Connect with us

iMusic

“Ikrar” The Chasmala melalui album debut “Persona”

Published

on

iMusic.id – Usai merilis single perkenalan berjudul “Pria Idaman” diakhir tahun 2023 lalu, The Chasmala akhirnya meluncurkan debut albumnya yang diberi judul ‘Persona’. Album yang mempunyai 7 track list lagu tersebut akan memperkenalkan sebuah single berjudul “Ikrar” yang jadi ujung tombak kehadiran The Chasmala di industri musik Indonesia.

Trio The Chasmala yang beranggotakan Irfan Chasmala (Keyboard), Pieter Anroputra (Vokal), dan Denny Chasmala / Denchas (Gitar) memberi judul ‘Persona’ pada album ini karena suatu alasan tersendiri,

“Judul olbum “Persona” diambil karena The Chasmala ingin menunjukkan kepribadian masang – masing personal yang dijadikan satu. Kami punya karakter dan pengalaman yang berbeda – beda di industri musik nasional tapi dalam hal bermusik kita bisa melebur menjadi satu” ujar Denny Chasmala.

Album The Chasmala “Persona” terdiri dari 7 lagu “Kejadian (TST), Ikrar, Berharap Tak Berpisah, Sakit Bila Dipendam, Pria Idaman, Dua-Duanya” dan “Positive”. Lagu berjudul “Ikrar” adalah lagu yang dipilih untuk menjadi single pertama yang di perkenalkan ke berbagai media promosi.

“Ikrar” bercerita tentang seseorang yang mengikrarkan cinta tulusnya untuk seseorang dan berjanji sehidup semati di hadapan Tuhan. Lagu yang dicaptakan oleh Irfan Chasmala ini dibalut dengan lirik yang Indah dan juga alunan musik yang easy Iisterung dengan komposisi yang sangat mewah.

“Lirik lagu “Ikrar” bercerita tentang kisah perjalanan cinta sepasang kekasih yang bertekad menjalin pertalian cintanya ke dalam Ikrar pernikahan hingga akhir dunia, saya berharap lagu ini bisa menjadi anthem yang dinyanyikan pada setiap acara pernikahan / wedding “, harap Irfan Chasmala.

Vokalis The Chasmala, Pieter Anroputra berharap album “Persona” bisa membawa berkah dan manfaat bagi banyak orang,

“Harapan buat album The Chasmala adalah, album ini bisa membawa The Chasmala ke tempat-tempat baru, bertemu teman-teman baru, bisa kolaborasi dan lain-lain, serta membawa berkah dan manfaat untuk banyak orang”, jelas vokalis yang punya ide untuk memberi nama The Chasmala pertama kali.

Sementara itu, Ade Govinda sebagai A&R yang mewakili MyMusic Records selaku label yang menanungi The Chasmala mengaku sangat puas dengan proyek album The Chasmal aini,

“Awalnya Denny Chasmala kontak ke saya dan kasi tahu bahwa dia punya proyek musik, pas saya di kasi materi lagu nya wah ternyata sudah satu album…saya yakin pasti lagu – lagunya luar biasa mengingat mereka bertiga adalah musisi – musisi yang sudah berpengalaman, dan ternyata benar, lagu dan musiknya bagus – bagus”, ujar Ade Govinda.

Berkaitan dengan pemilihan single “Ikrar” sebagai single pertama dari album ‘Persona’ tersebut, Ade mengakui cukup memusingkan dalam menentukan pilihannya,

“Materi lagu The Chasmala itu bagus – bagus, kita sampai bingung dalam menentukan lagu mana yang akan kita jadikan single pembuka, tapi setelah melewati proses hearing dan sebagainya kita sepakat memilih “Ikrar” sebagai single pertama”, terang Ade lagi.

