Connect with us

iMusic

Persembahan Terbaik “Rizky Febian” Gelar Tur Untuk Penggemar Setia.

Published

on

iMusic.idRizky Febian menandai perjalanan 10 tahun berkarya di industri musik dengan menggelar tur di 10 titik kota. Tur bertajuk “Perjalanan 10 Tahun Rizky Febian” ini akan dimulai di Bogor (29 September 2024), kemudian singgah di Yogyakarta (13 Oktober 2024), Garut (20 Oktober 2024), Surabaya (26 Oktober 2024), Bandung (23 November 2024).

Lima kota lain yang akan disambangi Rizky Febian akan diumumkan selanjutnya, dan dapat dipastikan Jakarta menjadi kota penutup tur ini pada 2025.

Titik mula perjalanan karier Rizky Febian ditandai dengan dirilisnya “Kesempurnaan Cinta” pada 2015. Perlahan tapi pasti, Rizky masuk ke jajaran musisi top Indonesia lewat konsistensi dan kualitas karya musik yang mengagumkan. Bukan saja sebagai penyanyi, tetapi juga penulis lagu dan produser.

“Berkat ‘Kesempurnaan Cinta’ ini akhirnya bisa mengubah pola pikir aku yang tadinya takut untuk bermusik, tidak percaya diri, akhirnya membuka pikiran aku kalau memang jalanku di sini (industri musik). Setelah itu dalam perjalanan karier aku berusaha untuk jadi diri sendiri, dan pencarian jati diri selama 10 tahun ini nggak gampang. Karena, bisa dibilang setelah empat sampai lima tahun aku baru bisa menemukan sisi nyamannya menulis lagu,” kata Rizky.

“Perjalanan 10 Tahun Rizky Febian” adalah persembahan tulus Rizky untuk penggemar yang telah menemaninya berproses selama ini. Kehadiran penggemar begitu berarti dalam karier Rizky dan itu menjadi spirit utama untuk menggelar pertunjukan yang bukan saja spesial, tetapi intim, hangat, dan tentu saja berkesan.

“Satu dekade adalah penanda penting dalam perjalanan seorang musisi, dan kami ingin mempersembahkan sesuatu yang spesial kepada penggemar yang telah berjalan beriringan bersama kami. Hal ini pula yang mendasari kami bekerja sama dengan Katarsis Live untuk mewujudkan tur konser dengan konsep yang merepresentasikan karya-karya Rizky Febian selama sepuluh tahun ini,” ujar Rahul Tamara, CEO RFAS sekaligus manajer Rizky Febian.

Katarsis Live selaku promotor menjamin konser ini akan memberikan pengalaman yang berbeda dalam menikmati karya-karya Rizky Febian. Nantinya, Rizky akan mengajak penonton naik ke atas panggung untuk berbagi kisah pengalaman hidup, baik itu cerita bahagia, haru, patah hati, atau cerita cinta yang membekas di hati.

Momen intim ini akan membawa kehangatan tersendiri dalam tur “Perjalanan 10 Tahun Rizky Febian” karena Rizky benar-benar hadir untuk penggemarnya secara langsung, berbagi rasa dan bersama-sama merayakan apa yang terjadi dalam hidup lewat karya musiknya.

Di atas panggung, Rizky juga akan merangkum perjalanan cintanya yang dibagi menjadi lima fase, yaitu The Honeymoon Stage, The Uncertainty Stage, The Adjustment Stage, The Commitment Stage, dan The Acceptance Stage. Keseruan akan bertambah dengan kehadiran bintang tamu misterius dalam tiap konser.

“Kami membuat tur konser dengan riset data yang mendalam untuk menghadirkan pengalaman yang maksimal menikmati sebuah pertunjukan musik. Sehingga harapannya tur ‘Perjalanan 10 Tahun Rizky Febian’ ini memberikan pengalaman yang tidak terlupakan bagi penggemar setia Rizky Febian,” ujar Christa Belinda, Co-Founder Katarsis Live.

