iProfile
Transformasi Wishnu Aji menjadi Wiwi Sutaria
Seorang pencipta lagu dangdut, penyanyi dan juga fashion stylist, baru baru ini membuat gebrakan baru. Dia adalah Wishnu Aji yang membuat sosok artis perempuan baru bernama Wiwi Sutaria, uniknya sosok Wiwi ini adalah Wishnu Aji yang bertransformasi menjadi seorang perempuan lengkap dengan dandanan dan suara perempuannya.
Konsep ini sudah disiapkan selama 1 tahun lebih, karena harus belajar bagaimana cara bernyanyi supaya mirip dengan suara perempuan.
“Susahnya adalah bagaimana bernyanyi kaya suara perempuan, aku kan penyanyi cowok dengan suara bass jadi untuk jadi perempuan aku harus belajar falset biar bisa ngejar suara sopran-nya, dan ini belajarnya gila banget” cerita Wishnu Aji. Belum lama ini, Wiwi Sutaria mengeluarkan video cover lagu untuk membuktikan hasil kerja kerasnya menjadi seorang penyayi perempuan. Dan karena video tersebut, saat ini, Wishnu sudah di kontrak oleh salah satu platform website online untuk mengisi konten sebagai karakter Wiwi Sutaria.

Wishnu mengawali karirnya di dunia industri entertainment sebagai penyanyi muda dangdut. Dengan single pertamanya Dangdut RnB dan Terong-Terongan. Serta menjadi pencipta lagu beberapa artis dangdut kenamaan tanah air. Seperti Jenita Janet – Jangan Dengar Mereka, Ayu Ting Ting – Jangan Gitu Dong, Putri D’Academy – Bintangku, dan itu pencapaian tertinggi Wishnu ingin menciptakan lagu untuk diva tanah air.
Wishnu saat ini dikenal sebagai fashion stylish dari beberapa artis Indonesia dan pernah menangani Rita Sugiarto, Ayu Ting Ting, Zaskia Gotix, Dewi Perssik, Ikke Nurjanah, Wika Salim, Siti Badriah, Cita Citata, Tata Janeta, Maia Estianty, Lesty, Wika Salim, Baby Shima dan sederetan artis dangdut lainnya.

