iMusic – Setelah cukup lama tidak
terdengar di dunia industri musik Indonesia, Mytha Lestari salah
satu penyanyi wanita berbakat Indonesia yang melambungkan namanya
setelah menjadi pemenang pertama ajang pencarian bakat Mamamia dengan hits
single salah satu lagunya Aku Punya Hati akhirnya kembali
mengibarkan bendera “come back” nya dengan mengeluarkan sebuah single
baru.
Mengusung judul DUNIA,
lagu kembalinya Mytha ini memberikan sebuah gambaran baru terhadap Mytha
yang umumnya terkenal untuk menyanyikan lagu – lagu yang cenderung galau.
Bertolak belakang dengan hal itu, DUNIA memberikan sebuah irama yang cenderung
ringan, segar dan uplifting. Hal ini sengaja diberikan oleh Mytha,
karena ia ingin menyampaikan dan memberikan sebuah konsep kepada para pendengar
musik Indonesia, yaitu POSITIVITY.
“Dibalik lagu DUNIA ini, aku pengen
menyampaikan bahwa meskipun dunia kita sekarang ini sedang mengalami cobaan
yaitu kondisi pandemi ini, tapi bukan berarti kita tidak bisa memiliki
Dunia yang berwarna loh. Meskipun dunia kita sebesar planet, tapi kita juga
masih memiliki dunia kecil yang selalu ada disekeliling kita.” Ujar Mytha.
Salah satu hal yang spesial dari
produksi lagu ini, dalam produksi nya Mytha menggandeng McKay seorang
penyanyi dan pencipta lagu yang cukup ternama dari negeri Korea. Ada
alasan khusus mengapa Mytha mengajak McKay, karena sudah sejak lama Mytha ingin
mempunyai lagu yang bernuansa
modern Korea, dan hal itu tidaklah salah karena dengan kerjasama dengan McKay
lahirlah sebuah lagu Indonesia, dengan bahasa Indonesia tetapi
dengan chord progression Korea. Yang semakin matang dengan
diproduseri oleh suami Mytha sendiri, yaitu Barry Maheswara.
Ditambah dengan adanya kondisi
pandemi ini, memberikan sebuah idea konsep yang diangkat menjadi sebuah konsep
video untuk DUNIA ini. Mytha membuat sebuah konsep video bertema DUNIA
LESTARI, sebuah gambaran nyata Mytha dengan dunia kecilnya yang tempat
dimana ia bisa mencintai dan merasakan cinta untuk dirinya sendiri. Yang
mungkin semua orang diluar juga merasakan dan berbagi pengalaman yang sama akan
hal yang sama. Oleh karena itu, lokasinya pun diambil di sebuah tempat yang
sangat amat personal untuk Mytha sendiri.
Menjadi projek yang spesial dan
personal untuk Mytha, hal ini juga menandakan sebuah pengalaman baru untuk
Mytha dimana DUNIA menjadi single penanda pembuka kerjasama Mytha Lestari
dengan MD MUSIC, sebagai label rekaman tempat ia bernaung sekarang
setelah tiga tahun berdiri sendiri tanpa label.
DUNIA akan dirilis serentak di berbagai platform musik seperti Spotify, iTunes, Deezer, Joox, Langit Musik dan lain-lain, tanggal 7 Agustus 2020. dan nantikan lyric video dan music video lagu ini juga yang akan segera bisa disaksikan di channel YouTube resmi MD Music. (FE)
iMusic.id – Band metalcore REVIND resmi mengumumkan perilisan single ketiga mereka yang berjudul “Darkest Hour”, yang akan dirilis hari ini 16 Januari 2026. Lagu ini melanjutkan perjalanan musikal REVIND setelah sebelumnya merilis single kedua “Hands of Hope” pada Juli 2025.
“Darkest Hour” menghadirkan sisi paling gelap dan emosional dari REVIND. Lagu ini mengangkat tema kesepian, ketakutan, kehilangan arah, serta pergulatan batin yang dialami seseorang ketika berada di titik terendah dalam hidupnya. Dengan lirik yang intens dan atmosfer kelam, REVIND mengekspresikan konflik antara keputusasaan dan harapan untuk menemukan jalan pulang.
Secara musikal, “Darkest Hour” memadukan karakter khas metalcore: riff agresif, scream yang penuh emosi, serta chorus melodik yang kuat, menciptakan dinamika antara amarah dan kerentanan. Lagu ini menjadi refleksi jujur dari REVIND tentang “sisi gelap” manusia, sekaligus jeritan untuk keluar dari penderitaan.
Single ini juga menjadi bagian penting dari rangkaian menuju album penuh debut REVIND yang berjudul “Chronosphere”. Setelah “Darkest Hour”, REVIND telah menjadwalkan perilisan single keempat bertajuk “Forever Still” pada Februari 2026, yang akan menjadi hidangan penutup sebelum album panjang tersebut resmi diperkenalkan ke publik.
Melalui “Chronosphere”, REVIND ingin mengajak pendengar menyusuri perjalanan waktu emosional dari kehancuran, harapan, hingga penerimaan dengan “Darkest Hour” sebagai salah satu titik tergelap dalam narasi tersebut.
Single “Darkest Hour” akan tersedia di seluruh platform streaming digital mulai 16 Januari 2026.
