iMusic – 3 lelaki enerjik, yang
memiliki semangat luar biasa, yang berusaha terus berkarya walaupun memiliki
latar belakang yang berbeda, KETCHUP yang menjadi leader band ini
seorang keyboardist yang pernah menjadi vocalist band metal, dan
sutradara film bertemu dengan NICK seorang vocalist yang pernah memiliki
album dengan d’clara band, Koran band, bekerja di event organizer dan FO sebuah
hotel di Bogor serta COYA seorang guitarist yang banyak mengisi
waktunya sebagai sessionplayer di Jakarta kemudian
membentuk sebuah band bernama SOUNDAY yang mencoba peruntungannya di dunia
musik Industri Indonesia dengan bekerjasama dengan AFE RECORDS.
SOUNDAY terbentuk dari sebuah keinginan yang
tercetus ketika mereka sering ngobrol – ngobrol di hari minggu yang diawali
dari sekedar obrolan ringan hingga obrolan untuk membuat sebuah karya, “kami
bertemu ada yang dari pertemanan,dan juga dari pekerjaan,seperti nick dan cahyo
beremu di acara acara musik karna mereka bekerja sebagai road manager,dari berbincang
soal musik hingga mempunyai visi sama untuk membentuk band dan menciptakan
karya” Ujar Ketchup.
“Dan kami memilih nama sounday terinspirasi
dari nama sunday dimana waktu itu kita ngobrol di hari minggu, tetapi ada
perubahan agar terdengar lebih bermusik dari sunday menjadi sounday yang
bermakna hari suara atau dapat diartikan sebagai tiada hari tanpa suara” tambah
Nick.
SOUNDAY mengusung musik – musik PopAlternative
tapi kebanyakan dengan tema – tema cinta jadi lebih mendekati sweetpop,
“secara umum kami memilih genre pop karna kebanyakan lagu-lagu kami bertema
cinta dengan progress chord pop yang menjadikan lagu kami easylistening
dan diharapkan bisa menjangkau telinga-telinga para pendengar di indonesia
yang umumnya menyukai genre pop” Jelas Coya mengenai musik yang mereka usung.
Single pertama yang mereka pilih untuk menjadi
pembuka jalan mereka di belantika industri musik Indonesia adalah lagu yang
berjudul “LO GUE END” sebuah istilah yang pernah ngetrend dan viral di
kalangan anak milenial mereka coba jadi kan sebuah tema yang menarik “memilih
lo gue end karna kata-kata ini simple namun mempunyai arti yang luas dan lucu,
dimana kata-kata ini dalam bahasaindonesia berarti kamu dan aku
berakhir, bercerita tentang hubungan yang selalu di perjuangkan, selalu dicoba
untuk tetap bertahan namun tidak berhasil dan harus berpisah” cerita Ketchup
sang pencipta lagu “LO GUE END” ini.
SOUNDAY yang suatu saat berharap bisa
berkolaborasi dengan band-band yang menjadi inspirasi mereka seperti DEWA
atau TEMPERTRAP, Berharap lagu ini bisa diterima oleh penikmat
musik di Indonesia “semoga lagu ini menjadi awal yang indah kami, Sounday” Ujar
Ketchup penuh harap yang di amini oleh Nick dan Coya. (FE)
iMusic.id – Amanda Mutia merilis single terbarunya berjudul “Peluk”, sebuah lagu pop ballad yang mengangkat tema kehangatan emosional dan kebutuhan akan kehadiran seseorang di saat perasaan sedang lelah dan rindu. Lagu ini menjadi rilisan perdana dari Project Alfa, sebuah program kolaborasi antara Alfa Pustaka Nada sebagai penerbit musik (music publishing) dan AlfaRecords sebagai label musik.
“Peluk” dari Amanda Mutia merepresentasikan momen ketika seseorang tidak selalu membutuhkan solusi, melainkan pengertian dan rasa aman. Lagu ini hadir sebagai refleksi tentang rindu, kehilangan, dan keinginan untuk tetap merasa ditemani.
Sebagai penyanyi yang dikenal mengekspresikan cerita personal melalui musik, Amanda Mutia menghadirkan “Peluk” dengan pendekatan yang jujur dan intim. Aransemen yang sederhana memberi ruang pada karakter vokalnya yang lembut dan ekspresif, sehingga emosi lagu terasa dekat dengan pengalaman banyak pendengar.
Project Alfa merupakan program kolaborasi antara Alfa Pustaka Nada dan AlfaRecords yang berfokus pada kurasi dan perilisan karya musik, dengan penekanan pada sistem rilis yang jelas serta perlindungan hak cipta bagi para musisi.
Single “Peluk” kini telah tersedia di berbagai platform musik digital dan menjadi langkah awal perjalanan Project Alfa dalam menghadirkan karya-karya baru dari talenta terpilih.
iMusic.id – Trio indie-folk asal Jakarta, ‘Rangkai’, resmi merilis single terbaru berjudul “Menuai Terurai” pada Jumat, 20 Februari 2026. Dirilis bertepatan dengan momen awal Ramadan, lagu ini hadir sebagai ruang refleksi atas kehilangan, perpisahan, dan upaya menerima hidup apa adanya.
