Connect with us

iMovies

Pahitnya Kehidupan ‘Guru Ngaji’ Yang Difilmkan

Published

on

iMovie – Satu lagi film pendatang baru persembahan dari Chanex Ridal Pictures untuk menghibur khalayak luas. Film tersebut berjudul ‘Guru Ngaji’ dan memang didedikasikan untuk menghormati seseorang dari masa lalu yang mengajarkan tentang ilmu ke-agamaan.

Film berdurasi 100 menit ini menampilkan duet antara pemenang Piala Citra, Donny Damara dan Dewi Irawan. Tak hanya itu, film ini juga mengajak beberapa komedian sebut saja Tarzan (Pak Kepala Desa), Dodit Mulyanto (Yanto), Ence Bagus (Parmin), Andania Suri (Rahma), Verdi Solaiman (Koh Alung), dan aktor cilik pendatang baru Akinza Chavelier (Ismail).

Film ini menceritakan tentang Mukri (Donny Damara), seorang guru ngaji yang selama ini ikhlas mengajar tanpa mengharap balasan materi di sebuah daerah bernama desa Tempuran. Untuk mencukupi kebutuhan keluarga, Mukri terpaksa mengambil pekerjaan sampingan sebagai badut agar semua kebutuhan tercukupi. Suatu saat Mukri dilanda dilema yang menurutnya cukup besar karena dirinya merasa menjadi guru ngaji merupakan pekerjaan yang mulia dan terhormat, sementara profesinya menjadi badut justru sebaliknya. Karena hal tersebut ia harus merahasiakan soal kehidupannya sebagai badut dari keluarganya dan segenap warga desa.

Sebuah persoalan muncul ketika Mukri menerima permintaan dari Pak Kades untuk tampil memimpin doa di acara ulang tahun anaknya, tetapi disisi lain dirinya juga mendapat tawaran sebagai badut di acara yang sama. Akankah rahasia yang selama ini Mukri simpan dalam-dalam terbongkar? Kita saksikan kelanjutan ceritanya pada 22 Maret 2018 mendatang di seluruh bioskop di Indonesia.

(Tito/iMusic)

iMovies

Film “Seni Memahami Kekasih” luncurkan poster dan trailer

Published

on

iMusic.idIDN Pictures merilis teaser poster dan tampilan perdana (first look) film drama komedi romantis terbaru dari produser Susanti Dewi dan sutradara Jeihan Angga, “Seni Memahami Kekasih.” Melalui perilisan teaser poster dan first look, IDN Pictures sekaligus mengumumkan jadwal rilis film pada 5 September 2024.

Teaser poster “Seni Memahami Kekasih” yang dirilis pada 4 Juli 2024 melalui akun Instagram @idnpictures dan @film__smk menampilkan Elang El Gibran sebagai Agus Mulyadi (Agus Magelangan) dan Febby Rastanty sebagai Kalis Mardiasih yang mengenakan helm dan mengendarai sepeda motor, dengan latar belakang para pemeran lain di antaranya Sisca Saras, Devina Aureel, Desy Genoveva, Yusril, dan Benecdivity.

Sementara pada first look “Seni Memahami Kekasih” yang dirilis pada 5 Juli 2024 dan dapat disaksikan melalui akun Instagram @idnpictures dan kanal YouTube IDN Pictures, menampilkan Elang El Gibran dan Febby Rastanty sebagai sepasang kekasih yang sederhana namun jenaka. Keduanya menjalin hubungan percintaan layaknya orang biasa pada umumnya, tetapi pada akhirnya dihadapkan pada kompleksitas hingga terjadi perselisihan dan salah paham. Kisah keduanya dalam “Seni Memahami Kekasih” pun terasa heartwarming dan relatable yang bisa dirasakan banyak orang.

Melalui first look berdurasi 30 detik tersebut “Seni Memahami Kekasih” juga memperlihatkan bagaimana Agus dan Kalis memaknai cinta dan memperjuangkannya. Membuat kisah cinta mereka unik dan membumi dengan yang dialami oleh para pejuang cinta. Selain Elang El Gibran dan Febby Rastanty, first look juga menampilkan Sisca Saras dan Devina Aureel sebagai sahabat Febby.

