iMusic
Sigit Wardana rasakan perih di single “Luka Tak Berdarah”
Published
6 months agoon
By
Frans EkoiMusic.id – – Sigit Wardana penyanyi, pencipta lagu sekaligus vokalis band kembali hadir di blantika musik tanah air dengan single terbarunya bertajuk “Luka Tak Berdarah (LTB)” di tahun 2025 ini.

Ada yang berbeda dari rilisan terbaru pelantun lagu “Kisah Hidup Bapak-bapak” ini, lagu ini adalah lagu out of the box buat Sigit Wardana. Sebuah lagu yang mengisahkan sakitnya kehilangan yang tak terlihat tapi sakit begitu dalam sehingga lagu ini terasa mellow berbeda dengan lagu-lagu miliknya sebelumnya.
“Lagu bercerita tentang rasa kehilangan yang tak terlihat secara fisik, “luka” yang tak berdarah tapi meninggalkan bekas perih di hati. Tokoh lagu merindukan pengertian dari orang yang pergi, berharap si mantan bisa merasakan posisi dan luka yang ditinggalkan. Intinya: rindunya nyata, sakitnya ada, tapi tak tampak di luar, lebih ke luka batin dan penyesalan”, ujar Sigit Wardana
“Pesan lagi ini, jangan remehkan luka yang tidak terlihat. Lagu ini juga mengajak untuk berempati, mencoba mengerti posisi orang lain sebelum pergi, dan menghargai perasaan yang mungkin tidak tampak di luar. Ada juga unsur harapan agar mantan “mengerti” kalau tinggalkan itu menyakitkan”, tambahnya.
Pemilihan lagu “Luka Tak Berdarah” ini sebenarnya bukan suatu kebetulan, karena saat itu Sigit merasa belum mendapat lagu project Solonya yang pas untuk dirilis.

“Karena tahun 2025 saya perlu rilis single baru, tapi jujur saya belum menulis lagu baru yang cocok untuk projek solo. Kebetulan lagu LTB ini sudah saya dengar cukup lama tapi ditulis oleh Alexander Ongko untuk penyanyi lain. Menurut saya waktu pertama denger, lagunya bagus dan ternyata penyanyi itu gak jadi nyanyiin lagunya, ternyata jodoh lagunya untuk saya”, cerita Sigit.
Untuk proses rekaman hingga akhir nya rilis menurut Sigit Wardana tidak terlalu lama, karena memang lagunya sudah ada. Namun ada kendala yang cukup signifikan.
“Prosesnya ga terlalu lama, karena memang lagunya udah ready. Tinggal proses workshopnya aja. Kurang lebih 1-2 bulan. Mungkin yang cukup lama adalah mencocokkan jadwal saya, produser musik & studionya”, kata Sigit.
“Kendala utama adalah menangkap nuansa emosi yang halus di vokal dan memilih aransemen yang tidak “membebani” lirik. Juga soal penjadwalan studio dan koordinasi musisi yang sempat mundur-mundur, tapi semuanya akhirnya solid.”ungkap pemilik EP “November” ini.

Dalam single terbarunya ini Sigit melibatkan Alexander Ongko. gitaris “Halus Lembut” Band sebagai pencipta lagu, ada M. Aditia Sahid a.k.a Acoy dari Rocker Kasarunk sebagai produser musik dan Cathyn Hartanesthy dari Sun Of Monday yang mengisi suara latar.
Menuut Co-Executive Producer Fransiscus Eko, Di single LTB ini Sigit harus rela meninggalkan zona nyaman nya, “progresi lagu ini sangat berbeda dengan lagu lagu yang biasa Sigit nyanyikan, gw rasa ini adalah single Sigit yang paling dark sepanjang karir bermusiknya, ada beberapa lagu sedih yang pernah dia bawakan sebelumnya, tapi LTB ini yang paling dark dan Sigit cukup berhasil membawakannya”.
“Lagu LTB ini seperti menemukan jodohnya ketika dibawakan oleh Sigit Wardana. Gw punya lisensi lagu ini dari Ongko untuk memproduksinya dan awalnya gw tujukan lagu ini untuk seorang penyanyi perempuan yang baru saja menjuarai Karaoke Word Championship tahun 2021 di Finlandia, tapi sangat disayangkan managementnya waktu itu merasa kurang cocok dengan lagu ini, Lalu untuk kedua kalinya lagu ini gagal di bawakan oleh salah satu penyanyi perempuan dari artis management gw sendiri yang setelah dicoba take vokal berkali – kali kurang dapat feel nya. Hingga akhirnya gw tawarkan ke Sigit dengan effort merubah vibe lagu yang harusnya untuk perempuan menjadi lebih maskulin namun tetap galau”, kata Fransiscus Eko.
Artwork Bunga Mawar Hitam dan Konsep Video Musik Dalam Lift
Dalam Single terbarunya ini Sigit memilih Mawar hitam sebagai artworknya, menurutnya Mawar itu kan salah satu simbol keindahan, tapi saat digabungkan dengan warna hitam jadi sesuatu yang berbeda karena biasanya hitam itu melambangkan kegelapan, kesunyian, kesedihan.

