iLive
Synchronize Fest 2024 umumkan 13 konsep line up nya
Published
1 year agoon
By
Frans EkoiMusic.id – Synchronize Fest 2024 telah mengumumkan line up line up terbarunya yang juga lebih merupakan sebuah konsep pertunjukan. 13 konsep dengan masing – masing melibatkan banyak penampil akan hadir secara eksklusif pada tanggal 4, 5, 6 Oktober 2024 di Gambir Expo, Kemayoran.

Mengusung tema “Together Bersama”, Synchronize berusaha mengekspresikan keberagaman, kebersamaan dan perayaan keterhubungan masa lalu, sekarang, dan masa depan lewat seni budaya, dengan musik sebagai motor penggeraknya. Apakah konsep ini akan mampu menarik minat masyarakat dan pecinta musik untuk hadir? Tentu masih harus di uji dilapangan langsung,
Tema “Together Bersama” melibatkan Edy Khemod dan Taba Sanchabakhtiar sebagai pasangan show director yang akan mengeksekusi pertunjukan akbar ini dan keduanya sudah mulai dilibatkan sejak Synchronize tahun 2023. Edy dan Taba diharapkan dapat membuat pertunjukan ini menjadi super istimewa diramu dan dipersiapkan secara khusus, untuk bisa merayakan tema-tema spesifik yang diusung secara maksimal.
Pengumuman special lineup Synchronize Fest 2024 ditandai melalui penayangan video yang dapat diakses melalui website www.synchronizefestival.com. Berikut adalah 13 nama judul program pertunjukan yang diumumkan tersebut:
1.) BARRY LIKUMAHUWA: SYNCHRONIZE SUNDAY SERVICE
Seorang produser musik sekaligus pemain bass ternama, Barry Likumahuwa, akan menampilkan konsep pertunjukan bertema “pengharapan”. Tema ini terasa begitu relevan di tengah kehidupan manusia sekarang yang semakin berlika-liku dan kerap kehilangan asa. Sederet lagu populer akan diaransemen secara istimewa oleh Barry dan grup musiknya, sambil menghadirkan 40 orang dalam sebuah kelompok Paduan suara. Ini akan menjadi pertunjukan menggugah hati bagi siapa pun yang hadir di Synchronize Fest 2024 mendatang.

