Connect with us
Studio Pop Show Studio Pop Show

iMusic

“Studio Pop Show” berkolaborasi dalam sebuah karya seni untuk band “Naif”.

Published

on

iMusic – Studio Pop Show, proyek eksperimental yang digagas oleh kolektif Suara Disko, dalam membuat sebuah ekosistem bagi para produser, musisi, seniman dan juga pelaku industri untuk berkolaborasi dalam sebuah karya seni, sudah memasuki musim terbaru.

Studio Pop sendiri mempunyai beberapa proyek yang dapat diakses via situs www.studiopop.id dan media sosial, mulai fitur ulasan atau pembahasan di ranah kultur pop  dengan melibatkan tokoh-tokoh, fashion brand dan sebuah proyek audio visual yang diberi nama Studio Pop Show.

Musim ketiga digarapnya program Studio Pop Show, menceritakan sebuah kolaborasi Diskoria, Ricky Surya Virgana dari White Shoes And The Couples Company dan Isyana Sarasvati untuk melahirkan sebuah karya persembahan bagi grup musik NAIF. Pada dua musim sebelumnya, Studio Pop Show telah melahirkan karya kolaborasi antara Diskoria, Laleilmanino dan Eva Celia, juga Diskoria bersama Fleur! dan Tara Basro. Kedua karya tersebut mampu diselesaikan dalam kurun waktu kurang dari 24 jam kerja.

Kolaborasi kali ini terasa berbeda bagi semua kolaborator yang terlibat, mengingat karya ini akan dipersembahkan bagi sebuah grup musik idola semua kalangan, yakni Naif. Ricky Virgana dipercaya menggarap lagu ini selaku produser bersama Diskoria dan dibantu oleh Adjis Doaibu serta Gilang Gombloh, sebagai perwakilan dari KawaNAIF. Keterlibatan Adjis Doaibu dan Gilang Gombloh juga bukan tanpa alasan, mengingat keberhasilan mereka di industri hiburan berawal dari pertemuan mereka sebagai fans club NAIF belasan tahun silam.

Beberapa musisi ternama juga terlibat dalam penggarapan lagu yang diberi judul “Yth: NAIF” ini, diantaranya Arief Fauzan dari Irama Pantai Selatan yang membantu penulisan lirik, John Navid dari White Shoes And The Couples Company pada drum, Warman Nasution pada gitar, Doni Joesran pada keys, kemudian ada juga Harry Winanto dan Rolanda Sasongko pada flute dan violin. Setelah semua instrumen terisi, barulah kemudian Isyana Sarasvati dipercaya untuk mengisi bagian vokal lagu ini. Tidak hanya itu, fans NAIF terdahulu juga dilibatkan untuk mengirimkan suara mereka pada bagian akhir lagu.

Seperti pada edisi Studio Pop Show sebelumnya, kolaborasi ini juga berlanjut sampai penggarapan video klip. Kali ini Diskoria mempercayakan Narpati Awangga, atau yang biasa dikenal dengan panggilan, Oomleo, untuk menggarap bagian visual. Akhirnya Oomleo mengajak Dian Tamara, untuk menggarap video klip “Yth: NAIF” bersama-sama.

Tidak hanya pada penciptaan lagu, pada penggarapan video klip pun, suasana perjalanan karir bermusik NAIF juga sangat terasa, dimana berbagai nama-nama kerabat NAIF turut terlibat  di dalam video klip ini.

Seperti apakah lagu persembahan hasil kolaborasi Diskoria, Ricky Virgana dan Isyana Sarasvati? Dan apakah Narpati Awangga beserta Dian Tamara berhasil membawa memori perjalanan NAIF ke dalam video klip lagu ini? Simak segala keseruan dibalik penggarapan lagu dan video klip “Yth: NAIF” terangkum dalam 3 episode Studio Pop Show yang telah tayang di situs www.studiopop.id.

