Connect with us

iMusic

Nuansa musik mexicana di single Seven Seventy berjudul “El Pollo Loco”

Published

on

iMusic.id – Setelah Hadir dengan 1 single dan 1 EP yang bernuansa melankolis tahun 2022 silam, Seven Seventy hadir kembali dengan gebrakan baru yang benar-benar berbeda.

Lewat single bertajuk “El Pollo Loco”, band alternative rock yang beranggotakan Dimas (Ayam) (gitaris/vokalis), Kevin (gitaris), Ajar (keyboardist), Reza (bassist), dan Marcell (drummer) tersebut menyuguhkan eksplorasi musik yang segar dan mengusung slogan “Bernuansa Baru, Mari Berseluncur Dengan Keras”.

Nuansa musik Mexicana berbalut surf rock secara gamblang telah mewarnai lagu dari detik pertama hingga akhir, selain itu ada elemen musik swing yang semakin menyemarakkan atmosfer di lagu “El Pollo Loco” tersebut.

Seven Seventy juga menghadirkan spoken words berbentuk orasi yang disematkan di tengah lagu untuk menggambarkan situasi sabung ayam yang mencekam.

“Di single terbaru kami, ada keinginan untuk menyuguhkan musik alternative surf rock dengan interpretasi dari tiap personilnya yang disuguhkan dengan topik perjudian sabung ayam dengan jagoan bernama El Pollo Loco. Single ini juga ingin mengangkat tema tentang adanya perjudian ayam dan penyiksaan hewan yang dilakukan oleh manusia,” jelas Seven Seventy.

Judul lagu yang berbahasa Spanyol secara harfiah diartikan sebagai ‘si ayam gila’ ini justru terangkai oleh lirik dalam bahasa Indonesia yang merupakan pertama kalinya bagi Seven Seventy setelah karya sebelumnya selalu dibuat dalam bahasa Inggris.

“Tentunya ada kesulitan ketika harus menulis dalam bahasa Indonesia terutama dengan diksi yang baku. Berkali-kali kami harus memastikan bahwa kata ini memang benar ada di KBBI (red: Kamus Besar Bahasa Indonesia). Tantangan lain adalah mempelajari banyak kasus sabung ayam agar membuat lirik yang relevan,” imbuh band asal Malang itu.

Sang tokoh utama El Pollo Loco sendiri juga memiliki sebutan yaituJagoan Kampung Timur. Makna dari lirik lagu tersebut adalah menyindir adanya perjudian ayam dan penyiksaan hewan yang dilakukan oleh oknum orang yang tidak bertanggungjawab. Maka dari itu diselipkan spoken words dalam bentuk orasi di lagu ini juga membuat Dimas sang vokalis berlatih beberapa kali agar terdengar seperti intonasi orang-orang yang berorasi dalam menyoroti kasus sabung ayam ilegal.

Single “El Pollo Loco” juga memberikan kesempatan bagi Seven Seventy untuk menjadi lebih santai dan ‘slengean’ dibandingkan karya terdahulu yang menuntut mereka untuk lebih serius.

Lebih lanjut, karya mutakhir dari band yang memiliki EP bertajuk “FALA AMO” ini memberikan banyak ide segar bagi mereka untuk mengolah visualisasi yang mampu mewakili keseruan lagu.

“Tentu sudah kami rencanakan dalam beberapa waktu ke depan, jadi untuk teman-teman pendengar ditunggu saja update-an terbaru dari kami,” bocor mereka.

Lebih dari setahun menjalani waktu bersama dalam berkarya, Seven Seventy juga mengungkapkan bahwa ikatan antar personel semakin solid diiringi hadirnya single baru tahun ini.

“Dibandingkan dengan di awal terbentuk, saat ini kami sudah dapat terlihat memiliki karakter yang kuat antar personelnya. Pun syukurnya, sampai saat ini dari kami ber-5 masing-masing personel sudah menjadi satu chemistry dari ide dan gaya hidup/lifestyle yang berbeda-beda, tentu juga dari segi aksi panggung yang kami suguhkan,” tutup mereka.

