Connect with us

iLive

RESULT & ‘SUPER’ REUNION INDONESIAN IDOL SPECIAL SEASON A New Chapter of a Newborn Winner.

Published

on

iMusic – Diawali dengan Online Audition pada 8 Juni 2020, 37.000 partisipan audisi dengan melalui berbagai platform online dan juga bekerjasama dengan musisi-musisi terbaik; LaleIlmaNino, Yovie Widianto dan Weird Genius, hingga terpilih TOP 14 yang masuk Babak Spektakuler Show dan menyisakan Mark dan Rimar sebagai Grand Finalist di Special Season ini. Dan pada malam ini, 26 April 2021, The Best 2 Standing akan segera menjadi The Special 1, mereka akan memperebutkan gelar Idola Indonesia di Special Season ini.

“Tentunya menjadi tantangan berat bagi RCTI untuk selalu dapat menayangkan program – program berkualitas secara konsisten di saat masa pandemi sekarang ini, seperti halnya Indonesian Idol Special Season yang akan mencapai puncaknya.  Namun patut kita syukuri bahwa pencapaian rating/share Indonesian Idol Special Season ini merupakan yang tertinggi dalam beberapa tahun. Pastinya menjadi kebanggaan tersendiri bagi Mark dan Rimar bisa menjadi grand finalis, karena memang perjuangan mereka bisa sampai Grand Final tentunya tidak mudah” ujar Dini Putri selaku Programming & Acquisition Director RCTI.

“Puji Tuhan, di malam kita akan jadi saksi lahirnya juara Indonesian Idol Special Season. Bulan April 2021, juga sangat special karena bertepatan dengan 17 tahun mengudaranya TV Program Indonesian Idol. Seiring bertambahnya usia, Indonesian Idol lebih dari sekedar TV Program tapi merupakan kontributor yg prima dalam melahirkan penyanyi-penyanyi yg berprestasi di industri musik Indonesia. Untuk merayakan sweet seventeen akan kita rayakan bersama Superband Dewa, Padi Reborn, Ungu, BCL, Krisdayanti dan Mulan Jameela, Anneth dan juga menampikan special ex-Pasto Reunion, Rayen dan Meltho yg untuk pertama kalinya setelah lebih dari 10 tahun tampil bersama kembali di televisi” Demikian disampaikan oleh Fabian Dharmawan, VP – Head of Production Operation Division RCTI.

Keberhasilan program Indonesian Idol Special Season hingga babak Grand Final dan Result ini juga tidak lepas dari peran Fremantle selaku pemegang lisensi hak siar Indonesian Idol. Indonesian Idol yang mengudara di RCTI sejak 9 April 2004 hingga sekarang, artinya sudah 17 tahun menjadi rumah untuk para idola Indonesia.

“Indonesian Idol kali ini sangat spesial. Selain karena berjalan di masa yang spesial, ini juga merupakan momen Indonesian Idol mencapai usia 17 tahun, jadi ini seperti sweet seventeen, umur remaja, yang pastinya semoga terus semakin dewasa dan berkembang dalam berkreasi. Dan semoga Indonesian Idol terus dapat melahirkan idola-idola baru Indonesia, benar-benar menjadi Home of the Idols” ucap Victor Ariesza selaku Co Managing Director Fremantle.

Result Reunion malam nanti, tidak hanya menjadi moment penentuan siapa yang menjadi The Next Indonesian Idol, tetapi juga menjadi sebuah ajang reuni besar bagi keluarga Indonesian Idol.

Selain penampilan reuni para bintang tamu, 2 Grand Finalist juga akan memberikan penampilan terbaik mereka dalam battle terakhir malam ini. Mereka akan menyanyikan lagu solo terbaik mereka dan juga Mark akan berkolaborasi dengan Diva Indonesia, Krisdayanti. Sedangkan Rimar akan menyenandungkan lagu Indah bersama Ade Govinda dan Fadly.

“Berada dan menjadi bagian dari Indonesian Idol merupakan satu pencapaian yang sangat membanggakan bagi saya. Belajar dan berkembang dengan para mentor dan juri yang memberikan arahan dan bekal untuk akhirnya dapat menjadi bekal di industri musik yang sebenarnya. Saya juga bersyukur karena berkat Indonesian Idol, mimpi saya untuk bernyanyi di panggung besar dengan musisi hebat pun terwujud” Mark Natama, Grand Finalist Indonesian Idol Special Season.

