iMusic – Setelah membentuk band dengan musisi-musisi asal Bali, OmBags kembali meramaikan panggung musik nasional, dengan merilis single solo terbaru-nya ‘Persahabatan’, rentang 12 tahun setelah melepas debut solo album “Edan”. Lagu ini merupakan lagu pembuka dari solo album ke-dua yang rencananya akan di rilis dalam waktu dekat.
Tidak tanggung-tanggung, di lagu ‘Persahabatan’ ini, OmBags menggaet musisi / penyanyi yang sedang naik daun Danilla Riyadi untuk berkolaborasi. Yang menarik, lagu ini keluar dari image yang melekat pada musisi ini. Dimana OmBags sebelumnya identik dengan nuansa rock alternative, tapi di lagu ini justru berkarakter ballad yang bernuansa akustik (folk).
Sebuah lagu yang hadir dengan diiringi petikan gitar yang indah dari Wayanjos. Untuk memproduseri albumnya OmBags, menggaet Deny Surya dan Wayanjos yang ikut serta dalam proses aransemen, hingga pemilihan lagu-lagu yang nantinya akan dimasukkan kedalam solo album ke-dua, termasuk menangani proses mixing dan mastering.
Di pilihnya Danilla Riyadi menurut OmBags, di lagu ini membutuhkan karakter vokal wanita yang di ibaratkan terlibat dalam sebuah monolog. “Ide awalnya adalah, saya ingin ada seperti monolog antara dua orang yg saling bersahutan di lagu ini. Untuk monolog ini saya ingin suara vokal wanita yg berkarakter dan unik. Dan yang bisa mewujudkan karakter vokal itu pada lagu ini ada pada Danilla Riyadi.
Tapi saya membebaskan Danilla untuk bernyanyi mengekspresikan sesuai cerita lagunya. Dan ternyata pilihan pada Danilla adalah tepat, karena mampu memberi nyawa pada lagu ini.” Ungkap OmBags lebih lanjut.
Lagu ‘Persahabatan’ sendiri sudah ditulis OmBags pada tahun 2011 lalu. Lagu ini bercerita tentang putusnya sebuah persahabatan karena perbedaan pendapat dan cara pandang, yang akhirnya hanya merugikan kedua belah pihak yang lebih memenangkan ego diatas nilai persahabatan itu sendiri.
Dengan di rilisnya ‘Persahabatan’ ada pesan yang ingin di sampaikan, untuk menyadari bahwa berbeda pendapat itu wajar dan tak perlu berselisih paham apa lagi sampai bermusuhan dan memutus hubungan tali silaturahmi. Karena kita tidak akan tahu kalau suatu saat nanti justru sahabat kita yg akan membantu kita dalam berbagai hal.
Proses produksi single ini sudah dimulai sekitar 2 tahun lalu. Take vocal OmBags dan recording gitar di lakukan di Joshlab Studio. Untuk vocal Danilla di lakukan di Dimas Studio. Sedangkan proses mixing dan mastering di kerjakan di PosKo Studio dengan menggunakan V2 Cable. Lebih lanjut OmBags menjelaskan, “Proses produksi yang cukup lama, karena beberapa kendala.
Mulai dari proses mengontak Danilla, apakah musisi ini bersedia berkolaborasi, hingga menentukan jadwal take vokal Danilla. Menggingat pada saat bersamaan Danilla juga sedang menggarap albumnya yang terbaru. Hal lain adalah bagaimana bisa membuat lagu ini menjadi simple, enak didengar dan mewakili perasaan sesal dua orang sahabat yg berselisih, dengan musik yang hanya diiringi sebuah gitar nylon akustik saja. Justru cerita tentang lagu dan proses penggarapannya itulah yg menurut saya sangat menarik dan memberi energi tersendiri saat menyelasaikan lagu ini.”
Setelah merilis ‘Persahabatan’, OmBags baru saja melepas 2 single baru ‘Senandung Rindu’ dan ‘Jungle John’ yang juga akan menjadi track di album kedua, dimana di album ini rencananya akan berisi 11 track. OmBags juga sudah mulai menggarap beberapa materi lagu lainnya. Ke-tiga lagu ini sudah bisa dinikmati di di semua media music streaming. So…selamat menikmati karya terbaru dari OmBags. (FE)
iMusic.id – Band pop punk asal Solo, Jateng, NRTG baru saja merilis single debutnya yang di beri judul “Kita Lawan Dunia”. Membawa semangat positif, trio pop punk ini mengusung lirik yang mengajak seluruh pendengarnya untuk tetap bersemangat menghadapi berbagai kendala di dunia ini.
NRTG terbentuk di Solo, Jateng, pada Desember 2022 silam. Beranggotakan Arsyad Mohamed (vokal dan gitar), Rony Firdaus (bass), dan Rofy (drum), Band ini semakin membuktikan bahwa genre pop punk masih berkibar di Jawa Tengah dan masih mempunyai basis massa yang lumayan banyak.
NRTG dibentuk oleh sekelompok pemuda yang memiliki minat yang sama dalam bermusik, khususnya pada genre pop punk. Sejak awal pembentukannya, band ini mulai mengembangkan karya dengan pendekatan sederhana yang terinspirasi dari pengalaman sehari-hari.
Single “Kita Lawan Dunia” sebenarnya sudah dirilis sejak Februari 2026, namun di April 2026 ini, NRTG baru membagikan presskit nya ke kalangan media. Di rilisnya single “Kita Lawan Dunia” ini adalah sebagai langkah awal dalam memperkenalkan karya mereka kepada para pecinta musik Pop Punk secara nasional.
