Connect with us

iMusic

“Sharen Fernandez” Mengucap “Sudah” Kepada Rumitnya Cinta.

Published

on

iMusic – Meracik karya solo nomor tiga bukanlah perihal remeh di mata seorang Sharen Fernandez. Setelah memperkenalkan cita rasa musik pop miliknya lewat dua karya sebelumnya “Sembuh” dan “Tak Berhak Cemburu” di bulan Januari yang lalu.

Solois yang kini berusia 20 tahun ini siap melanjutkan kelana musiknya lewat karya terbaru yang bertajuk “Sudah“. Tentunya, sebagai single resmi ketiga, Sharen Fernandez mengemas lagu “Sudah” sebagai manifestasi seorang pribadi yang semakin beranjak dewasa.

Buka Sharen, “Bila ‘Sembuh’ dan ‘Tak Berhak Cemburu’ diibaratkan sebagai upaya eksplorasi aku sebagai musisi pop, maka aku menggarap single ketiga aku ‘Sudah’ sebagai momen ketika aku meluapkan kebebasan aku dalam bermusik. Ditambah lagi, aku juga merasakan kepercayaan diri aku semakin matang di lagu terbaruku ini.”

Siap dirilis di semua digital streaming platforms pada hari Jumat, 28 Juli 2023, “Sudah” adalah balada pop berdurasi 4 menit dan 5 detik yang ditulis oleh Anugerah N. dan diproduseri oleh Seto Bramana dan Yafi Aria – produser yang sama yang turut bertanggung jawab atas balada juwita seperti “Pilihan Yang Terbaik” oleh Ziva Magnolya dan “Hilang Tanpa Bilang” oleh Meiska. Dengan mengadopsi aransemen orchestral pop, “Sudah” mendapati Sharen Fernandez hendak mengakhiri tarik-ulur romansa yang terlalu rumit untuk dilanjutkan.

Merdu alto Sharen Fernandez – tekstur vokal yang mungkin akan mengingatkan audiens musik Indonesia dengan Eva Celia dan Ruth Sahanaya – pun menghembuskan nyawa dan imajinasi begitu “Sudah” mencapai refrain: “Biarkan aku sendiri / Relakan aku di sini / Jangan lagi / Kau datang dan mengetuk pintu hatiku”

“Aku menilai lagu ‘Sudah’ ini adalah karya aku yang paling matang sekaligus paling dewasa,” terang Sharen Fernandez, yang sempat mencuri perhatian Tanah Air sebagai kontestan Indonesian Idol Special Season pada tahun 2021 yang lalu. “Kedewasaan di sini adalah, meskipun ‘Sudah’ adalah balada yang cukup memilukan, bukan hanya rasa sakit saja yang hendak aku sampaikan lewat lagu tersebut.”

Kini memasuki dekade kedua dalam hidupnya, Sharen Fernandez pun belajar bahwa balada yang menggugah tidak hanya empunya mantra magis untuk meninggalkan kepedihan di hati pendengarnya, tetapi juga merefleksikan kebijaksanaan sekaligus satu-dua pembelajaran mengenai kehidupan. Melalui lagu “Sudah”, Sharen Fernandez hendak membisikkan butir kebajikan bahwa setiap duka seyogyanya diakhiri bukan dengan amarah, melainkan dengan kelapangan dada.

“Lucunya, kerap kali perspektif aku mengenai cinta dan romansa sangat melampaui usia aku dan teman-teman yang sepantaran dengan aku,” lanjut celoteh Sharen Fernandez. “Aku sudah memahami betul bahwa sebuah hubungan itu bisa menjadi sesuatu yang malah menjadi terlalu rumit untuk terus dijalani. Ada kalanya tidak ada yang namanya ‘tokoh baik’ atau ‘tokoh antagonis’ dalam sebuah hubungan. Ada kalanya, memang sudah saatnya untuk hubungan tersebut menemui titik akhirnya. Kita tidak bisa mengontrol segala-galanya dalam hidup kita, apalagi hati pasangan kita.”

