswara, Vinessa Inez, Naura Hakim, Ryuka, Chika Waode hingga Dominique Sanda. Film yang di produseri oleh Donnie Syech dan disutradarai oleh Rico Michael ini menghadirkan performa emosional yang kuat dan autentik, ada pesan moral yang ingin disampaikan lewat cerita drama rumah tangga tersebut.
Di angkat dari kisah nyata tentang perjalanan rumah tangga, ujian hidup, dan pencarian makna spiritual dalam rumah tangga yang menyentuh hati tersebut, film ini mengulas tentang masalah pelik rumah tangga yang diuji oleh berbagai persoalan hidup dengan menggambarkan kekuatan Doa, keikhlasan, serta makna berserah diri kepada Tuhan.
Dengan kombinasi kisah nyata, akting emosional, dan pesan religi yang kuat, film “Dalam Sujudku” diharapkan menjadi salah satu film drama spiritual yang relevan bagi masyarakat. Marcell Darwin sang pemeran utama film ini mengaku cukup tertantang dalam memerankan tokoh Farid di film ini.
“Saya sangat tertantang memerankan tokoh Farid ini karena ddi dalam film ini saya harus memerankan pribadi yang polos dari desa kerja di kota, lalu dikota mengalami banyak peristiwa yang tidak sesuai dengan hatinya hingga dia harus terjebak dalam perangkap asmara dari Rina sehingga membuat rumah tangganya bersama Aisyah jadi hancur”, terang Marcell.
“Dalam peran ini saya harus menjadi dua pribadi yang berbeda disaat mencintai istri pertama dan keduanya”, ini sangat menantang saya”, tambah Marcell.
“Film ini ingin menyampaikan makna sujud dalam keadaan pasrah, bahwa di titik itu kita benar-benar bisa berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Marcell.
Film “dalam Sujudku” ini tidak hanya menyajikan drama yang menyentuh, sebagai Tontonan tetapi bisa menjadi Tuntunan juga, sebagai pengingat tentang pentingnya Kesabaran, Keikhlasan, dan kekuatan Doa dalam menjalani masalah kehidupan.
Dengan kombinasi Kisah Nyata, Akting Emosional, dan Pesan Religi yang kuat, Film “Dalam Sujudku”diharapkan menjadi salah satu film drama Keluarga yang relevan bagi masyarakat dengan dinamika kehidupan rumah tangga yang membawa pesan emosi secara mendalam.