iMusic.id – Bagi ANZU Band, industri musik Tanah Air bukanlah suatu hal baru yang mereka tekuni. Band yang dimotori oleh SINUNG (Vocalist), IRFAN (Drummer), IVAN (Bassist) dan YUDHIST (Gitaris), sebelumnya mereka pernah tergabung di beberapa group band, yang mereka bentuk masing – masing.
Hingga pada 1 September 2022, mereka sepakat membentuk ANZU Band, sebagai media untuk menyalurkan seluruh kreatifitas bermusik. Yang mana hal ini sudah tidak lagi bisa mereka tumpahkan di group band mereka sebelumnya.
“Beberapa tahun sempat vaccum ngeband, buat mengisi kekosongan waktu sampai terbentuknya ANZU, kita masing – masing menjalani profesi lainnya, ada yang jadi pegawai bank, sales otomotif dan wirausaha”, tambah Sinung menceritakan sejarah terbentuknya ANZU Band.
Sejak dideklarasikannya ANZU atas dasar persamaan visi dan misi, dengan telaten mereka memproduksi beberapa single. Tentunya single yang mereka ciptakan, selaras dengan perkembangan industri musik saat ini.
“Sesuai dengan makna ANZU yang diambil dari sebuah nama burung Sumeria Kuno, yang wujud tubuhnya serupa elang dan kepala singa, konon, jeritan burung ini bisa menggoyangkan dunia, kita pengen semua karya yang dihasilkan, bisa menaklukkan, kerasnya persaingan di industri musik saat ini”, tambah Sinung, menjelaskan makna dari nama bandnya.
Setelah sukses merilis single perdana mereka yang berjudul “AKU INGIN JAWABAN” pada medio pertengahan tahun 2023, di bulan Mei 2024 ANZU merilis single ke 2 mereka, yang berjudul “PUSING MIKIRIN UTANG”.
Secara spesifilk ANZU menawarkan sebuah konsep musik pop romantis, hasil paduan antara beragam komposisi sound pilihan, dengan lirik – lirik manis yang lugas. Sehingga siapapun yang menyimak single – single mereka, akan dengan sangat mudah, bisa menikmatinya.
Single yang diciptakan oleh Sinung dan Irfan ini, seolah mengisyaratkan sebuah kematangan dan kecermatan para punggawa ANZU. Mereka mampu memberikan warna yang berbeda, dari karya yang diciptakan oleh musisi lain yang sudah ada.
Single “PUSING MIKIRIN UTANG” disajikan ke dalam sebuah komposisi musik, paduan dari beragam pilihan sound, yang dengan mudah dinikmati oleh siapapun yang mendengarkannya. Dibungkus dalam sentuhan pop rock, pemilihan tempo medium beat, menjadikan single ini begitu sangat menghibur pendengarnya.
Single ini menceritakan tentang keresahan dan dilematik sebagian besar masyarakat, yang sedang mengalami tekanan finansial tanpa henti. “Lagu ini merangkum seluruh perasaan, dari mereka yang sedang terjebak utang, untuk mencukupi semua kebutuhan hidupnya.
Namun, ada pesan moral yang ingin disampaikan di single ini, bahwa akan selalu ada harapan untuk lepas dari semua kesulitan, jika kita mau berusaha”, terang Sinung, menceritakan makna dari single yang baru dirilisnya.
“Dengan pengalaman bermusik yang telah dimiliki masing – masing, kita akhirnya menemukan titik tengah, konsep musik yang akan kita usung, dari karya – karya yang akan ANZU hadirkan” ujar Sinung, menjelaskan konsep dan warna musik, yang diusung oleh ANZU.
Dari beberpapa single yang sudah mereka rampungkan, ANZU mampu menghadirkan beragam corak musik, untuk menghasilkan sentuhan variasi single yang berbeda, namun tetap menjaga benang merah, dari konsep musik yang mereka usung.
Memperkaya dengan beragam corak musik, untuk menghasilkan sentuhan variasi single yang berbeda, inilah salah satu kunci utama mereka, untuk mendapatkan respon positif dari penikmat musik pop Tanah Air. Band yang berasal dari kota Serang ini, merasa mendapatkan sebuah kesempatan besar, untuk bisa membuktikan kemampuan mereka, bersaing di Industri Musik Tanah Air. (FE)
iMusic.id – Band pop punk asal Solo, Jateng, NRTG baru saja merilis single debutnya yang di beri judul “Kita Lawan Dunia”. Membawa semangat positif, trio pop punk ini mengusung lirik yang mengajak seluruh pendengarnya untuk tetap bersemangat menghadapi berbagai kendala di dunia ini.
NRTG terbentuk di Solo, Jateng, pada Desember 2022 silam. Beranggotakan Arsyad Mohamed (vokal dan gitar), Rony Firdaus (bass), dan Rofy (drum), Band ini semakin membuktikan bahwa genre pop punk masih berkibar di Jawa Tengah dan masih mempunyai basis massa yang lumayan banyak.
NRTG dibentuk oleh sekelompok pemuda yang memiliki minat yang sama dalam bermusik, khususnya pada genre pop punk. Sejak awal pembentukannya, band ini mulai mengembangkan karya dengan pendekatan sederhana yang terinspirasi dari pengalaman sehari-hari.
Single “Kita Lawan Dunia” sebenarnya sudah dirilis sejak Februari 2026, namun di April 2026 ini, NRTG baru membagikan presskit nya ke kalangan media. Di rilisnya single “Kita Lawan Dunia” ini adalah sebagai langkah awal dalam memperkenalkan karya mereka kepada para pecinta musik Pop Punk secara nasional.