“Jadi mawar hitam di artwork Luka Tak Berdarah itu melambangkan sesuatu yang Harum & indah terkadang bisa juga menyakitkan. Untuk pengerjaan artworknya,k ayak single sebelumnya saya kembali minta tolong anak pertama saya ‘Naralifa’ buat menggambar mawar hitamnya. Biar lebih terasa personal aja.” kata Sigit.
Konsep Video Musik “Luka Tak Berdarah” Dalam Lift
“Konsep VM lagu LTB sebenernya bukan konsep baru buat gw. Konsep syuting dengan memakai lokasi hanya sebuah Lift dengan berbagai ekspresi kehidupan nyata ini pernah hampir gw tuangkan lewat band yang juga berada di artis management gw. Namun karena berbagai hal konsep ini urung di laksanakan, nah di lagu LTB nya Sigit Wardana inilah baru bisa terealisasi”, terang Fransiscus Eko selaku konseptor di VM “Luka Tak Berdarah”.
“VM ini bercerita tentang kejadian di sebuah Lift apartemen dimana Sigit Wardana yang sedang dalam keadaan sedih / galau harus bertemu dengan orang orang sesama pengguna lift dengan berbagai masalahnya. Memang cerita di VM ini sama sekali tidak ada korelasinya dengan lirik LTB, Gw hanya mengambil vibe kesedihannya LTB saja lalu membungkusnya dengan realita permasalahan hidup yang di gambarkan secara full ekspresi baik Sigit maupun model model di dalam lift tersebut dan menurut gw hasilnya cukup unik dan memuaskan”, jelas Fransiscus Eko.
“Gw, Sigit dan team management plus Farid Zafran selaku Sutradara merangkap DOP sempat mendiskusikan beberapa adegan yang harus dilakukan Sigit dan para model sebelum syuting dan akhirnya kita sepakat untuk membuat syuting VM ini dengan sistem One Take Shoot Video atau syuting sekali jalan tanpa di cut”, tambah Fransiscus Eko.

Keterlibatan 3 model di VM “Luka Tak Berdarah”
Di VM LTB nya Sigit ini juga melibatkan 3 model yang notabene mereka adalah solois berbakat yang berada di artis management yang sama dengan Sigit Wardana, Ada ‘Efah Aaralyn’ yang berperan sebagai sosok pemain band, Efah sendiri sudah memiliki 5 single di industri musik Indonesia. 3 single terbaru Efah yang sedang rilis dan wara wiri di DSP adalah “Crush, Ingat Ingat Pesan Mama (OST film Mama : Pesan Dari Neraka)” dan single kolaborasinya dengan Vin Batubara dan Sun D yaitu “Si Paling” (OST film Si Paling Aktor).
Di Model kedua ada Assalova Schissandra, seorang solois asal Purwokerto yang sudah merilis album dan banyak single. Penyanyi berhijab yang sudah merilis sekitar 21 single seperti : “Foreshow, Romansa, Langit dan Senja” ini berperan sebagai sosok perempuan pengguna Lift yang sedang bingung karena mengalami PHK.

