iMusic – Masih bernuansa Cool Romance, Rio Adiwardhana kembali dengan produktivitas kreatif musiknya, meluncurkan singel terbarunya yang berjudul “Pantaskah“. Single ke 7 ini bertepatan dengan datangnya bulan suci Ramadhan 1443 Hijriyah.
Meskipun Lagu “Pantaskah” ini tidak ditujukan bernuansa lagu religi khas menjelang bulan suci Ramadhan, namun dengan rilisnya lagu “Pantaskah” pada momentum Ramadhan kali ini seakan menjadi pembuktian bahwa penyanyi sekaligus musisi ini juga mahir dalam mengolah sudut pandang mengenai kehidupan namun tetap mengusung tema percintaan yang lebih universal.
Lagu ini mempunyai rasa religius secara universal yang dirangkai ke dalam notasi-notasi yang harmonis dengan menambahkan Choir, di beberapa bagiannya. Rio Adiwardhana mengajak pendengar musik Indonesia untuk berintrospeksi dalam mensyukuri segala nikmat yang saat ini dimiliki masing-masing insan manusia dalam kehidupannya.
Senada dengan pernyataan dari Rio Adiwardhana mengenai isi pesan dari lagu “Pantaskah” ini, selain mengingatkan semua penikmat musik Tanah Air untuk lebih bersyukur atas apa yang di miliki dalam kehidupan, juga memberi pesan bahwa tidak semua orang yang kita pandang kurang beruntung dalam kehidupannya itu tidak Bahagia.
Karena sejatinya kebahagiaan tiap-tiap insan manusia sudah ada dalam dirinya sesuai dengan porsi dan kapasitas nya masing-masing, karena kebahagiaan dalam diri akan hadir jika di pupuk dengan rasa bersyukur atas semua yang ada dan di miliki dalam kehidupan.
Sudah menjadi suatu keniscayaan bahwa setiap insan yang lahir ke dunia sudah mengemban rasa duka dan bahagianya menjadi satu kesatuan dalam mengarungi perjalanan kehidupan di dunia. Namun, terkadang rasa duka selalu dimunculkan secara berlebihan, seperti lirik di lagu ini yang mengatakan, Mengapa kita selalu bersedih. Padahal banyak sekali nikmat Tuhan yang kita dapat, salah satunya menghirup udara secara gratis yang terkadang luput dari kesadaran bersyukur. Hal ini dimasukkan pula ke dalam liriknya yaitu: Nikmat mana lagi yang kau tlah dustakan. Pada potongan lirik terakhir di lagu ini mengingatkan kita untuk selalu bersyukur atas nikmat yang telah diberikan.
Lagu ini ditulis pada tahun 2018, dimana seharusnya lagu “Pantaskah” ini menjadi single kedua dari Rio Adiwardhana, namun untuk mendapatkan komposisi musik yang sesuai dengan pesan yang akan di sampaikan dalam lagu ini, maka lagu ini baru selesai dan siap dirilis pada tanggal 28 Maret 2022, yang akhirnya menjadi singel ke tujuh Rio Adiwardhana di tahun ini.
Konsistensi Rio Adiwardhana dalam membuat lagu selaras dengan kekonsistenan label music CatNClaw untuk memproduksi singel-singel dari Rio Adiwardhana.
Singel ke 7 dari Rio Adiwardhana ini sudah dapat di dengar oleh penikmat musik Indonesia di berbagai platform musik digital dan Juga di channel YouTube “Rio Adiwardhana official”.
Semoga pesan dari lagu “Pantaskah” ini dapat dimengerti dan diterima dengan baik oleh para pendengar. (FE)
iMusic.id – Bertepatan dengan momen penuh makna Hari Kartini, penyanyi muda berbakat Alala Zahra resmi merilis single perdananya yang berjudul “Bundaku Tersayang”, sebuah karya musik pop akustik yang hangat, emosional, dan menyentuh hati. Mengusung genre Pop Akustik, lagu ini menghadirkan nuansa yang intim dan autentik.
melalui penggunaan instrumen musik akustik seperti gitar akustik, perkusi, violin, viola, cello, hingga contra bass. Aransemen yang sederhana namun kuat menghadirkan “feel” yang khas dan berkarakter, menjadikan lagu Alala Zahra ini mudah diterima oleh berbagai kalangan terutama mereka yang memiliki kedekatan emosional dengan sosok ibu.
“Bundaku Tersayang” mengisahkan tentang bakti dan cinta seorang anak kepada ibunya, yang ingin terus membahagiakan dan membalas kasih sayang tanpa batas sepanjang
hidupnya. Lagu Alala Zahra ini menjadi refleksi perasaan universal yang bisa dirasakan oleh siapa saja baik sebagai anak maupun sebagai sosok ibu.
Dengan lirik yang tulus dan aransemen yang menyentuh, lagu yang dinyanyikan Alala Zahra ini diharapkan dapat menjadi pengingat akan besarnya pengorbanan seorang ibu, sekaligus menjadi penyemangat spiritual dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Single ini diproduksi secara serius dengan melibatkan nama-nama berpengalaman di industri
Musik : Executive Producer: Okii Syarif & Icha Anwar (Chakiiyama Production), Music Producer & Songwriter: Edward Faisal, Mixing & Mastering: Reggie Chasmala.
Dirilis di bawah naungan indie label Chakiiyama Production, karya ini menjadi langkah awal yang kuat bagi perjalanan musikal Alala Zahra.
