Connect with us

iMusic

Naura Ayu, Dengan Single Terbarunya Yang Berjudul “Kisah Kasih Sayang”.

Published

on

iMusic – Seiring bertambahnya usia seseorang, karakter dan penampilan orang itu pasti berubah. Hal itulah yang dialami oleh Naura Ayu, dan dia memperlihatkannya lewat single terbarunya yang berjudul “Kisah Kasih Sayang”.

Berbeda dengan lagu-lagu Naura Ayu sebelumnya, “Kisah Kasih Sayang” menceritakan tentang seseorang yang sedang jatuh cinta untuk pertama kalinya. Karena masih muda, banyak larangan yang dia terima dari orang tuanya. Jadi, orang ini  hanya bisa berandai-andai akan momen-momen menyenangkan bersama sosok yang disayanginya.

Lagu berbalut pop ini ditulis oleh Naura Ayu sendiri bersama Ezra Mandira Sugandi, Febrian Nindyo Purbowiseso, dan Nadia Aleida Hadijono dari HIVI!. Proses rekamannya cukup cepat dan banyak hal yang tak terlupakan. Salah satunya, kehadiran celebrity crush Naura Ayu, aktor Korea Selatan bernama Nam Da Reum (bintang serial “Start Up”), dalam bentuk foto yang ditempel di dinding untuk menemani Naura Ayu selama rekaman.

Terkait video klipnya, proses shooting dilakukan di Kebun Raya Cibodas, Jawa Barat, ditemani sang ibu dan sang adik. Sutradaranya adalah Tania Salim dan model lelakinya bernama Rafly Altama Putra. Soal penampilan Naura Ayu di video musik “Kisah Kasih Sayang”,, dia memperlihatkan sisi old soul dirinya.

“Aku sangat suka sesuatu yang klasik, seperti era ‘30an, ‘40an, ‘60an, nuansa “Sound of Music” dan “Romeo & Juliet”. Sekarang, karena aku sudah bisa ikut turun tangan dalam proses pembuatan video klip, aku ingin menuangkan kecintaanku pada hal-hal klasik di sana. Jadi, konsep video klip, busana yang aku pakai, dan juga lagunya sesuai dengan yang aku inginkan,” ujar Naura Ayu.

Sebelum merilis single “Kisah Kasih Sayang”, Naura Ayu sempat hiatus dari media sosial. Bukan gimmick, melainkan melakukan healing untuk dirinya sendiri sebelum memulai fase baru dalam hidupnya sebagai penyanyi remaja.

“Banyak hal yang aku rasakan sejak aku pertama kali berkarier hingga saat ini. Ada yang baik, dan ada yang buruk. Aku pernah merasa insecure, lelah, dan kesal, tapi itu semua cepat berlalu karena aku senang dengan pekerjaanku dan itu passion-ku. Tapi, aku ingin berdamai dengan hati dan pikiranku, serta introspeksi diri untuk mengenal diri aku lebih dalam dan menikmati waktu dengan orang-orang tersayang,” jelas Naura Ayu.

“Soal lagu “Kisah Kasih Sayang”, aku ingin menyampaikan dari sisi ceritanya, yaitu tentang perasaan saat menyukai seseorang untuk pertama kalinya di usia remaja. Sekaligus, penanda bahwa aku sudah berubah dan bukan penyanyi cilik lagi. Oh, I am so excited!” ucap Naura Ayu.