Yang ketiga ada solois pendatang baru bernama Violinata Ibanez yang akrab dipanggil dengan Violinata. Violinata ini sedang bersiap merilis single debut nya yang berjudul “Misteri Cinta” pada akhir tahun 2025 nanti. Solois cantik yang masih berusia 19 tahun ini bukan hanya terlibat sebagai model di VM ini, namun dia berhasil jadi tokoh cerita utama dimana akting dia bertengkar dengan pasangannya di dalam Lift menarik perhatian para pengguna Lift termasuk Sigit Wardana.
Perlu di informasikan Setelah single LTB rilis, Sigit fokus pada promosi single dulu sambil menyiapkan beberapa single berikutnya.
You may like
-
Buitenstage Volume 5 ubah format, Brokenscene, Joanna Andrea dan RANGR tampil seru!
-
Sigit Wardana meriahkan Lebaran hari kedua di Monumen Nasional
-
Rilis single “Let’s Dance”, Kintan siap eksis di industri musik Indonesia
-
Sambut ramadan, Sigit Wardana luncurkan single “Ramadan Raya”
-
Buitenstage Vol 2, satukan band band indie berbagai daerah
-
Rilis single kedua bertajuk “Ya Kamu”, Yure Andini berharap bisa kolab dengan Ten2Five
-
Patrick Lesmana tawarkan komposisi apik di single kedua bertajuk “Yabai”
-
Gigs regular perdana “Buitenstage” tampilkan Rocker Kasarunk, Sigit Wardana, Jeans Roek hingga Billkiss.
-
Rilis single “Aku Sedang Tak Percaya Diri”, Rocker Kasarunk main musik pop progresif
-
Karen Nijsen dan Efah Aaralyn bergabung di Safari Bazaar putaran ke 15
iMusic
Kolaborasi Dinda Ghania dan Yovie Widianto di lagu “Relung Hati” lahirkan komposisi orkestra yang segar.
Published
3 hours agoon
April 27, 2026By
Frans Eko
iMusic.id – Dinda Ghania membuktikan produktivitasnya sebagai anak muda bertalenta lewat single “Relung Hati”, sebuah kolaborasi lintas musisi yang diciptakan khusus oleh Yovie Widianto.

Menurut Yovie Widianto, secara tematik lagu ini mengangkat dinamika hubungan yang penuh cinta namun menyimpan luka. Dinda Ghania berhasil menginterpretasikannya melalui komposisi yang mengedepankan orkestra.
“Kalau dari POV aku, ‘Relung Hati’ menceritakan tentang dua pasangan yang saling sayang, tapi ujung-ujungnya malah nyakitin satu sama lain,” ujar Dinda Ghania.
Lagu ini menjadi penanda kolaborasi istimewa antara Yovie Widianto dan Dinda Ghania. Dinda adalah solois muda sekaligus pencipta lagu yang produktif sejak tahun 2022. Yovie Widianto berharap kolaborasi ini menghadirkan interpretasi segar dari generasi baru tanpa menghilangkan ciri khas karyanya.
“Saya memang ingin lagu ini dibawakan oleh seorang penyanyi yang dia juga penulis lagu dan masih muda. Ini awal mula tujuan saya kenapa ada lagu “Relung Hati”,” ujar Yovie Widianto.
“Sejujurnya sejak awal, saya sangat menyukai karakter vokal Dinda Ghania yang sederhana, tak dibuat-buat tapi tetap emosional,” tambah Yovie Widianto.
Salah satu kekuatan “Relung Hati” terletak pada produksi orkestratif yang menghidupkan kembali nuansa klasik melalui instrumen asli yang dimainkan langsung oleh Budapest Scoring Orchestra. Pendekatan ini menjadikan “Relung Hati” sebuah karya musikal yang kaya tekstur dan emosi, didukung vokal yang berkarakter dari Dinda Ghania.
“Walaupun teknologi semakin maju, hasil instrumen yang lahir dari tangan manusia selalu punya nilai tersendiri dan tak akan lekang oleh waktu. Ini alasan saya masih menggunakan kelompok instrumen orkestra yang asli,” tegas Yovie Widianto.
Pendekatan ini menjadikan ‘Relung Hati’ tidak hanya sebagai lagu pop biasa, tetapi juga sebuah karya musikal yang kaya tekstur dan emosi. Pembawaan vokal merdu nan sederhana dari Dinda Ghania juga menjadikan lagu ini semakin terasa istimewa.
Untuk proses pembuatannya, Yovie Widianto dibantu penuh oleh Ari Renaldi untuk aransemen string section lagu “Relung Hati” hingga proses mixing dan mastering-nya. Sedangkan untuk orkestranya, Yovie Widianto mempercayakan kepada Budapest Scoring Orchestra yang direkam di Artsounds Studio Jakarta.
Dinda Ghania adalah anak muda bertalenta yang terus berkembang di industri musik Indonesia. Dengan karakter vokal yang khas dan pendekatan emosional yang kuat, Dinda Ghania mampu menghadirkan interpretasi yang terasa jujur dan relevan dalam setiap karyanya.
Dengan karyanya yang bertajuk “Relung Hati”, ini menjadi salah satu bukti bagaimana Dinda Ghania mampu mengolah materi lagu dengan kedalaman rasa, sekaligus tetap mempertahankan identitas musikalnya sebagai penyanyi dan penulis lagu muda.

