Connect with us

iMusic

Penyanyi Muda Asal Jakarta “Noni” Merilis Single Terbarunya Berjudul ‘BOYISH’.

Published

on

iMusic –  Setelah melepas beberapa single dan juga proyek kolaborasi sepanjang tahun ini, kini penyanyi muda asal Jakarta Noni merilis single terbarunya berjudul ‘BOYISH’. Lagu ini merupakan single pembuka menuju extended play (EP) perdana Noni yang direncanakan rilis bulan depan.

Dalam penggarapan musik untuk single ‘BOYISH’, Noni dibantu oleh CVX sebagai produser. Bukan hanya untuk single ini, CVX juga dipastikan akan menjadi produser untuk EP pertamanya Noni. Sebelumnya pria dengan nama asli Ikki Witjaksono ini juga memproduseri single ‘I Don’t Know You’ milik Noni yang dirilis bulan April lalu.

Lagu ‘BOYISH’ yang ditulis sepenuhnya oleh Noni bercerita tentang pengalaman pribadinya sekaligus bentuk ungkapan rasa jengkelnya ketika banyak yang menyalahpahami identitasnya sebagai seorang perempuan.

“Aku ingin orang-orang, ya terutama para perempuan yang mungkin berpakaian seperti laki-laki – nyamannya mungkin pakai celana dibanding rok, pakai tshirt dibanding baju sabrina, atau pun lebih senang memiliki rambut pendek sampai tingkah lagunya sedikit tomboy atau boy-ish (BOYISH). Itu gak ada salahnya sama sekali. Kalau itu memang identitas kalian, ya udah itu adalah kalian dan tidak ada yang bisa mengatakan tidak – Jangan memperdulikan apa yang orang lain pikir itu terbaik. Lakukan apa yang kalian mau.” ungkap Noni mengenai pesan dibalik lagu BOYISH ini.

Secara musik lagu ini memiliki unsur R&B dan musik Pop yang kental namun dalam segi aransemen ‘BOYISH’ berhasil digarap secara simple tapi masih mempunyai unsur groovy. Untuk lagu ini Noni juga mengambil banyak inspirasi dari musisi luar seperti Amy Winehouse sampai musisi asal Korea Selatan, Yerin Baek dan HEIZE – yang juga mempengaruhi proses pembuatan EP perdana Noni secara keseluruhan kabarnya.

Selain menjadi single pertama yang dirilis dari EPnya mendatang, ‘BOYISH’ juga merupakan lagu yang bisa memberikan gambaran umum dari keseluruhan tema EP yang akan dirilis oleh Noni pada bulan November mendatang.

‘BOYISH’ sudah bisa didengarkan mulai hari ini 9 Oktober 2020 di berbagai layanan streaming digital seperti Spotify, Apple Music, JOOX, YouTube, dan lainnya.

Noni Amaranggani atau lebih akrab dengan nama Noni adalah seorang penyanyi sekaligus penulis lagu berusia 20 tahun asal Jakarta. Awal mula Noni masuk ke industri musik berawal dari dirinya rajin memposting lagu di Soundcloud. Karakter vokal Noni yang unik banyak menarik perhatian dari beberapa produser yang sedang menggeluti dunia maya.

Pada tahun 2018, Noni diajak untuk menjadi seorang featured artist di sebuah lagu berjudul ‘Linger’ yang diproduseri oleh Zehan, single ini juga merupakan lagu pertama yang Noni rilis di layanan digital musik. Tidak lama kemudian Noni kembali merilis ‘Toxic Ovr Ya’ yang merupakan lagu bersama Andre, seorang produser / DJ dibawah naungan Pon Your Tone.