Album ‘Persona’ sudah bisa didengarkan melalui piatfrom musik digital mulai 28 Juni 2024 serta performance video masing – masing lagunya akan tayang setiap hari Jumat di kanal YouTube resmi MyMusic. Besar harapan dengan dirilisnya album ini the Chasmala dapat meramaikan industri musik Indonesia dan bisa diterima oleh para pendengar musik di Indonesia.

iMusic

Sabaton rilis single “Yamato” lengkap dengan video musiknya.

Published

on

iMusic.id – Band heavy metal asal Swedia, Sabaton, kembali menghadirkan karya terbaru mereka lewat single ‘Yamato’, yang dirilis bersamaan dengan video musik resmi hasil kolaborasi bersama game naval populer, World of Warships. ‘Yamato’ terinspirasi dari kapal perang legendaris Jepang yang dikenal sebagai salah satu simbol kekuatan terbesar dalam sejarah perang laut. Lagu ini jadi kelanjutan spiritual dari ‘Bismarck’, sekaligus memperkuat ciri khas Sabatondalam mengangkat kisah sejarah militer ke dalam musik yang epik dan penuh energi.

Joakim Brodén mengungkapkan bahwa kisah kapal perang selalu menjadi bagian menarik dalam perjalanan musikal Sabaton, sementara Pär Sundström menambahkan bahwa ‘Yamato’merupakan jawaban atas permintaan panjang para penggemar yang ingin melihat kelanjutan cerita dari ‘Bismarck’. Kolaborasi ini juga menghadirkan pengalaman unik di dalam game, di mana pemain dapat menikmati ‘Yamato’ sebagai bagian dari gameplay, lengkap dengan elemen khusus yang terinspirasi dari Sabaton.

Video musik ‘Yamato’ turut memperkuat nuansa dramatis lagu ini, menampilkan band yang berada di atas kapal dalam momen pertempuran terakhir yang penuh intensitas. Proses produksi sendiri dilakukan dengan tantangan ekstrem, mulai dari suhu dingin hingga efek air yang mensimulasikan kondisi laut sebenarnya. Dikenal dengan pendekatan sinematik dan tema sejarah yang kuat, Sabatonterus memperluas jangkauan mereka sebagai salah satu band heavy metal paling berpengaruh saat ini, dengan miliaran stream dan basis penggemar global yang solid.

Continue Reading

iMusic

Hampir menyerah di industri musik, Joanna Andrea rilis single “Tenanglah”

Published

on

iMusic.id – Di tengah hiruk pikuk kehidupan yang penuh tekanan dan ketidakpastian, Joanna Andrea menghadirkan karya terbarunya yang berjudul “Tenanglah”, sebuah lagu yang menjadi pelukan hangat bagi siapa pun yang sedang berada di titik terendah dalam hidupnya.

Ditulis sendiri oleh Joanna Andrea, “Tenanglah” lahir dari pengalaman personal yang penuh pergulatan. Lagu ini menggambarkan fase ketika harapan terasa memudar dan kekhawatiran mengambil alih, namun di saat yang sama juga menjadi pengingat lembut bahwa setiap badai pasti berlalu. Melalui lirik yang jujur dan emosional, Joanna mengajak pendengarnya untuk tetap bertahan, melangkah, dan tidak menyerah pada kehidupan yang hanya datang satu kali.

Sebagai solois perempuan Indonesia yang tengah bersinar, Joanna Andrea terus menunjukkan konsistensinya dalam berkarya. Namanya mulai dikenal luas lewat deretan lagu seperti “Lepaskan, Tak Bertahan Lama, Hanya Satu” dan “Wajah Yang Membawa Aku Pulang”. Sebelumnya, ia juga telah merilis single “Dinikmati Saja” yang semakin memperkuat identitas musikalnya.

Mengusung genre pop yang hangat dan relatable, “Tenanglah” menjadi salah satu karya paling jujur dalam perjalanan karier Joanna Andrea. Lagu ini ditulis di masa ketika ia hampir menyerah pada mimpinya di industri musik. Setelah melewati berbagai pasang surut, Joanna berhasil bangkit, menemukan kembali semangatnya, dan kini semakin mantap menapaki jalannya sebagai musisi dengan karakter yang kuat.

