Connect with us

iMusic

“Weni Wen” seorang penyanyi jebolan ajang pencarian bakat salah satu TV Nasional rilis “Tilasan”.

Published

on

iMusic – Weni wen, seorang penyanyi jebolan ajang pencarian bakat di salah satu TV Nasional , kini mencoba peruntungannya dengan merelase lagu terbaru nya. Setelah melalui perjalanan panjang dalam industri musik Indonesia yang keras, weni tetap berjuang untuk mempertahankan eksistensi dan berkarya sesuai dengan jalurnya selama ini. pasang surut dalam perjalanan karir nya selama ini tidak membuat Weni berhenti untuk berkarya, dengan semangat yang luar biasa Weni berhasil merelease lagu yang memang belum pernah iya nyanyikan sebelumnya , yaitu lagu berlirik full jawa.

Proses produksi yang singkat tidak membuat weni menyepelekan dalam parting recording (rekaman suara) dalam lagu ini . kesungguhan nya dalam proses produksi ini dapat di dengarkan dari hasil nya yang di luar ekspektasi , bagi para penikmat musik yang memang sudah tau karakter dan brand image dari weni .

“ Keluar dari zona nyaman “ salah satu tag line weni dalam lagu ini , ini Karena memang untuk membawakna lagu ini weni harus mempelajari Bahasa jawa dengan penyebutan yang tepat, sedangkan sama sama kita ketahui jika weni bukan berasal dari pulau jawa.

Menggandeng “Lek Dahlan” sebagai pencipta lagu ini , weni dan lek dahlan memberi judul single terbarunya “TILASAN”. Sebagai mana yang sudah kita ketahui sebelumnya, sosok lek dahlan sudah tidak asing lagi bagi para penyanyi dari jawa ini, seorang sosok pencipta yang pernah menelurkan karya karya yang bisa dibilang berasil seperti (Los Dol ) yang di populerkan oleh Denny Caknan dan (Sedelo Maneh) yang di populerkan oleh lek dahlan sendiri .

Perpaduan arransment yang ciamik , yang di ramu oleh Banyu Onyong (Arranger penerima penghargaan Ami Awards dengan kategori arranger dangdut) ini sangan cocok dengan karakter dan kemampuan Weni dalam bernyanyi, di sisi lain jika kita amati secara seksama untuk lagu “Tilasan” ini sebenarnya bertema kesedihan yang mendalam . dengan untaian lirik berbahasa jawa yang memiliki makna secara garis besar tentang perpisahan jadi berbeda ketika hasil produksi musik dan video clipnya.

Weni sendiri merasa tertantang memberikan seluruh kemampuan nya untuk penggarapan lagu ini , dengan cita cita untuk memberikan suguhan yang lain dari pada biasanya dan untuk pembuktian bahwa Weni sendiri bisa membawakan lagu yang berbahasa jawa dengan baik dan benar .

Bekerjasama dengan Hot Fm sebagai official media partner dan Platfom digital Joox sebagai exclusive platfomnya , Weny dan milana musik berharap lagu terbaru nya ini dapat diterima oleh seluruh penikmat musik Indonesia dan pecinta dangdut pada khusus nya. (FE)

iMusic

“Bella Nova” Kembali Hadir Dengan Karya Terbarunya “Cinta 24 Jam”.

Published

on

iMusic.idBella Nova kembali hadir dengan karya terbarunya. Kali ini adalah sebuah lagu berjudul “Cinta 24 Jam“.

Lagu ini terasa cukup istimewa karena diciptakan oleh almarhum Don Kinol, seorang komposer yang telah meninggalkan banyak sekali warisan musik yang tak ternilai.

Menurut Bella, sebelum Don Kinol berpulang, ia sudah menyiapkan beberapa lagu untuknya. Dan dari beberapa materi yang ditawarkan, Bella langsung merasa jatuh cinta dengan lagu “Cinta 24 Jam” ini.

“Pada saat dengerin lagu ini, aku langsung klik aja. Feelingnya lebih deket di lagu ini sih,” ujar Bella.

Lagu ini menjadi pilihan utamanya karena ada kedekatan emosional yang terasa saat pertama kali mendengarkannya.

Lagu “Cinta 24 Jam” sendiri menceritakan tentang seseorang yang mulai berubah sikap karena kesibukan, jarang memberi kabar, dan terlihat seperti ada yang lain dalam hidupnya.

“Biasalah namanya cinta, manis di awal doang,” kata Bella, menggambarkan cerita dalam lagu ini.

Tema ini dirasa sangat relevan dengan banyak hubungan percintaan yang sering kali hanya manis di awal. Bella mengungkapkan bahwa dirinya juga pernah mengalami hal serupa dalam hubungan percintaannya.