Noni juga berkolaborasi dengan beberapa musisi dan produser seperti Dexfa (‘Sleeptight’), Clevt (‘Goodbye’), pxzvc (‘Swim (Take Me Back)’), Kenny Gabriel (‘STAY’), HNATA (‘LOST’), CVX (‘Crawl’), dan AndyHas (‘Supernova’).  Pada tahun 2020, Noni bertekad untuk merilis lebih banyak lagu milik dirinya sendiri. Pertengahan tahun ini Noni merilis dua lagu ciptaannya ‘Ocean Waves’ dan ‘Things I Could Never Say To You’ yang sampai hari ini sudah memiliki lebih dari 785.000 streams di Spotify. Rilisan ini kemudian disusuli oleh sebuah single ‘I Don’t Know You’. Kini Noni tengah mempersiapkan EP perdananya yang akan dirilis November 2020. (FE)

iMusic

Clownsuffer rilis single cadas berjudul “Drag Me Out”

Published

on

iMusic.id – Clownsuffer resmi memperkenalkan “Drag Me Out” sebagai debut single mereka di ranah modern metalcore. Lagu ini bukan sekadar langkah awal dalam diskografi, melainkan pembuka dari rangkaian album yang telah mereka siapkan secara menyeluruh sejak terbentuk pada 2023.

Clownsuffer terdiri dari Iyas (Vocal), Kittink (Lead Guitar), Agam (Guitar), Toro (Bass), dan Hendra (Drum). Materi yang mereka kembangkan dirancang sebagai satu kesatuan karya yang saling terhubung, sehingga setiap rilisan menjadi bagian dari alur musikal dan emosional yang lebih luas.

Di balik “Drag Me Out” terdapat fase personal yang tidak ringan bagi para personel Clownsuffer. Selama proses penulisan dan produksi, masing-masing menghadapi dinamika hidup yang cukup kompleks. Tekanan tersebut tidak dihindari, melainkan diterjemahkan menjadi energi kreatif. Lagu ini lahir dari pengalaman yang nyata, bukan sekadar gagasan konseptual.

Secara musikal, “Drag Me Out” tampil dengan intensitas konstan Clownsuffer dari awal hingga akhir, menghadirkan struktur padat dan minim jeda yang menciptakan sensasi terdesak. Riff agresif, dinamika yang rapat, serta vokal yang ekspresif membangun atmosfer yang selaras dengan lirik tentang konflik internal, keterjebakan dalam pilihan, dan dorongan untuk merebut kembali kendali.

Lagu ini tidak hadir sebagai permintaan untuk diselamatkan, melainkan sebagai pernyataan untuk keluar dengan kesadaran dan keberanian. Single ini menjadi pintu masuk menuju rilisan berikutnya. Alih-alih melepas album secara penuh, Clownsuffer memilih strategi perilisan bertahap, memperkenalkan setiap lagu sebagai bagian dari narasi yang berkembang secara berkelanjutan.

Aspek visual menjadi elemen penting dalam identitas proyek ini. Artwork untuk “Drag Me Out” digarap oleh @lime_hystrixx, young illustrator yang menghadirkan visual simbolik melalui elemen mata, tangan, ular, dan rantai sebagai representasi tekanan serta pembebasan. Proses kreatif berlangsung kolaboratif antara band, ilustrator, producer, serta tim mixing & mastering guna menjaga kesinambungan konseptual di setiap rilisan.

“Drag Me Out” kini telah tersedia di berbagai platform streaming digital. Melalui rilisan ini, Clownsuffer menegaskan posisinya sebagai band modern metalcore dengan visi jangka Panjang, membangun karya yang tidak hanya intens secara musikal, tetapi juga memiliki fondasi naratif dan konseptual yang jelas sejak awal.

Continue Reading

iMusic

Donny Fattah tutup usia, para pecinta musik rock nasional berduka

Published

on

iMusic.id – Bassis legendaris sekaligus salah satu pendiri grup rock God Bless, Donny Fattah, meninggal dunia pada Sabtu (7/3) di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta, dalam usia 76 tahun.

Kabar duka tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi God Bless pada pukul 11.40 WIB.

“Berita duka cita. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Telah meninggal dunia Donny Fattah, bassist sekaligus salah seorang pendiri God Bless, saudara kami tercinta, di Rumah Sakit Fatmawati Jakarta,” tulis akun tersebut.