 “Ini seperti impian yang menjadi kenyataan. Siapa sih yang tidak ingin berada di sebuah kompetisi menyanyi terbesar di Indonesia, dan bahkan sebagai Grand Finalist. Saya juga berterima kasih kepada Indonesian Idol yang telah memberikan kesempatan besar kepada saya, untuk ada dalam perjalanan Indonesian Idol Special Season ini” Rimar Callista, Grand Finalist Indonesian Idol Special Season.

Juara 1 nantinya akan mendapatkan hadiah sebesar Rp 150.000.000 plus sebuah mobil, sedangkan juara 2 berhak atas uang sebesar Rp 100.000.000 dan juga mobil. Kesuksesan Indonesian Idol Special Season juga tidak lepas dari para sponsor yang ikut memeriahkan acara, seperti SiCepat, Sido Muncul, Ultrajaya, Mie Sedap dan Smartfren. Bagi para pendukung masing – masing grand finalis, bisa memberikan dukungannya dengan cara vote di aplikasi RCTI+ dan SiCepat. Selain di layar RCTI, Grand Final Indonesian Idol Special Season juga dapat disaksikan di aplikasi RCTI+ atau di www.rctiplus.com.

Kesuksesan Indonesian Idol Special Season juga tidak lepas dari para sponsor yang ikut memeriahkan acara, diantaranya SiCepat Ekspres sebagai sponsor utama. SiCepat Ekspres terus berkomitmen untuk mendukung dan mewujudkan mimpi talenta berbakat Indonesia menjadi seorang bintang. Bukan hanya Indonesian Idol saja, SiCepat Ekspres juga terus mendukung ajang kompetisi serta program lain demi melahirkan bakat dan karya baru yang membanggakan Indonesia, baik di kancah Nasional maupun Internasional.

Chief Marketing Officer SiCepat Ekspres, Wiwin Dewi Herawati menyampaikan, “Ajang pencarian bakat ini telah mendorong SiCepat Ekspres untuk membuat inovasi-inovasi seperti layanan WhatsApp Business untuk voting para peserta juga aplikasi SiCepat, yang terus dikembangkan fitur-fiturnya agar para pendukung peserta bisa dengan mudah melakukan voting.”

Hal lain yang tak kalah penting bagi SiCepat Ekspres dalam mendukung Indonesian Idol ini adalah untuk meningkatkan brand awareness, sehingga memiliki dampak yang cukup positif bagi perkembangan bisnis SiCepat sendiri. Diharapkan semester ke-2 tahun ini peningkatan jumlah pengiriman barang akan meningkat sebesar 40%.

SiCepat Ekspres terus berusaha untuk mengembangkan produk-produknya yang senantiasa diluncurkan untuk mendukung pengembangan usaha produk lokal dan pemulihan perekonomian negeri kita, dimana akibat pandemi Covid-19 banyak yang mengalami penurunan, baik tingkat usaha maupun taraf hidup masyarakat pada umumnya.

Kemudian, ada juga Ultra Milk yang selama hampir 50 tahun, Ultra Milk terus konsisten dengan rasa dan kualitasnya sehingga dipilih dan dipercaya oleh keluarga Indonesia. Melalui program Indonesian Idol Special Season, Ultra Milk turut mendukung pengembangan talenta anak muda Indonesia dalam bermusik.

Teh Kotak – Cerita Rasa”. Melalui dukungannya terhadap idol Special Season, Teh Kotak yang mempunyai tagline Cerita Rasa ini, ingin mengenalkan pilihan rasa baru. Selain memiliki rasa jasmine dan less sugar kini tersedia dalam varian rasa lemon, apel, dan Blackcurrant. Setiap cerita pasti punya Rasa, sama seperti rasa Teh Kotak yang punya banyak Cerita untuk kamu, Teh Kotak Cerita Rasa”

Mie Sedap Sebagai pelopor inovasi rasa, Mie Sedaap selalu menghadirkan produk mie instan dengan kualitas rasa dan inovasi topping terbaik untuk menambah sensasi kenikmatan makan mie instan bagi masyarakat Indonesia.