Agus Mulyadi dan Kalis Mardiasih adalah pasangan penulis. Agus merupakan blogger, penulis buku, dan redaktur sebuah media yang berbasis di Yogyakarta, Mojok.co. Sementara Kalis merupakan penulis dan aktivis yang peduli pada isu-isu perempuan dan sosial. Kisah Agus bertemu dengan Kalis dituangkan dalam buku “Sebuah Seni untuk Memahami Kekasih” yang memiliki kesederhanaan cerita cinta orang biasa. Pacaran naik motor, kehujanan, dan berteduh sebelum lanjut motoran pakai jas hujan. Kisah sederhana yang akan mewakili banyak kisah cinta orang-orang biasa, dan akan membawa kelucuan nan hangat di dalam filmnya.

Head of IDN Pictures dan Produser “Seni Memahami Kekasih” Susanti Dewi mengatakan film ini mengajak para penonton untuk memahami makna cinta lewat penuturan yang sederhana dan kisah pasangan yang jenaka, namun juga memiliki pesan yang relevan dan kontekstual dengan Gen Z. Menurut Susanti, film “Seni Memahami Kekasih” dapat berbicara ke seluruh kalangan penonton karena isu persoalan memahami pasangan ada di setiap generasi dan lapisan masyarakat.

“Film “Seni Memahami Kekasih” merupakan cerita yang unik dari kisah pasangan Agus Mulyadi dan Kalis Mardiasih, dibalut dengan komedi romantis. Film ini ingin mengajak penonton dalam memahami orang yang kita cintai lewat perjalanan Agus dan Kalis. “Seni Memahami Kekasih” juga relatable dengan Gen Z untuk menjelajahi makna cinta dalam kehidupan yang serba kompleks saat ini, sehingga cerita di film ini akan terasa heartwarming,” kata Head of IDN Pictures dan Produser “Seni Memahami Kekasih” Susanti Dewi.

Film “Seni Memahami Kekasih” merupakan film panjang ketiga dari Jeihan Angga. Sebelumnya, ia telah menggarap “Mekah I’m Coming” dan “Just Mom.” Jeihan juga telah menerima penghargaan di Piala Maya 2021 sebagai Sutradara Pendatang Baru Terbaik dan Penulis Skenario Adaptasi Terbaik. Di film terbarunya, Jeihan ingin menyampaikan perjuangan sepasang kekasih dalam memaknai cinta lewat karakter-karakternya yang sederhana.

“Ketika generasi saat ini dihadapkan pada semakin rumitnya memaknai arti cinta, film “Seni Memahami Kekasih” ingin mengajak para penonton terutama penonton Gen Z dalam menyelami perjuangan menemukan cinta sejati lewat kisah sederhana antara Agus dan Kalis,” kata Jeihan Angga.

Film “Seni Memahami Kekasih” merupakan adaptasi dari buku berjudul “Sebuah Seni untuk Memahami Kekasih” karya Agus Mulyadi yang menceritakan perjalanan Agus Mulyadi dalam menemukan cinta sejati. Perjalanan romansanya yang tak pernah mulus lalu berubah ketika bertemu dengan Kalis Mardiasih.

Film akan mengikuti perjalanan cinta keduanya yang penuh drama dan kelucuan mereka dalam menyikapi masalah yang menghampiri. “Seni Memahami Kekasih” akan membawa drama komedi romantis yang unik dari kisah cinta orang biasa untuk diikuti.

Ikuti terus perkembangan film drama komedi romantis persembahan IDN Pictures “Seni Memahami Kekasih” melalui akun Instagram resmi @idnpictures dan @film__smk yang akan tayang di jaringan bioskop pada 5 September 2024.

Continue Reading

iMovies

Film “Sekawan Limo” akan segera hibur penonton nasional di awal Juli 2024

Published

on

iMusic.id — Film komedi horor terbaru persembahan Starvision dan Skak Studios yang disutradarai Bayu Skak, “Sekawan Limo” akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 4 Juli 2024. Film “Sekawan Limo” membawa hiburan ringan yang meredakan stres kehidupan sekaligus mengajak penonton untuk berdamai dengan masa lalu mereka.

“Sekawan Limo” mengikuti kisah Bagas, Lenni, Dicky, Juna, dan Andrew yang dipersatukan ketika mendaki Gunung Madyopuro. Penjaga pos pendakian mewanti-wanti: Rombongan harus genap, dan dilarang menoleh ke belakang atau akan ada yang mengikuti!

