Connect with us
Olegun Gobs Olegun Gobs

iMusic

“Olegun Gobs” menghadirkan “We Dont Know What Ska Is” untuk single terbaru!

Published

on

iMusic – OLEGUN GOBS merupakan Unit Skabies yang lahir di Jatinangor pada Oktober 2012. OLEGUN GOBS menghadirkan “We Dont Know What Ska Is” untuk single terbaru.

Lahir dari kultur masyarakat kampus Sastra Unpad yang menggilai Buku, Cinta, dan Pesta, OLEGUN GOBS mencoba menghadirkan lirik-lirik bertemakan kegilaan dan kebahagiaan.

Beberapa kali pergantian pemain dibeberapa lini pun tidak dapat terelakkan dan akhirnya OLEGUN GOBS mengesahkan formasi inti hingga saat ini. OLEGUN GOBS kini diragai oleh 9 orang yang haus akan spirit teenager ini diantaranya Aryobimo Pratama Mulyantono (drum), Ali Dwijulianto (lead guitar), Helmi Raihan (rythm guitar & back vocal), Fajar Dwi Anugrah (bass), Sufyan Mutahar (percussion), Faiz M Fitrandika (trombon), Aditya Porsiana (saxophone), Davin Permana Putra (trumpet) dan Yahya Hafidhudin (vocal).

Berawal dari keresahan kala bermain di gigs komunitas Ska yang memandang sebelah mata Olegun Gobs dengan musiknya yang telah melewati pakem-pakem kolot Ska, Yayoi menuangkan perasaan spontannya selama perjalanan pulang dalam lirik yang menjadi embrio atas single “We Don’t Know What Ska” Is ini.  

Digarap pada Desember 2020 di studio Arten Audioworks, single ini merupakan kelanjutan dari Virtual Showcase dengan tajuk yang sama, yang mengusung citraan musikalitas Olegun Gobs yang tak lagi berpegang pada pakem-pakem kolot musik Ska. Virtual showcase ini pun dibuat secara kolektif dengan bantuan kolega Jatinangor Olegun Gobs, yakni; Rumus Records, Cinemora Pictures, Papahcerewet, Get Well Sound, Kanal HQ, Motion Beast, dengan kolaborator Abyan “Acin” Nabilio dari The Panturas.

Seakan mengejek, Olegun Gobs secara sengaja menghadirkan nuansa Two-tone yang menjadi ciri besar dari musik Ska dengan judul yang kontradiktif; “We Don’t Know What Ska Is.” Sebagaimana tertulis dalam lirik pembukanya, ‘We never know what Ska is, sometimes we just don’t play it right”, jelas hadir pertanyaan mendasar atas apa yang dapat dikatakan salah dan benar dalam sebuah karya yang terkotak-kotakkan dalam sebuah genre.

Tanpa minat untuk mengacuhkan kotak-kotak tersebut, Olegun Gobs meriliskan single ini yang juga menjadi pembuktikan atas kemampuan mereka untuk membawa pakem-pakem tersebut dengan kebaruan yang mereka miliki.

Diproduseri secara mandiri oleh Olegun Gobs, single ini kembali melibatkan Hadyan Fazari dalam pengerjaan mixing serta mastering-nya. Bekolaborasi dengan Firras Nabilah pada pengerjaan Artwork dan Video Lyric, single ini telah diriliskan tertanggal 8 Oktober 2021 di bawah naungan Buah Tapa Records dan dapat dinikmati melalui kanal Youtube Olegun Gobs dan untuk Digital Store Music akan dirilis pada tanggal 15 Oktober 2021.  (FE)

iMusic

Pagi Nyanyi luncurkan single easy listening berjudul “Pastikan Dia Untukku”

Published

on

iMusic.id – Kota Bandung tidak pernah kekurangan talenta – talenta yang bagus dalam urusan tarik suara, terbukti selalu saja ada pendatang baru yang hadir menunjukan kreatifitasnya lewat perilisan single atau mini album ataupun full album seperti trio vokal ‘Pagi Nyanyi’ yang baru saja merilis single ketiga berjudul “Pastikan Dia Untukku”.

Di produksi oleh trio ‘Pagi Nyanyi’ dan di produseri oleh mereka bersama Erik Suhendri dan Adi Prisada, trio Nonnie, Uchi dan Renjana memperkenalkan single yang nge pop dan easy listening pada aransemen musiknya yang ditangani oleh pencipta dan penulis lagunya langsung yaitu Suci Rahayu Dewi yang dibantu juga oleh Erik Suhendri.