Saat diwawancara, apakah Wiwi Sutria akan berencana untuk mengeluarkan single, Wiwi mengaku masih pikir-pikir terlebih dahulu.
“Belum kepikiran sih buat keluarin single tapi kalau ada yang pas dan cocok dengan karakter Wiwi ya mungkin bisa dipertimbangkan” jawab Wiwi
“Intinya sih sekarang lebih pengin menghibur orang yang di rumah aja karena masa pandemi ini. Tapi kalau nanti ada tawaran yang bagus, bisa mengasah skill dan juga menghasilkan uang ya kenapa tidak” ujar Wishnu mengakhiri percakapan dengan iMusic.id.
iMusic
Dari Wayang ke Panggung Solo: Wahyudiramdan Rilis “JALANI SAJA” sebagai Babak Baru Perjalanan Musik
Setelah dikenal sebagai vokalis dari Wayang Band, Wahyudiramdhan kini melangkah ke fase baru dalam karier bermusiknya dengan merilis single solo berjudul “JALANI SAJA” pada 30 April 2026. Mengusung nama yang telah lama ia gunakan sejak awal berkarier, langkah ini menjadi penegasan identitas personalnya sebagai musisi.
Peralihan dari band ke solo bukanlah keputusan yang dirancang secara khusus, melainkan proses yang terjadi secara natural. Bagi Wahyudiramdhan, musik adalah bagian yang tidak terpisahkan dari hidupnya, sehingga proses berkarya terus berjalan seiring waktu.
“Musik sudah menjadi bagian dari hidup saya. Ketika ada materi, saya hanya menjalani dan mewujudkannya,” ujar Wahyudiramdhan.
Eksplorasi Personal dalam Format Solo
Dalam project solonya, Wahyudiramdhan memiliki ruang yang lebih luas untuk mengeksplorasi ide dan konsep musik secara menyeluruh. Ia terlibat langsung dalam setiap aspek kreatif, mulai dari penulisan lagu hingga aransemen.
Meski demikian, untuk kebutuhan penampilan langsung, ia tetap melibatkan additional band guna menjaga energi dan dinamika musikal di atas panggung.
Secara musikal, warna yang dihadirkan masih memiliki benang merah dengan karya-karya sebelumnya, namun dengan pendekatan yang lebih personal dan mengalir tanpa tekanan.
“JALANI SAJA”: Refleksi Perjalanan Hidup
Single “JALANI SAJA” menjadi titik awal dari perjalanan solo ini. Lagu tersebut mengangkat tema tentang dinamika kehidupan—proses jatuh bangun, kelelahan, hingga perjuangan yang menjadi bagian dari perjalanan seseorang.
Dalam proses produksinya, Wahyudiramdhan bekerja sama dengan Aris dari Lab Record, yang berperan sebagai sound engineer sekaligus produser. Kolaborasi ini mencakup seluruh tahap produksi, mulai dari rekaman hingga mastering. Dan untuk distribusinya dipercayakan kepada Musicblast.id.
Lagu ini tidak hanya bersifat personal, tetapi juga dirancang agar dapat dirasakan secara universal oleh pendengar.
Kejujuran sebagai Nilai Utama
Wahyudiramdhan menekankan pentingnya kejujuran dalam setiap karya yang ia ciptakan. Ia percaya bahwa kejujuran dalam lirik dan aransemen akan memudahkan pesan lagu tersampaikan kepada pendengar.
“Ketika karya dibuat dengan jujur, pendengar bisa lebih mudah terhubung,” jelasnya.
Selain aspek musikal, Wahyudiramdhan juga memberikan perhatian khusus pada elemen visual. Mulai dari artwork, video klip, hingga materi promosi lainnya dipersiapkan untuk mendukung narasi yang ingin disampaikan melalui lagu. Pendekatan ini dilakukan untuk memperkuat pengalaman audiens dalam menikmati karya secara menyeluruh. Ke depan, Wahyudiramdhan berencana untuk terus merilis karya secara konsisten dalam format single. Ia berharap dapat menjangkau pendengar yang lebih luas, tanpa meninggalkan identitas musikal yang telah ia bangun.
Sebagai penutup, Wahyudiramdhan merangkum perjalanan barunya dalam satu ungkapan sederhana:
“Jalani saja.”
Sebuah pesan yang sekaligus menjadi refleksi dari perjalanan hidup dan arah musikal yang ia pilih saat ini.
Informasi:
Instagram : https://www.instagram.com/ramdhanwahyudhi?igsh=MW9ic2l1MmZlOXlqaA==
Kontak Manager : liza ( 087888494812 )
Music Aggregator : Musicblast.id
iProfile
Eric Sudrajat jadikan panggung musik di kampus sebagai daya tarik utama
iMusic.id – Freshman Fair 2026 adalah sebuah giat musikal antar jurusan di Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat. Pentas musik ini di inisiasi oleh Eric Sudrajat yang juga bertindak sebagai Project Officer Freshman Fair 2026, tetapi juga sebagai musisi muda yang konsisten menghadirkan energi musikal ke dalam ruang-ruang kolektif mahasiswa.

Di balik perhelatan Freshman Fair 2026, Eric Sudrajat membawa pendekatan yang berbeda: menjadikan acara kampus sebagai medium ekspresi musikal yang hidup, bukan sekadar agenda seremonial tahunan.
“Musik itu punya kekuatan untuk menyatukan. Lewat acara ini, saya ingin teman-teman bukan cuma hadir, tapi juga merasakan, tampil, dan berani berekspresi,” ujar Eric Sudrajat.
Sebagai drummer yang telah menekuni musik sejak usia dini, Eric Sudrajat membangun fondasi musikalnya dari latihan, kompetisi, hingga pengalaman tampil di berbagai panggung. Baginya, musik bukan hanya soal teknik, tetapi juga soal karakter, rasa, dan identitas.
Perjalanan tersebut kemudian ia terjemahkan ke dalam konsep Freshman Fair 2026 yang menghadirkan panggung musik lintas jurusan sebagai salah satu daya tarik utama. Tidak hanya satu genre, Eric membuka ruang bagi eksplorasi berbagai warna musik mulai dari pop hingga rock yang dikemas lebih “easy listening” agar dekat dengan audiens kampus.
“Setiap musisi punya ciri khas. Yang penting bukan sekadar jago, tapi bagaimana kita membawa karakter itu ke panggung,” katanya.
Dalam acara tersebut, delapan band perwakilan jurusan tampil berdampingan dengan satu band utama dari komunitas musik teknik, menciptakan atmosfer kolaboratif yang jarang ditemui dalam kegiatan kampus pada umumnya.