Namun, Mereka gagal mematuhi mitos, dan sepanjang perjalanan terus menerus dihantui. Setelah tersesat hingga malam 1 Suro, akhirnya mereka sadar kalau dari berlima salah satunya bukanlah manusia, dan mulai saling tuduh siapa yang hantu di antara mereka?

“Sekawan Limo” menjadi kolaborasi terbaru Bayu Skak dengan Starvision dan produser Chand Parwez Servia setelah kesuksesan waralaba film “Yowis Ben.” Film “Sekawan Limo” sebagian dialognya menggunakan bahasa Jawa khas Jawa Timuran yang disertai subtitle bahasa Indonesia. Selain menyutradarai, Bayu Skak juga turut bermain dan mengisi soundtrack film berjudul “Gusti, Matur Nuwun”.

Film “Sekawan Limo” dibintangi oleh Bayu Skak, Nadya Arina, Keisya Levronka, Dono Pradana, Benidictus Siregar, Indra Pramujito, Firza Valaza, Devina Aureel, Cak Kartolo, Tini Kartolo, Tri Karnadinata, Beta Sofiansyah, Audya Ananta, Angie Williams, Sarah Tumiwa, Arif Alfiansyah, Cak Ukil, dan lain-lain.

Produser “Sekawan Limo” Chand Parwez Servia mengungkapkan, Bayu Skak akan kembali membawa kesegaran humor ringan universal digabung humor khas Jawa Timuran dengan bumbu horor mitos pendakian gunung. Menurutnya, cerita “Sekawan Limo” akan menjadi sajian hiburan yang mampu membawa penonton rileks sejenak dari penatnya rutinitas.

“Bayu Skak kembali membawa film dengan sebagian dialog berbahasa Jawa dengan sentuhan berbeda dari sebelumnya. Kali ini, melalui “Sekawan Limo” ia ingin menawarkan genre komedi horor yang juga menyinggung soal mitos dalam dunia pendakian gunung di Jawa Timur. Semoga komedi kontemplatif ala Bayu Skak bisa menghibur penonton dan meringankan beban kehidupan atau beratnya rutinitas kita sehari-hari,” kata produser “Sekawan Limo” Chand Parwez Servia.

Sutradara dan pemeran “Sekawan Limo” Bayu Skak menambahkan, meski film ini memiliki unsur horor tapi horor yang dibawa bukanlah kengerian yang membuat merinding ataupun teror. Justru, horor di “Sekawan Limo” ingin ditertawakan dan menjadi hiburan penuh tawa.

Selain itu, melalui para karakter di film “Sekawan Limo” Bayu Skak juga mengungkapkan di film ini ia ingin mengajak penonton agar bisa berdamai dengan masa lalu mereka. Apa yang dibutuhkan adalah menghadapinya, alih-alih lari dan menghindar.

“Horornya tetap bikin tegang tapi enggak bikin capek pas nonton. Film “Sekawan Limo” ingin membawa hiburan ringan yang bisa bikin kita lupa sejenak sama beratnya kehidupan. Melalui film ini saya juga ingin mengajak penonton untuk bisa berdamai dengan masa lalu mereka, apa pun itu situasinya. Entah itu buruk, bahagia, semua ya dihadapi dan jangan menghindari. Itu juga yang akan ditunjukkan di film ini dari para karakternya,” kata sutradara dan pemeran film “Sekawan Limo” Bayu Skak.

Nadya Arina sebagai salah satu pemeran di film “Sekawan Limo” juga mengungkapkan dirinya sangat antusias dengan perilisan film terbarunya tersebut. Menurutnya, film “Sekawan Limo” akan menjadi film komedi horor yang berbeda sekaligus relatable karena selain menggunakan dialog komedi khas Jawa Timuran, filmnya juga memiliki tema cerita seputar pendakian gunung yang sangat dekat dengan masyarakat Indonesia.

“Senang sekali aku bisa berada di antara Mas-Mas Jawa yang kocak semuanya. Karakterku memang enggak berdialog dengan bahasa Jawa tapi berada di lokasi syuting dengan mereka selalu membuatku tertawa. Jadi tentunya kekocakan “Sekawan Limo” juga akan relate dengan banyak penonton,” kata Nadya Arina yang memerankan Lenni.