Semoga persembahan ini mampu mewakili isi hati para penggemar dan pendukung NAIF, dan yang pasti bisa diterima di hati para personel NAIF. (FE)

iMusic

Sabaton rilis single “Yamato” lengkap dengan video musiknya.

Published

on

iMusic.id – Band heavy metal asal Swedia, Sabaton, kembali menghadirkan karya terbaru mereka lewat single ‘Yamato’, yang dirilis bersamaan dengan video musik resmi hasil kolaborasi bersama game naval populer, World of Warships. ‘Yamato’ terinspirasi dari kapal perang legendaris Jepang yang dikenal sebagai salah satu simbol kekuatan terbesar dalam sejarah perang laut. Lagu ini jadi kelanjutan spiritual dari ‘Bismarck’, sekaligus memperkuat ciri khas Sabatondalam mengangkat kisah sejarah militer ke dalam musik yang epik dan penuh energi.

Joakim Brodén mengungkapkan bahwa kisah kapal perang selalu menjadi bagian menarik dalam perjalanan musikal Sabaton, sementara Pär Sundström menambahkan bahwa ‘Yamato’merupakan jawaban atas permintaan panjang para penggemar yang ingin melihat kelanjutan cerita dari ‘Bismarck’. Kolaborasi ini juga menghadirkan pengalaman unik di dalam game, di mana pemain dapat menikmati ‘Yamato’ sebagai bagian dari gameplay, lengkap dengan elemen khusus yang terinspirasi dari Sabaton.

Video musik ‘Yamato’ turut memperkuat nuansa dramatis lagu ini, menampilkan band yang berada di atas kapal dalam momen pertempuran terakhir yang penuh intensitas. Proses produksi sendiri dilakukan dengan tantangan ekstrem, mulai dari suhu dingin hingga efek air yang mensimulasikan kondisi laut sebenarnya. Dikenal dengan pendekatan sinematik dan tema sejarah yang kuat, Sabatonterus memperluas jangkauan mereka sebagai salah satu band heavy metal paling berpengaruh saat ini, dengan miliaran stream dan basis penggemar global yang solid.

Continue Reading

iMusic

Hampir menyerah di industri musik, Joanna Andrea rilis single “Tenanglah”

Published

on

iMusic.id – Di tengah hiruk pikuk kehidupan yang penuh tekanan dan ketidakpastian, Joanna Andrea menghadirkan karya terbarunya yang berjudul “Tenanglah”, sebuah lagu yang menjadi pelukan hangat bagi siapa pun yang sedang berada di titik terendah dalam hidupnya.

Ditulis sendiri oleh Joanna Andrea, “Tenanglah” lahir dari pengalaman personal yang penuh pergulatan. Lagu ini menggambarkan fase ketika harapan terasa memudar dan kekhawatiran mengambil alih, namun di saat yang sama juga menjadi pengingat lembut bahwa setiap badai pasti berlalu. Melalui lirik yang jujur dan emosional, Joanna mengajak pendengarnya untuk tetap bertahan, melangkah, dan tidak menyerah pada kehidupan yang hanya datang satu kali.

Sebagai solois perempuan Indonesia yang tengah bersinar, Joanna Andrea terus menunjukkan konsistensinya dalam berkarya. Namanya mulai dikenal luas lewat deretan lagu seperti “Lepaskan, Tak Bertahan Lama, Hanya Satu” dan “Wajah Yang Membawa Aku Pulang”. Sebelumnya, ia juga telah merilis single “Dinikmati Saja” yang semakin memperkuat identitas musikalnya.

Mengusung genre pop yang hangat dan relatable, “Tenanglah” menjadi salah satu karya paling jujur dalam perjalanan karier Joanna Andrea. Lagu ini ditulis di masa ketika ia hampir menyerah pada mimpinya di industri musik. Setelah melewati berbagai pasang surut, Joanna berhasil bangkit, menemukan kembali semangatnya, dan kini semakin mantap menapaki jalannya sebagai musisi dengan karakter yang kuat.