2.) BRANG BRENG BRONG : BENYAMIN BIKIN KETRIBUTAN (ABRYAL ETHNIC, AMBORO, BATAVIA COLLECTIVE, BENNO BENYAMIN, DAVID BAYU, GUGUN “GBS”, HUDSON, IWA K, NESIA ARDI, RINA NOSE, SANDHY SONDORO, SISITIPSI, SOULFOOD)
Sebuah pertunjukan tribute bagi sang legenda seni dan kebudayaan, Benyamin Suaeb. Kiprah Benyamin semasa hidupnya tak pernah lepas dari ragam karya mulai dari sebagai bintang film, pelawak, penyanyi, hingga sutradara film. Terhitung semasa hidupnya beliau telah memerankan setidaknya 57 judul film dan menelurkan lebih dari 75 album rekaman musik. Sosoknya yang jenaka juga menjadi role model bagi sejumlah pegiat seni di Indonesia. Secara khusus, Synchronize Fest mempersembahkan pertunjukan istimewa yang menampilkan para musisi dan pelakon Indonesia yang cukup banyak terinspirasi dan mengaggumi karya sang legenda seni asal Betawi, Benyamin Suaeb.
3.) ERWIN GUTAWA ORCHESTRA: BADAI PASTI BERLALU (AFGAN, BERLIAN HUTAURUK, BILAL INDRAJAYA, DANILLA, FARIZ RM, ISYANA SARASVATI)
Berangkat dari sebuah film dengan soundtrack fenomenal berjudul “Badai Pasti Berlalu” karya seniman multitalenta, Erros Djarot. Soundtrack ini kerap didapuk sebagai album Indonesia terbaik sepanjang masa dan menjadi tonggak perubahan musik populer negeri ini. Album yang juga membantu mengangkat nama Chrisye dan Berlian Hutauruk di dalam sirkuit musik Indonesia. Proses produksi musiknya juga dibantu oleh nama-nama seperti Yockie Suryoprayogo dan Fariz RM, yang kemudian tumbuh menjadi sosok penting dalam kancah musik Indonesia. Pada perhelatan Synchronize Fest 2024, sang maestro musik, Erwin Gutawa, akan memimpin orkestranya untuk merayakan ulang sang album legendaris, dengan turut melibatkan penyanyi muda Afgan, Bilal Indrajaya, Danilla, dan Isyana Sararvati, serta nama-nama senior yang terlibat di dalam pengerjaan rekaman aslinya, yaitu Berlian Hutauruk dan Fariz RM.
4.) INBOX SCTV LIVE AT SYNCHRONIZE FEST (7ICONS, CHIBI-CHIBI, D’BAGINDAS “C.I.N.T.A”, HELLO BAND, REPVBLIK. HOST: ANDHIKA PRATAMA, GADING MARTEN, AUDI MARISSA)
Bagi orang yang tumbuh dan berkembang di tahun 2000-an pasti pernah menghidupi rutinitas awal hari bersama program musik televisi Inbox SCTV. Program fenomenal ini menjadi medium arus utama yang mengubah arah musik Indonesia di era itu. Secara khusus Synchronize Fest berkolaborasi dengan SCTV untuk menghadirkan momen nostalgia ini melalui program Inbox Live at Synchronize Fest 2024, dengan sederet nama penampil, di antaranya : girl band 7ICON, girl band Chibi-Chibi, grup band D’Bagindas “C.I.N.T.A”, Hello Band, hingga band Repvblik. Tak lupa host kawakan Inbox, Gading Marten, Andhika Pratama dan Audi Marissa yang akan memandu keseruan program Inbox Live at Synchronize Fest 2024.
5.) KOIL KILLER KOPLO
Sebuah sajian amat istimewa akan dihadirkan oleh Koil, grup musik rock/industrial asal Bandung. Pertunjukan Koil di Synchronize Fest kali ini mengusung konsep panggung bernama Koil Killer Koplo, yang merupakan antitesis dari citra rock yang kerap dianggap gahar dan gelap. Koil Killer Koplo akan menampilkan hits mereka dengan aransemen musik dangdut koplo. Akan menjadi sebuah kejutan tak terduga yang hanya dapat kalian nikmati di Synchronize Fest 2024.