Saksikan film komedi horor “Sekawan Limo” di jaringan bioskop Indonesia mulai 4 Juli 2024! Ikuti terus perkembangan informasi terbaru film “Sekawan Limo” melalui akun Instagram @sekawanlimo, @starvisionplus, dan @skakstudios.

Continue Reading

iMovies

“Heartbreak Motel”, kisah cinta segitiga segera tayang

Published

on

iMusic.id Visinema Pictures baru saja merilis teaser film terbaru, “Heartbreak Motel“, adaptasi novel laris Ika Natassa. Kolaborasi pertama sineas Angga Dwimas Sasongko dan Ika Natassa ini menyajikan drama romantis yang berbeda, mengangkat kisah cinta segitiga yang penuh gejolak di tengah gemerlapnya dunia selebriti.

 Teaser yang kini tersedia di kanal YouTube Visinema dan akun Instagram @heartbreakmotelfilm, memberikan gambaran sekilas tentang kehidupan Ava Alessandra (diperankan oleh Laura Basuki), seorang selebriti yang berada dalam 2 pilihan untuk melabuhkan cinta kepada sesama selebriti atau cinta sederhana dari laki-laki biasa.

“Heartbreak Motel” mengisahkan perjalanan Ava, seorang aktris terkenal yang merindukan cinta sejati dibalik gemerlapnya dunia selebriti, Ava merindukan cinta sejati. Kehadiran Malik, seorang aktor pujaan dan Raga, seorang pekerja biasa semakin memperumit kisah cintanya. Ava harus memilih antara cinta yang glamor dan familiar, atau cinta yang sederhana namun tulus.

Setelah ketagihan menggarap film aksi blockbuster seperti “Mencuri Raden Saleh” dan “13 Bom di Jakarta“, Angga Dwimas Sasongko kini kembali menyutradarai drama romantis lewat “Heartbreak Motel”. Film ini menjadi kesempatan bagi Angga untuk kembali mengeksplorasi sisi romantis dan emosional dari kehidupan para selebriti, menghadirkan drama cinta yang penuh intrik dan konflik batin.

Eksplorasi teknis juga dilakukan oleh Angga, dimana dia menggunakan tiga jenis format kamera selama proses shooting, mulai dari kamera digital, kamera seluloid 16 milimeter dan 35 milimeter.

“Saya selalu tertarik dengan kontras, di sini antara aspek glamor industri hiburan dan kehidupan pribadi yang mungkin penuh dengan kerentanan. Penonton mungkin membayangkan dunia selebritas itu superior, padahal mereka juga sama – sama manusia seperti kita semua.” ujar Angga Dwimas Sasongko, sutradara dan produser eksekutif film ini.

“Melalui ‘Heartbreak Motel’, saya ingin mengeksplorasi sisi romantis dan emosional dari kehidupan para selebriti, menghadirkan drama cinta yang penuh intrik dan konflik batin. Kami berharap film ini bisa mengajak penonton terbuai ke dunia penuh glamor, tapi sekaligus menggugah perasaan.” Ika Natassa, penulis novel “Heartbreak Motel,” turut mengungkapkan kegembiraannya melihat adaptasi film ini.

“Saya senang sekali melihat visi Angga Sasongko dalam menerjemahkan dunia ‘Heartbreak Motel’. Ia tak hanya menampilkan gemerlapnya kehidupan selebriti, namun juga tidak melupakan jiwa dari kisah ini, yaitu tentang pencarian cinta sejati dan penerimaan diri,” ujarnya.

Laura Basuki sebagai pemeran utama, mengaku tertantang dengan karakter yang ia perankan.

“Saya cukup familiar dengan sisi glamor kehidupan di industri hiburan. Namun, Ava mengajarkan saya bahwa di balik gemerlapnya lampu sorot, terdapat kerinduan akan koneksi yang tulus dan mendalam. Saya merasa terhormat dapat menghidupkan karakter kompleks ini, dan berharap penonton dapat terhubung dengan perjalanan emosional Ava dalam mencari cinta sejati di tengah hiruk-pikuk dunia selebriti.” “Heartbreak Motel” akan segera hadir di bioskop pada 1 Agustus 2024.

Continue Reading