Jelang Ramadan tahun ini, Mie Sedaap memberikan inovasi baru di beberapa varian, dengan harapan dapat menemani masyarakat Indonesia agar Ramadan terasa makin sedaap walaupun hanya dirumah aja. Ada varian Mie Sedaap Goreng dengan inovasi baru, memiliki tekstur mie yang makin kenyal dan tebal, serta topping bawang goreng asli yang makin krunchy, Sedaapnya No Debat!

Mie Sedaap Kari Spesial, dibuat dengan bumbu rempah kari spesial, sehingga menghasilkan tekstur kuah kari yang hangat, kental, dan membuat citarasa kuah kental karinya nendang! Mie Sedaap Soto hadir dengan paduan citarasa koya gurih dan jeruk nipis asli yang segar, menjadikan Mie Sedaap Soto Nomor 1 Sotonya, Nomor 1 Sedaapnya!

Tidak diragukan lagi bahwa kualitas rasa dari berbagai varian Mie Sedaap dapat menjadikan momen Ramadan Makin Sedaap walaupun harus dijalani dirumah saja. Yuk segera cobain Mie Sedaap yang Jelas Terasa Sedaapnya!

Smartfren: Deputy CEO Smartfren, Djoko Tata Ibrahim mengatakan, “Smartfren ikut serta dalam program Indonesian Idol, karena melihat adanya kesamaan visi, yaitu membuka peluang bagi anak muda Indonesia yang berbakat untuk mewujudkan mimpi mereka. Penyelenggaraan Indonesian Idol yang masuk di bulan Ramadan, membuat ajang kompetisi bergengsi ini membawa lebih banyak nilai positif, karena mengajak masyarakat Indonesia untuk berkreasi sekaligus memberikan hiburan yang mendidik.”

Sejalan dengan campaign smartfren saat ini yaitu #RamadanExtraFaedah, Smartfren ingin terus membantu generasi muda mengeksplorasi berbagai kegiatan positif, juga membantu setiap orang untuk bisa merasakan kebaikan Ramadan dengan #UnlimitedBisaSemua yang bikin Ramadan tambah extra dan bermanfaat.

Djoko menambahkan, “Dengan dukungan jaringan 100% 4G, Smartfren siap menemani generasi muda menggali potensi yang mendukung dan mewujudkan mimpi. Jadi, jangan pernah lewatkan peluang yang ada. Lalu, tunggu apalagi? Pakai Smartfren, wujudkan kreasi dan mimpimu untuk menjadi idola indonesia bersama Indonesian Idol.”

Selanjutnya Tolak Angin : Tolak Angin hadir sebagai salah satu sponsor Indonesian Idol special season,  ajang pencarian bakat terbesar di Indonesia yang diadakan di masa pandemi dimana kesehatan dan daya tahan tubuh yang baik dibutuhkan semua orang.

Cara pintar untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan daya tahan tubuh yaitu dengan Minum Tolak Angin 2 sachet setiap hari, sudah terbukti  meningkatkan sel T sebagai indikator meningkatnya daya tahan tubuh dan aman diminum setiap hari dalam jangka panjang tanpa efek samping.

Pilih yang punya bukti ilmiah ya, orang pintar minum Tolak Angin!.

Saksikan Result & Reunion Indonesian Idol Spesial Season, Senin, 26 April 2021 pukul 21.00 WIB hanya di RCTI OKE!

Mulai mengudara secara terestrial pada 24 Agustus 1989, RCTI (Rajawali Citra Televisi Indonesia) merupakan stasiun televisi swasta pertama di Indonesia. Sebagai stasiun televisi yang memiliki jangkauan terluas di Indonesia, program-program RCTI melalui 49 stasiun relaynya disaksikan oleh lebih dari 191 juta pemirsa yang tersebar di 487 kota di seluruh Nusantara, atau 80.4% dari jumlah penduduk Indonesia. RCTI menyajikan acara-acara yang menarik dan bermutu sehingga menjadi televisi pilihan terbaik untuk hiburan dan informasi di Indonesia. Keseimbangan antara bisnis dan tanggung jawab sosial berjalan seiring. Sejak berdiri hingga saat ini, RCTI senantiasa menjadi market leader dan nomor 1 pilihan pemirsa.