6.) LAGU ANAK MASA KE MASA (TITIEK PUSPA, CHICHA KOESWOYO, DEREDIA, MOCCA, ENNO LERIAN, JOSHUA SUHERMAN, TASYA KAMILA, TINA TOON, MELISA “ABANG TUKANG BAKSO”, DHEA ANANDA & LEONY VH “TRIO KWEK KWEK”, SASKIA & GEOFANNY, RIA ENES & SUZAN)
Synchronize Fest sebagai wadah perayaan musik Indonesia akan menyajikan pertunjukan diskografi perjalanan musik anak dari masa ke masa. Dimulai dari era ’50-an dan 60-an, lewat karya seperti “Soleram”, “Balonku”, “Bintang Kecil”, hingga “Pelangi”, yang secara turun temurun dinyanyikan oleh orang tua untuk anak-anaknya sebagai pengiring bermain hingga penghantar tidur. Hingga era industry musik pop Indonesia, era ‘70-an sampai awal 2000-an, dengan mencuatnya nama-nama penyanyi cilik yang populer di era itu. Secara khusus Synchronize Fest turut menghadirkan nama-nama penyanyi cilik yang populer di jamannya, seperti: Joshua Suherman, Tasya Kamilla, Enno Lerian, Tina Toon, Melisa “Abang Tukang Bakso”, Dhea Ananda & Leony VH dari Trio Kwek- Kwek, Saskia & Geofanny, Ria Enes & Suzan, Chicha Koeswoyo, hingga legenda musik Titiek Puspa. Tak lupa turut menghadirkan Deredia dan Mocca dalam membawakan musik anak di era ‘50-an dan ‘60-an.
7.) NIKE ARDILLA LIVE BERSAMA BONITA, DANILLA, FANNY SOEGI, PUTRI ARIANI, TANTRI “KOTAK”
Kepergian tak terduga dari lady-rocker Nike Ardilla pada tahun 1995 meninggalkan luka yang begitu dalam bagi keluarga dan penggemarnya. Betapa tidak, sosoknya kala itu merupakan ratu slow-rock terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Gaya berpakaian dan paras cantiknya juga turut menjadi standar tren kecantikan yang populer pada masanya. Hingga kini, 29 tahun paska kepergiannya, nama Nike Ardilla masih terus dikenang dan dipuja oleh begitu banyak kalangan. Synchronize Fest 2024 secara khusus akan menghadirkan program pertunjukan persembahan bagi sosok Nike Ardilla, yang akan dinyanyikan oleh Bonita, Danilla, Fanny Soegi, Putri Ariani, hingga Tantri “Kotak”. Untuk pertunjukan ini Synchronize Fest berkolaborasi dengan Bujuk Rayu dalam penggarapan visual metahuman untuk menghadirkan sosok Nike Ardilla di panggung pertunjukan.
8.) R E M (RIEN DJAMAIN, ERMY KULLIT, & MARGIE SEGERS): “API ASMARA”
Usaha untuk memasyarakatkan musik jazz di Indonesia mendapatkan momentum signifikan di era ’70-an dengan diterimanya formula jazz yang lebih ngepop oleh masyarakat. Lewat lantunan sekumpulan biduanita bersuara bak madu, Rien Djamain, Ermy Kullit dan Margie Segers, negeri ini memperoleh hits seperti “Api Asmara”, “Kasih” dan “Semua Bisa Bilang”. Musik jazz lokal pun dinikmati di televisi, radio, hingga berbagai ruang publik. Untuk merayakan tonggak penting itu Synchronize Fest 2024 menghadirkan pertunjukan istimewa Api Asmara, dengan penampilan ketiga biduanita senior itu, menyanyikan lagu-lagu terbaiknya dalam format aransemen seperti rekaman orisinalnya.
9.) ROCK OPERA KEN AROK: HARRY ROESLI (ARIE KRITING, CANDIL, DIRA SUGANDI, FAUZAN LUBIS, ISYANA SARASVATI, OSLO IBRAHIM, SAL PRIADI, SOLEH SOLIHUN, TRIA “THE CHANGCUTERS”)
Harry Roesli, sang legenda musik Indonesia, dengan segudang karya visioner bersemangat pembaruan, yang membawa pengaruh luar biasa bagi musik popular Indonesia hingga kini. Salah satu karya terbaik Harry Roesli adalah ROCK OPERA KEN AROK, yang disinyalir merupakan satu-satunya karya rock opera di Indonesia. Rock Opera Ken Arok pernah ditampilkan di dua era, yaitu tahun 1975 dan 1991, dengan konsep pelakonan sambil menyanyikan lagu bak opera dan teater di sepanjang pertunjukan. Harry Roesli berhasil mengawinkan rock dan bebunyian karawitan Sunda secara apik sehingga membentuk lanskap musik yang megah sebagai kritik sosial di era Orde Baru Secara khusus di Synchronize Fest 2024 akan menghadirkan kembali Rock Opera Ken Arok: Harry Roesli yang akan dilakoni oleh seniman dan musisi Indonesia, mulai dari: Arie Kriting, Candil, Dira Sugandi, Fauzan Lubis, Isyana Sarasvati, Oslo Ibrahim, Sal Priadi, Soleh Solihun, hingga Tria “The Changcuters”