Sejak awal perjalanan kariernya, Dinda Ghania telah menunjukkan konsistensi dalam berkarya serta keberanian untuk mengeksplorasi berbagai warna musik. Hal ini menjadikannya sebagai salah satu talenta generasi baru yang memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan memberi warna di industri musik Indonesia.
Single kolaborasi ini terbukti sukses memikat masyarakat sejak dirilis 13 Februari 2026. Video klip resminya yang tayang 15 April 2026 di kanal YouTube Yovie Widianto kini telah menembus 860 ribu views, sementara video liriknya mencapai 1,4 juta views.
“Rasanya pasti senang banget dan sangat bersyukur, karena aku bisa dapat kesempatan hebat ini. Aku akhirnya bisa bangga sama diri aku sendiri dan tentunya dari didikan dari Om Yovie,” ungkap Dinda Ghania.
Ke depannya, Dinda Ghania yang selama ini merilis single demi single mengungkapkan keinginannya untuk segera menggarap album penuh. Sebab menurut Dinda Ghania, bagaimana pun juga, pencapaian terbaik seorang musisi adalah mempunyai album.
“Someday, cepat atau lambat aku pasti bakal keluarin album perdanaku. Harapannya semua lagunya adalah ciptaanku dan tetap bisa dalam pengawasan musikal dari Om Yovie,” pungkas Dinda Ghania.
Sekadar diketahui, Dinda Ghania adalah penyanyi dan aktris muda asal Indonesia yang mulai dikenal publik sejak usia belia melalui karya-karya musik pop remaja yang relatable dan mudah diterima generasi muda.
Lahir di Jakarta pada 10 November 2009, Dinda Ghania memulai karier profesionalnya sekitar tahun 2020 dan dengan cepat menarik perhatian lewat lagu-lagu yang viral di media sosial, sekaligus menunjukkan konsistensi dalam merilis karya musik setiap tahunnya.
Selain berkarier di dunia tarik suara, Dinda merambah seni peran melalui film Adagium (2023). Kombinasi bakat dan usia mudanya menjadikan Dinda Ghania salah satu talenta Gen Z menjanjikan yang terus berkembang di industri musik dan film Indonesia.
Sebagai anak muda bertalenta yang dikenal produktif, sebelum single “Relung Hati Feat. Yovie Widianto”, Dinda Ghania telah mempunyai rilisan karya hingga 13 single: ‘Berteman Saja‘ (2022), ‘I Love You Bunda‘ (2022), ‘Kunci Hati Feat. Dewa Tahier‘ (2022), ‘Sempurna Feat. Andra Ramadhan’ (2022), ‘Teman Rasa Pacar‘ (2022), ‘Kamu Bukan Sejarah‘ (2022), ‘Janji Pada Hati‘ (2023), ‘Pelan-Pelan Melupakan Feat. Aan Story‘ (2024), ‘Unfinished‘ (2024), ‘Backseat Memories‘ (2025), ‘Jangan Pernah Berubah Feat. Melly Goeslaw‘ (2025), ‘Here’s To Us‘ (2025), dan ‘Never True‘ (2025).
iMusic
Unit hard rock asal Jakarta, Gerimis, semburkan energi baru!
Published
1 day agoon
April 26, 2026By
Frans Eko
iMusic.id – Kancah musik rock Indonesia kembali kedatangan kekuatan baru. Gerimis, sebuah supergroup hard rock yang dihuni oleh musisi lintas generasi dengan rekam jejak panjang, resmi merilis single perdana mereka berjudul “So Lonely” pada 22 April 2026 melalui Musicblast.id dan seluruh platform digital.