Tentang Fremantle:

Pencipta konten dunia terkemuka, dan juga produser dan distributor dari sejumlah brand televisi yang dikenal di manca negara seperti Idols, Got Talent, X Factor, Family Feud dan Take Me Out. Fremantle memiliki jaringan yang beroperasi di 31 negara, memproduksi lebih dari 11 ribu jam program acara, memperkenalkan lebih dari 60 format acara, dan juga menayangkan lebih dari 420 show secara global dalam setahun. Disamping itu, Fremantle juga telah mendistribusikan lebih dari 20 ribu jam konten di lebih dari 200 wilayah di dunia.

Fremantle juga menjalankan hampir 300 channel YouTube. Di tahun 2017 konten dari Fremantle, termasuk X Factor dan Idol telah meraih angka 26,2 milyar dalam jumlah penonton. Di Indonesia, Fremantle telah menciptakan, memproduksi dan mendistribusikan konten berkualitas tinggi sejak tahun 1996. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi www.fremantle.com (FE)

iLive

“Matahari Papua”, Naskah terakhir N Riantiarno yang akan digelar oleh Teater Koma 7 – 9 Juni 2024

Published

on

iMusic.idTeater Koma didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation akan menghadirkan produksi terbarunya yang bertajuk MATAHARI PAPUA. Lakon yang menjadi produksi ke 230 dari Teater Koma ini merupakan naskah terakhir yang ditulis oleh Norbertus Riantiarno, atau biasa dipanggil Nano Riantiarno atau N. Riantiarno (Alm). Pertunjukan ini akan diselenggarakan mulai Jumat, 7 Juni – Minggu, 9 Juni 2024 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki.

“Selama 47 tahun, Teater Koma telah konsisten menghibur dan memperkaya wawasan para penikmat seni dengan beragam kisah yang sarat pesan moral dan nilai-nilai positif. MATAHARI PAPUA ini memiliki makna yang sangat mendalam, karena merupakan karya terakhir dari Bapak N. Riantiarno, sang pendiri Teater Koma. Selama hidupnya, beliau telah memberikan kontribusi luar biasa bagi dunia teater Indonesia dengan cerita-cerita yang menyentuh hati dan penuh makna. Karya terakhir ini adalah bentuk dedikasi dan cinta beliau yang tulus terhadap seni pertunjukan. Semoga warisan beliau terus menginspirasi dan menyemangati generasi penerus dalam merayakan dan menghargai kekayaan seni budaya kita,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

Pertunjukan MATAHARI PAPUA juga menjadi salah satu pertunjukan yang amat berkesan bagi Teater Koma, karena selain menjadi salah satu pertunjukan dari naskah terakhir N. Riantiarno, pertunjukan ini juga diselenggarakan berdekatan dengan hari lahir N. Riantiarno, pada 6 Juni. Pertunjukan ini juga menjadi pertunjukan pertama Teater Koma kembali di Graha Bhakti Budaya, setelah beberapa tahun terakhir ini harus berpindah tempat karena renovasi dan situasi pandemi.

“Kembalinya kami tampil di Graha Bhakti Budaya tentunya menjadi sebuah kesan tersendiri karena tempat ini memiliki sejarah dan menjadi saksi bagi beragam pertunjukan dari Teater Koma. Kini kami kembali meski tanpa kehadiran Mas Nano. Tapi sosok sang guru, bapak, saudara, sahabat itu akan selalu menyertai di hati kami. Wejangan dan ajarannya senantiasa hadir di tiap gerak kami. Karena kami tidak akan pernah berhenti bergerak, tidak pernah titik, selalu Koma,” ujar Ratna Riantiarno yang juga berperan sebagai produser.

Berlatarkan tempat di wilayah Kamoro, Papua, MATAHARI PAPUA mengisahkan seorang pemuda bernama Biwar tumbuh dewasa, di bawah asuhan sang Mama, Yakomina, dan didikan Dukun Koreri. Saat mencari ikan, Biwar menolong Nadiva dari serangan Tiga Biawak, anak buah Naga, yang meneror Tanah Papua.

Biwar bercerita kepada Mamanya, sang Mama justru mengisahkan memori pahit. Papa dan tiga paman Biwar ternyata mati dibunuh Naga. Mama, yang sedang mengandung, lolos lalu melahirkan Biwar. Biwar bertekad balas dendam, membunuh Sang Naga. Apakah Biwar mampu membunuh Naga?