Trio ‘Pagi Nyanyi’ yang terbentuk di tahun 2020 dikarenakan hobi yang sama dalam berolahraga pagi dan bernyanyi ini sebelumnya sudah merilis dua single yaitu : “Untukku Kamu Mati” dan “Womens’s Always Right”. Dua lagu tersebut masih bernuansa pop, namun single kedua yang berjudul “Womens’s Always Right” tercatat lebih up beat daripada single pertama mereka “Untukku Kamu Mati” dan single ketiga “Pastikan Dia Untukku” agak – agak mirip dengan single pertama mereka yang lebih easy listening.

Single ketiga ‘Pagi Nyanyi’ berjudul “Pastikan Dia Untukku” ini mengangkat tema cinta yang sederhana, yang bercerita tentang bagaimana orang yang sedang jatuh cinta dengan rasa sedih dan gembira yang bercampur aduk. Melalui single “Pastikan Dia Untukku” ini, ‘Pagi Nyanyi’ berharap dapat diterima dan dinikmati oleh seluruh pecinta musik  dimanapun berada dan turut mewarnai dunia musik Indonesia.

Single ‘Pagi Nyanyi’ – Pastikan Dia Untuku” sudah bisa disimak di seluruh Digital Store Platform kesayangan teman – teman pecinta musik nasional ya.

Continue Reading

iMusic

Ras Gito sebarkan “Hal Baik” di debut karirnya

Published

on

iMusic.id – Bulan ini industri musik Indonesia kembali diwarnai penyanyi pendatang baru, ialah Ras Gito yang akan baru saja merilis single pertamanya berjudul “Hal Baik”. Menyimak lagu debut dari Ras Gito ini mengingatkan kita akan lagu – lagu pop ala Kerispatih namun Ras Gito mempunyai karakter tersendiri yang mampu membuat lagu ini menjadi terasa dalam.

Lagu yang ditulis dan diproduseri oleh Nanda Wijoyo ini mengusung tema melanjutkan hidup, menemukan kedamaian dan sembuh dari luka hati. Menggandeng musisi berbakat tanah air yaitu, Afif Gifano sebagai Music Director yang berperan penuh dalam hal aransemen dan produksi musik, lagu ini siap menggugah hati yang mendengarnya.

“Lagu ini nggak cuma sangat personal bagi saya, tapi saya juga yakin bahwa apa yang akan saya sampaikan di lagu ini bisa relate dengan banyak orang, terutama mereka yang sudah pernah melalui beratnya masa-masa perjuangan after breakup atau hal-hal menyakitkan lainnya. Saya senang punya kesempatan berkolaborasi dengan teman-teman saya untuk karya pertama saya ini dan saya tidak sabar membagikan ‘Hal Baik’ kepada dunia”, ujar Ras.

Debut Ras Gito ‘Hal Baik’ sudah bisa dinikmati di berbagai platform musik streaming sejak 21 Juni 2024.

Continue Reading

iMusic

Hubungan penuh keraguan Mudhofar di single baru “Jalan Buntu”

Published

on

iMusic.id – Setelah merilis single “Peran Utama”, Mudhofar melanjutkan perjalanannya menuju album perdananya. Setelah sekian lama bermain-main dengan perasaan, akhirnya Mudhofar berhasil jatuh cinta lagi. Tetapi, kisah cinta sang Peran Utama justru harus berakhir di “Jalan Buntu”. Karakter ‘Redflag’ yang ia ciptakan saat ini, membuatnya tidak ingin pusing dengan drama dalam satu hubungan, apalagi drama yang tidak penting.

“Jalan Buntu” merupakan sebuah lagu yang menceritakan tentang hubungan yang selalu penuh keraguan. Pasangannya yang haus akan validasi, membuat Mudhofar lelah dan semakin hilang perasaannya. Menurutnya, hubungan yang dewasa adalah hubungan yang yakin satu sama lain tanpa harus mempertanyakan perasaan sayangnya. Jika terus menerus mempertanyakan hal yang sama, artinya tidak ada rasa yakin dan lebih baik diakhiri.

“Semakin lama semakin jelas, kalo gue gak ngelihat orang ini ada di masa depan gue.”, jelas Mudhofar.

Selain itu, Mudhofar juga merasa jika di hubungannya pada saat itu tidak membuat dirinya berkembang karena pasangannya terlalu menjadi penghambat. Dengan nuansa musik Pop/Rock, solois 24 tahun ini berharap dapat memuaskan para pendengar musik dari berbagai kalangan serta dapat memberikan kontribusi positif terhadap industri musik tanah air.

Tentang Mudhofar

Mudhofar sebelumnya tidak menyangka akan menjatuhkan pilihan hidupnya di musik. Sebelumnya, ia hanya hobi menulis puisi, sajak, dan semacamnya. Memulai debutnya di single “Hilang Diri” (2020), Mudhofar kecanduan di musik dengan merilis 6 single, dan 2 EP. Singer-songwriter kelahiran tahun 2000 ini, telah menjadi musisi independen sampai saat ini dengan total 13 lagu di DSP.

Continue Reading