Terbentuk pada 14 Februari 2026 di kawasan Kota Tua Jakarta, Gerimis lahir dari pertemuan yang tak direncanakan di tengah sebuah festival musik. Dari obrolan santai yang berkembang serius, terbentuklah sebuah formasi solid yang menggabungkan pengalaman puluhan tahun di industri musik Indonesia.
Di lini depan, Amirzidane (Muhammad Amirudin) hadir sebagai vokalis dengan perjalanan panjang sejak era 90-an, pernah menjadi kru Slank, vokalis Keraton, Jaddah Slank, hingga solois dengan pengalaman tampil di berbagai panggung besar seperti Soundrenaline, Java Jazz, hingga menjadi opening act konser Slank bersama Iwan Fals.
Sementara itu, sektor gitar diisi oleh Luciano (Bule), seorang sound engineer sejak tahun 2000 sekaligus gitaris The Sign, bersama Ary yang memperkuat karakter permainan gitar band ini. Di bagian beat, nama Jaka Jackers (Jaka Hidayat) membawa kredibilitas sebagai mantan drummer Wahh Band, Power Slaves, dan BIP, berpadu dengan Obin dari Steven Jam yang menghadirkan fondasi bass yang solid dan berkarakter.

Dengan latar belakang tersebut, Gerimis tampil sebagai supergroup dengan DNA rock 90-an yang kuat, namun dikemas ulang dengan pendekatan yang relevan untuk era sekarang, menggabungkan energi klasik dengan sentuhan modern.
Single perdana “So Lonely” lahir dari pengalaman personal yang sederhana namun sangat relate, menunggu seseorang yang tak kunjung datang. Lagu ini menjadi medium untuk mengekspresikan kegelisahan, kekecewaan, dan rasa kesendirian yang jujur.
Ditulis oleh Amirzidane, lagu ini mengangkat tema bahwa dalam kondisi tertentu, kesendirian bukan hanya soal fisik, tetapi juga emosional. Secara musikal, lagu ini menawarkan perpaduan antara nuansa rock 90-an dengan pendekatan produksi modern. Aransemen gitar yang sederhana namun kuat berpadu dengan elemen keyboard bernuansa vintage ala 70-an, menciptakan warna yang khas dan berbeda di tengah lanskap musik saat ini.

Menambah kekuatan lagu ini, Gerimis menggandeng Adrian Sidharta sebagai featuring, figur penting yang dikenal sebagai kibordis Slank di era awal (1985–1988), sekaligus kakak dari drummer legendaris Bimbim Slank. Kehadiran Adrian menghadirkan elemen keyboard yang khas, memperkuat karakter musikal lagu ini.
Di balik layar, nama Bayu Randu hadir sebagai produser, sosok yang dikenal melalui karyanya bersama band-band cadas Indonesia seperti Edane, Funky Kopral, Voodoo, Prison Of Blues, dan berbagai proyek rock lainnya. Menambah kekuatan dan color lagu ini menjadi lebih presisi.
“Kita butuh Mas Adri bukan buat sok-sokan, tapi karena kebutuhan lagunya. Kita butuh sesuatu yang ‘jreeenggg’, semacam unsur Hammond dan synth di lagu, untuk memperkuat karakter dan kebutuhan lagu”, terang Bayu Randu.

