Connect with us

iMusic

Penantian Panjang “Khatulistiwa Band” Lewat Album “Miracle”.

Published

on

iMusic – Penantian Panjang Khatulistiwa Band hadir dengan menyuguhkan genre urban pop, era 80an. Band yg beranggotakan 7 orang laki-laki asal Bogor ini yakin musik mereka akan menjadi pilihan terbaik Bagi pecinta musik tanah air.

Tahun 2010 kami pun mewujudkan cita-cita kami untuk membuat album. Akan tetapi belum project album perdana band kami released, band kami harus vakum ,karena vocalist kami, terkena musibah. Luki harus menjalani operasi pengangkatan tumor yang menyebabkan kebutaan.

Sehingga album tersebut terpendam sampai kurang lebih 11 tahunan. Kenapa bisa 11 tahunan karena project album miracle ini dimulai Tahun 2010. Dan akan di released ditahun yang sama. Sampai akhirnya terpendam cukup lama.

Beruntung kami mempunyai sahabat yang luar biasa yang membantu album kami ini akhir released di industri musik tanah air. Siapa sahabat kami ini, tidak lain adalah Ferdy Tahier, seorang hits maker, vocalist band Element.

Tidak hanya seorang sahabat yang luar biasa. Tahun 1997 Ferdy adalah pemain piano di khatulistiwa. Di Album Miracle kami, kami juga mengajak beberapa teman musisi, Coky NTRL Dan Shelomita.

Kenapa album kami dinamai “Miracle” tidak lain adalah rasa Syukur kami Kepada ALLAH SWT tentu saja keluarga kami. Juga rasa Syukur kami semua karena masih bisa bersama-sama, luki dengan kekurangannya masih terus mau bernyanyi karena kecintaan dengan musik, selain itu dengan cita-cita kami diawal agar album kami release. Ini Sebuah penantian Panjang buat kami, Khatulistiwa, akhirnya album ini released dan terwujud.

Semoga album miracle Khatulistiwa bisa meramaikan industri musik tanah air khususnya para pencinta musik tanah air. Selamat menikmati. (FE)

iMusic

Luncurkan Album Kedua, “Everlast”, “Fabio Asher” Mengeksplorasi Perasaan.

Published

on

iMusic.idFabio Asher, salah seorang musisi yang tak asing lagi di dunia musik, akan meluncurkan album keduanya yang sudah sangat dinantikan bertajuk “Everlast“. Dalam pernyataannya, Fabio menyampaikan bahwa album ini menjadi sebuah manifestasi dari harapannya untuk menciptakan suatu karya yang abadi, sebuah karya yang dapat dikenang selamanya.

Dengan mengangkat single “Mahir Memberi Luka” secara fokus single, kali ini Fabio Asher juga memberikan sebuah jembatan yang manis menuju album Everlast yang menjadi rumah juga bagi single ini

“Everlast” tidak sekadar menjadi judul album, tetapi juga menjadi inti dari pesan yang ingin disampaikannya. Ada 10 lagu yang sudah dipersiapkan, setiap lagu memiliki ciri khasnya sendiri, mulai dari aransemen yang menawan, tema lagu yang mendalam, hingga genre yang beragam, yang belum pernah ditunjukkan oleh Fabio sebelumnya.

Fabio berharap agar setiap Lagu yang ditulis dan dinyanyikannya menjadi sebuah pesan yang tak akan pernah pudar, melainkan akan terus hidup dan dikenang di masa depan. Ia percaya bahwa musik memiliki kekuatan untuk menghubungkan manusia dengan berbagai cerita kehidupan, dan album ini merupakan upayanya untuk menjadi bagian dari suatu kenangan yang abadi bagi para pendengarnya.

Melalui album ini, pendengar akan diantar melalui perjalanan emosional yang mendalam, dari lantunan melodi yang menggetarkan hati hingga lirik yang mendalam.

Setiap lagu dalam “Everlast” bukan hanya sekedar rangkaian nada dan lirik, tetapi juga memiliki cerita yang akan meresap ke dalam ruang hati pendengar, siap untuk menemani mereka dalam setiap fase kehidupan.

Fabio mengajak para pendengar untuk meluapkan perasaan mereka melalui karyanya. Ia berharap bahwa album ini akan menjadi bagian dari perjalanan hidup mereka, menjadi sebuah jawaban dan penghiburan yang abadi. Seperti hal nya lagu “Mahir Memberi Luka” yang menjadi single andalan di album ini, yang juga memberi sebuah cerita yang berbeda dalam album ini.

