iMusic.id – Band Legendaris, GIGI, telah memasuki usia 30 tahun dalam perjalanan karirnya. Tahun 2024 GIGI akan merayakan ulang tahun ke 30 dengan mempersembahkan sebuah pertunjukan spektakuler sebagai persembahan bagi para penggemarnya yang disebut juga dengan ‘GIGI Kita’ yang bertajuk ‘GIGINFINITY‘ di Istora Senayan, Sabtu 24 Agustus 2024 mendatang.
“Konser ‘GIGINFINITY’ adalah satu bukti bahwa GIGI masih punya spirit tanpa batas. Kami masih ada keinginan untuk berbuat sesuatu seperti perform dan tetap berkarya,” jelas vokalis GIGI, Armand Maulana.
Perjalanan panjang yang dilalui Armand dan ketiga rekannya di GIGI yaitu Dewa Budjana (Gitaris), Thomas Ramdhan (Bassis) dan Gusti Hendy (Drummer) bukanlah hal yang mudah dilalui. Berbagai tantangan dan rintangan dihadapi mereka hingga kebersamaan mereka 30 tahun lamanya.
“Angka tiga puluh itu bukan waktu yang sebentar bagi GIGI bertahan sampai sekarang. Tidak semudah diucapkan, banyak rintangan yang kita lalui. Alhamdulillah semua yang kita alami suka dan sulitnya sudah kita lewati, hingga di usia 30 tahun ini kami masih bersama,” lanjut Armand.
Sesuai dengan angka tahun perjalanan, GIGI akan menggelar konser selama 3 jam, 30 judul lagu dan melibatkan 30 musisi serta masih banyak bintang tamu dari beragam generasi.
“Konser ‘GIGINFINITY’ nanti akan ikut melibatkan Edy Khemod sebagai Show Director yang kita percayakan untuk menyiapkan berbagai aspek seni di panggung”, ujar Gusty Hendy.
“Konser nantinya akan dibagi dalam beberapa segmen. Ada segmen regenerasi yang melibatkan musisi tamu seperti Fani Soegi, Mahalini, Perunggu, Afgan dan lain – lain. Selanjutnya ada segmen GIGI and friends yang akan menampilkan kolaborasi antara GIGI dan rekan musisi lain seperti Krisdayanti, Ariel dan lainnya serta segmen – segmen lainnya yang masih kita rahasiakan. Yang jelas Setiap segmennya akan memberikan nuansa-nuansa yang berbeda,” jelas Edy Khemod, yang pernah membesut 4 video klip GIGI tersebut.
Selain ada segmen – segmen berbeda yang akan di bangun di panggung, Edy Khemod yang juga merupakan drummer dari band rock Seringai ini juga berjanji akan menampilkan banyak hal – hal baru dari sudut desain panggung, lighthing maupun animasi screen yang ditampilkan nantinya.
Sementara itu berkaitan dengan hadirnya banyak musisi tamu di konser ini, GIGI sendiri mempunyai alasan tersendiri,
“Alasannya GIGI ingin bekerjasama, merayakan bersama dengan musisi di era sekarang hingga seangkatan dengan kami. Penampilan mereka nanti jadi bahan masukan kami ketika lagu GIGI dibawakan oleh masing masing musisi,” sambung Thomas Ramdhan.
Kebersamaan GIGI yang telah menginjak usia 30 tahun menjadi harapan agar industri musik Indonesia semakin membaik. GIGI ingin tetap berkarya untuk penggemar dan penikmat musik Indonesia.
“Harapannya semoga industri musik Indonesia semakin sehat dan semua sistem mekanikal dan atau performing berjalan dengan transparansi yang baik. Kami berharap juga untuk GIGI semoga tetap bisa berkarya tanpa batas,” pungkas Dewa Budjana.
Sebagai informasi, pihak promotor MHT Live telah menyediakan kapasitas penonton sebanyak 7.000 orang. Penjualan tiket sudah dibuka pada halaman giginfinity.id. Tiket terbagi dalam 5 kategori dengan rincian harga Bronze Rp 450.000, Silver Rp 600.000, Gold Rp 1.250.000, Platinum Rp 2.250.000, dan Festival Rp 650.000.
iMusic.id – “Thrash Attack” adalah sebuah perhelatan konser musik yang di gagas sebagai ruang pengembangan dan penguatan ekosistem musik metal. Acara yang digagas dan digelar oleh Surau Kreasi Indonesia ini menjadi pertemuan bagi musisi, komunitas dan penikmat musik keras untuk saling terhubung, berkolaborasi serta memperluas jaringan skena.