Tak hanya itu, lagu ini juga menghadirkan warna tambahan melalui backing vokal dari Weni Piranha, penyanyi asal Magelang yang memberikan lapisan emosional yang lebih dalam pada keseluruhan aransemen. Proses rekaman dilakukan di Starlight Studio dan Musicblast Studio, dengan pendekatan yang organik di mana materi yang dilatih berkembang secara spontan saat proses rekaman berlangsung, menghasilkan energi yang lebih hidup dan jujur.
Sebagai supergroup yang baru terbentuk, Gerimis tidak hanya menawarkan pengalaman, tetapi juga perspektif baru dalam musik rock Indonesia.
Dengan kombinasi pengalaman, karakter kuat, serta pendekatan musikal yang matang, “So Lonely” menjadi langkah awal Gerimis untuk menancapkan identitas mereka di industri musik tanah air.
iMusic
Oleg Sanchabakhtiar Ungkap Motivasi dan Perjalanan Indonesian Music Video Awards (IMVA) sebagai IP Festival Nasional
Published
2 days agoon
April 25, 2026By
iMusic
Oleg Sanchabakhtiar Pendiri sekaligus Creative Director Indonesian Music Video Awards (IMVA), memaparkan latar belakang serta perjalanan pengembangan Indonesian Music Video Awards sebagai sebuah Intellectual Property (IP) festival musik–video nasional yang berfokus pada kualitas artistik, inovasi, dan profesionalisme industri kreatif di Indonesia.

Indonesian Music Video Awards hadir dengan tujuan utama untuk memberikan ruang apresiasi yang lebih luas terhadap karya video musik, sekaligus memperkuat posisi profesi di balik layer seperti sutradara, sinematografer, editor, hingga kreator independent sebagai bagian penting dalam ekosistem industri musik.
Mengangkat Video Musik sebagai Profesi Profesional
Menurut Oleg Sanchabakhtiar, perkembangan teknologi digital telah membuka peluang besar bagi siapa saja untuk memproduksi video, termasuk video musik. Namun, di sisi lain, belum banyak platform yang secara khusus memberikan pengakuan terhadap kualitas, standar, dan nilai profesional dari karya tersebut.

“Indonesian Music Video Awards dibangun untuk menegaskan bahwa video musik bukan sekadar pelengkap lagu, tetapi sebuah karya kreatif yang memiliki standar artistik, teknis, dan nilai industri yang tinggi,” ujar Oleg Sanchabakhtiar saat di temui di CC Café Jakarta Selatan, Kamis (23/4/2026).
Perjalanan Pengembangan Indonesian Music Video Awards
Gagasan Indonesian Music Video Awards telah dirintis sejak tahun 2013, seiring dengan tumbuhnya komunitas kreator video di Indonesia. Pada periode 2013–2019, fokus utama berada pada riset, pemetaan ekosistem, serta pengembangan konsep kurasi dan penilaian berbasis standar profesional.
Memasuki tahun 2020, Oleg mulai mengembangkan Indonesian Music Video Awards secara lebih serius sebagai sebuah IP mandiri, termasuk menyusun sistem kompetisi, kategori penghargaan, serta mekanisme penjurian yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan industri.

Indonesian Music Video Awards kemudian resmi terdaftar secara legal pada tahun 2022, menandai langkah penting dalam memperkuat kredibilitasnya sebagai festival nasional yang memiliki dasar hukum dan struktur organisasi yang jelas.
Platform Terbuka untuk Berbagai Kalangan
Indonesian Music Video Awards membuka partisipasi secara luas bagi berbagai kalangan, mulai dari:
• Profesional industri musik dan label
• Sutradara dan rumah produksi
• Kreator independen
• Pelajar dan talenta muda di bidang audio visual
Seluruh karya yang masuk akan melalui proses kurasi dan penilaian oleh dewan juri yang terdiri dari praktisi musik, kreator visual, serta tokoh dari berbagai bidang terkait.Komitmen terhadap Standar Internasional
Untuk Lebih Lanjut Bisa meluncur ke :
1. WEB-SITE: www.indonesianmusicvideoawards.com
2. IG: https://www.instagram.com/planetdesign_indonesia/reels/
3. Pendaftaran PIALA SWARADRISYA: https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfgOAdk1iKAp1_nihhakA6ljdYh-DZ6DU2XvIspXBuaT4CvQw/viewform
