Connect with us
Ayom Satria Ayom Satria

iMusic

“Toward The Sun” tandai debut single “Ayom Satria” sebagai saksofonis.

Published

on

iMusic – Saksofonis muda asal Yogyakarta, Ayom Satria merilis single terbarunya bertajuk ‘Toward The Sun’, Senin (8/11). Single tersebut sekaligus menandai debut Ayom sebagai saksofonis yang memiliki single sendiri.

Dari segi kekaryaan lagu, ‘Toward The Sun’ memiliki makna yang cukup mendalam bagi siapapun pendengarnya. Menurut Ayom, lagu itu bermakna sebagai perjalanan seseorang untuk meraih impian masing-masing. Kata ‘Sun’ yang berarti matahari digambarkan sebagai impian, sedangkan kata ‘Toward’ dimaknai sebagai perjalanan menuju impian itu sendiri.

“Impian yang dimaksud ditujukan kepada siapa saja. Orang-orang punya impian apa, mereka punya caranya masing-masing untuk meraihnya. Lagu ini bisa dikatakan lagu motivasional,” ujar Ayom.

Sementara itu,  bagi dirinya pribadi, Ayom memaknai single ‘Toward The Sun’ sebagai perjalanan mewujudkan impian sebagai musisi yang penuh dengan lika-liku. Ia menyadari, sebagai musisi indie, ia harus melewati banyak proses yang harus dilalui sehingga eksistensi musiknya sebagai solois dapat diakui oleh banyak orang.

“Karena aku adalah saksofonis, aku ingin menjadi solois yang pada suatu saat orang-orang akan memanggil di panggung sebagai Ayom Satria, bukan yang lain. Punya lagu sendiri dan penggemar sendiri,”  imbuh pria 22 tahun tersebut.

‘Toward The Sun’ menjadi single yang spesial bagi Ayom. Lagu tersebut menjadi lagu pertama yang ia produksi sendiri sebagai solois saksofon.  Menurut Ayom, langkah tersebut ia ambil sebagai langkah pertama agar identitas kariernya dalam dunia musik mulai dikenal sebagai solois. Motivasi tersebut semakin kuat setelah tak sedikit orang yang memberikan dukungannya agar Ayom segera memiliki karyanya sendiri.

“Menurutku ini langkah pertama dan satu-satunya yang harus diambil ya bikin single ini, kalau nggak gitu ya aku selamanya akan dikenal sebagai saksofonisnya band a, band b, atau saksofonis yang bikin cover di YouTube. Jadi untuk memulai identitasku sendiri ya langkah satu-satunya bikin single,” terang sosok yang mengidolakan Kenny G itu.

Proses penciptaan ‘Toward The Sun’ dapat dibilang memakan waktu yang cukup lama. Sebab, draft lagu tersebut telah jadi lama sejak 6 bulan lalu. Di luar produksi musik yang sepenuhnya dibuat sendiri, Ayom dibantu oleh sejumlah orang dari segi aransemen. Ardha Buzzbanditz dari Neverland Studio yang juga session bassist Pongki Barata terlibat dalam bagian recording. Sementara itu, Jexx Monrever terlibat dalam mengisi bagian drum. Di bagian synthesizer, Ayom mempercayakannya kepada vokalis Define Soul, Defa Derian Fardyantara. Terakhir, aransemen gitar dimasukkan guna menambah nuansa eighties yang diisi oleh Abednego Evan yang juga bertindak sebagai co-producer.

Di sisi lain, keperluan prarilis ‘Toward The Sun’ juga melibatkan sejumlah orang di dalamnya. Alfian Danang Sachputra, Aprillia Intan Irawan, dan Doni Febrianto Sanusi Putra terlibat sebagai tim kreatif. Artwork dibuat oleh Gustav Ferdinan dibantu Alfian Herwahyudi. Sedangkan movie clip yang akan dirilis sepekan setelah rilis melibatkan Iqbal Kadhafi, Batukecil Homestay, Sangkring Artspace, dan DOSS Jogja.

‘Toward The Sun’ akan menjadi bagian dari mini album bertajuk ’21’ yang akan segera dirilis Ayom Satria dalam waktu dekat. Sebagai informasi awal, mini album tersebut menceritakan pengalaman Ayom Satria yang terlewati di umurnya ke-21 di tahun 2021.

Saat ini, single ‘Toward The Sun’ sudah dapat dinikmati di berbagai gerai musik digital. Ke depan, Ayom Satria mengaku akan tetap terus berkarya dan memperjuangkan musisi instrumentalis Jogja.

Ayom Satria adalah saxophonis, composer, dan produser asal Yogyakarta. Sebagai saksofonis multi genre, Ayom lebih sering bermain di genre pop dan jazz.

Pria kelahiran 1 November 1999 itu telah menekuni musik sejak bangku sekolah dasar lewat musik gereja. Ketertarikannya kepada saksofon saat SMP membuatnya melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Musik (SMM) Yogyakarta. Pada 2018 hingga saat ini, Ayom melanjutkan studi di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dengan mengambil Program Studi D4 Penyajian Musik. Pada tahun 2019 di awal pandemi, Ayom sempat mencoba menekuni cover musik melalui YouTube.