Manajemen band itu juga memohon maaf atas segala kesalahan almarhum serta mendoakan agar amal dan kebaikan Donny diterima di sisi Tuhan.

Donny Fattah dikenal sebagai salah satu figur penting dalam perjalanan musik rock Indonesia. Bersama Ahmad Albar, Ian Antono, dan sejumlah musisi lainnya, ia mendirikan God Bless pada 1973 yang kemudian menjadi salah satu band rock paling berpengaruh di Tanah Air.

Sejumlah album God Bless yang dirilis pada era 1970–1980-an menjadi tonggak perkembangan musik rock Indonesia, di antaranya God Bless (1975), Cermin (1980) dan Semut Hitam (1988).

Selain dikenal sebagai pemain bass, Donny juga terlibat dalam proses penciptaan berbagai lagu God Bless yang kemudian menjadi karya penting dalam katalog musik band tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, Donny diketahui menjalani perawatan akibat sejumlah masalah kesehatan, antara lain serkopenia, penyumbatan vaskular serta penyakit autoimun. Ia juga mengonsumsi obat jantung setelah menjalani pemasangan ring pada 2012.

Meski kondisi kesehatannya menurun, Donny tetap berusaha tampil bersama God Bless dalam sejumlah kesempatan.

Kepergian Donny Fattah meninggalkan duka bagi keluarga, rekan musisi, serta para penggemar musik rock Indonesia. Ucapan belasungkawa pun mengalir di berbagai platform media sosial.

Warisan karya dan kontribusinya dalam musik rock Indonesia diperkirakan akan terus dikenang oleh generasi berikutnya (RR)

Continue Reading

iMusic

Cinta berawal dari layar hp di single “Layar Hati” nya Billkiss.

Published

on

iMusic.id – Band pop Billkiss kembali menghadirkan karya terbaru berjudul “Layar Hati”, sebuah lagu manis yang mengangkat kisah cinta yang berawal dari dunia digital. Lagu ini bercerita tentang seseorang yang jatuh hati pada pandangan pertama melalui media sosial, perasaan yang awalnya hanya hadir lewat layar, namun perlahan tumbuh menjadi nyata.

Dalam cerita yang dihadirkan melalui lagu ini, sosok yang semula hanya bisa dipandangi dari layar handphone akhirnya hadir dalam kehidupan nyata. Ia menjadi teman berbagi cerita, hingga pada akhirnya menjelma menjadi teman hidup selamanya.

“Layar Hati” ditulis oleh Helvi Eriyanti, bassist Billkiss. Proses rekaman lagu ini dilakukan di Lancar Jaya Studio, dengan dukungan musisi Acoy Rocker Kasarunk dan Band Omom yang turut membantu dalam proses aransemen. Sementara itu, proses mixing juga dikerjakan oleh Acoy di studio yang sama.

Meski proses penciptaannya terbilang cukup singkat, lagu ini lahir dari fenomena yang sangat dekat dengan kehidupan banyak orang saat ini. Helvi mengungkapkan bahwa di era digital, tidak sedikit kisah cinta yang bermula dari percakapan di media sosial atau pertemuan melalui layar ponsel.

“Banyak orang sekarang yang menemukan cinta dari layar handphone. Awalnya cuma chatting, saling melihat lewat media sosial, tapi lama-lama bisa jadi hubungan yang nyata. Dari situ ide lagu ini muncul,” ujar Helvi.

Sementara itu, Maulin, vokalis Billkiss, berharap lagu ini bisa menjadi lagu yang dekat dengan pengalaman para pendengarnya.

“Kisahnya sangat relate dengan kehidupan sekarang. Semoga ‘Layar Hati’ bisa diterima dengan baik dan menjadi soundtrack dalam perjalanan cinta banyak orang,” kata Maulin.

Masih mengusung genre pop dengan nuansa manis dan ceria, “Layar Hati” menghadirkan warna musik khas Billkiss yang hangat, ringan, dan penuh rasa cinta.

Single “Layar Hati” kini sudah dapat dinikmati di berbagai digital streaming platform.

Continue Reading