Seto Bramana dan Yafi Aria, selaku produser di balik lagu “Sudah” ini, turut antusias dengan tumbuh kembang yang dihadirkan Sharen Fernandez. Dengan bantuan Barsena Besthandi yang berperan sebagai vocal director, sang solois pun dianggap semakin berani untuk meninggalkan zona nyamannya.

“Kami meyakini potensi besar yang dimiliki oleh Sharen,” puji Seto Bramana dan Yafi Aria. “Di sisi lain, salah satu cara untuk mengaktualisasikan potensi tersebut adalah dengan Sharen semakin mengenali dirinya dan semakin mendorong dirinya untuk melangkah ke jenjang kreativitas yang lebih mumpuni. Tidak setiap hari kami menemui penyanyi muda yang menolak untuk ‘bermain aman’.”

Ditambah lagi, label musik Wahana Production yang menaungi karya-karya Sharen Fernandez meyakini bahwa “Sudah” memiliki pesona untuk menciptakan ketertarikan akan musikalitas dan pribadi sang solois: “Sharen Fernandez adalah tipe musisi yang serba bisa dan selalu bersedia untuk membuka pikirannya dan mencoba segala sesuatu yang terbilang baru. Kami memiliki ekspektasi tinggi untuknya dan membayangkan masa depan yang cerah dalam perjalanannya – baik sebagai seorang musisi maupun sebagai seorang entertainer.”

Lagu “Sudah” oleh Sharen Fernandez siap dirilis dan didengarkan di digital streaming platform (DSP) pada hari Jumat, 28 Juli 2023 di bawah naungan label musik Wahana Production. (SPR)

iMusic

Kolaborasi Dinda Ghania dan Yovie Widianto di lagu “Relung Hati” lahirkan komposisi orkestra yang segar.

Published

on

iMusic.id – Dinda Ghania membuktikan produktivitasnya sebagai anak muda bertalenta lewat single “Relung Hati”, sebuah kolaborasi lintas musisi yang diciptakan khusus oleh Yovie Widianto.

Menurut Yovie Widianto, secara tematik lagu ini mengangkat dinamika hubungan yang penuh cinta namun menyimpan luka. Dinda Ghania berhasil menginterpretasikannya melalui komposisi yang mengedepankan orkestra.

“Kalau dari POV aku, ‘Relung Hati’ menceritakan tentang dua pasangan yang saling sayang, tapi ujung-ujungnya malah nyakitin satu sama lain,” ujar Dinda Ghania.

Lagu ini menjadi penanda kolaborasi istimewa antara Yovie Widianto dan Dinda Ghania. Dinda adalah solois muda sekaligus pencipta lagu yang produktif sejak tahun 2022. Yovie Widianto berharap kolaborasi ini menghadirkan interpretasi segar dari generasi baru tanpa menghilangkan ciri khas karyanya.

“Saya memang ingin lagu ini dibawakan oleh seorang penyanyi yang dia juga penulis lagu dan masih muda. Ini awal mula tujuan saya kenapa ada lagu “Relung Hati”,” ujar Yovie Widianto.

“Sejujurnya sejak awal, saya sangat menyukai karakter vokal Dinda Ghania yang sederhana, tak dibuat-buat tapi tetap emosional,” tambah Yovie Widianto.

Salah satu kekuatan “Relung Hati” terletak pada produksi orkestratif yang menghidupkan kembali nuansa klasik melalui instrumen asli yang dimainkan langsung oleh Budapest Scoring Orchestra. Pendekatan ini menjadikan “Relung Hati” sebuah karya musikal yang kaya tekstur dan emosi, didukung vokal yang berkarakter dari Dinda Ghania.

“Walaupun teknologi semakin maju, hasil instrumen yang lahir dari tangan manusia selalu punya nilai tersendiri dan tak akan lekang oleh waktu. Ini alasan saya masih menggunakan kelompok instrumen orkestra yang asli,” tegas Yovie Widianto.

Pendekatan ini menjadikan ‘Relung Hati’ tidak hanya sebagai lagu pop biasa, tetapi juga sebuah karya musikal yang kaya tekstur dan emosi. Pembawaan vokal merdu nan sederhana dari Dinda Ghania juga menjadikan lagu ini semakin terasa istimewa.