Di selenggarakan di Fairway Café, Bogor pada hari Sabtu, 9 Mei 2026, “Thrash Attack” melibatkan dan menampilkan band – band thrash nasional maupun internasional. Menghadirkan 302 (Malaysia), Antologi (Singapura), Inheritors (Malang), Divine (Jakarta), Fragor (Bogor), Traxion (Jakarta), Backsight (Bandung), Tantrum (Kab.Bogor) dan Rain of Doom (Bogor), gigs ini tidak hanya mendorong tidak hanya mendorong pertumbuhan skena metal lokal, namun juga membawa semangat pertukaran budaya dan solidaritas antara komunitas underground Asia.
Sambil memperkuat posisi kota Bogor dalam peta musik keras Nasional, konser musik “Thrash Attack” ini dilahirkan oleh Surau Kreasi Indonesia sebagai bentuk komitmen untuk menciptakan karya dan program yang relevan, berkelanjutan, serta memberikan dampak positif bagi industri kreatif dan bagi komunitas yang terlibat.
Surau Kreasi Indonesia adalah ruang kreatif yang berfokus pada pengembangan ide, karya dan kolaborasi lintas sektor industri kreatif. Surau Kreasi Indonesia hadir sebagai ruang yang mengintegrasikan kreatifitas, profesionalisme dan nilai kolaboratif. Surau Kreasi Indonesia menaungi “Surau Creative” yang bergerak di bidang event organizer yang mengerjakan gigs “Thrash Attack”, “Surau Records” sebagai label rekaman, management talent dan pengembangan talenta musik, “Bogor Underline” sebagai media yang mengangkat budaya, komunitas dan dinamika kreatif lokal serta “Nocturn” yang berfokus pada clothing dan merchandise.
Konser “Thrash Attack” didukung oleh media partner dan komunitas – komunitas kreatif seperti : Bogor Underline, Buitenzorg Metalheads, Kisruh, Kaset.id, Cadaazzdotcom, iMusic.id, Cadaazz Pustaka Musik, Intip Musik, Aku Punya Musik, JRP Production, Jam’s Music Store, Battle Vest Assault dan Fairway Café, Bogor.
Sampai jumpa di “Thrash Attack” wahai para metalhead!!
iMusic.id – Dunia musik reggae Tanah Air kembali diramaikan dengan hadirnya “Hunter Festival 2026”, sebuah festival musik reggae yang akan digelar pada 25 April 2026 di Samanea Kuliner Junction, Cikupa, Kabupaten Tangerang. Event ini diselenggarakan sebagai bagian dari perayaan hari jadi ke-2 Hunter Beerand Cafe di Samanea.
Mengusung tema #SilaturReggae, festival “Hunter Festival 2026” ini hadir bertepatan dengan momen Idulfitri, menjadikannya sebagai ajang silaturahmi, nostalgia, sekaligus perayaan kebersamaan bagi para musisi dan penikmat reggae, khususnya di wilayah Kabupaten Tangerang.
“Hunter Festival 2026” akan menghadirkan deretan musisi reggae ternama yang telah dikenal hingga kancah nasional, di antaranya Coconuttreez, Momonon, Dhyo Haw, Sejedewe, High Therapy, Republik 21, serta banyak penampil lainnya seperti Ballereoth, Smile Morning, Feel High, Achin Gold Lion, Owl Jams, Moral Dilema, DJ DND, dan R Kustik.
Tak hanya musisi reggae, pada event “Hunter Festival 2026” ini akan hadir juga musisi yang tengah naik daun dengan genre pop rock yaitu Sultan Fraya, sebagai band kehormatan.
“Kami ingin menciptakan ruang yang hangat, penuh energi positif, dan mempererat kebersamaan lewat musik reggae,” ujar Koko Wahyu, Project Manager Hunter Festival 2026.
Dalam hal tiket, penjualan presale telah resmi ditutup pada 1 April 2026 pukul 15.00 WIB. Saat ini, penjualan telah memasuki tahap normal dengan rincian harga sebagai berikut:
Regular A: Rp100.000
Regular B: Rp85.000
VIP A: Rp200.000
VIP B: Rp175.000
Tiket dapat dibeli secara online melalui website resmi di www.hunterfestivalgroup.com, serta akan disediakan juga banyak loket penjualan on the spot untuk memudahkan pengunjung.