Rangga Riantiarno, Sutradara pertunjukan MATAHARI PAPUA mengungkapkan, “Naskah pertunjukan MATAHARI PAPUA pertama kali ditulis pada tahun 2014, sebagai naskah pendek untuk pertunjukan bertajuk Cahaya dari Papua di Galeri Indonesia Kaya. Ketika pandemi merebak dan mengharuskan kita semua berkegiatan di rumah, Pak Nano tetap produktif menulis berbagai karya, salah satunya adalah mengembangkan naskah Cahaya dari Papuadan diberi judul baru MATAHARI PAPUA. Naskah ini kemudian dikirim secara anonim dalam Rawayan Award, (Sayembara Penulisan Naskah Dewan Kesenian Jakarta) 2022 dan ternyata terpilih sebagai salah satu pemenang. Naskah panjang terakhir ini menjadi bukti nyata dedikasi dan semangat tak kenal lelah Pak Nano dalam berkarya, bahkan di masa-masa sulit. Karyanya terus menyinari dunia teater Indonesia dan meninggalkan warisan yang akan selalu dikenang.”

Pentas kali ini menampilkan Tuti Hartati, Lutfi Ardiansyah, Joind Bayuwinanda, Netta Kusumah Dewi, Daisy Lantang, Bayu Dharmawan Saleh, Sir Ilham Jambak, Sri Qadariatin. Ada pula Zulfi Ramdoni, Angga Yasti, Rita Matumona, Dana Hassan, Adri Prasetyo, Andhini Puteri, Dodi Gustaman, Indrie Djati, Pandu Raka Pangestu, Hapsari Andira, Radhen Darwin, Edo Paha, dan masih banyak lagi aktor handal lainnya.

MATAHARI PAPUA disutradarai Rangga Riantiarno dan co-sutradara Nino Bukir, didukung oleh tata artistik dan multimedia Deden Jalaludin Bulqini, tata musik Fero A. Stefanus, tata rias Subarkah Hadisarjana, tata busana Rima Ananda Omar, tata rambut Sena Sukarya, tata cahaya Deray Setyadi, tata gerak Ratna Ully, tata suara Bona, pandu vokal Ajeng Destrian, rancang grafis Saut Irianto Manik, pimpinan produksi Rasapta Candrika dibantu oleh pengarah teknik Tinton Prianggoro serta manajer panggung Sari Madjid Prianggoro dan produser Ratna Riantiarno.

MATAHARI PAPUA dipentaskan Jumat, 7 Juni 2024, pukul 19.30 WIB; Sabtu, 8 Juni 2024, pukul 13.00 dan 19.30 WIB; Minggu, 9 Juni 2024, pukul 13.00 WIB; di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki.

Info tiket:

www.teaterkoma.org

Info Tiket:

0217359540a

082122777709

HTM:

975k | 725k | 525k | 400k | 275k | 175k

Continue Reading

iLive

Sukses digelar tahun lalu, Yamaha Musik Indonesia kembali gelar Lomba Pianica Nasional di tahun 2024 ini

Published

on

iMusic.id – Setelah sukses menyelenggarakan Lomba Pianica Nasional di tahun 2023 lalu, PT Yamaha Musik Indonesia Distributor kembali melanjutkan program pengembangan bakat dan kreatifitas para pelajar sekolah dasar nasional melalui seni musik bermain pianica yang diberi tajuk “Lomba Pianica Nasional 2024”.

Masih bekerjasama dan di support oleh Puspresnas Kemdikbudristek, Pengurus Besar Persatuan Drum Band Indonesia (PB-PDBI), dan tahun ini di support juga oleh Asosiasi Pengajar Seni Melodika Indoneisa (APSMI); Yamaha Musik sebagai inisiator acara ini siap menunjang visi Kemdikbudristek dalam melaksanakan pembangunan bidang Pendidikan dan kebudayaan sejak usia dini di tanah air.

Presiden Direktur Yamaha Musik Indonesia, Hisayoshi Matsui sangat menyambut positif penyelenggaraan “Lomba Pianica Nasional 2024” ini dan berharap event ini bisa lebih sukses dari event sebelumnya,

“Saya sangat menyambut baik ini ajang ini dan berharap ajang yang untuk kali kedua di gelar ini dapat memotivasi para peserta di kalangan sekolah dasar untuk terus kreatif dan berprestasi khususnya di bidang seni musik”, terang Hisayoshi Matsui.