Sepak terjang band ini patut untuk dinanti dan “El Pollo Loco” diharapkan menjadi pemicu bagi band ini untuk semakin mengeksplorasi berbagai genre musik dengan alternative rock sebagai identitas mereka.

 “El Pollo Loco” telah resmi dirilis di berbagai layanan streaming digital seperti Apple Music, Spotify, Deezer, Resso, Youtube, dan lain-lain.

iMusic

Cinta berawal dari layar hp di single “Layar Hati” nya Billkiss.

Published

on

iMusic.id – Band pop Billkiss kembali menghadirkan karya terbaru berjudul “Layar Hati”, sebuah lagu manis yang mengangkat kisah cinta yang berawal dari dunia digital. Lagu ini bercerita tentang seseorang yang jatuh hati pada pandangan pertama melalui media sosial, perasaan yang awalnya hanya hadir lewat layar, namun perlahan tumbuh menjadi nyata.

Dalam cerita yang dihadirkan melalui lagu ini, sosok yang semula hanya bisa dipandangi dari layar handphone akhirnya hadir dalam kehidupan nyata. Ia menjadi teman berbagi cerita, hingga pada akhirnya menjelma menjadi teman hidup selamanya.

“Layar Hati” ditulis oleh Helvi Eriyanti, bassist Billkiss. Proses rekaman lagu ini dilakukan di Lancar Jaya Studio, dengan dukungan musisi Acoy Rocker Kasarunk dan Band Omom yang turut membantu dalam proses aransemen. Sementara itu, proses mixing juga dikerjakan oleh Acoy di studio yang sama.

Meski proses penciptaannya terbilang cukup singkat, lagu ini lahir dari fenomena yang sangat dekat dengan kehidupan banyak orang saat ini. Helvi mengungkapkan bahwa di era digital, tidak sedikit kisah cinta yang bermula dari percakapan di media sosial atau pertemuan melalui layar ponsel.

“Banyak orang sekarang yang menemukan cinta dari layar handphone. Awalnya cuma chatting, saling melihat lewat media sosial, tapi lama-lama bisa jadi hubungan yang nyata. Dari situ ide lagu ini muncul,” ujar Helvi.

Sementara itu, Maulin, vokalis Billkiss, berharap lagu ini bisa menjadi lagu yang dekat dengan pengalaman para pendengarnya.

“Kisahnya sangat relate dengan kehidupan sekarang. Semoga ‘Layar Hati’ bisa diterima dengan baik dan menjadi soundtrack dalam perjalanan cinta banyak orang,” kata Maulin.

Masih mengusung genre pop dengan nuansa manis dan ceria, “Layar Hati” menghadirkan warna musik khas Billkiss yang hangat, ringan, dan penuh rasa cinta.

Single “Layar Hati” kini sudah dapat dinikmati di berbagai digital streaming platform.

Continue Reading

iMusic

Inheritors coba mengakali kematian di single “Cheating Death”

Published

on

iMusic.id – Unit thrash metal asal Malang, Inheritors, kembali melanjutkan fase comeback mereka di 2026 lewat single baru berjudul “Cheating Death”. Lagu ini lahir dari refleksi personal para personelnya yang pernah berada di ambang kematian, sekaligus kegemaran kolektif mereka terhadap tema horor dan thriller seperti film Final Destination. “Cheating Death” berbicara tentang ilusi manusia yang merasa bisa mengakali kematian, padahal kematian selalu menemukan jalannya sendiri.

