Connect with us

iMusic

Sang “Garam & Madu”, Tenxi, Jemsii dan Naykilla teratas di ASIRI Chart

Published

on

iMusic.id IFPI, yang mewakili industri rekaman di seluruh dunia hari ini mengumumkan peluncuran kembali ASIRI Chart sebagai The Official Indonesia Chart, sumber yang definitif dari tangga lagu mingguan resmi yang didukung oleh industri di Indonesia.

Di minggu ke-3 Januari 2025 ASIRI Chart ini, ada peringkat #1 baru di Indonesia, yaitu lagu dari Tenxi, Jemsii dan Naykilla yang berjudul Garam & Madu yang naik ke posisi teratas di tangga lagu terbaru hanya dalam waktu dua minggu. Lagu ini memulai debutnya di posisi #5 minggu lalu dan dengan cepat menjadi hits.

Jika sebelumnya ASIRI Chart diperbarui setiap hari Jumat, The Official Indonesia Chart Top 20 akan diumumkan pada awal minggu jadi para penggemar dapat mengakses peringkat terbaru setiap hari Selasa.

Tangga lagu ASIRI Chart ini akan menampilkan lagu-lagu terpopuler dari artis lokal dan internasional berdasarkan streaming di semua platform utama, dan akan tersedia bersamaan dengan tangga lagu resmi untuk lima negara ASEAN lainnya di situs web Official Southeast Asia Charts (www.officialseacharts.com), dan melalui kanal media sosial terkait di Instagram dan Facebook, serta di kanal Instagram dan situs web ASIRI. Selain itu, akan ada juga chart khusus untuk lagu-lagu lokal Indonesia, Official Indonesia Domestic Chart.

Didukung oleh industri musik rekaman, Official Indonesia Chart menggabungkan streaming dari platform global Apple Music, Deezer, Spotify, YouTube, dan Langit Musik. Tangga lagu ini dikelola oleh IFPI dan dibuat berdasarkan data yang disiapkan oleh BMAT, sesuai dengan prinsip dan metodologi tangga lagu global IFPI.

Menanggapi berita tersebut, Wisnu Surjono, Ketua Umum ASIRI dan Managing Director Universal Music Indonesia, mengatakan:

“Hari ini adalah momen penting dalam perkembangan chart musik di Indonesia. Bergabungnya ASIRI dengan pihak-pihak lain untuk dapat meningkatkan kesuksesan lokal untuk diperjuangkan dan menempatkan Asia Tenggara lebih kuat di peta industri musik dunia sebagai salah satu pusat musik. Kami yakin langkah ini akan meningkatkan keterlibatan penggemar dan memberikan wawasan yang luar biasa tentang tren yang sedang berkembang di negara ini”.

Selain pembaruan tangga lagu mingguan, penggemar musik di kawasan ini dapat menantikan sejumlah konten artis eksklusif di www.officialseacharts.com, pusat musik resmi di Asia Tenggara.

Official Southeast Asia Charts adalah kumpulan dari enam tangga lagu streaming mingguan dari wilayah Asia Tenggara, yaitu Official Indonesia Chart, Official Malaysia Chart, Official Philippines Chart, Official Singapore Chart, Official Thailand Chart, dan Official Vietnam Chart. Pengumpulan data berlangsung dari hari Jumat hingga Kamis, dengan tangga lagu yang dirilis di www.officialseacharts.com dan di akun Instagram dan Facebook Official Southeast Asia setiap hari Selasa.

Selain chart resmi untuk setiap negara, empat chart khusus juga disajikan setiap minggunya. Untuk Indonesia akan ada Tangga Lagu Domestik Resmi Indonesia, untuk Malaysia akan ada Domestic & Chinese Charts, dan untuk Singapura akan ada Regional Charts.

Semua tangga lagu termasuk streaming yang memenuhi syarat untuk tangga lagu dari Apple Music, Deezer, Spotify, dan YouTube, sementara Tangga Lagu Resmi Indonesia dan Tangga Lagu Domestik Indonesia juga termasuk Langit Musik. Sesuai dengan prinsip-prinsip tangga lagu global IFPI, streaming dari setiap pasar diberi bobot untuk memperhitungkan perbedaan nilai ekonomi antara layanan streaming gratis dan berbayar. Hal ini menghasilkan tangga lagu yang mencerminkan volume dan nilai streaming di seluruh wilayah, untuk merayakan lagu-lagu yang populer dalam seminggu.

iMusic

Cinta berawal dari layar hp di single “Layar Hati” nya Billkiss.

Published

on

iMusic.id – Band pop Billkiss kembali menghadirkan karya terbaru berjudul “Layar Hati”, sebuah lagu manis yang mengangkat kisah cinta yang berawal dari dunia digital. Lagu ini bercerita tentang seseorang yang jatuh hati pada pandangan pertama melalui media sosial, perasaan yang awalnya hanya hadir lewat layar, namun perlahan tumbuh menjadi nyata.

Dalam cerita yang dihadirkan melalui lagu ini, sosok yang semula hanya bisa dipandangi dari layar handphone akhirnya hadir dalam kehidupan nyata. Ia menjadi teman berbagi cerita, hingga pada akhirnya menjelma menjadi teman hidup selamanya.

“Layar Hati” ditulis oleh Helvi Eriyanti, bassist Billkiss. Proses rekaman lagu ini dilakukan di Lancar Jaya Studio, dengan dukungan musisi Acoy Rocker Kasarunk dan Band Omom yang turut membantu dalam proses aransemen. Sementara itu, proses mixing juga dikerjakan oleh Acoy di studio yang sama.

Meski proses penciptaannya terbilang cukup singkat, lagu ini lahir dari fenomena yang sangat dekat dengan kehidupan banyak orang saat ini. Helvi mengungkapkan bahwa di era digital, tidak sedikit kisah cinta yang bermula dari percakapan di media sosial atau pertemuan melalui layar ponsel.