Melalui perilisan single ini, Alala Zahra berharap lagu “Bundaku Tersayang” dapat Menginspirasi generasi muda untuk lebih mencintai dan menghargai orang tua, Menjadi sumber energi positif dan semangat dalam menjalani kehidupan dan Mengingatkan kembali akan pentingnya peran ibu dalam kehidupan setiap individu
“Semoga lagu ini bisa jadi teman untuk semua yang ingin selalu mengingat dan membahagiakan bundanya,” ungkap Alala.
Dengan kombinasi bakat, dedikasi, dan pesan yang kuat, “Bundaku Tersayang” bukan sekadar lagu debut melainkan sebuah karya yang berpotensi menjadi anthem cinta untuk ibu bagi banyak orang. Single ini kini telah tersedia di seluruh Digital Streaming Platform, dan video liriknya dapat disaksikan melalui kanal YouTube resmi Alala Zahra.
iMusic.id – Terbentuk di Bogor, Indonesia sejak 2008, ‘Criatura’ adalah manifestasi dari ketakutan, pemberontakan, dan siklus hidup kematian yang dituangkan dalam balutan symphonic metal. Menggabungkan atmosfer gelap dengan elemen orkestrasi yang megah, Criatura menghadirkan lanskap sonik yang tidak hanya agresif, tetapi juga sarat makna dan narasi.
Setelah perjalanan panjang dalam keheningan, Criatura kini bersiap membuka babak baru melalui album terbaru mereka “In the Silence of the Dawn” yang akan dirilis oleh Surau Records. Sebuah karya konseptual yang menggali tema kehancuran, kesadaran, dan kelahiran kembali dalam dunia tanpa harapan di mana keheningan bukanlah akhir, melainkan awal dari kebangkitan.
Sebagai langkah awal, Criatura merilis single perdana berjudul “Victory”, yang akan hadir dalam format lyric video animasi melalui YouTube.
“Victory” bukan sekadar lagu tentang kemenangan dari Criatura. Ini adalah deklarasi takdir, sebuah narasi tentang runtuhnya dunia lama dan bangkitnya entitas baru dari kehampaan. Dengan lirik yang sarat simbolisme, lagu ini mengangkat tema nubuat, kehancuran, dan transformasi: “Victory — determined destiny, Glory burns eternally…”
Didukung oleh komposisi yang epik, atmosfer gelap, serta aransemen yang sinematik, “Victory” menjadi pintu gerbang menuju dunia “In the Silence of the Dawn”, sebuah fase di mana manusia berhenti berharap dan mulai bangkit sebagai bagian dari sesuatu yang lebih gelap dan abadi.
Visual lyric video yang menyertainya akan memperkuat pengalaman ini melalui pendekatan sinematik, menghadirkan elemen dan simbol-simbol ritual yang selaras dengan identitas Criatura.
Dengan perilisan ini, Criatura tidak hanya menghadirkan musik, tetapi juga membangun sebuah dunia di mana setiap rilisan adalah bagian dari narasi yang lebih besar.
“Born in silence. Crowned in victory.”
Single “Victory” telah tersedia di kanal resmi Criatura dan Surau Records.
iMusic.id – Penyanyi yang dikenal dengan karakter suara unik dan deretan hits multi-platinum, Astrid, resmi merilis album penuh terbarunya yang bertajuk “Aku Dan Cahaya”. Karya ini menjadi tonggak sejarah baru dalam perjalanan karier Astrid, terutama setelah memutuskan bergerak di jalur independen selama lima tahun terakhir.
Dikenal luas melalui lagu-lagu ikonik seperti “Jadikan Aku Yang Kedua,Tentang Rasa” dan “Mendua“, Astrid membuktikan konsistensinya meski tidak lagi berada di bawah naungan label besar. Total lebih dari 200 juta streams di Spotify dan YouTube menjadi bukti nyata bahwa karya-karyanya seperti “Jadikan Aku Ratu, Melawan Arus Jakarta” hingga “Silakan” tetap memiliki tempat di hati para penikmat musik tanah air.
Album “Aku Dan Cahaya” terdiri dari 10 lagu yang dikurasi secara mendalam. Album ini merupakan penggabungan dari mini album “Masih Di Sini” (rilis akhir 2025 dengan total 5 lagu) ditambah dengan materi-materi baru yang menyempurnakan narasi musiknya. Bagi Astrid, “Aku Dan Cahaya” adalah sebuah proyek personal yang membuka ruang eksplorasi musikal yang lebih segar dan menantang. Proses kreatif ini menjadi semangat baru baginya dalam menyampaikan kisah hidup dan perasaan melalui melodi.
Salah satu kejutan terbesar dalam album ini adalah keterlibatan musisi Adrian Martadinata. Selain bertindak sebagai Music Director yang meramu aransemen album secara keseluruhan, Adrian juga hadir sebagai rekan duet dalam single andalan berjudul “Kuingin Kau Tau“. Menariknya, lagu ini adalah karya orisinal Adrian yang sempat hits di masa lalu. Astrid yang terpikat pada lagu tersebut mengajukan syarat khusus untuk membawakannya kembali: Adrian harus ikut bernyanyi bersamanya.
Dibalut dengan aransemen yang dominan akustik namun dipercantik dengan sentuhan strings yang megah, “Kuingin Kau Tau” bercerita tentang dinamika hubungan jarak jauh (Long Distance Relationship). Kolaborasi suara unik Astrid dan vokal merdu Adrian menciptakan harmoni yang istimewa, romantis, dan penuh rasa.
Album ini dirilis melalui kerjasama Astrid & Hadir Entertainment, distribusi oleh Jagonya Musik & Sport Indonesia, Album ini sudah tersedia di KFC Stores seluruh Indonesia.