10.) SIR DANDY MENYANYIKAN LAGU TEMAN-TEMAN, TEMAN-TEMAN MENYANYIKAN LAGU SIR DANDY
Seorang penyanyi, penulis lagu, sekaligus seniman eksentrik bernama Sir Dandy adalah cerminan dari dark humor kontemporer masa kini. Pembawaannya yang nyeleneh, siap menghadirkan pertunjukan tribute dirinya membawakan lagu teman- temannya, dan turut menghadirkan para musisi kolaborator yang nantinya akan menyanyikan lagu Sir Dandy. Kegilaan apa yang akan terjadi? Nantikan, hanya di Synchronize Fest 2024
11.) SORE DAN KAWAN-KAWAN (AFGAN, ARDHITO PRAMONO, ATILIA HARON, BILAL INDRAJAYA, CHOLIL MAHMUD, FANNY SOEGI, PUSAKATA, NOH SALLEH, RIAN EKKY PRADIPTA)
Sebuah pertunjukan #TogetherBersama yang diusung oleh Synchronize Fest dengan menampilkan grup band SORE, yang kini hanya menyisakan dua personil orisinalnya, Awan Garnida dan Bemby Gusti, selepas kepergian mendiang Ade Paloh beberapa waktu lalu. Pertunjukan kolaborasi ini begiitu istimewa karena turut menghadirkan para musisi lintas kancah yang sangat mengapresiasi karya-karya SORE. SORE turut mengajak nama-nama populer untuk menjadi penyanyi kolaborator, seperti: Afgan, Ardhito Pramono, Atilia Haron, Bilal Indrajaya, Cholil Mahmud, Fanny Soegi, Pusakata, Noh Salleh, hingga Rian Ekky Pradipta.
12.) SRICANDY: LYODRA, TIARA ANDINI, ZIVA MAGNOLYA, MAHALINI, KEISYA LEVRONKA (MUSIK OLEH: TOHPATI)
Mengawali karir bermusik melalui ajang pencarian bakat, kini Lyodra, Tiara Andini, Ziva Magnolya, Mahalini, dan Keisya Levronka menjelma menjadi sekumpulan penyanyi wanita yang paling diidolakan di Indonesia saat ini. Kelima penyanyi Indonesia ini akan menampilkan nomor terbaik dari karya-karya mereka, beserta karya persembahan lagu dari para Diva Indonesia terdahulu yang mereka idolakan. Dipimpin oleh pengarah musik Tohpati, kolaborasi antara Lyodra, Tiara Andini, Ziva Magnolya, Mahalini, dan Keisya Levronka siap menyongsong lembaran baru menuju Diva Indonesia masa depan
13.) 60 TAHUN ELVY SUKAESIH BERKARYA
Elvy Sukaesih merupakan tokoh legendaris musik dangdut Indonesia dengan predikat “Ratu Dangdut”, yang masih aktif berkiprah sejak tahun 1964 hingga hari ini, dengan rilisan 48 album solo. Sejak tahun 1977 berbagai judul film hingga serial televisi pun menjadi bagian dari perjalanan kreatif Elvy Sukaesih Penampilan Sang Ratu Dangdut di Synchronize Fest 2024 sekaligus menjadi perayaan 60 Tahun Elvy Sukaesih berkarya. Penampilannya akan menampilkan aransemen dan bunyi orisinal dengan gaya busana khas yang ikonik ala Elvy Sukaesih.

Di saat yang bersamaan, Synchronize Fest juga mulai melakukan penjualan tiket 3 DAY PASS – PRESALE 1 seharga Rp. 550.000 (sudah termasuk pajak dan biaya penanganan) yang mulai dijual pada tanggal 29 Mei 2024 – 30 Juni 2024 melalui website www.synchronizefestival.com.
HARGA TIKET SYNCHRONIZE FEST 2024
KATEGORI 3 DAY PASS DAILY PASS PERIODE
PRESALE 1 IDR 550,000 29 Mei – 30 Juni 2024
PRESALE 2 IDR 650,000 1 Juli – 31 Juli 2024
PRESALE 3 IDR 700,000 1 Agustus – 31 Agustus 2024
REGULAR IDR 800,000 IDR 375,000 1 September – 3 Oktober 2024
EARLY ENTRY (entry before 2 pm) IDR 275,000 1 September – 3 Oktober 2024
ON THE SPOT IDR 900,000 IDR 475,000 4, 5, 6 Oktober 2024
iLive
Buitenstage Vol 2, satukan band band indie berbagai daerah
Published
5 days agoon
January 18, 2026By
Frans Eko
iMusic.id – Platform live performance terkurasi ‘Buitenstage’ yang memasuki volume ke-2, sukses digelar pada hari Jumat, tanggal 16 Januari 2026 lalu. Bertempat di Kopi Wangsa Bogor, acara yang digagas oleh Buitenfest dan Cadaazz Pustaka Musik ini menghadirkan sederet musisi indie lintas generasi dari berbagai kota, diantaranya Swazta dan Man Sinner asal Jakarta, Hurtslaves asal Depok, serta USIX dan Ambarila mewakili tuan rumah Bogor.

