Connect with us

iMusic

“Rara & Gunawan”, Pasangan Yang Lagi-Lagi Bikin Baper Netizen.

Published

on

iMusic – Nama Rara dikenal lebih dulu di industri musik, bahkan beberapa musisi sempat ingin menggandeng Rara untuk berkolaborasi.  Karir Rara dimulai sejak dirinya menjadi Juara 2 Liga Dangdut Indonesia 2018, sedangkan Gunawan juga merupakan runner up Liga Dangdut Indonesia 2020.  Keduanya dipertemukan dalam panggung ajang pencarian bakat yang di gelar Indosiar.

Kedekatan mereka membuat para netizen mengagumi pasangan asal Palembang (Rara) dan Maluku Utara (Gunawan) ini, hingga terbentuklah sebuah fanbase Bernama GUNARA Lovers, penggabungan dari nama Gunawan dan Rara.

Beberapa kali disandingkan sebagai pasangan duet, tentunya memiliki single bersama menjadi keinginan keduanya.  “Reaksi pertama aku dikasih lagu ini tuh, seneng banget dan memang ini salah satu keinginan aku, tahun ini pengin punya single duet bareng Gunawan,” jelas Rara.  Gunawan pun mengungkapkan perasaannya, ”aku justru terharu banget, sedih, sedih haru ya, karena aku kan sangat memimpikan banget punya single, terus tiba-tiba dikasih single duet ini, seneng banget dan terharu.”

Dibawah naungan 3D Entertainment dan Stream Management, Rara dan Gunawan merilis lagu duet berjudul ‘Kala Cinta Menghampiri Jiwa’ melalui Digital Streaming Platform, Apple Music, Spotify, Joox, Langit Musik, Youtube Music dan Resso pada 12 Oktober 2021. Di hari yang sama pula, music video Kala Cinta Menghampiri Jiwa tayang di YouTube 3D Entertainment.  Sementara di Tiktok telah dirilis seminggu sebelumnya, cuplikan lagu Kala Cinta Menghampiri Jiwa dengan menggunakan hastag #cintagunara pun mendapat sambutan yang sangat baik bahkan mencapai 15 Juta Views lebih dalam waktu beberapa hari saja.

Lagu bertemakan jatuh cinta ini ciptaan musisi dangdut ternama, Adibal Sahrul dan dibalut alunan musik dangdut klasik karya Team Adibal Music Production.  Untuk pertamakalinya Rara dan Gunawan membawakan genre dangdut klasik ini.  “Aku sama Gunawan sama gitu, kita tuh sebelum rekaman benar-benar dengerin terus lagu ini, karena ini kan dangdut klasik,  jadi kita banyak belajar cengkok dengan dimentorin kak Adibal juga. Kita pengin bisa bawain lagu ini dengan sebaik mungkin.” Tutur Rara.

Rara memiliki karakter suara yang kuat, beberapa lagu yang ia sering bawakan pun bergenre dangdut dengan sentuhan rock.  Sedangkan Gunawan sangat piawai dan menggemari lagu-lagu India.  Dua karakter suara yang berbeda ini lah yang memberi warna tersendiri dalam sebuah lagu dangdut bergenre dangdut klasik.

Lirik lagu yang penuh kemesraan menggambarkan sepasang kekasih yang sedang jatuh cinta.  Begitu pula music video-nya yang menampilkan momen-momen bahagia Rara dan Gunawan.  Menariknya, saat pembuatan music video ini, Rara dan Gunawan tidak berakting, apa yang ditampilkan ekspresi yang sesungguhnya. “Kita berdua tuh baru pertama kali kesini, jadi pas sampai memang jadi semangat dan moodnya juga bagus banget. Ya keromantisannya juga terbawa suasana tempat yang memang membangun harmonisasi lagunya,” papar Gunawan. “Padahal aku tuh baru tidur jam 4 pagi trus tadi udah mulai make up jam 7 pagi, Alhamdulillah tapi nggak kerasa capek dan muka nggak sembab banget ya.  Seneng banget bisa sekalian refreshing dan pengin balik lagi jadinya liburan ke Taman Safari.” Tutup Rara.

Music Video garapan Ryan Wiedaryanto ini pun sukses membuat para Gunara Lovers baper berjamaah.  Bahkan music video-nya telah di tonton 300.000 kali  lebih dalam kurun waktu kurang dari 1 hari. (FE)

iMusic

“LAALSKI” rilis single Trance Pop Rock “Going Underground”.

Published

on

iMusic – Satu lagi musisi tanah air yang siap meluncurkan karya terbarunya di tahun 2023 ini. LAALSKI atau biasa dipanggil LAL, baru saja meluncurkan single terbarunya berjudul “Going Underground” pada 30 Januari 2023.