“Banyak orang sekarang yang menemukan cinta dari layar handphone. Awalnya cuma chatting, saling melihat lewat media sosial, tapi lama-lama bisa jadi hubungan yang nyata. Dari situ ide lagu ini muncul,” ujar Helvi.

Sementara itu, Maulin, vokalis Billkiss, berharap lagu ini bisa menjadi lagu yang dekat dengan pengalaman para pendengarnya.

“Kisahnya sangat relate dengan kehidupan sekarang. Semoga ‘Layar Hati’ bisa diterima dengan baik dan menjadi soundtrack dalam perjalanan cinta banyak orang,” kata Maulin.

Masih mengusung genre pop dengan nuansa manis dan ceria, “Layar Hati” menghadirkan warna musik khas Billkiss yang hangat, ringan, dan penuh rasa cinta.

Single “Layar Hati” kini sudah dapat dinikmati di berbagai digital streaming platform.

Continue Reading

iMusic

Inheritors coba mengakali kematian di single “Cheating Death”

Published

on

iMusic.id – Unit thrash metal asal Malang, Inheritors, kembali melanjutkan fase comeback mereka di 2026 lewat single baru berjudul “Cheating Death”. Lagu ini lahir dari refleksi personal para personelnya yang pernah berada di ambang kematian, sekaligus kegemaran kolektif mereka terhadap tema horor dan thriller seperti film Final Destination. “Cheating Death” berbicara tentang ilusi manusia yang merasa bisa mengakali kematian, padahal kematian selalu menemukan jalannya sendiri.

“Cheating Death” menandai sisi Inheritors yang paling gelap dan buas sejauh ini. Riff thrash cepat dengan nuansa old school proto-death thrash metal akhir 80-an dipadukan dengan komposisi yang lebih padat, groove yang lebih kejam, serta breakdown dan solo gitar yang agresif. Referensi era Kill ’Em All (Metallica) hingga Pleasure to Kill (Kreator) terasa kuat, dan juga spirit Sepultura era awal menjadi benang merah utama, namun diramu tanpa terjebak nostalgia mentah.

Single ini juga menjadi debut resmi Galih sebagai gitaris baru Inheritors, menjadikan formasi ini untuk pertama kalinya menggunakan dua gitaris. Meski datang dari latar non-thrash, Galih justru membawa pendekatan yang lebih eksploratif dan segar, memperkaya karakter riff dan solo tanpa mengaburkan identitas gelap Inheritors. Kehadirannya membuat sound band terasa lebih padat, heavier, dan terbuka ke materi-materi yang lebih luas.

Saat ini Inheritors di perkuat oleh : Dion (Lead Vocals), Patrick (Lead Guitars), Galih (Rhythm Guitars), Obed (Bass Guitars, Backing Vocals) dan Rufa (Drums, Percussion).

“Cheating Death” merupakan bagian dari strategi rilis single bertahap menuju album penuh perdana Inheritors. Album tersebut direncanakan menjadi kolase perkembangan thrash metal, dari era 80-an hingga 2000-an, dengan tiap lagu membawa karakter dan pendekatan yang berbeda. Setelah delapan tahun hiatus, Inheritors menegaskan bahwa musik kini menjadi medium katarsis, penyaluran energi negatif, sekaligus warisan yang ingin mereka tinggalkan.

Dengan bagian-bagian yang dirancang untuk memicu moshpit sejak intro hingga akhir lagu, “Cheating Death” adalah pernyataan bahwa Inheritors belum selesai. Mereka mungkin tidak bisa mencurangi takdir, tapi mereka bisa menantangnya dengan distorsi, kecepatan, dan kegelapan.

Continue Reading

iMusic

REVIND alami kehilangan di single “Forever Still”

Published

on

iMusic.id – Band metalcore asal Indonesia, REVIND, resmi merilis single terbaru mereka berjudul “Forever Still” pada 26 Februari 2026 lalu. Lagu ini menjadi karya paling emosional yang pernah mereka rilis, sebuah elegi tentang kehilangan, cinta, dan kenangan yang tetap hidup meski seseorang telah tiada.

“Forever Still”menceritakan tentang seseorang yang harus menghadapi kenyataan pahit ditinggalkan untuk selamanya oleh orang yang paling ia cintai. Melalui lirik seperti “Still I see Your face every time I close my eyes” dan “You’re forever still in my heart”, REVIND menggambarkan bagaimana duka tidak pernah benar-benar hilang, ia hanya berubah bentuk, hidup dalam ingatan dan perasaan.

Secara musikal, lagu ini memadukan riff berat khas metalcore dengan atmosfer melankolis dan dinamika emosional yang kuat. Breakdown yang intens berpadu dengan bagian melodik yang sendu, menciptakan ruang bagi pendengar untuk merasakan kesedihan, kemarahan, hingga penerimaan dalam satu perjalanan yang utuh dari REVIND.

Vokal yang penuh tekanan emosional memperkuat pesan tentang kehampaan, keterpurukan, dan cinta yang tak pernah padam. Kalimat seperti “Flowers laid out to You, heaven is waiting for You” menjadi simbol perpisahan terakhir yang pahit namun penuh keikhlasan.

Dengan “Forever Still”, REVIND menunjukkan kedewasaan dalam penulisan lagu dan produksi. Lagu ini bukan hanya tentang kehilangan, tetapi tentang bagaimana seseorang tetap hidup dalam hati orang yang mencintainya. Tema universal ini membuat “Forever Still” relevan bagi siapa pun yang pernah merasakan duka mendalam.

Single ini telah tersedia di seluruh platform digital streaming.

Continue Reading