“Lomba ini merupakan tindak lanjut dari training online musik untuk guru-guru sekolah dasar tahun 2022-2023, yang merupakan bagian dari kegiatan CSR Yamaha untuk mendukung pendidikan karakter melalui popularisasi kegiatan bermusik di sekolah. Melalui kegiatan ini kami berharap dapat menumbuhkembangkan rasa cinta tanah air dan menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan talenta yang mereka miliki. Kami percaya pada potensi mereka untuk menjadi generasi yang tangguh di masa depan dan event ini merupakan batu loncatan untuk mencapai visi tersebut”, tambah Hisayoshi Matsui.

Sementara itu, Andy Jobs selaku Ketua Dewan Juri “Lomba Pianica Nasional 2024” menjelaskan tentang adanya tambahan dukungan dari komunitas pengajar pianica dan beberapa tantangan yang akan dihadapi oleh peserta lomba di ajang ini,

“Saya sebagai ketua dewan juri sangat mengapresiasi Lomba Pianica Nasional 2024, kerjasama Puspresnas, Yamaha Musik dan PB-PDBI kali ini didukung pula oleh Asosiasi Pengajar Seni Melodika Indonesia, suatu wadah komunitas pengajar Pianica yang juga berkontribusi mengembangkan kompetensi pemandu talenta di bidang seni musik”, ujar Andy Jobs.

Pada ajang yang kedua ini khususnya kategori ansambel, kami memberikan keleluasaan dan sekaligus tantangan dengan memberikan unsur pendukung sehingga peserta bisa bertanding bukan hanya dari sisi musikalitas saja, akan tetapi juga dari sisi kreativitas penampilan secara keseluruhan”, tambah Andy Jobs lagi.

Andy jobs berharap aktivitas ini bisa membentuk pelajar Indonesia yang sesuai dengan karakter dan nilai Pancasila dengan pengimplementasian dimensi Profil Pelajar Pancasila, yaitu bergotong-royong, bernalar kritis dan kreatif yang memberi dampak perubahan sikap siswa yang semakin kolaboratif, peduli, komunikatif dan inovatif.

“Lomba Pianica Nasional 2024” yang mengangkat tema “Ekspresikan cinta tanah air dan budaya Indonesia dengan bermusik Pianica” ini telah membuka pendaftaran di periode waktu 1 Mei sampai dengan 31 Oktober 2024 dengan membuka kesempatan kepada peserta para murid sekolah dasar seluruh Indonesia. Calon peserta baik itu yang berformat Solo maupun Ansambel bisa mendaftar dan mengisi form pendaftaran melalui link : https://bit.ly/DAFTAR_PIANICA2024. Pendaftaran tidak dipungut biaya alias gratis.

Setelah mengisi form, peserta akan mendapat balasan melalui email dan akan mendapat tautan untuk mengunduh audio files (referensi iringan lagu) serta tautan untuk mengumpulkan video lomba. Untuk pengumuman pemenang pada 31 Oktober nanti para calon peserta bisa memantaunya di kanal Youtube Pusat Prestasi Nasional dan YamahaMusikID serta melalui Instagram YamahaMusikID.

Tri Wahyu Widodo, Sekretaris Dewan Juri yang juga merupakan dosen ISI Yogyakarta berharap dapat menjaring para pelajar sekolah dasar dengan kemampuan bermusik terbaik dari seluruh negeri lewat kompetisi ini.

“Kompetisi ini adalah pertunjukan keterampilan individu dan kolaboratif yang baik, dengan peserta dari kelompok usia Sekolah Dasar. Para peserta diharapkan mampu menunjukkan kemampuan yang luar biasa dalam memainkan Pianica dan menghasilkan melodi yang harmoni serta memikat hati juri. Setiap peserta dihargai sebagai seniman muda berbakat dan bukan hanya sebagai kompetitor berkat suasana kompetisi yang hangat dan terbuka”, terang Tri Wahyu Widodo.