Di tengah berbagai kabar duka yang hadir belakangan ini. Mulai dari bencana alam hingga kehilangan yang dirasakan secara kolektif. “Menuai Terurai” dari ‘Rangkai’ mencoba berbicara dengan nada yang tenang. Lagu ini tidak berfokus pada kepergian secara fisik, melainkan pada nilai, pesan, dan jiwa yang tetap hidup setelahnya.
“Ramadan sering menghadirkan kebersamaan, dan di saat yang sama mengingatkan kita dengan halus akan mereka yang pernah hadir, namun kini tinggal dalam doa dan ingatan.” ujar Bimo, vokalis Rangkai.
Melalui pendekatan lirik yang metaforis, ‘Rangkai’ memilih untuk membingkai kesedihan sebagai pengalaman bersama. Cerita personal tidak disajikan secara gamblang, melainkan disamarkan dalam narasi kehilangan yang lebih luas, sesuatu yang mungkin pernah atau sedang dialami banyak orang.
Pendekatan metaforis ini juga tercermin dalam artwork single, yang kembali dipercayakan kepada Khalid Albakaziy, di mana ia menerjemahkan tema kehilangan dan keteruraian ke dalam visual yang samar, tenang, dan penuh ruang.
Dengan aransemen folk-pop yang intim dan minimal, “Menuai Terurai” diharapkan dapat menemani pendengar di masa Ramadan : sebagai lagu untuk berhenti sejenak, menerima duka, dan mengubahnya menjadi energi positif untuk melangkah ke depan.
“Menuai Terurai” ditulis dan diproduksi oleh Mirza, Bimo, Rai, dan Kibar MuhammadPembela dengan proses mixing oleh Rendi Kopay dan mastering oleh Rhesa Aditya.
Single “Menuai Terurai” kini sudah dapat didengarkan di seluruh platform musik digital di bawah naungan Setengah Lima Records.
iMusic.id – Band indie Mobilminie kembali menunjukkan eksistensinya di kancah musik independen Tanah Air dengan merilis album penuh kedua mereka yang bertajuk New Journey Begins dibawah label Minie Records bertepatan pada hari Kasih sayang 14 Februari 2026.
Album ini menandai babak baru perjalanan musikal Mobilminie setelah beberapa tahun berkarya dan bereksplorasi dengan warna musik yang semakin matang.
“New Journey Begins” menggambarkan proses pendewasaan band, baik dari sisi musikalitas maupun lirik. Dalam album ini, Mobilminie menghadirkan rangkaian lagu yang merefleksikan perjalanan hidup, perubahan, harapan, serta semangat untuk memulai sesuatu yang baru. Nuansa indie yang menjadi ciri khas mereka tetap dipertahankan, namun dikemas dengan aransemen yang lebih segar dan emosional.
“Selama perjalanan Mobilminie, kita telah merilis EP tahun 2007, ada 4 lagu dan semuanya kita bikin sendiri 200-an keping kalau ga salah. Album pertama kita ‘543’ dari kita bikin berlima lama-lama keluar tinggal sampai tinggal bertiga. Seiring perjalanan waktu akhir tahun 2025 kemaren kita selesai bikin album dengan formasi sekarang, berlima lagi. Jadi kenapa namanya ‘New Begins’ Again’, karena filosofinya ingin menjadi satu perjalanan baru Mobilminie,” kata Fajar saat ditemui di acara ‘an intimate release party’, di Kawasan Jakarta Pusat, Sabtu (14/2/2026).
Menurut Para personel Mobilminie menyampaikan bahwa album kedua ini lahir dari berbagai pengalaman personal dan perjalanan bermusik yang mereka lalui bersama. Setiap lagu disusun dengan konsep yang lebih matang, tanpa meninggalkan kejujuran dan kesederhanaan yang menjadi identitas band sejak awal terbentuk.
“Perbedaan dari album pertama dan kedua, dari sisi produksi, di album pertama kita hanya bertiga. Di album ‘543’, masih ada pengaruh Suede, Oasis. Terus karena ada kibordis, jadi dominasinya lebih banyak keyboard. Sekarang ada 2 gitar jadi merubah warna Mobilminie. Dengan warna baru dengan adanya 2 gitar dan juga kita banyak kolaborasi dengan teman-teman-teman”,tambah Fajar.
Saat ini personil Mobilminie yang terdiri dari Johan (vokal), Fajar (gitar), Dipo (bass), Edwin (drums) dan Robby (gitar) yang akhirnya merilis album kedua mereka.
Album “New Journey Begins” sudah dapat dinikmati melalui berbagai platform musik digital. Mobilminie berharap karya terbaru ini dapat diterima dengan baik oleh para pendengar setia, sekaligus menjangkau pendengar baru yang ingin mengenal warna musik mereka lebih dekat.
Dengan perilisan album ini, Mobilminie menegaskan langkah baru dalam perjalanan bermusik mereka sebuah awal baru yang penuh semangat, kreativitas, dan harapan untuk terus berkembang di industri musik indie Indonesia. (EH)