Sepuluh tahun menjadi angka keramat bagi karier musisi. Tidak semua musisi dapat bertahan dan konsisten melahirkan karya-karya yang relevan di tengah arus industri musik yang kencang. Rizky memaknai tur konser “Perjalanan 10 Tahun Rizky Febian” sebagai sebuah refleksi untuk dapat memberikan yang terbaik bagi musik Indonesia dan berjalan bersama dengan penggemar setianya lebih jauh lagi.

“Mencapai perjalanan 10 tahun ini aku nggak berhenti mengucap syukur sama Allah, dan pastinya aku menjalani karier dalam musik ini dengan ketulusan. 10 Tahun ini juga menjadi titik pendewasaan aku pribadi. Ke depan aku juga ingin lebih konsisten lagi di dunia musik dan 10 tahun ini jadi awal aku untuk terus bisa berkomitmen dalam bermusik,” tutup Rizky.

Tiket “Perjalanan 10 Tahun Rizky Febian” dijual mulai Rp199 ribu dan dapat dibeli di Loket.com mulai 1 Agustus 2024.

Tentang Katarsis Live

Katarsis Live adalah promotor tur konser “Perjalanan 10 Tahun Rizky Febian.” Dalam beberapatahun terakhir Katarsis Live berhasil menunjukkan reputasinya sebagai promotor musik yangmemiliki integritas lewat konser-konser musik yang sukses digelar, antara lain tur konser RealityClub, Isyana Sarasvati, Perunggu, dan juga intimate live music Raisa, Kunto Aji, Nadin Amizah, SalPriadi, Ziva Magnolya, dan lain-lain.

Tentang RFAS

RFAS Musik adalah label rekaman yang didirikan oleh Rizky Febian sejak tahum 2020, label yang diinisiasi sebagai platform dan eskosistemnya untuk berkarya, saat ini sudah mendampingi Rizky Febian selama 4 tahun untuk terus produktif, dan menghasilkan banyak karya. Dalam perjalanan 10 tahun Rizky Febian, bagi RFAS, ini merupakan fase baru untuk terus bertahan dan menjaga eksistensinya di industri musik. (FE)

iMusic

WUSS bercerita tentang anak kedua di single “Born In February”

Published

on

iMusic.id – Setelah merilis “Where It Begins” pada 2025, WUSS kembali memperkenalkan “Born in February”, sebuah karya yang lahir dari ruang di antara sorak dan kekacauan, di antara yang diagungkan dan yang sering terlewatkan. Ditulis oleh Brilyan Prathama Putra dan Sabiella Maris, lagu ini menjadi pengakuan personal tentang tumbuh sebagai “anak kedua”: bukan bayangan, bukan pengganti, namun kerap diperlakukan sebagai jeda yang mudah dilupakan.

Melalui lagu ini, Sabiella Maris (vokal, gitar), Brilyan Prathama Putra (vokal, gitar), Rara Harumi (bass), dan Rufa Hidayat (drum) yang tergabung di WUSS menolak anggapan bahwa urutan adalah identitas, dan menegaskan bahwa bertahan seringkali membutuhkan tenaga yang jauh lebih besar daripada sekadar menjadi yang pertama. Single “Born in February” telah rilis di semua DSP pada 06 Februari 2026.

“Anak kedua lahir di tengah dua dunia satu riuh penuh sorak, satu lagi kacau dan nggak pernah benar-benar rapi. Sering kali posisinya cuma dianggap lewat. Bagi anak kedua, ‘second’ itu cuma urutan, bukan identitas,” kata Brilyan dari WUSS.

Single “Born in February” menghadirkan sudut pandang tentang posisi kedua yang hidup di bawah perbandingan tanpa akhir, ketika suara kerap tenggelam oleh yang dianggap lebih utama dan mudah diterima. Alih-alih meminta maaf karena berbeda, WUSS justru merayakan keganjilan itu, liar, lentur, dan sulit dipatok sebagai sumber nyawa lagu ini, yang bertumpu pada keberanian untuk terus bergerak meski dunia sesekali memalingkan muka.