“Dalam proses pembuatan “Kisah Kasih Sayang”, Naura Ayu menghadapi tantangan besar karena dia lebih dikenal sebagai penyanyi cilik. Jadi, perlu ada penyesuaian untuk menjadi penyanyi remaja. Seperti, materi musik dan lirik yang relate pada kehidupan remaja pada umumnya. Sejauh ini, Naura Ayu berhasil menaklukkan tantangan tersebut dengan gayanya sendiri. Dia tahu apa yang dia mau dan pemikirannya mampu mewakili apa yang dirasakan remaja seumurnya. Naura Ayu yang sekarang lebih berani mengeksplorasi hal-hal baru, mulai dari sisi fashion, hairstyle, dan pembawaan juga lebih dewasa, yang mana sangat bisa menjadi inspirasi banyak remaja seumurannya,” kata Barsena Bestandhi selaku A&R Trinity Optima Production. (FE)

iMusic

Clownsuffer rilis single cadas berjudul “Drag Me Out”

Published

on

iMusic.id – Clownsuffer resmi memperkenalkan “Drag Me Out” sebagai debut single mereka di ranah modern metalcore. Lagu ini bukan sekadar langkah awal dalam diskografi, melainkan pembuka dari rangkaian album yang telah mereka siapkan secara menyeluruh sejak terbentuk pada 2023.

Clownsuffer terdiri dari Iyas (Vocal), Kittink (Lead Guitar), Agam (Guitar), Toro (Bass), dan Hendra (Drum). Materi yang mereka kembangkan dirancang sebagai satu kesatuan karya yang saling terhubung, sehingga setiap rilisan menjadi bagian dari alur musikal dan emosional yang lebih luas.

Di balik “Drag Me Out” terdapat fase personal yang tidak ringan bagi para personel Clownsuffer. Selama proses penulisan dan produksi, masing-masing menghadapi dinamika hidup yang cukup kompleks. Tekanan tersebut tidak dihindari, melainkan diterjemahkan menjadi energi kreatif. Lagu ini lahir dari pengalaman yang nyata, bukan sekadar gagasan konseptual.

Secara musikal, “Drag Me Out” tampil dengan intensitas konstan Clownsuffer dari awal hingga akhir, menghadirkan struktur padat dan minim jeda yang menciptakan sensasi terdesak. Riff agresif, dinamika yang rapat, serta vokal yang ekspresif membangun atmosfer yang selaras dengan lirik tentang konflik internal, keterjebakan dalam pilihan, dan dorongan untuk merebut kembali kendali.

Lagu ini tidak hadir sebagai permintaan untuk diselamatkan, melainkan sebagai pernyataan untuk keluar dengan kesadaran dan keberanian. Single ini menjadi pintu masuk menuju rilisan berikutnya. Alih-alih melepas album secara penuh, Clownsuffer memilih strategi perilisan bertahap, memperkenalkan setiap lagu sebagai bagian dari narasi yang berkembang secara berkelanjutan.

Aspek visual menjadi elemen penting dalam identitas proyek ini. Artwork untuk “Drag Me Out” digarap oleh @lime_hystrixx, young illustrator yang menghadirkan visual simbolik melalui elemen mata, tangan, ular, dan rantai sebagai representasi tekanan serta pembebasan. Proses kreatif berlangsung kolaboratif antara band, ilustrator, producer, serta tim mixing & mastering guna menjaga kesinambungan konseptual di setiap rilisan.

“Drag Me Out” kini telah tersedia di berbagai platform streaming digital. Melalui rilisan ini, Clownsuffer menegaskan posisinya sebagai band modern metalcore dengan visi jangka Panjang, membangun karya yang tidak hanya intens secara musikal, tetapi juga memiliki fondasi naratif dan konseptual yang jelas sejak awal.

Continue Reading

iMusic

Donny Fattah tutup usia, para pecinta musik rock nasional berduka

Published

on

iMusic.id – Bassis legendaris sekaligus salah satu pendiri grup rock God Bless, Donny Fattah, meninggal dunia pada Sabtu (7/3) di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta, dalam usia 76 tahun.

Kabar duka tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi God Bless pada pukul 11.40 WIB.

“Berita duka cita. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Telah meninggal dunia Donny Fattah, bassist sekaligus salah seorang pendiri God Bless, saudara kami tercinta, di Rumah Sakit Fatmawati Jakarta,” tulis akun tersebut.

Manajemen band itu juga memohon maaf atas segala kesalahan almarhum serta mendoakan agar amal dan kebaikan Donny diterima di sisi Tuhan.