“Tenanglah” resmi dirilis sebagai single ke-6 pada Maret 2026 dan menjadi bagian dari rangkaian menuju album perdana Joanna Andrea yang akan dirilis di tahun yang sama.

Kini, “Tenanglah” sudah dapat dinikmati di seluruh platform musik digital, menjadi teman setia di saat-saat paling sunyi, ketika yang dibutuhkan hanyalah sedikit ketenangan dan harapan.

Continue Reading

iMusic

Femm Chem luncurkan single baru berjudul “Nasida Liar”

Published

on

iMusic.id – Femm Chem merupakan band indie rock yang telah aktif sejak tahun 2022 dan menjadi bagian dari dinamika skena musik Semarang. Mengusung lagu-lagu original, Femm Chem dikenal melalui pendekatan musik yang sederhana, fun, dan jujur, terinspirasi dari British indie rock seperti Wet Leg serta nuansa psychedelic dan garage pop ala band Australia Nice Biscuit.

Femm Chem digawangi oleh Isa Pradana sebagai lead guitar dan vokal, Vajra Aoki pada vokal dan gitar, Dimas Sadewa pada bass, Ferdinandus Erdin pada drum sekaligus artwork, serta Zuma Mahardika pada synth dan vokal. Perbedaan latar belakang serta referensi musik masing masing personel menjadi elemen penting yang membentuk karakterFemm Chem sederhana namun lantang, ironis, playful, dan perlahan menghanyutkan.

Melalui semangat tersebut,Femm Chem resmi merilis single terbaru berjudul “Nasida Liar” yang sekaligus menjadi lagu pertama Femm Chem yang ditulis dan dibawakan dalam Bahasa Indonesia. Langkah ini menandai fase baru dalam perjalanan kreatif mereka sekaligus membuka ruang ekspresi yang lebih dekat dengan realitas pendengar lokal.

“Nasida Liar”dari Femm Chem merepresentasikan kegelisahan hidup di tengah dunia yang terasa semakin ramai oleh arus informasi, media, dan tuntutan eksistensi. Lagu ini menangkap potongan potongan kehidupan modern mulai dari konsumsi berita, konten yang berulang, hingga isu personal yang kerap membuat ruang batin terasa penuh dan melelahkan.

Secara lirik, “Nasida Liar” hadir dengan pendekatan puitis dan satir menggambarkan usaha individu untuk mencari jeda di tengah hiruk pikuk tersebut. Lagu ini berbicara tentang kebutuhan untuk berhenti sejenak, menarik napas, dan mensyukuri momen kecil tanpa harus terjebak dalam kerumitan yang berlebihan. BagiFemm Chem, lagu ini menjadi bentuk refleksi sekaligus terapi personal.

Dari sisi musikal, “Nasida Liar” diramu dengan aransemen yang lugas dan enerjik menegaskan identitasFemm Chem yang mengedepankan kesederhanaan tanpa kehilangan daya ekspresif. Permainan gitar yang ringan, ritme yang dinamis, serta lirik lirik ironis menjadi kekuatan utama yang membuat lagu ini terasa dekat dengan realitas pendengarnya.Sebagai bagian dari perilisan single ini,Femm Chem juga akan menjalankan rangkaian promosi melalui platform digital dan media sosial guna menjangkau audiens yang lebih luas.

Lagu ini direkam pada bulan April 2025 dan dikerjakan oleh mereka sendiri, hingga proses mixing dan mastering dikerjakan oleh Pandu Fuzztoni, seorang musisi, producer dan engineer yang turut mengerjakan artis seperti Dongker, Grrrl Gang, Skandal dan masih banyak artis lainnya. Single terbaru Femm Chem berjudul “Nasida Liar” tersedia di kanal digital stores pada Maret 2026.

Continue Reading