Credits“Darkest Hour”
Written by Riza Novandra
Produced by Edwin Satria at Rmera Studio
Mixing & Mastering at Torch Production Studio by Awang Pratama
iMusic.id – Creator Media dengan bangga mengumumkan peluncuran Original Motion Picture Soundtrack untuk film horor terbaru “Penunggu Rumah : Buto Ijo”, sebuah reimajinasi modern dari cerita rakyat Timun Mas. Lagu berjudul “Suatu Hari Kamu Akan Mengerti” dibawakan oleh Ardina Rasti, menghadirkan nuansa emosional yang kelam, intim, dan penuh ketegangan.
Mengusung genre Dark Pop / Pop, lagu yang berhasil dibawakan Arina Rasti dengan baik ini menjadi elemen penting yang memperkuat atmosfer film—bukan hanya sebagai pengiring, tetapi sebagai representasi batin tokoh utama yang dibalut rasa cinta, pengorbanan, dan luka masa lalu yang tak pernah benar-benar sembuh.
Diciptakan oleh Riani Sovana, dinyanyikan oleh Ardina Rasti dengan produksi musik oleh Denny Chasmala dan Riani Sovana, “Suatu Hari Kamu Akan Mengerti” menyajikan komposisi yang minimalis namun menghantui, sejalan dengan tema horor psikologis yang diusung film “Penunggu Rumah : Buto Ijo”. Liriknya merefleksikan janji, perlindungan, serta konsekuensi dari pilihan-pilihan kelam yang diambil demi orang yang dicintai.
Keterlibatan Ardina Rasti sebagai pengisi soundtrack memberikan dimensi emosional yang kuat. Karakter vokalnya yang lembut namun tegas berhasil menangkap rasa getir, harap, dan ancaman yang menjadi inti cerita film ini.
Single “Suatu Hari Kamu Akan Mengerti” dirilis di bawah label Creator Media, dengan dukungan Bersama Entertainment, dan kini telah tersedia di berbagai platform digital, termasuk Spotify.
Penunggu Rumah: Buto Ijo merupakan film horor modern yang mengadaptasi secara bebas legenda rakyat Timun Mas, menghadirkan kisah teror, perjanjian masa lalu, dan konsekuensi yang menagih korban. Film ini menggabungkan elemen horor folklor Indonesia dengan pendekatan sinematik kontemporer.
iMusic.id – Membuka tahun baru ini, penyanyi & penulis lagu Idgitaf menghadirkan single terbarunya yang berjudul “Rutinitas”. Lagu ini merupakan single kedua setelah Gita merilis “Sedia Aku Sebelum Hujan” pada awal Oktober 2025, lagu yang disambut hangat oleh pendengar musik Indonesia.
Idgitaf meyakini bahwa lagu “Rutinitas” dapat menjadi penanda sebuah awal yang tidak biasa, sebuah karya jujur yang menyambut kenyataan bahwa tidak semua orang memulai tahun dengan kebahagiaan baru.
“Aku menulis lagu ini saat berada dalam fase overthinking ketika menghadapi begitu banyak orang yang baik di sekitarku, khususnya pasanganku. Ini justru bikin aku berpikir apakah aku bisa berlama-lama dengan mereka,” kata Idgitaf.
“Misalnya ada banyak sekali tempat memorable dan kenangan bersama. Lalu aku bertanya-tanya kalau suatu hari kami berpisah apakah aku bisa kembali ke tempat-tempat itu dan merasakan hal yang sama? Atau justru aku menghindari hal itu? Ada rasa khawatir dan bingung, apakah ini berarti aku akan punya rutinitas baru?” tambah Idgitaf
Idgitaf dikenal dengan lagu-lagu seperti “Takut, Semoga Sembuh, maupun “Satu-Satu” yang dianggap mampu menjangkau banyak pendengar berkat kekuatan lirik yang sederhana sekaligus menyentuh. Album penuh perdananya yang berisi sembilan lagu, Mengudara, dirilis pada tahun 2023. Idgitaf menjadi nomine di Festival Film Indonesia 2025 dalam kategori Pencipta Lagu Tema Terbaik untuk lagu “Berakhir di Aku” (OST Home Sweet Loan)
Sebagai single yang terbit setelah “Sedia Aku Sebelum Hujan”, “Rutinitas” mengusung gaya lirik yang cukup berbeda. Kala “Sedia Aku Sebelum Hujan” menawarkan kesanggupan dan keteguhan, “Rutinitas” lebih diwarnai rasa pesimis dan khawatir tentang masa depan. Warna musiknya hampir serupa, yaitu pop dengan imbuhan unsur musik country serta lirik yang bersahaja sekaligus mengena. Gitar akustik mengalun sendu di awal kemudian ditemani instrumentasi musik yang menggugah, dan pengandaian sederhana di bagian chorus berupa “Deras hujan pun reda” mendorong pendengar yang mungkin berada di posisi sama untuk terus melanjutkan hidup.
Dua single “Sedia Aku Sebelum Hujan” dan “Rutinitas” merupakan rangkaian dalam album kedua Idgitaf yang akan terbit pada tahun 2026. Ia mengutarakan bahwa album barunya akan cukup berbeda, dalam hal karya tersebut akan banyak mengurai tentang cinta dan refleksi dirinya.
Dirilis oleh label Idgitaf Musik bekerja sama dengan KithLabo, lagu “Rutinitas” akan dirilis pada 5 Januari 2026 di semua digital streaming platform. Menyusul pula video musik lagu ini akan tayang di kanal YouTube Idgitaf pada 11 Januari 2026.