“Sejauh ini alhamdulillah. Pernah sih aku ngerasain yang sama. Kayaknya semua percintaan itu ibaratnya permen karet, manis di awal aja,” ungkapnya.

Proses rekaman “Cinta 24 Jam” sebenarnya berjalan cukup lancar. Namun tidak adanya sosok Don Kinol membuat segalanya terasa hampa.

“Biasanya ditemani komposernya langsung kan. Jadi lebih diarahkan. Sekarang dia sudah ga ada, kayak lebih kurang aja penjiwaannya,” jelas Bella.

Tak adanya Don Kinol membuat Bella merasa sulit untuk menyesuaikan tempo dari lagu ini. Namun secara keseluruhan proses menyanyi berjalan tanpa hambatan berarti.

Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi Bella adalah saat syuting video klip. “Tiduran di rumput pas syuting video klipnya. Kan belum tidur, bukannya nemuin kasur malah di rumput adegannya,” kata Bella sambil tertawa.

Tak hanya itu, Bella juga dihadapkan dengan satu adegan yang cukup menantang. Yaitu saat dirinya diharuskan untuk menangis. Bella mengaku mengenang masa-masa bersama ibunya untuk bisa menghayati adegan tersebut.

Bella juga memiliki pesan penting dari lagu ini. Ia berharap pendengar bisa belajar untuk tidak mengalami cinta yang hanya manis di awal. “Kalau hubungan itu jangan manis di awal aja. Harusnya kan makin lama makin baik. Kalau ada yang mengalami seperti di lagu ini, pesannya tinggalin,” tegas Bella.

“Pokoknya semoga bisa booming. Banyak yang nonton. Soundnya bisa viral,” sambungnya. (FE)

Continue Reading

iMusic

“Batas Senja” Rilis Single “Mungkin Belum Sekarang” Yang Jadi Original Motion Picture Soundtrack.

Published

on

iMusic.id –  Setelah lagu berjudul “Terima Kasih” yang sudah di rilis pada tanggal 28 Juni 2024. Batas Senja kembali merilis sebuah lagu berjudul “Mungkin Belum Sekarang” yang merupakan lagu kedua dari Batas Senja yang menjadi Original Motion Picture Soundtrack dari Film Catatan harian Menantu Sinting (CHMS) garapan Soraya Intercine Films.

CHMS ini merupakan film yang diangkat dari novel karya Rosi L. Simamora dan di produseri dan di sutradarai oleh Sunil Soraya.

Lagu ini di tulis oleh Masitong, menggambarkan sebuah problematika yang kerap terjadi dalam sebuah hubungan, dimana ego masing masing akan saling mendominasi dan semakin memperkeruh masalah.

Adalah sebuah solusi terbaik , apabila kita sama sama bisa berfikir dewasa, saling mengingatkan, saling menguatkan, saling melengkapi dan memberikan semangat satu sama lain.

Point penting ini dituangkan pada lirik bagian Bridge dan Reff di lagu tersebut.

Proses pembuatan lagu ini di kerjakan dalam waktu 1 minggu. Di awali dengan preview Film di Studio yang bertempat di kantor Soraya Intercine Films, dilanjutkan dengan brainstorming bersama pak Sunil Soraya selaku produser dan sutradara Film CHMS.

Lagu Terima Kasih di produksi di Harmonic Records, dengan Masitong sebagai Music Director sekaligus menghandle proses Mixing dan Mastering Bersama Vian Harmonic. Di bawah naungan management MST Music, dan Distribusi Musik Digital melalui Sintesa Pro.

Lagu Mungkin Belum Sekarang di rilis dengan harapan dapat menambah Khazanah Musik Indonesia serta kembali dapat di terima dan disukai oleh penikmat musik Indonesia.

Batas Senja sendiri adalah band yang dalam setiap karya lagunya mengusung tentang tema sosial, kehidupan, cinta dan motivasi. Band ini terbantuk pada tanggal 17 Agustus 2014, dengan formasi pertama terdiri dari 7 personel yaitu (Masitong) guitar vocal, (Bella) vocal (Anjas) bass (Juli) cuk (Sarah) acoustik gitar dan (Elzino) drum.

Dalam perjalanan nya Batas Senja mengalami beberapa kali pergantian personel, hingga pada akhirnya di tahun 2024 ini Batas Senja mengusung 7 personel yang terdiri dari (Masitong) guitar vocal, (Erica) vocal, (Yuta) additional vocal, (Deny) additional drum, (Andree) additional bass, (Rey) additional Keyboard dan (Pebian) additional gitar.