Untuk proses pembuatannya, Yovie Widianto dibantu penuh oleh Ari Renaldi untuk aransemen string section lagu “Relung Hati” hingga proses mixing dan mastering-nya. Sedangkan untuk orkestranya, Yovie Widianto mempercayakan kepada Budapest Scoring Orchestra yang direkam di Artsounds Studio Jakarta.

Dinda Ghania adalah anak muda bertalenta yang terus berkembang di industri musik Indonesia. Dengan karakter vokal yang khas dan pendekatan emosional yang kuat, Dinda Ghania mampu menghadirkan interpretasi yang terasa jujur dan relevan dalam setiap karyanya.

Dengan karyanya yang bertajuk “Relung Hati”, ini menjadi salah satu bukti bagaimana Dinda Ghania mampu mengolah materi lagu dengan kedalaman rasa, sekaligus tetap mempertahankan identitas musikalnya sebagai penyanyi dan penulis lagu muda.

Sejak awal perjalanan kariernya, Dinda Ghania telah menunjukkan konsistensi dalam berkarya serta keberanian untuk mengeksplorasi berbagai warna musik. Hal ini menjadikannya sebagai salah satu talenta generasi baru yang memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan memberi warna di industri musik Indonesia.

Single kolaborasi ini terbukti sukses memikat masyarakat sejak dirilis 13 Februari 2026. Video klip resminya yang tayang 15 April 2026 di kanal YouTube Yovie Widianto kini telah menembus 860 ribu views, sementara video liriknya mencapai 1,4 juta views.

“Rasanya pasti senang banget dan sangat bersyukur, karena aku bisa dapat kesempatan hebat ini. Aku akhirnya bisa bangga sama diri aku sendiri dan tentunya dari didikan dari Om Yovie,” ungkap Dinda Ghania.

Ke depannya, Dinda Ghania yang selama ini merilis single demi single mengungkapkan keinginannya untuk segera menggarap album penuh. Sebab menurut Dinda Ghania, bagaimana pun juga, pencapaian terbaik seorang musisi adalah mempunyai album.

“Someday, cepat atau lambat aku pasti bakal keluarin album perdanaku. Harapannya semua lagunya adalah ciptaanku dan tetap bisa dalam pengawasan musikal dari Om Yovie,” pungkas Dinda Ghania.

Sekadar diketahui, Dinda Ghania adalah penyanyi dan aktris muda asal Indonesia yang mulai dikenal publik sejak usia belia melalui karya-karya musik pop remaja yang relatable dan mudah diterima generasi muda.

Lahir di Jakarta pada 10 November 2009, Dinda Ghania memulai karier profesionalnya sekitar tahun 2020 dan dengan cepat menarik perhatian lewat lagu-lagu yang viral di media sosial, sekaligus menunjukkan konsistensi dalam merilis karya musik setiap tahunnya.

Selain berkarier di dunia tarik suara, Dinda merambah seni peran melalui film Adagium (2023). Kombinasi bakat dan usia mudanya menjadikan Dinda Ghania salah satu talenta Gen Z menjanjikan yang terus berkembang di industri musik dan film Indonesia.

Sebagai anak muda bertalenta yang dikenal produktif, sebelum single “Relung Hati Feat. Yovie Widianto”, Dinda Ghania telah mempunyai rilisan karya hingga 13 single: ‘Berteman Saja‘ (2022), ‘I Love You Bunda‘ (2022), ‘Kunci Hati Feat. Dewa Tahier‘ (2022), ‘Sempurna Feat. Andra Ramadhan’ (2022), ‘Teman Rasa Pacar‘ (2022), ‘Kamu Bukan Sejarah‘ (2022), ‘Janji Pada Hati‘ (2023), ‘Pelan-Pelan Melupakan Feat. Aan Story‘ (2024), ‘Unfinished‘ (2024), ‘Backseat Memories‘ (2025), ‘Jangan Pernah Berubah Feat. Melly Goeslaw‘ (2025), ‘Here’s To Us‘ (2025), dan ‘Never True‘ (2025).