“Tenanglah” resmi dirilis sebagai single ke-6 pada Maret 2026 dan menjadi bagian dari rangkaian menuju album perdana Joanna Andrea yang akan dirilis di tahun yang sama.

Kini, “Tenanglah” sudah dapat dinikmati di seluruh platform musik digital, menjadi teman setia di saat-saat paling sunyi, ketika yang dibutuhkan hanyalah sedikit ketenangan dan harapan.

Continue Reading

iMusic

Femm Chem luncurkan single baru berjudul “Nasida Liar”

Published

on

iMusic.id – Femm Chem merupakan band indie rock yang telah aktif sejak tahun 2022 dan menjadi bagian dari dinamika skena musik Semarang. Mengusung lagu-lagu original, Femm Chem dikenal melalui pendekatan musik yang sederhana, fun, dan jujur, terinspirasi dari British indie rock seperti Wet Leg serta nuansa psychedelic dan garage pop ala band Australia Nice Biscuit.

Femm Chem digawangi oleh Isa Pradana sebagai lead guitar dan vokal, Vajra Aoki pada vokal dan gitar, Dimas Sadewa pada bass, Ferdinandus Erdin pada drum sekaligus artwork, serta Zuma Mahardika pada synth dan vokal. Perbedaan latar belakang serta referensi musik masing masing personel menjadi elemen penting yang membentuk karakterFemm Chem sederhana namun lantang, ironis, playful, dan perlahan menghanyutkan.

Melalui semangat tersebut,Femm Chem resmi merilis single terbaru berjudul “Nasida Liar” yang sekaligus menjadi lagu pertama Femm Chem yang ditulis dan dibawakan dalam Bahasa Indonesia. Langkah ini menandai fase baru dalam perjalanan kreatif mereka sekaligus membuka ruang ekspresi yang lebih dekat dengan realitas pendengar lokal.

“Nasida Liar”dari Femm Chem merepresentasikan kegelisahan hidup di tengah dunia yang terasa semakin ramai oleh arus informasi, media, dan tuntutan eksistensi. Lagu ini menangkap potongan potongan kehidupan modern mulai dari konsumsi berita, konten yang berulang, hingga isu personal yang kerap membuat ruang batin terasa penuh dan melelahkan.

Secara lirik, “Nasida Liar” hadir dengan pendekatan puitis dan satir menggambarkan usaha individu untuk mencari jeda di tengah hiruk pikuk tersebut. Lagu ini berbicara tentang kebutuhan untuk berhenti sejenak, menarik napas, dan mensyukuri momen kecil tanpa harus terjebak dalam kerumitan yang berlebihan. BagiFemm Chem, lagu ini menjadi bentuk refleksi sekaligus terapi personal.

Dari sisi musikal, “Nasida Liar” diramu dengan aransemen yang lugas dan enerjik menegaskan identitasFemm Chem yang mengedepankan kesederhanaan tanpa kehilangan daya ekspresif. Permainan gitar yang ringan, ritme yang dinamis, serta lirik lirik ironis menjadi kekuatan utama yang membuat lagu ini terasa dekat dengan realitas pendengarnya.Sebagai bagian dari perilisan single ini,Femm Chem juga akan menjalankan rangkaian promosi melalui platform digital dan media sosial guna menjangkau audiens yang lebih luas.

Lagu ini direkam pada bulan April 2025 dan dikerjakan oleh mereka sendiri, hingga proses mixing dan mastering dikerjakan oleh Pandu Fuzztoni, seorang musisi, producer dan engineer yang turut mengerjakan artis seperti Dongker, Grrrl Gang, Skandal dan masih banyak artis lainnya. Single terbaru Femm Chem berjudul “Nasida Liar” tersedia di kanal digital stores pada Maret 2026.

Continue Reading