Lewat karya perdananya ini NRTG berusaha mengusung genre pop punk dengan karakter musik yang menonjolkan energi, melodi sederhana, serta lirik yang dekat dengan kehidupan anak muda.
iMusic.id – Band alt-rock asal Texas, Culture Wars, resmi merilis album debut mereka yang sangat dinantikan bertajuk “Don’t Speak”, melalui AWAL, pada 10 April 2026 kemarin. Album ini menandai tonggak penting bagi perjalanan karir musik mereka sekaligus menjadi angin segar di dunia musik saat ini mengingat begitu banyak pencapaian yang telah mereka raih di tahun sebelumnya.
Sebelumnya Culture Wars sempat menempatkan lagu “It Hurts” di 20 besar tangga lagu radio alternatif US, meraih lebih dari 66 juta streaming global dan menjadi band pembuka di konser musisi-musisi ternama, mulai dari Maroon 5, Keane, Wallows, dan LANY.
“Don’t Speak” adalah karya yang benar-benar jujur dari Culture Wars, bukan hanya dari segi lirik saja, namun lagu-lagunya, seperti “Typical Ways, Lies, Bittersweat” ataupun “In The Morning” mencerminkan sisi musikalitas mereka yang baik.
Culture Wars mampu membentuk narasi yang utuh bagaimana mereka menghadapi masa lalu, ketidakpastian, proses pertumbuhan yang terasa lambat dan kemudian menjadikan semua itu menjadi suatu identitas yang khas mampu menampilkan kematangan secara emosional dan bermusik para personilnya, serta tentu saja menunjukkan kreativitas tanpa batas.
Reaksi positif banyak didapat band yang beranggotakan Alex Dugan (vokal), David Grayson (drum), Dillon Randolph (bass), Caleb Contreras (gitar), dan Josh Stirm (gitar) ini. Terbukti baru – baru ini, Culture Wars masuk dalam seri Fast Forward dari Apple Music dan Shazam, yang menampilkan para artis pendatang baru paling menarik yang membentuk masa depan musik.
Torehan ini tentunya semakin mengukuhkan merekasebagai sebuah band yang telah sepenuhnya menemukan kekuatannya sendiri. Kekuatan yang terlihat dari penjualan tiket tur mereka yang akan digelar sepanjang tahun 2026, mulai dari Amerika Utara dan Inggris/Eropa guna mempromosikan album debut mereka “Don’t Speak”.
Dengan audiens internasional yang berkembang pesat, reputasi sebagai penampil live yang enerjik dan memukau, album “Don’t Speak”jadi momentum tepat Culture Wars untuk menghadirkan karya debut yang sangat mengesankan, memikat, dan dirancang untuk bertahan lama serta tentunya jadi babak terbesar mereka ke panggung-panggung di seluruh dunia.
Mudah – mudahan selesai tur mereka di US dan Eropa, Culture Wars bisa mampir di Indonesia.
iMusic.id – Film “Dalam Sujudku” produksi Proj3ct 69 siap tayang 16 April 2026, film bergenre drama percintaan ini memadukan emosi, spiritualitas, serta refleksi kehidupan yang relevan dan relate dengan kehidupan masyarakat pada umumnya.
Di bintangi oleh Marcell Darwin, Denis Adhiswara, Vinessa Inez, Naura Hakim, Ryuka, Chika Waode hingga Dominique Sanda. Film yang di produseri oleh Donnie Syech dan disutradarai oleh Rico Michael ini menghadirkan performa emosional yang kuat dan autentik, ada pesan moral yang ingin disampaikan lewat cerita drama rumah tangga tersebut.
Di angkat dari kisah nyata tentang perjalanan rumah tangga, ujian hidup, dan pencarian makna spiritual dalam rumah tangga yang menyentuh hati tersebut, film ini mengulas tentang masalah pelik rumah tangga yang diuji oleh berbagai persoalan hidup dengan menggambarkan kekuatan Doa, keikhlasan, serta makna berserah diri kepada Tuhan.
Dengan kombinasi kisah nyata, akting emosional, dan pesan religi yang kuat, film “Dalam Sujudku” diharapkan menjadi salah satu film drama spiritual yang relevan bagi masyarakat. Marcell Darwin sang pemeran utama film ini mengaku cukup tertantang dalam memerankan tokoh Farid di film ini.
“Saya sangat tertantang memerankan tokoh Farid ini karena ddi dalam film ini saya harus memerankan pribadi yang polos dari desa kerja di kota, lalu dikota mengalami banyak peristiwa yang tidak sesuai dengan hatinya hingga dia harus terjebak dalam perangkap asmara dari Rina sehingga membuat rumah tangganya bersama Aisyah jadi hancur”, terang Marcell.
“Dalam peran ini saya harus menjadi dua pribadi yang berbeda disaat mencintai istri pertama dan keduanya”, ini sangat menantang saya”, tambah Marcell.
“Film ini ingin menyampaikan makna sujud dalam keadaan pasrah, bahwa di titik itu kita benar-benar bisa berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Marcell.
Film “dalam Sujudku” ini tidak hanya menyajikan drama yang menyentuh, sebagai Tontonan tetapi bisa menjadi Tuntunan juga, sebagai pengingat tentang pentingnya Kesabaran, Keikhlasan, dan kekuatan Doa dalam menjalani masalah kehidupan.
Dengan kombinasi Kisah Nyata, Akting Emosional, dan Pesan Religi yang kuat, Film “Dalam Sujudku”diharapkan menjadi salah satu film drama Keluarga yang relevan bagi masyarakat dengan dinamika kehidupan rumah tangga yang membawa pesan emosi secara mendalam.