Donny Fattah dikenal sebagai salah satu figur penting dalam perjalanan musik rock Indonesia. Bersama Ahmad Albar, Ian Antono, dan sejumlah musisi lainnya, ia mendirikan God Bless pada 1973 yang kemudian menjadi salah satu band rock paling berpengaruh di Tanah Air.

Sejumlah album God Bless yang dirilis pada era 1970–1980-an menjadi tonggak perkembangan musik rock Indonesia, di antaranya God Bless (1975), Cermin (1980) dan Semut Hitam (1988).

Selain dikenal sebagai pemain bass, Donny juga terlibat dalam proses penciptaan berbagai lagu God Bless yang kemudian menjadi karya penting dalam katalog musik band tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, Donny diketahui menjalani perawatan akibat sejumlah masalah kesehatan, antara lain serkopenia, penyumbatan vaskular serta penyakit autoimun. Ia juga mengonsumsi obat jantung setelah menjalani pemasangan ring pada 2012.

Meski kondisi kesehatannya menurun, Donny tetap berusaha tampil bersama God Bless dalam sejumlah kesempatan.

Kepergian Donny Fattah meninggalkan duka bagi keluarga, rekan musisi, serta para penggemar musik rock Indonesia. Ucapan belasungkawa pun mengalir di berbagai platform media sosial.

Warisan karya dan kontribusinya dalam musik rock Indonesia diperkirakan akan terus dikenang oleh generasi berikutnya (RR)

Continue Reading

iMusic

Cinta berawal dari layar hp di single “Layar Hati” nya Billkiss.

Published

on

iMusic.id – Band pop Billkiss kembali menghadirkan karya terbaru berjudul “Layar Hati”, sebuah lagu manis yang mengangkat kisah cinta yang berawal dari dunia digital. Lagu ini bercerita tentang seseorang yang jatuh hati pada pandangan pertama melalui media sosial, perasaan yang awalnya hanya hadir lewat layar, namun perlahan tumbuh menjadi nyata.

Dalam cerita yang dihadirkan melalui lagu ini, sosok yang semula hanya bisa dipandangi dari layar handphone akhirnya hadir dalam kehidupan nyata. Ia menjadi teman berbagi cerita, hingga pada akhirnya menjelma menjadi teman hidup selamanya.

“Layar Hati” ditulis oleh Helvi Eriyanti, bassist Billkiss. Proses rekaman lagu ini dilakukan di Lancar Jaya Studio, dengan dukungan musisi Acoy Rocker Kasarunk dan Band Omom yang turut membantu dalam proses aransemen. Sementara itu, proses mixing juga dikerjakan oleh Acoy di studio yang sama.

Meski proses penciptaannya terbilang cukup singkat, lagu ini lahir dari fenomena yang sangat dekat dengan kehidupan banyak orang saat ini. Helvi mengungkapkan bahwa di era digital, tidak sedikit kisah cinta yang bermula dari percakapan di media sosial atau pertemuan melalui layar ponsel.

“Banyak orang sekarang yang menemukan cinta dari layar handphone. Awalnya cuma chatting, saling melihat lewat media sosial, tapi lama-lama bisa jadi hubungan yang nyata. Dari situ ide lagu ini muncul,” ujar Helvi.

Sementara itu, Maulin, vokalis Billkiss, berharap lagu ini bisa menjadi lagu yang dekat dengan pengalaman para pendengarnya.

“Kisahnya sangat relate dengan kehidupan sekarang. Semoga ‘Layar Hati’ bisa diterima dengan baik dan menjadi soundtrack dalam perjalanan cinta banyak orang,” kata Maulin.

Masih mengusung genre pop dengan nuansa manis dan ceria, “Layar Hati” menghadirkan warna musik khas Billkiss yang hangat, ringan, dan penuh rasa cinta.

Single “Layar Hati” kini sudah dapat dinikmati di berbagai digital streaming platform.

Continue Reading