Lagu “Mahir Memberi Luka” dari album “Everlast” ini sudah bisa didengarkan secara serentak di seluruh platform musik digital. Semoga kalian semua bisa suka dengan lagu-lagunya dan tiap lagu bisa mewakili berbagai perasaan kalian. Selamat mendengarkan ! (FE)

Continue Reading

iMusic

Lanjutkan Perjalanan EP “Sejiwa”, “The Groove” Perkenalkan “Jangan Tanya”.

Published

on

iMusic.id – Melanjutkan perjalanan EP ‘SEJIWA’ yang rilis tahun lalu, THE GROOVE ingin memperkenalkan ‘JANGAN TANYA’ sebagai single ketiga setelah “Lebih Indah” dan “Sejiwa” yang sebelumnya sukses diterima dengan baik oleh pecinta musik Indonesia.

Lagu yang dibawakan bersama Tiara Effendy sebagai featuring vocalist ini memliki cerita yang sangat relate-able dengan banyak pendengar. Tentang sepasang kekasih yang mengawali hubungannya sebagai teman baik, saling mengagumi dan tanpa disadari perlahan cintapun menghampiri di antara mereka. Ketika cinta itu terjadi, tidak usah dipertanyakan mengapa? Ikuti saja arahNya, jalani saja .

‘JANGAN TANYA’ merupakan lagu pertama yang direkam untuk EP ‘SEJIWA’, dikomposisikan Reza (vokal) bersama Ari Firman (bass) yang didukung oleh deretan musisi di divisi string yang diaransemen oleh Ari Firman dan Ava Victoria serta direkam secara live oleh string quartet asal Bandung : Widya (cello), Rama (violin), Fadliansyah (violin 2) dan Agung (viola).

Aransemen vokal yang indah jugad didukung oleh Irvnat sebagai vocal director yang menambah suasana romansa untuk merepresentasikan pesan yang ingin disampaikan.

Perilisan lagu ini bersamaan dengan tayang perdana video lirik yang sudah bisa ditonton di kanal Youtube THEGROOVE Channel 1997 yang dikerjakan bersama Team Heijmma Collective Production dan Dichod.

Semua lagu di EP Sejiwa juga sudah dibisa didengarkan di semua Digital Store Platform dan semoga dapat dinikmati dengan baik oleh pecinta musik Indonesia. (FE)

Continue Reading

iMusic

“The Signals” Kembali Rilis Single Terbaru di 2024 , Yang Bertajuk “Pembalasan”.

Published

on

iMusic.id – Setelah merilis 3 Single Pada Tahun 2023 , The Signals Kembali merilis single terbaru di 2024 , Yang bertajuk “Pembalasan”, lagu ini Bercerita tentang luapan rasa sakit hati dan dendam seseorang, penggalan lirik yang begitu tajam dan lantang seperti di reff, “Jangan Bermimpi Kau Kan Bahagia“.

Secara music , lagu ini sangat terasa lebih tegas , terdengar dari cara bernyayi James (Vocal) yang sangat Lantang dari awal sampai reff dan ending lagu, namun tetap menjaga harmony nada yang masih ear catchy. Didepartement Guitar, Erland dan Ryan bermain dengan sound distorsi yang sangat Hi Gain, dan terdapat part bagian duo guitar harmonisasi yang sangat ciamik.

Untuk bagian beat keeper (Drum), sangat kerasa lebih progressif dan fresh dengan ketukan yang bervarisasi dari Personil baru The Signals “Gilang” , hal itulah yg membuat Rizal (Bass) lebih bervariasi dalam menyatukan beat drum dan Bass yang bernuansa Modern Rock.

Bisa Dibilang Lagu Pembalasan , merupakan salah satu lagu indentitas dari The Signals, sangat kerasa karakter bermusik yang sangat lepas dari setiap member The Signals dilagu ini.

Lagu ini diciptakan oleh James (Vocal) dan Erland(Guitar) , dan masuk dapur rekaman pada tahun 2023 ,dirilis pada tahun 2024 diproduseri oleh The Signals Lagu Pembalasan , sudah dapat dinikmati di Semua Platform Digital , untuk Video klip bisa disaksikan di Official Channel Youtube The Signals. (FE)

Continue Reading