“Cheating Death” menandai sisi Inheritors yang paling gelap dan buas sejauh ini. Riff thrash cepat dengan nuansa old school proto-death thrash metal akhir 80-an dipadukan dengan komposisi yang lebih padat, groove yang lebih kejam, serta breakdown dan solo gitar yang agresif. Referensi era Kill ’Em All (Metallica) hingga Pleasure to Kill (Kreator) terasa kuat, dan juga spirit Sepultura era awal menjadi benang merah utama, namun diramu tanpa terjebak nostalgia mentah.

Single ini juga menjadi debut resmi Galih sebagai gitaris baru Inheritors, menjadikan formasi ini untuk pertama kalinya menggunakan dua gitaris. Meski datang dari latar non-thrash, Galih justru membawa pendekatan yang lebih eksploratif dan segar, memperkaya karakter riff dan solo tanpa mengaburkan identitas gelap Inheritors. Kehadirannya membuat sound band terasa lebih padat, heavier, dan terbuka ke materi-materi yang lebih luas.

Saat ini Inheritors di perkuat oleh : Dion (Lead Vocals), Patrick (Lead Guitars), Galih (Rhythm Guitars), Obed (Bass Guitars, Backing Vocals) dan Rufa (Drums, Percussion).

“Cheating Death” merupakan bagian dari strategi rilis single bertahap menuju album penuh perdana Inheritors. Album tersebut direncanakan menjadi kolase perkembangan thrash metal, dari era 80-an hingga 2000-an, dengan tiap lagu membawa karakter dan pendekatan yang berbeda. Setelah delapan tahun hiatus, Inheritors menegaskan bahwa musik kini menjadi medium katarsis, penyaluran energi negatif, sekaligus warisan yang ingin mereka tinggalkan.

Dengan bagian-bagian yang dirancang untuk memicu moshpit sejak intro hingga akhir lagu, “Cheating Death” adalah pernyataan bahwa Inheritors belum selesai. Mereka mungkin tidak bisa mencurangi takdir, tapi mereka bisa menantangnya dengan distorsi, kecepatan, dan kegelapan.

Continue Reading

iMusic

REVIND alami kehilangan di single “Forever Still”

Published

on

iMusic.id – Band metalcore asal Indonesia, REVIND, resmi merilis single terbaru mereka berjudul “Forever Still” pada 26 Februari 2026 lalu. Lagu ini menjadi karya paling emosional yang pernah mereka rilis, sebuah elegi tentang kehilangan, cinta, dan kenangan yang tetap hidup meski seseorang telah tiada.

“Forever Still”menceritakan tentang seseorang yang harus menghadapi kenyataan pahit ditinggalkan untuk selamanya oleh orang yang paling ia cintai. Melalui lirik seperti “Still I see Your face every time I close my eyes” dan “You’re forever still in my heart”, REVIND menggambarkan bagaimana duka tidak pernah benar-benar hilang, ia hanya berubah bentuk, hidup dalam ingatan dan perasaan.

Secara musikal, lagu ini memadukan riff berat khas metalcore dengan atmosfer melankolis dan dinamika emosional yang kuat. Breakdown yang intens berpadu dengan bagian melodik yang sendu, menciptakan ruang bagi pendengar untuk merasakan kesedihan, kemarahan, hingga penerimaan dalam satu perjalanan yang utuh dari REVIND.

Vokal yang penuh tekanan emosional memperkuat pesan tentang kehampaan, keterpurukan, dan cinta yang tak pernah padam. Kalimat seperti “Flowers laid out to You, heaven is waiting for You” menjadi simbol perpisahan terakhir yang pahit namun penuh keikhlasan.

Dengan “Forever Still”, REVIND menunjukkan kedewasaan dalam penulisan lagu dan produksi. Lagu ini bukan hanya tentang kehilangan, tetapi tentang bagaimana seseorang tetap hidup dalam hati orang yang mencintainya. Tema universal ini membuat “Forever Still” relevan bagi siapa pun yang pernah merasakan duka mendalam.

Single ini telah tersedia di seluruh platform digital streaming.

Continue Reading