Tri Wahyu Widodo berharap adik – adik calon peserta bisa menjadikan ajang ini sebagai fasilitas menunjukan kreatifitas mereka,

“Jangan lewatkan kesempatan ini untuk menjadi bagian dari komunitas musik yang bersemangat dan dinamis. Tunjukkan bakat adik-adik dan mungkin adik-adik dapat berkarya dan berprestasi dalam seni bermusik Pianica, daftarkan diri adik-adik, berlatihlah dengan tekun, dan bersiaplah untuk bersinar di Lomba Pianica Nasional 2024”, ujar Tri Wahyu Widodo menyemangati.

Anggota Dewan Juri, Kenan Loui, mengaku cukup terkejut melihat kualitas peserta ketika tahun lalu di percaya menjadi juri ajang kompetisi pianica ini,

“Kali pertama saya dipercaya menjadi juri, setelah sekian kali dapat kesempatan utk mengerjakan aransemennya, dapat saya katakan bahwa kualitas peserta jauh di atas ekspektasi saya. Yang lebih membanggakan lagi adalah, kualitasnya tersebar rata bahkan sampai daerah-daerah yang jauh dan sangat jarang saya dengar di media dan lingkungan sehari-hari. Terbukti dari begitu tipisnya perbedaan kualitas finalis dan juara-juara yang akhirnya terpilih pada kompetisi tahun lalu yang mengakibatkan perdebatan sengit antar dewan juri”, ujat Kenan Loui.

Dewan juri “Lomba Pianica Nasional 2024” mempunyai beberapa kriteria penilaian untuk menilai para peserta yang berkompetisi di ajang ini yaitu : Teknik Permainan (Ekspresi lagu, Balancing dan Komposisi), Interpretasi (Artikulasi, Dinamika dan Mutu Suara) dan Performance (Penampilan, kekompakan, Repertoire dan Kreatifitas).

Untuk keterangan berkaitan dengan Petunjuk Teknis, Jadwal Lomba, Kategori Lomba, Persyaratan, Iringan lagu, Hadiah dan lain – lain bisa di Simak melalui Petunjuk Teknis yang akan dikirimkan juga melalui e-mail (auto reply) setelah peserta melakukan pendaftaran melalui link : https://bit.ly/DAFTAR_PIANICA2024.

Continue Reading

iLive

Siap mampir di 5 Kota, “Lintas Resonan” gandeng 5 line up paling konsisten di industri musik tanah air

Published

on

iMusic.id – Konser musik dengan konsep kolaborasi lintas genre bakal mampir di beberapa kota terpilih di pulau jawa. Rangkaian acara konser musik yang di berinama “Lintas Resonan” ini siap menggebrak Bandung, Cirebon, Karawang, Semarang dan Tangerang Selatan dengan konsep yang menurut Wendy Putranto selaku perwakilan Lintas Resonan belum pernah dihelat di manapun.

Lebih lanjut Wendi Putranto menjelaskan kepada para awak media yang hadir Rabu 22/05/2024 di acara presscon Kick Off Lintas Resonan bahwa konser kolaborasi yang akan melibatkan pengisi acara seperti Efek Rumah Kaca, Danilla, Sore dan Perunggu ini membawa muatan yang positif dan eksploratif buat para musisi yang terlibat tersebut.

“Kami ingin mendorong para musisi maupun penikmat musik untuk bisa merasakan nikmatnya hidup dengan semangat berekspresi dan bereksplorasi hingga melampaui kebiasaan dan keluar dari zona nyaman dalam berbagai hal yang mereka sukai dan dengan caranya sendiri. Semangat berekspresi dan bereksplorasi ini bisa dirasakan pada rangkaian acara Lintas Resonan yang akan menghadirkan kolaborasi lintas genre dari para musisi bertalenta tanah air”, ungkap Wendi

“Pesan saya, datang dan nikmati getaran dari acara ini karena para pecinta musik tanah air akan mendapatkan pengalaman yang baru saat menyaksikan dan terlibat di acara Lintas Resonan”, tambah Wendi.

Line up / pengisi acara dari kolaborasi Lintas Resonan di pilih berdasarkan beberapa alasan antara lain berdasarkan konsistensi mereka di industri musik Indonesia dan perjalanan musik para Musisi selama ini.