Continue Reading

iMusic

Unit hard rock asal Jakarta, Gerimis, semburkan energi baru!

Published

on

iMusic.id – Kancah musik rock Indonesia kembali kedatangan kekuatan baru. Gerimis, sebuah supergroup hard rock yang dihuni oleh musisi lintas generasi dengan rekam jejak panjang, resmi merilis single perdana mereka berjudul “So Lonely” pada 22 April 2026 melalui Musicblast.id dan seluruh platform digital.

Terbentuk pada 14 Februari 2026 di kawasan Kota Tua Jakarta, Gerimis lahir dari pertemuan yang tak direncanakan di tengah sebuah festival musik. Dari obrolan santai yang berkembang serius, terbentuklah sebuah formasi solid yang menggabungkan pengalaman puluhan tahun di industri musik Indonesia.

Di lini depan, Amirzidane (Muhammad Amirudin) hadir sebagai vokalis dengan perjalanan panjang sejak era 90-an, pernah menjadi kru Slank, vokalis Keraton, Jaddah Slank, hingga solois dengan pengalaman tampil di berbagai panggung besar seperti Soundrenaline, Java Jazz, hingga menjadi opening act konser Slank bersama Iwan Fals.

Sementara itu, sektor gitar diisi oleh Luciano (Bule), seorang sound engineer sejak tahun 2000 sekaligus gitaris The Sign, bersama Ary yang memperkuat karakter permainan gitar band ini. Di bagian beat, nama Jaka Jackers (Jaka Hidayat) membawa kredibilitas sebagai mantan drummer Wahh Band, Power Slaves, dan BIP, berpadu dengan Obin dari Steven Jam yang menghadirkan fondasi bass yang solid dan berkarakter.

Dengan latar belakang tersebut, Gerimis tampil sebagai supergroup dengan DNA rock 90-an yang kuat, namun dikemas ulang dengan pendekatan yang relevan untuk era sekarang, menggabungkan energi klasik dengan sentuhan modern.

Single perdana “So Lonely” lahir dari pengalaman personal yang sederhana namun sangat relate, menunggu seseorang yang tak kunjung datang. Lagu ini menjadi medium untuk mengekspresikan kegelisahan, kekecewaan, dan rasa kesendirian yang jujur.

Ditulis oleh Amirzidane, lagu ini mengangkat tema bahwa dalam kondisi tertentu, kesendirian bukan hanya soal fisik, tetapi juga emosional. Secara musikal, lagu ini menawarkan perpaduan antara nuansa rock 90-an dengan pendekatan produksi modern. Aransemen gitar yang sederhana namun kuat berpadu dengan elemen keyboard bernuansa vintage ala 70-an, menciptakan warna yang khas dan berbeda di tengah lanskap musik saat ini.

Menambah kekuatan lagu ini, Gerimis menggandeng Adrian Sidharta sebagai featuring, figur penting yang dikenal sebagai kibordis Slank di era awal (1985–1988), sekaligus kakak dari drummer legendaris Bimbim Slank. Kehadiran Adrian menghadirkan elemen keyboard yang khas, memperkuat karakter musikal lagu ini.

Di balik layar, nama Bayu Randu hadir sebagai produser, sosok yang dikenal melalui karyanya bersama band-band cadas Indonesia seperti Edane, Funky Kopral, Voodoo, Prison Of Blues, dan berbagai proyek rock lainnya. Menambah kekuatan dan color lagu ini menjadi lebih presisi.

“Kita butuh Mas Adri bukan buat sok-sokan, tapi karena kebutuhan lagunya. Kita butuh sesuatu yang  ‘jreeenggg’, semacam unsur Hammond dan synth di lagu, untuk memperkuat karakter dan kebutuhan lagu”, terang Bayu Randu.

Tak hanya itu, lagu ini juga menghadirkan warna tambahan melalui backing vokal dari Weni Piranha, penyanyi asal Magelang yang memberikan lapisan emosional yang lebih dalam pada keseluruhan aransemen. Proses rekaman dilakukan di Starlight Studio dan Musicblast Studio, dengan pendekatan yang organik di mana materi yang dilatih berkembang secara spontan saat proses rekaman berlangsung, menghasilkan energi yang lebih hidup dan jujur.