Bagi Eric, panggung seperti ini adalah titik awal lahirnya kepercayaan diri.
“Banyak musisi kampus sebenarnya punya potensi besar, tapi belum punya panggung. Di sini mereka bisa mulai, bisa dikenal, dan yang paling penting, bisa berkembang,” ujarnya.
Tidak berhenti pada performa, Eric juga menekankan pentingnya adaptasi musisi dengan perkembangan era digital. Ia menyebut eksposur dan konsistensi karya sebagai faktor penting dalam membangun perjalanan musik yang berkelanjutan.
“Sekarang musisi harus punya value. Selain skill, juga harus aktif berkarya dan membangun audiens. Itu yang bikin kita bisa bertahan,” kata Eric.
Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa teknik, Eric tetap menjaga ritme bermusik dengan disiplin membagi waktu antara akademik, organisasi, dan proses kreatif. Saat ini, ia bersama bandnya tengah menyiapkan materi lagu yang direncanakan masuk tahap rekaman dalam waktu dekat.
Melalui Freshman Fair 2026, Eric ingin meninggalkan lebih dari sekadar acara, ia ingin membangun ekosistem.

“Harapannya, ini jadi budaya. Bahwa kampus bukan cuma tempat belajar, tapi juga tempat lahirnya karya dan musisi,” ujarnya.
Dengan pendekatan yang memadukan musikalitas dan kolaborasi, Eric Sudrajat menunjukkan bahwa energi musik tidak hanya hidup di panggung profesional, tetapi juga tumbuh kuat dari ruang-ruang kampus tempat di mana generasi baru menemukan suaranya.
iMusic
Fritz Faraday jadi brand ambasador Solar Guitars
iMusic.id – Gitaris band Djent Jakarta, Bless the Knights, Fritz Faraday (@mrfritzfaraday) resmi didaulat menjadi endorsee/brand ambassador dari merek gitar asal Swedia, Solar Guitars.

Marketing Communication Manager dari PT. SMI, Ivan Victor Lucas dalam keterangan tertulisnya mengatakan, kolaborasi antara Fritz Faraday bersama Solar Guitars diharapkan bakal menjadi sinergi yang membawa dampak baik bagi keduanya.
“Gue melihat potensi dari Fritz dan Bless the Knights-nya, dan gue percaya bahwa dengan Solar Guitars Lamborghini Orange yang warna dan kualitasnya shocking banget ini, baik Fritz maupun gitarnya akan makin bersinar di kancah musik Indonesia,” kata Ivan.
“Patut ditunggu karya-karya terbaru dari Bless the Knights dengan Fritz Faraday yang sudah memakai Solar Guitars sebagai amunisi terbarunya,” tutur dia.
Sementara melalui laman Instagram pribadi yang dikolaborasikan dengan akun Bless the Knights dan Bermusik Gitar (PT. SMI), Fritz Faraday mengunggah momen penandatanganan kontrak dengan Solar Guitars selama 2 tahun ke depan dalam bentuk vlog yang merangkum kegiatannya saat berkunjung ke kantor PT. SMI.
Momen ini, menurut Fritz merupakan suatu lompatan besar dalam karirnya dan juga sekaligus melengkapi era baru kembalinya Bless the Knights ke skena musik metal Indonesia setelah melaunching single mereka yang berjudul “Metamorphosis” pada Mei 2023 lalu.
“Setelah 19 tahun bermain gitar dan 12 tahun berjuang dengan Blitzkrieg & Bless the Knights, I finally got this chance. Puji Tuhan buat semuanya ini,” kata Fritz Faraday, dalam video tersebut.
Fritz Faraday sendiri dikenal sebagai seorang gitaris yang sangat lekat dengan brand Musicman semenjak kemunculannya ke peta musik rock/metal Tanah Air medio 2012 lalu.

Pada tahun 2023 ini, Fritz melakukan suatu lompatan besar dengan menjadi endorsee dari gitar yang merupakan besutan dari gitaris yang juga merupakan YouTuber ternama, Ola Englund ini.
Fritz mengakui bahwa pilihannya ini tidak semata-mata tendensius akan tetapi merupakan diambil berdasarkan kebutuhan bermusiknya dengan Bless the Knights dikarenakan spesifikasi gitar yang diterimanya tersebut sangat cocok untuk membuat Djent tone dalam karya-karyanya nanti semakin gahar.
Selain itu, dia juga berpendapat bahwa neck dari Solar guitars ini masih mendekati brand yang sebelumnya dipakai.
“Gitar ini well-painted ya, matching headstock. Selain bisa ngasih gw open string dan clarity yang bagus banget, necknya ini `F1-built` sangat applicable buat gue kebut-kebutan, terutama di fret-fret 15 ke atasnya,”tutur Fritz.
“Pick-upnya juga luar biasa banget, enggak nyangka banget clarity-nya bisa begini, padahal gue sebelumnya kurang cocok dengan Duncan design, tapi Duncan Solar ini top!” ucapnya.
Informasi lebih lengkap mengenai kolaborasi antara Fritz Faraday dan Solar Guitars dapat diakses melalui media sosial Instagram @mrfritzfaraday @blesstheknights_official dan @bermusikgitar.