Di lagu “Going Underground” ini, LAALSKI mengusung genre Trance Pop Rock dengan sentuhan kord ‘dark minor’ dan melody deep yang menjadi karakter dari musik LAALSKI. Lagu “Going Underground” menceritakan tentang seorang kekasih yang menunggu pasangannya yang ternyata sudah tidak ada lagi di dunia nyata. LAALSKI sendiri saat ini sedang mencoba konsen untuk menjadi seorang DJ remix di tengah kesibukannya belajar.

Melihat kilas balik ke belakang, sejak kecil LAL yang di besarkan dan lahir dari keluarga pemusik dimana Ayah dan Ibunya juga menggemar  dan sering kali mendengarkan musik-musik dari band dan musisi legendaris seperti The Beatles, Queen, Deep Purple dan masih banyak lagi. Hal tersebut berpenaruh ke LAL kecil sehingga ia kemudian memutuskan untuk bermain sebagai pemain drum untuk keluarganya begitu pula ketika ia main untuk menghibur diri.

Bermula di tahun 2000, LAL datang ke Jakarta untuk memulai mengais mimpi mimpinya sebagai seorang musisi dengan bermodalkan skill dan pengetahuannya tentang bermain piano secara otodidak. Ia lantas mengikuti les musik di bilangan Gatot Subroto, Jakarta untuk mengambil kelas piano classic. 

Dari situ kemudian LAL mulai menekuni kelas barunya sebagai murid piano classic dan memulai karir di tahun 2000. Selain menjalani kelas piano classic, LAL juga mengambil peran sebagai musisi malam club jazz di Jakarta dan mulai mengembangkan permainan Jazz sebagai session player dan sangat terisnpirasi dari musisi  dan komposer Jazz Chick Corea.

Setahun kemudian atau tepatnya di tahun 2001, LAL mulai tertarik dengan musik elektronik dan mencoba membuat sebuah band bergenre electronic rock yang berangotakan dua personil yang diberi nama SIN MERAH. Sayangnya dikarenakan kesibukan kedua personilnya,  perjalanan SIN MERAH hanya sampai di dapur rekaman saja di tahun itu dimana mereka merekam karya dengan menggunakan Roland VS 1680 analog bertempat di ARCHI studio bilangan Cut Meutia, Jakarta.  LAL kemudian mulai membentuk sebuah band yang memainkan musik hip metal dan new wave dan menjalani rutinitas menjadi musisi malam dimana ia bermain dari klub ke klub. Suatu hari,  LAL menerima telpon dari seorang manager untuk bergabung di tur Indonesia Timur bersama artis pop rock Indonesia sebagai session player piano, synthesizer  dan sequencer all son dengan masih menggunakan teknologi floppy disc yang belum secanggih sekarang.

Pada tahun 2006, LAL mulai memainkan multi instrumen sehingga di tahun itu  LAL mulai mempelajari semua genre musik. Sementara di sela-sela aktifitas rutinnya, ia mulai tertarik ingin memproduksi lagunya sendiri dengan menyiapkan sound dan banyak mendengarkan musik musik baru dari Inggris,Denmark dan juga band-ban asal Amerika.

LAL juga selalu belajar dan berexperiment dengan laptop. LAL kemudian membentuk band bernama Emilie yang bergenre pop rock dengan 4 orang personil dan mempunyai 5 lagu. Tetapi lagi-lagi karena kesibukan para personilnya, band ini tidak berlanjut.

Awal tahun 2014 tepatnya 1 Januari 2014, LAALSKI mulai terbentuk dengan awalnya 3 personil dan mulai memainkan lagu karya sendiri. LAL kemudian memutuskan untuk lebih mengurangi jadwal sebagai session player artis panggung namun tetap mengambil kerjaan untuk rekaman serta fokus untuk memproduksi lagu sendiri yang telah menghasilkan 10 lagu.

Pada 2016, LAALSKI sign contract joint venture dengan PT Warner Music Indonesia yang berakhir pada tahun 2018. Pada 2018 juga LAALSKI memutuskan untuk menjadi konsep sendiri dengan dibantu additional player ketika tampil live.

Pada tahun 2020 tepatnya pada 20 April 2022 ketika pandemi berkecamuk di seluruh dunia, LAALSKI merilis single berjudul “S.O.P (Save Our Planet)” diikuti dengan single “Never Give Up” pada 20 Mei 2020. Dalam bermusik, LAALSKI terinfluence oleh sejumlah nama-nama musisi diantaranya Radiohead, Muse, The Strokes, Queen, Carpark North, Owl City, Linkin Park, Armin Vaan Buuren, DJ Tiesto, Skrillex, Diplo, Seven Lion dan Justice. (FE)

Continue Reading

iMusic

“Ras Rawon” dengan single jagoan “gembira ria”.