Bagi WUSS, “kedua” bukan cerita tentang kalah cepat, melainkan tentang bertahan lebih lama: tumbuh tanpa tepuk tangan, tetap berani menatap langit, dan menemukan ruang paling jujur untuk menjadi diri sendiri. Lewat lagu ini, WUSS menegaskan sikap untuk tidak menjadi salinan atau berjalan di jalur aman demi diterima, seraya mengingatkan bahwa “kedua” hanyalah angka, bukan identitas, sekaligus penanda baru tentang ketahanan dan keberanian untuk terus bermimpi, bahkan ketika dunia memilih untuk tidak melihat.

Proses produksi “Born in February” berlangsung kurang lebih selama satu bulan, dimulai sejak pertengahan Desember 2025 hingga awal Januari 2026. Lagu ini ditulis oleh Brilyan Prathama Putra dan Sabiella Maris, dengan lirik yang digarap oleh Sabiella Maris. Proses komposisi melibatkan seluruh personel, Sabiella Maris, Brilyan Prathama Putra, Rara Harumi, dan Rufa Hidayat yang bersama-sama merangkai dinamika emosional lagu ini menjadi satu kesatuan utuh.

Saat ini, WUSS juga tengah mempersiapkan album penuh yang akan menjadi kelanjutan dari rilisan single mereka. Album tersebut direncanakan berisi 12 lagu, dengan satu single terakhir yang akan dirilis sebagai pengantar sebelum album resmi diluncurkan. Menariknya, single penutup menuju album ini akan melibatkan kolaborasi dengan musisi di luar Jawa Timur. WUSS berharap seluruh prosesnya dapat berjalan lancar dan album ini bisa segera diperkenalkan ke publik.

“WUSS saat ini tengah menyiapkan album penuh berisi 12 lagu, dengan satu single terakhir sebagai pengantar menuju perilisan album, termasuk kolaborasi dengan musisi di luar Jawa Timur. Doakan kelancaran proyek kami ini ya,” ujar Sabiella.

Single “Born in February” sudah dapat didengarkan di seluruh platform digital (DSP) mulai 6 Februari 2026. Jangan lewatkan dan dengarkan pernyataan terbaru dari WUSS di platform streaming musik pilihan anda.

Continue Reading

iMusic

Iqbal Aria rilis single “Home” di label milik Afgan

Published

on

iMusic.id – Musisi muda Iqbal Aria memperkenalkan single pertamanya yang berjudul Home. Lagu yang ia produseri sendiri ini dirilis di bawah naungan label Better Days Production milik Afgan.

Bernuansa melankolis, Iqbal Aria menjelaskan bahwa Home adalah sebuah lagu tentang penyesalan. Karya yang didominasi alunan gitar dan strings ini mengisahkan tentang rasa sesal karena menyakiti perasaan seseorang yang kita kasihi. Semua dilakukan tanpa pikir panjang, melupakan fakta kalau mereka adalah ‘rumah’ untuk kita.

“Aku suka lagu yang simpel, dan aku menerapkannya di lagu Home. Aku ingin emosi di lagu Home bisa dirasakan dari semua sisi. Aku terinspirasi beberapa band di era 60’s dan 70’s yang lirik lagunya puitis dan mudah didengar. Selain itu, aku juga suka menggunakan analogi untuk mempertegas esensi lirik yang aku tulis. Dari situ, lahirlah Homeyang didasari atas pengalaman pribadiku,” jelas Iqbal Aria.

Bermusik, terutama menyanyi dan bermain gitar adalah kegemaran Iqbal Aria sejak kecil. Ia banyak menyelami berbagai genre, mulai dari jazz yang menjadi main root-nya, pop, hingga vintage rock dan metal. Pada tahun 2015, ia mulai serius menekuni musik dan kerap tampil di berbagai panggung. Tahun 2019, Iqbal Aria dikenal sebagai vokalis/gitaris heavy rock band bernama MAUT. Kini, ia melebarkan sayapnya menjadi seorang solois. Hingga kini, ia aktif bermusik sebagai anggota band indie.