Sesuai dengan jargon ‘Buitenstage’ yaitu “Amplify Your Music”, platform ini kembali menegaskan perannya sebagai ruang temu bagi musisi, media dan audiens dalam menghadirkan pengalaman live yang intim, relevan, dan berakar pada semangat skena independen.
“Acara ini adalah konser musik dengan konsep gigs, digelar se-intim mungkin tanpa jarak antara musisi yang tampil dan penonton yang hadir. ‘Buitenstage’ di dukung oleh teman – teman jurnalis musik nasional yang selama ini selalu support terhadap musisi tanah air lewat tulisan, jadi kalau teman – teman musisi punya karya baru bisa menjadikan “Buitenstage” sebagai etalase dan ruang memperkenalkan karya barunya”, jelas Fransiscus Eko dari Cadaazz Pustaka Musik.

Edisi kedua Buitenstage yang dipandu host Qenny Alyano (Bolehmusic) dan Yogi Hutabarat (Buitenfest) ini dibuka dengan penampilan Swazta, unit city pop asal Jakarta yang langsung menghangatkan malam itu dengan barisan lagu yang easy listening namun penuh energi. Band yang dibentuk pada akhir 2025 ini membawakan lagu-lagu yang masuk dalam debut EP mereka dengan rapi dan terkonsep, termasuk lagu andalan “Di Bawah Langit Senja” yang menampilkan tema refleksi dan mimpi.

Tanpa jeda panjang, setelah Swazta giliran Man Sinner mengambil alih panggung. Tanpa basa-basi, ‘laga tandang’ kuartet asal Cakung (jakarta Timur) pengusung skate punk ini langsung menggetarkan panggung Buitenstage dengan barisan lagu bertempo cepat dan penuh energi, termasuk nomor kolaborasi mereka dengan vokalis Rebellion Rose. Band yang konsisten menyuarakan isu-isu sosial, lingkungan, perlawanan terhadap diskriminasi dan pesan perdamaian ini seakan menjadi penghangat cuaca Bogor yang malam itu cukup dingin menusuk.

Tensi tidak lantas menurun saat Man Sinner turun panggung dan digantikan oleh Hurtslaves dengan musik yang sarat gitar terdistorsi, dentuman bass dan drum yang menghentak. Unit alternative rock asal Depok yang dikenal dengan lirik emosional dalam benang merah musik rock ini sukses membawakan materi orisinil mereka, termasuk single debut yang berjudul “I See A Stranger” dan single terbaru “Kelu” dengan rapi dan solid.

Setelah adrenaline audiens dipacu dengan setlist bertempo rapat, tiba giliran band-band tuan rumah Bogor membawa suasana ke dimensi yang berbeda. USIX yang mengusung musik bernuansa jazzy ini membuat suasana ‘mencair’. Tanpa malu-malu, USIX langsung membawakan single terbaru mereka yang berjudul “Pupus” sebagai pembuka dan ‘memaksa’ audiens untuk sing a long – membawa suasana semakin intim.

Ambarila yang didaulat menjadi penutup Buitenstage volume ke-2 ini tampil dengan deretan lagu bernuansa vintage, termasuk diantaranya single terbaru ‘Hajumari’ dan ‘Tuning Song’. Unit yang memasuki fase baru perjalanan dari format duo dan kini berkembang menjadi band penuh ini tampil interaktif dengan pendekatan ‘story telling’ khas mereka. Hal ini membuat audiens bukan sekedar menonton, tapi bagian menjadi bagian dari show mereka.