Batas Senja telah mengeluarkan beberapa hits single diantara nya Alenia, Kertas dan Pena, Kan Menua ,Nanti Kita Seperti Ini dan Kemana Kita Hari ini, Menceritakanmu dan bertengger di beberapa playlist editorial Spotify, Tiktok Music, Youtube Music. (FE)

Continue Reading

iMusic

NonaRia hadir kembali lewat album kedua “Dengarkanlah radio”

Published

on

iMusic.id– Duo retro ‘NonaRia’ merilis album kedua berjudul ‘Dengarkan Radio’ yang mengusung 9 track list lagu yaitu : “Radio, Mariana, Kuda, Perbedaan, Jangan Bohong, Donny, Dongeng, Pelita” dan “Burung”. Dilihat dari 9 track list lau tersebut nampak ada beberapa lagu Nona Ria yang bertema nama personal seperti “Mariana” dan “Donny”. Dua lagu ini mengingatkan kita akan tema lagu sejenis di beberapa tahun silam seperti Kopral Jono, Letnan Hardi, Aryati dan nama-nama sosok lain yang digambarkan dengan detil karakternya.

Nesia nama panggilan dari Nesia Ardi bersama Nanin Wardhani yang sekarang menjalankan duo NonaRia sekarang mencoba meramu album kedua duo unik ini dengan lebih dewasa, lebih asyik tanpa harus meninggalkan jejak konyol dan riang karakter khas para Nona.

Hawa musik nostalgia era 40-an yang didominasi alat tiup dengan komposisi yang ringkes, alunan vokal dan ritmis yang seiring seirama mengukuhkan mereka sebagai duo musisi perempuan vintage yang punya karakter. Orang bijak pernah bilang, sikap dan gaya bermusik adalah buah dari proses. Menilik latar belakang musikal mereka sebagai profesional dalam seni musik ini, NonaRia nampak mampu untuk mempertanggung jawabkan karyanya.

Dengarkan saja komposisinya NonaRia dialbum ini, tidak ada yang saling mendahului jalur irama. Sungguh syahdu!

“Waktu pengerjaan album ‘Dengarkan Radio’ ini bisa dibilang tidak sebentar, karena kami ingin bisa lebih memperhatikan detil-detil yang kali ini tidak sedikit. Pernah satu kali kami mengaransemen secara daring, via zoom meeting, ternyata asyik juga walau menurut saya sendiri tetap paling mudah jika kita tatap muka langsung, pertukaran energi itu yang diperlukan dalam meramu musik.” Ungkap Nesia.

Para nona membagi peran atas kuasa karya-karya mereka. Soal notasi, Nanin lebih mahir. Maka ia lah yang punya porsi lebih banyak dalam menuangkannya di dalam kertas garis lima. Sedangkan Nesia selalu memberi ide-ide secara oral.

“Kami beberapa kali mentok mengaransemen lagu-lagu dengan instrumentasi yang lebih banyak dari biasanya, kalau sudah begitu, kami ‘santai saja’ dulu sejenak sambil ngopi dan makan pisang goreng hahahaha..” Celoteh Nesia.

Bagi NonaRia, kolaborasi dalam bermusik adalah hal yang menyenangkan, membuat hati hangat kadang sampai terharu. Dalam lagu Kuda mereka mengajak talenta Indonesia yang sudah go international yaitu Rega Dauna,

“karena saat meramu lagu tersebut di kepala kami sama-sama merasa harmonika adalah instrumen yang cocok sekali mengisi lagu ini.” Lanjut Nesia.

Musisi senior yang sudah lama juga ingin dilibatkan untuk memeriahkan karya NonaRia adalah Oele Pattiselanno, yang tidak bisa dipungkiri permainan gitar yang matang dan hangat membuat kami berharap agar lagunya bisa sampai ke hati para pendengar lewat lagu berjudul “Mariana”.

Beberapa lagu yang diisi instrumen tiup seperti trombon dan klarinet dilakukan secara jarak jauh. Paling jauh itu dari Polandia, pemain trombon ini namanya Paweł Niewiadomski, salah satu kawan dari Kuba Skowroński yang mengisi klarinet dan flute dari Bali.

“Untuk album ini kami ingin lebih mengeksplorasi berbagai jenis musik dan pemilihan instrumen yang digunakan, sehingga bila didengarkan ragam musik di album ini lebih variatif. Mulai dari irama dengan nuansa musik latin, tango, ballad, swing, hingga penggunaan instrumen tiup ala New Orleans.” Ungkap Nanin.

Album ‘Dengarkanlah Radio’ bisa didengarkan melalui layanan digital platform kesayangan anda .

Continue Reading