“Kami menghadirkan para musisi bertalenta seperti Danilla, Barasuara, Sore, ERK, dan Perunggu yang dikenal dengan perjalanan musiknya yang konsisten dan menghasilkan karya-karya yang berkualitas. Kami melihat mereka memiliki keberanian untuk keluar dari zona nyaman dalam berkreasi dan berkarya. Kami rasa persona mereka mampu menginspirasi serta memberikan semangat kepada penikmat musiknya untuk dapat merasakan nikmatnya hidup melalui karya yang ekspresif dan eksploratif,” jelas Wendi.

Kolaborasi lintas genre ini akan menjadi sesuatu yang cukup baru dari panggung-panggung sebelumnya. Hal ini tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi para line up yang akan tampil di Lintas Resonan, terutama bagi Perunggu.

“Waktu pertama kali diajak Mas Wendi untuk project ini, kami kaget dan senang banget karena bisa tampil bareng teman-teman musisi yang sudah senior. Di satu sisi ada tanggung jawab ingin tampil keren dalam kolaborasi ini,” ungkap Maul Ibrahim personil Perunggu.

Hal yang sama juga turut disampaikan oleh Iga Massardi personil Barasuara.

“Salah satu perasaan paling berharga adalah ketika satu musisi terkoneksi dengan musisi yang lain, dengan kolaborasi akan menciptakan ilmu baru bagi kami. Tentunya kami senang banget bisa kolaborasi dengan musisi lain dan menghasilkan satu entitas musik baru yang fresh buat audiens Lintas Resonan,” kata Iga.

Keseruan saat mempersiapkan kolaborasi Lintas Resonan sudah dirasakan para line-up saat proses brainstorming seperti yang disampaikan Danilla,

“Saya senang banget karena bisa ngulik lagu teman-teman musisi lain yang bener-bener di luar genre aku, jadi saat kolaborasi kita bisa punya resonan yang sama. Kita jadi bisa saling mengeksplorasi musik masing-masing dan bisa saling terhubung lewat musik. Semoga kolaborasi kami bisa menginspirasi audiens, bahwa keluar dari zona nyaman itu sangat menyenangkan.” Ujar Danilla

“Dari komposisi yang akan kita bawakan dalam kolaborasi pasti menjadi sesuatu yang baru. Kami sangat merasakan banyak manfaat dari kolaborasi, yang paling utama bisa dapat amunisi tambahan untuk membuat karya selanjutnya. Semoga para penikmat musik yang hadir di Lintas Resonan dapat merasakan euforia dari kolaborasi kami,” tambah Cholil Mahmud personil Efek Rumah Kaca.

Semangat berekspresi dan bereksplorasi melampaui kebiasaan yang dihadirkan Lintas Resonan diharapkan dapat memberikan esensi para penikmat musik untuk dapat merasakan nikmatnya hidup dengan berani keluar dari zona nyaman.

“Sebagai musisi, saya bisa merasakan nikmatnya hidup ketika berhasil membuat sesuatu yang baru dari hasil kolaborasi melalui proses yang panjang, eksplorasi musiknya dalam resonan yang sama hingga menjadi suatu karya yang menggetarkan dan kita bisa sama-sama celebrate itu. Kami juga ingin para penikmat musik bisa ikut merayakan ini bersama kami dan kita akan seru-seruan di Lintas Resonan,” jelas Awan Garnida personil Sore.

“Kami berharap Lintas Resonan dapat memberikan semangat berekspresi dan bereksplorasi kepada para penonton yang hadir. Selain itu, kami juga berharap Lintas Resonan dapat menjadi platform jangka panjang bagi para musisi dan penikmat musik Indonesia yang akan menghadirkan berbagai kegiatan positif untuk ke depannya,” tutup Wendi.

Gelaran perdana Lintas Resonan akan menampilkan kolaborasi dua musisi lintas genre yang diselenggarakan di sepuluh titik di lima kota, yaitu : Kolaborasi Danilla x Perunggu: Bandung 15 & 29 Juni, Cirebon 6 Juli, dan Karawang 13 Juli, Kolaborasi Sore x Barasuara: Cirebon 22 Juni, Bandung 27 Juli, dan Semarang 3 Agustus, Kolaborasi Efek Rumah Kaca x Barasuara: Bandung 20 Juli, Semarang 10 Agustus, dan Tangerang Selatan 24 Agustus.

Harga tiket masuk Lintas Resonan senilai Rp 100.000 yang bisa didapatkan melalui Kiostix (sudah termasuk F&B, merchandise, dan produk sponsor).

Continue Reading