Hunter Festival 2026 menyediakan total 2.000 tiket bagi para penikmat reggae untuk bernyanyi dan bersenang-senang bersama dalam suasana penuh kebersamaan.
Lebih dari sekadar festival, Hunter Festival diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan. Bang Sur selaku promotor event mengatakan, nama ‘Hunter’ sendiri akan dirancang untuk menjadi sebuah event organizer yang bakal menggandeng banyak komunitas, diawali dari komunitas reggae.
“Setelah Hunter Festival 2026, akan dijalankan tur di Tangerang bersama band-band reggae baru. Kita promosikan bersama Hunter,” ucapnya.
Harapannya, festival ini juga dapat berkembang menjadi rangkaian tur kecil yang menjangkau berbagai kota di Indonesia, sekaligus melibatkan musisi lokal di setiap daerah yang dikunjungi.
Dengan semangat #SilaturReggae, “Hunter Festival 2026” siap menjadi salah satu perayaan musik reggae terbesar dan paling berkesan di tahun ini.
iMusic.id – Gitaris, komposer, dan produser musik ternama Indonesia, Dewa Budjana, akan menggelar konser bertajuk “Pranayama” pada 10 April 2026 PK. 19.45 WIB di DeConcert Room, Deheng House, Jakarta Selatan.
Konser ini menjadi momen spesial, menandai kembalinya Dewa Budjana dalam format konser tunggal setelah cukup lama tidak tampil dalam setting intimate. Mengusung konsep yang lebih personal dan mendalam, “Pranayama” menawarkan pengalaman musikal yang tidak hanya didengar, tetapi juga dirasakan.
Dikenal sebagai salah satu pendiri grup GIGI, Budjana terus mengeksplorasi musik lintas genre melalui berbagai proyek internasional. Dalam beberapa tahun terakhir, ia aktif merilis karya melalui Moonjune Records, termasuk album “Dawai in Paradise, Mahandini, Surya Namaskar, hingga rilisan terbarunya “Prague Nayama” (2025) yang melibatkan Prague Symphony Orchestra.
“Saya ingin menghadirkan pengalaman musik yang lebih dekat dan jujur dengan penonton. ‘Pranayama’ bukan sekadar konser, tapi perjalanan rasa,” ujar Dewa Budjana.
Dalam konser ini, Budjana akan membawakan sejumlah karya dari album terbarunya seperti “On the Way Home, Dreamland” dan “Karma”, yang sebelumnya direkam secara live di Praha, Republik Ceko, sebuah proses yang penuh tantangan sekaligus eksploratif secara musikal.
Ia akan tampil bersama musisi-musisi yang telah lama berkolaborasi dengannya, yaitu Shadu Rasjidi (bass), Yandi Andaputra (drum), Dio Siahaan (synthesizer), Irsa Destiwi (piano), serta Jaeko Siena (perkusi & suling). Konser ini juga akan menghadirkan penampilan spesial dari Endah Widiastuti (vokal & gitar).
Sebagai venue, Deheng House menghadirkan ruang pertunjukan yang dirancang untuk pengalaman musik yang lebih intim dan berkualitas. DeConcert Room dilengkapi dengan sistem tata suara, pencahayaan, dan visual (LED) yang mendukung eksplorasi artistik secara maksimal.
Menurut Founder Deheng House, Lexi M. Budiman, konser ini merupakan bentuk apresiasi terhadap musisi yang telah memberikan kontribusi besar bagi industri musik Indonesia.
“Kami ingin menghadirkan ruang di mana musik bisa dinikmati lebih dekat, lebih hangat, dan lebih bermakna,” ujarnya.
Selain aktif bermusik, Dewa Budjana juga dikenal melalui inisiatif sosial seperti Gitaris Untuk Negeri, yang secara konsisten menggalang dana untuk korban bencana alam di Indonesia.
Dengan kapasitas terbatas dan konsep intimate, konser ini menjadi kesempatan langka untuk menyaksikan eksplorasi musikal Dewa Budjana secara lebih dekat.
Tiket tersedia dengan harga Rp 300.000 – Rp 500.000 dan dapat diperoleh melalui platform penjualan tiket resmi.