Komunitas Jazz Mben Senen membawanya bertemu dengan karier professional Ayom sebagai saksofon. Sebagai saksofonis, semenjak menjadi additional player band Sheila On 7 dan The Finest Tree, Ayom sering mengisi session recording sejumlah band lokal Indonesia. (FE)

iMusic

Bernadya buka awal tahun 2026 dengan single “Kita Buat Menyenangkan”

Published

on

iMusic.id – Awal tahun 2026 menjadi penanda lahirnya warna musik baru Bernadya, sebuah pergeseran yang menyisakan teka-teki tentang akhir dari era kegelapannya. Lahirnya melodi baru Bernadya di awal tahun ini seolah menyimpan kode tentang sebuah era bahagia yang belum sepenuhnya terungkap ke publik.

Transformasi musik Bernadya di awal 2026 seakan menjadi gerbang menuju sebuah rahasia, sebuah langkah berani untuk beranjak dari kegelapan masa lalu menuju sesuatu yang jauh lebih cerah.

“Definisi ‘Kita Buat Menyenangkan’ di lagu ini terasa sangat literal bagi aku. Ini adalah upaya untuk menghargai setiap momen dan mempergunakan waktu sebaik mungkin, karena aku sadar segalanya mungkin tidak berlangsung lama, sebuah semangat untuk making the most out of it,” ungkap Bernadya.

Jika digambarkan secara visual dan bunyi, lagu ini menurut Bernadya warnanya orange kekuningan. Jika harus dijelaskan dengan kata-kata, bernuansa nostalgic, mellow, lebih terang dari lagu-lagu sebelumnya, seperti foto-foto lama yang terkena sinar matahari sore. 

“Aku ingin lagu ini bisa menjembatani lagu-lagu sebelumnya dengan lagu-lagu yang akan kuperdengarkan nanti dan aku mengajak Petra Sihombing sebagai music producer di lagu Kita Buat Menyenangkan ini. Menurutku Petra Sihombing bisa jadi benang merahnya karena track penutup album pertamaku juga dikerjakan beliau,” tambah Bernadya.

Senada dengan visi tersebut,Petra Sihombingselaku produser musik menambahkan pandangannya mengenai proses kreatif di balik single ini:

“Sejak awal pengerjaan, saya merasa arah musik Bernadya kali ini memang lebih ceria, namun tetap membawa pesan gelap melalui cara uniknya membawakan lagu. Lagu ini ia bawa sudah dalam keadaan matang, tidak ada perubahan pada sisi penulisan lagu (song writing) dari saya. Peran saya adalah mencoba menerjemahkan bagaimana Bernadya di era ini bisa menciptakan sesuatu yang lebih segar dari album sebelumnya, namun tetap berada dalam koridor estetika musiknya yang khas.” ungkap Petra Sihombing.

“Harapanku tetap sama, semoga lagu-lagu ini sampai ke telinga yang tepat bagi mereka yang memang sedang butuh mendengarkannya.” tambahBernadya lebih jauh soal harapan terhadap lagunya.

Menanggapi perihal tren lagu ini, Petra ungkap dia mengerjakan musiknya tanpa prediksi tren apapun yang terpenting bagi Petra adalah dia suka mengerjakannya dan memiliki benang merah yang sama dengan Bernadya, dengan harapan musik ini juga bisa diterima oleh banyak orang.

Video lirik Kita Buat Menyenangkanjuga sudah dapat disaksikan di kanal youtube Bernadya hari ini. Video lirik ini digarap oleh Seven Creative sebuah production house asal Jepang beberapa waktu lalu,yang juga menggarap video lirik Kita Buat Menyenangkan. 

Single terbaru Bernadya, Kita Buat Menyenangkan,  kini bisa didengarkan hari ini di layanan digital streaming platforms seperti Spotify, Apple Music, Deezer, YouTube Music dan lain-lain.

Sedangkan video lirik Kita Buat Menyenangkandi channel YouTube Bernadya.  

Continue Reading

iMusic

Unit pop jazz asal Bogor, Usix band luncurkan single debut berjudul “Pupus Sudah”

Published

on

iMusic.id – Band beraliran pop jazz, Usix Band merilis single pertama mereka yang berjudul “Pupus Sudah”. Sesuai judulnya, lagu ini menceritakan tentang merelakan hubungan yang sudah berakhir. Dengan lirik yang dalam namun tetap mudah menempel di kepala, dibalut dengan irama musik pop jazz yang lembut namun tetap asyik membuat single dari band asal Bogor ini bikin candu sehingga sangat layak dinantikan kehadirannya. 

Single “Pupus Sudah” mengangkat tema romansa, khususnya tentang hubungan asmara yang telah usai. Tapi tenang saja, kamu tidak akan diajak meratapi kesedihan, kok. Justru melalui lagu ini Usix ingin mengajak pendengarnya untuk merelakan dan menerima hubungan yang sudah pupus.  