Published

on

By

iMusic – Proyek tak terduga, menghasilkan 5 lagu dengan tajuk mini gemes album BABAK SATU dengan single jagoan “gembira ria” yang dirilis secara platform digital dan official music video youtube tanggal 18 Desember 2022 yang lalu. Serunya kalau nonton kami lagi “LIVE”, crowd nya pecah banget…

Bermula di Malang Jawa Timur, musik reggae menjadi influence yang selalu mewakili semua generasi dari berbagai gender yang mengantarkan diri ini membangun komunitas pecinta rambut gimbal  “Woyooo Community” dengan terus berkarya bebas tanpa batas dengan balutan komedi satir dalam satu tujuan memperkaya musik Indonesia versi kami yang kadang kadang gemes tipis tipis.

Kami tidak pernah memusingkan indie/ industry tapi Kolaborasi Musik yang menggiring kami saat ini untuk memainkan musik reggae progressive. Selain gembira ria dub version, dadong blonde, ada juga fake healer a capella version yang menghasratkan telinga dan rasa kita untuk memaksa berfikir mengetahui makna filosofis liriknya yang sangat “mengidentifikasikan kebiasaan spiritualitas aneh tapi dikomersilkan – spiritual junkie” kalian harus dengar sendiri….

Kekuatan setiap lagu dan album pertama ini menyiratkan kita pada sebuah kondisi sosial yang kontemporer dan tersirat dengan balutan semiotika kata yg tersurat dalam sebuah lirik lagu dengan sentuhan apik dari Dizzy Riz dan teman teman musisi pendukung & pengiring lainnya (soto koya band). Tanpa mereka alunan nada ini tidak akan beragam.

Ubud membuat musikalitas kami terus bergerak dan berkembang merdeka dengan audience yang beragam, bahkan beberapa tamu tamu asing yang cuek dan tidak mengerti ternyata sangat menikmati sebagai alunan nada yang punya taste tersendiri. (SPR)

Continue Reading

iMusic

“TULUS Tur Manusia 2023” Segera dimulai.

Published

on

iMusic – “TULUS Tur Manusia 2023” Segera Dimulai, Perjalanan album “Manusia” yang dirilis pada 3 Maret 2022 disambut baik oleh para pendengar serta menorehkan capaian pada toko musik digital yang membuat ‘Hati-Hati di Jalan’ menjadi lagu yang paling sering didengarkan di Indonesia, menyusul album “Manusia” sebagai album yang paling sering didengarkan di Indonesia. 

Sebagai bentuk apresiasi terhadap para penikmat musik Indonesia, Tulus mengumumkan Tur Manusia miliknya. “Saat lagu-lagu di dalam album “Manusia” tumbuh di keseharian yang mendengarkan, rasanya senang dan bersyukur. Tidak sabar untuk membawakan lagu-lagu itu di atas panggung, bertemu langsung di banyak kota,” ungkap Tulus.

Ini adalah tur pertama Tulus setelah 3 tahun berselang. Bertajuk “TULUS Tur Manusia 2023” secara resmi diumumkan oleh Tulus melalui kanal media sosialnya. Bekerja sama dengan PT. Expo Indonesia Jaya (ExpoIndo) sebagai Promotor, “TULUS Tur Manusia 2023” akan segera menyapa di kota pertama pada tanggal 1 Februari 2023 ini dan kemudian menyusul ke kota-kota lainnya. Total 11 kota di Indonesia mulai 1 Februari hingga 3 Maret 2023. Berikut adalah jadwal lengkap di sebelas kota:

Medan:         1 Februari 2023

Palembang:  3 Februari 2023

Makassar:     8 Februari 2023

Batam:           10 Februari 2023

Surabaya:     12 Februari 2023

Bali:                14 Februari 2023

Samarinda:  17 Februari 2023

Manado:       21 Februari 2023

Bandung:      23 Februari 2023

Yogyakarta: 25 Februari 2023

Jakarta:         3 Maret 2023

“Kami senang dapat menjadi bagian dari perjalanan karier Tulus, dalam hal ini sebagai promotor Tur Manusia  yang tentu akan mengobati rasa rindu para Teman Tulus,” ungkap Direktur PT. Expo Indonesia Jaya, Bapak Vovthaly Hetharia. “Sebelas kota ini dipilih untuk dapat menggapai seluruh Teman Tulus di berbagai daerah,” ungkap Bram Tulong selaku General Manager PT. Expo Indonesia Jaya menambahkan.

“Sebagai bank yang melekat dengan masyarakat, BCA bangga dapat mendukung Tulus Tur Manusia 2023 di sejumlah kota di Indonesia. Dukungan ini menjadi salah satu bentuk komitmen BCA dalam mendorong bangkitnya industri ekonomi kreatif, khususnya industri musik di Tanah Air,” kata Norisa Saifuddin, Senior Vice President BCA.

Mari bernyanyi bersama di 11 kota. TULUS Tur Manusia 2023 siap memulai perjalanannya. (FE)

Continue Reading