Lewat karya perdananya ini NRTG berusaha mengusung genre pop punk dengan karakter musik yang menonjolkan energi, melodi sederhana, serta lirik yang dekat dengan kehidupan anak muda.
iMusic.id – Band alt-rock asal Texas, Culture Wars, resmi merilis album debut mereka yang sangat dinantikan bertajuk “Don’t Speak”, melalui AWAL, pada 10 April 2026 kemarin. Album ini menandai tonggak penting bagi perjalanan karir musik mereka sekaligus menjadi angin segar di dunia musik saat ini mengingat begitu banyak pencapaian yang telah mereka raih di tahun sebelumnya.
Sebelumnya Culture Wars sempat menempatkan lagu “It Hurts” di 20 besar tangga lagu radio alternatif US, meraih lebih dari 66 juta streaming global dan menjadi band pembuka di konser musisi-musisi ternama, mulai dari Maroon 5, Keane, Wallows, dan LANY.
“Don’t Speak” adalah karya yang benar-benar jujur dari Culture Wars, bukan hanya dari segi lirik saja, namun lagu-lagunya, seperti “Typical Ways, Lies, Bittersweat” ataupun “In The Morning” mencerminkan sisi musikalitas mereka yang baik.
Culture Wars mampu membentuk narasi yang utuh bagaimana mereka menghadapi masa lalu, ketidakpastian, proses pertumbuhan yang terasa lambat dan kemudian menjadikan semua itu menjadi suatu identitas yang khas mampu menampilkan kematangan secara emosional dan bermusik para personilnya, serta tentu saja menunjukkan kreativitas tanpa batas.
Reaksi positif banyak didapat band yang beranggotakan Alex Dugan (vokal), David Grayson (drum), Dillon Randolph (bass), Caleb Contreras (gitar), dan Josh Stirm (gitar) ini. Terbukti baru – baru ini, Culture Wars masuk dalam seri Fast Forward dari Apple Music dan Shazam, yang menampilkan para artis pendatang baru paling menarik yang membentuk masa depan musik.
Torehan ini tentunya semakin mengukuhkan merekasebagai sebuah band yang telah sepenuhnya menemukan kekuatannya sendiri. Kekuatan yang terlihat dari penjualan tiket tur mereka yang akan digelar sepanjang tahun 2026, mulai dari Amerika Utara dan Inggris/Eropa guna mempromosikan album debut mereka “Don’t Speak”.
Dengan audiens internasional yang berkembang pesat, reputasi sebagai penampil live yang enerjik dan memukau, album “Don’t Speak”jadi momentum tepat Culture Wars untuk menghadirkan karya debut yang sangat mengesankan, memikat, dan dirancang untuk bertahan lama serta tentunya jadi babak terbesar mereka ke panggung-panggung di seluruh dunia.
Mudah – mudahan selesai tur mereka di US dan Eropa, Culture Wars bisa mampir di Indonesia.
iMusic.id – Film “Dalam Sujudku” produksi Proj3ct 69 siap tayang 16 April 2026, film bergenre drama percintaan ini memadukan emosi, spiritualitas, serta refleksi kehidupan yang relevan dan relate dengan kehidupan masyarakat pada umumnya.
Di bintangi oleh Marcell Darwin, Denis Adhiswara, Vinessa Inez, Naura Hakim, Ryuka, Chika Waode hingga Dominique Sanda. Film yang di produseri oleh Donnie Syech dan disutradarai oleh Rico Michael ini menghadirkan performa emosional yang kuat dan autentik, ada pesan moral yang ingin disampaikan lewat cerita drama rumah tangga tersebut.
Di angkat dari kisah nyata tentang perjalanan rumah tangga, ujian hidup, dan pencarian makna spiritual dalam rumah tangga yang menyentuh hati tersebut, film ini mengulas tentang masalah pelik rumah tangga yang diuji oleh berbagai persoalan hidup dengan menggambarkan kekuatan Doa, keikhlasan, serta makna berserah diri kepada Tuhan.
Dengan kombinasi kisah nyata, akting emosional, dan pesan religi yang kuat, film “Dalam Sujudku” diharapkan menjadi salah satu film drama spiritual yang relevan bagi masyarakat. Marcell Darwin sang pemeran utama film ini mengaku cukup tertantang dalam memerankan tokoh Farid di film ini.
“Saya sangat tertantang memerankan tokoh Farid ini karena ddi dalam film ini saya harus memerankan pribadi yang polos dari desa kerja di kota, lalu dikota mengalami banyak peristiwa yang tidak sesuai dengan hatinya hingga dia harus terjebak dalam perangkap asmara dari Rina sehingga membuat rumah tangganya bersama Aisyah jadi hancur”, terang Marcell.
“Dalam peran ini saya harus menjadi dua pribadi yang berbeda disaat mencintai istri pertama dan keduanya”, ini sangat menantang saya”, tambah Marcell.
“Film ini ingin menyampaikan makna sujud dalam keadaan pasrah, bahwa di titik itu kita benar-benar bisa berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Marcell.
Film “dalam Sujudku” ini tidak hanya menyajikan drama yang menyentuh, sebagai Tontonan tetapi bisa menjadi Tuntunan juga, sebagai pengingat tentang pentingnya Kesabaran, Keikhlasan, dan kekuatan Doa dalam menjalani masalah kehidupan.
Dengan kombinasi Kisah Nyata, Akting Emosional, dan Pesan Religi yang kuat, Film “Dalam Sujudku”diharapkan menjadi salah satu film drama Keluarga yang relevan bagi masyarakat dengan dinamika kehidupan rumah tangga yang membawa pesan emosi secara mendalam.