Sebagai supergroup yang baru terbentuk, Gerimis tidak hanya menawarkan pengalaman, tetapi juga perspektif baru dalam musik rock Indonesia.

Dengan kombinasi pengalaman, karakter kuat, serta pendekatan musikal yang matang, “So Lonely” menjadi langkah awal Gerimis untuk menancapkan identitas mereka di industri musik tanah air.

Continue Reading

iMusic

Oleg Sanchabakhtiar Ungkap Motivasi dan Perjalanan Indonesian Music Video Awards (IMVA) sebagai IP Festival Nasional

Published

on

By

Oleg Sanchabakhtiar Pendiri sekaligus Creative Director Indonesian Music Video Awards (IMVA), memaparkan latar belakang serta perjalanan pengembangan Indonesian Music Video Awards sebagai sebuah Intellectual Property (IP) festival musik–video nasional yang berfokus pada kualitas artistik, inovasi, dan profesionalisme industri kreatif di Indonesia.

Indonesian Music Video Awards hadir dengan tujuan utama untuk memberikan ruang apresiasi yang lebih luas terhadap karya video musik, sekaligus memperkuat posisi profesi di balik layer seperti sutradara, sinematografer, editor, hingga kreator independent sebagai bagian penting dalam ekosistem industri musik.

Mengangkat Video Musik sebagai Profesi Profesional

Menurut Oleg Sanchabakhtiar, perkembangan teknologi digital telah membuka peluang besar bagi siapa saja untuk memproduksi video, termasuk video musik. Namun, di sisi lain, belum banyak platform yang secara khusus memberikan pengakuan terhadap kualitas, standar, dan nilai profesional dari karya tersebut.

“Indonesian Music Video Awards dibangun untuk menegaskan bahwa video musik bukan sekadar pelengkap lagu, tetapi sebuah karya kreatif yang memiliki standar artistik, teknis, dan nilai industri yang tinggi,” ujar Oleg Sanchabakhtiar saat di temui di CC Café Jakarta Selatan, Kamis (23/4/2026).

Perjalanan Pengembangan Indonesian Music Video Awards

Gagasan Indonesian Music Video Awards telah dirintis sejak tahun 2013, seiring dengan tumbuhnya komunitas kreator video di Indonesia. Pada periode 2013–2019, fokus utama berada pada riset, pemetaan ekosistem, serta pengembangan konsep kurasi dan penilaian berbasis standar profesional.

Memasuki tahun 2020, Oleg mulai mengembangkan Indonesian Music Video Awards secara lebih serius sebagai sebuah IP mandiri, termasuk menyusun sistem kompetisi, kategori penghargaan, serta mekanisme penjurian yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan industri.

Indonesian Music Video Awards kemudian resmi terdaftar secara legal pada tahun 2022, menandai langkah penting dalam memperkuat kredibilitasnya sebagai festival nasional yang memiliki dasar hukum dan struktur organisasi yang jelas.

Platform Terbuka untuk Berbagai Kalangan

Indonesian Music Video Awards membuka partisipasi secara luas bagi berbagai kalangan, mulai dari:

•             Profesional industri musik dan label

•             Sutradara dan rumah produksi

•             Kreator independen

•             Pelajar dan talenta muda di bidang audio visual

Seluruh karya yang masuk akan melalui proses kurasi dan penilaian oleh dewan juri yang terdiri dari praktisi musik, kreator visual, serta tokoh dari berbagai bidang terkait.Komitmen terhadap Standar Internasional

Untuk Lebih Lanjut Bisa meluncur ke :

1. WEB-SITE: www.indonesianmusicvideoawards.com

2. ⁠IG: https://www.instagram.com/planetdesign_indonesia/reels/

3. ⁠Pendaftaran PIALA SWARADRISYA: https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfgOAdk1iKAp1_nihhakA6ljdYh-DZ6DU2XvIspXBuaT4CvQw/viewform

Continue Reading