Talenta yang dimiliki Iqbal Aria pun mempertemukannya dengan Afgan di tahun 2024. Kala itu, mereka bertemu di sebuah acara karaoke dan Iqbal diminta bernyanyi.

“Aku amaze mendengar suara Iqbal. Karakter suaranya kuat, timbrenya soulful dan aku bisa merasakan soul-nya ketika ia bernyanyi. Iqbal sendiri adalah sosok yang very humble, eager to learn, very grounded, dan sangat autentik. Menurutku, seorang artist itu tidak cukup punya talenta saja, tapi humility dan attitude yang baik. Hal itulah yang membuat karier mereka panjang,” jelas Afgan.

Iqbal Aria pun menjadi artis pertama label Better Days Production milik Afgan. Menurut Afgan, suara dan bakat bermusik Iqbal Aria sangat sesuai dengan karakter musisi yang ia cari selama ini dan selaras dengan prinsip Better Days Production. Soal Home, Afgan merasa lagu tersebut sangat merepresentasikan musikalisasi Iqbal Aria.

Home is beautifully written, maknanya dalam dan semua orang bisa relate. Home isn’t literally ‘rumah’, tapi seseorang juga bisa disebut ‘home’. Our loved ones, our partners, sangat universal. Notasi dan chord progression-nya memiliki sesuatu yang nostalgic dan dan aku harap “Home” bisa resonate ke banyak orang,” kata Afgan.

“Aku super excited dan happy karena selama ini aku enggak pernah work hard under my own name. Setelah melewati banyak pertimbangan, aku pun mantap untuk bergabung dengan Better Days Production bulan Maret 2025 sebagai seorang solois. Aku percaya aku bisa semakin berkembang dan menghadirkan banyak karya untuk ke depannya bersama Better Days Production,” tutup Iqbal Aria.

Continue Reading

iMusic

Trisouls luncurkan single bernuansa 90an bertajuk “Sementara atau Selamanya”

Published

on

iMusic.id – Trisouls kembali merilis single terbaru berjudul “Sementara atau Selamanya”, sebuah lagu pop romantis dengan aransemen menyenangkan dan upbeat, dibalut sentuhan nuansa 90-an yang hangat dan nostalgik. Lagu ini menangkap momen paling jujur dalam sebuah hubungan saat perasaan hadir begitu nyata, namun jawabannya belum ingin ditentukan.

Diciptakan oleh Sajiva, single “Sementara atau Selamanya” dari Trisouls bercerita tentang debar hati yang muncul dari hal sederhana, seperti senyuman manis, hingga gejolak asmara yang membuat dunia terasa hanya milik berdua. Dari rasa kagum yang terpendam, kegugupan saat ingin mengungkapkan perasaan, hingga keyakinan bahwa cinta sejati layak diperjuangkan, lagu ini mengalir jujur dan dekat dengan pengalaman banyak orang.

Secara musikal, Trisouls menghadirkan aransemen ceria khas mereka, ringan, optimistis, dan mudah diingat. Nuansa pop romantis era 90-an terasa kuat, namun dikemas dengan sentuhan modern yang relevan dengan pendengar hari ini. Reffrain-nya menggambarkan sensasi melayang, seolah atmosfer tak lagi mampu menahan perasaan yang menguat, mengajak pendengar menikmati keindahan momen tanpa harus terburu-buru menentukan akhir cerita.

Melalui “Sementara atau Selamanya”, Trisouls menegaskan bahwa tidak semua cinta harus segera memiliki jawaban. Terkadang, keberanian terbesar adalah memberi ruang bagi rasa untuk tumbuh, entah itu hanya sementara, atau ternyata bertahan selamanya.

Single “Sementara atau Selamanya” telah tersedia di seluruh platform streaming digital.

Continue Reading