Alunan nada dan lirik pada reff lagu “Pupus Sudah” sangat mudah menempel di kepala, sehingga membuat siapa pun yang mendengarkannya terbawa dan ingin menyanyikannya. Musiknya asyik, liriknya mudah dimengerti, benar-benar sebuah kombinasi yang menarik.

Lagu “Pupus Sudah” dari Usix Band ini juga mengajak kamu untuk move on dan mulai membuka lembaran baru. Meskipun konteksnya tentang asmara, namun sebenarnya makna dari lagu ini bisa sangat luas tergantung bagaimana kamu memaknainya. Bisa tentang kegagalan atau kenangan pahit di masa lalu, dan masih banyak lagi. Intinya pesan Usix Band hanya satu, relakan masa lalu dan mulailah membuka lembaran baru karena life must go on. 

Sebagai grup band dengan aliran musik pop jazz, Usix secara konsisten membawa irama jazz ke dalam lagu ini. Di sepanjang lagu, indera pendengaran kamu akan dimanjakan dengan alunan musik jazz yang groovy dan lembut. Hal ini membuat lagu pupus sudah cocok didengarkan saat santai, dimasukkan ke dalam playlist musik di cafe, atau dijadikan musik pengiring di acara pesta pernikahan. 

Lagu yang berjudul “Pupus Sudah” ini merupakan single pertama dari Usix. Setelah beberapa tahun meng-cover dan membawakan lagu-lagu populer, baik lagu jazz maupun lagu dari genre musik lain yang diaransemen ulang menjadi musik jazz, kali ini Usix memutuskan untuk mulai membesarkan karya mereka sendiri. Dan setelah melalui serangkaian proses penciptaan yang panjang, akhirnya terciptalah single “Pupus Sudah”. 

Sebagai single pertama, “Pupus Sudah” menjadi lagu yang sangat berarti sekaligus harapan bagi Usix Band. Karena lagu ini merupakan langkah awal dari perjalanan karir Usix di industri musik tanah air. 

Didirikan pada tahun 2020 di kota Bogor, Usix beranggotakan lima orang yang masing-masing memiliki peran yang berbeda. Dina yang menjadi personel wanita satu-satunya sebagai vokalis, Une sebagai gitaris, Johan sebagai drummer dan Opo sebagai bassis

Meski demikian, penggunaan alat musik bisa disesuaikan dengan kebutuhan panggung. Jika dibutuhkan, Usix juga bisa tampil dengan alat musik tambahan seperti saxophone agar kesan jazzy-nya semakin terasa.  

Lagu “Pupus Sudah” ini bisa di akses melalui akun resmi Usix yang ada di platform streaming seperti Youtube dan Spotify. Untuk info lebih lanjut, kamu bisa follow akun Instagram resmi Usix Band di @usixband.

https://youtu.be/WQw-UlhHIN4?si=dixLpU-CFxZGoOqP

Continue Reading

iMusic

Rangkum perjalanan emosinya, Aurelia Syaharani luncurkan EP baru

Published

on

iMusic.id – Penyanyi muda berbakat Aurelia Syaharani kembali merilis karya terbarunya lewat sebuah EP yang merangkum perjalanan emosi dalam percintaan. Dikenal sebagai penyanyi dengan kemampuan vokal yang kuat dan penuh rasa, Aurelia memulai debutnya di tahun 2025 dan terus menunjukkan konsistensi dalam menyampaikan cerita lewat lagu.

EP Aurelia Syaharani ini berisi 5 lagu, termasuk dua single yang telah lebih dulu dirilis, yaitu “Mungkin Hanya Kamu”, lagu debut Aurelia serta “Merakit Bahagia” yang dirilis di tahun berikutnya. Ketiga lagu lainnya, “Cinta Palsu”, “Terpaksa Berakhir”, dan “Tanpamu Ku Bisa” hadir untuk melengkapi cerita yang utuh dan saling terhubung. 

Lewat EP ini, Aurelia mengajak pendengar menyusuri siklus percintaan: dari momen kehilangan dan putus, fase denial, proses menerima keadaan, hingga akhirnya bangkit dan menemukan kebahagiaan baru. Cerita-cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari ini disampaikan secara jujur dan emosional serta dikemas dengan kualitas vokal yang menawan.

Dalam penggarapannya, EP ini melibatkan sejumlah musisi dan produser seperti Clara Riva, Martinus Tintin, S/EEK, Adrian Rahmat Purwanto, Abram A. Lembono, dan Bianca Dimas, yang turut memperkaya warna musik di setiap lagunya.

Melalui EP ini, Aurelia Syaharani berharap lagu-lagunya bisa menjadi teman bagi siapa pun yang sedang berada di fase-fase tersebut, sekaligus pengingat bahwa setiap perjalanan perasaan selalu punya titik terang di akhirnya.

Continue Reading