Melihat antusiasme penonton yang hadir pada malam itu, semakin menegaskan bahwa ruang kreatif seperti ini sangat dibutuhkan. Kolaborasi antara venue yang suportif, line up yang terkurasi dengan baik, penyajian acara yang terorganisasi dengan bapik serta antusiasme sambutan hangat penonton menjadikan platfom ini sebagai salah satu agenda musik yang patut dinantikan kehadirannya kembali.
“Buitenstage lahir dari pemikiran sederhana; momen dan emosi saat musisi memainkan karya secara langsung di depan audiens adalah sesuatu yang tak bisa digantikan oleh layar apapun. Digital itu penting, tapi koneksi langsung antara musisi dan pendengarnya adalah yang utama. Melalui kolaborasi antara musisi, media, label musik dan manajemen artis dalam Buitenstage ini harapannya dapat memperluas jangkauan karya musisi independent dan ngasi dampak positif bagi ekosistem musik”, tutup Anang dari Buitenfest.
Salam musik dan musisi Indonesia.
iLive
Kolaborasi para Beauty Pageant dan Safari Bazaar 16 berlangsung meriah
Published
1 month agoon
December 14, 2025By
Frans Eko
iMusic.id – Safari Bazaar yang di inisiasi oleh Rahasia Investasi Sukses (RINS) dan Komunitas Bisnis (Kombis) telah memasuki putaran ke 16. Digelar serentak mulai tanggal Rabu – Kamis, 26-27 November 2025 di hunian Sahid Sudirman Residence, Jumat – Sabtu, 28 – 29 November 2025 di hunian Maple Park Sunter dan di hunian Signature Park Grande, Cawang, Jaktim, Sabtu – Minggu, 29 – 30 November 2025 di Victoria Square, Tangerang dan Jumat – Sabtu, 5 – 6 Desember 2025 di Permata Hijau Suites, Jaksel.

Kegiatan Safari Bazaar ini masih terus dilaksanakan untuk mendukung pergerakan perekonomian nasional dan memberikan kesempatan bagi pelaku bisnis dari berbagai sektor usaha untuk memasarkan produk mereka plus tetap selalu konsisten mendukung perputaran perekonomian nasional melalui kegiatan yang mempertemukan pelaku usaha dagang dan konsumen di areal proyek hunian atau apartemen tersebut,
Ruby Herman selaku Presdir RINS Kombis melihat kegiatan yang berdampak baik bagi para pelaku UMKM tersebut terus mengalami peningkatan dari mulai antusiasme pengunjung, konsep acara bazaar dan peserta nya,
“Perkembangan Safari Bazaar ini sangatlah seru, kegiatan ini bisa meningkatkan omzet serta networking pesertanya. Antusiasme pengunjung sampai di putaran 16 ini juga sangat luar biasa, Selain bisa menjadi wadah penggerak ekonomi lokal, seluruh rangkaian Safari Bazaar dari awal sampai sekarang jadi sarana memperluas ekosistem bisnis yang berkelanjutan apalagi bazaar ini juga dikemas sedemikian rupa menyajikan banyak acara – acara menghibur Lainnya”, tegas Ruby Herman.

Ruby Herman juga menjelaskan bahwa Safari Bazaar putaran 16 ini masih di meriahkan dengan berbagai konsep hiburan termasuk tetap hadirnya para beauty pageant sebagai partner yang ikut terlibat di berbagai kegiatan seperti putaran – putaran sebelumnya.
“Banyak kejutan seru serta promo – promo menarik saat Safari Bazaar putaran 16 berlangsung. Banyak performance dari Anak – anak muda yang menunjukan bakat mereka saat acara ini digelar. Pada Safari Bazaar kali ini kita tetap berkolaborasi dengan para beauty pageant yang mana para beauty pageant tersebut kita beri ruang untuk Beauty bisa menunjukan bakat mereka seperti nyanyi menari dan juga main angklung bersama plus bisa bertemu dengan fans – fans mereka. Kita open network dan kolaborasi mendukung potensi bakat dan minat serta menjadi platform buat networking di market place. Jadi bisa berkolaborasi mewujudkan advokasi masing masing Beauty Pageant. Beauty pageant tetap jadi salah satu highlight untuk untuk nambah daya tarik acara, kita libatkan aura elegan plus hospitality dari teman-teman pageant. Support dari RINS Kombis buat para beauty pageant juga masih kuat, baik dari fasilitas, kesempatan tampil, sampai ruang untuk publikasi personal branding. Kita saling support sih, intinya mereka bantu meramaikan dan mempercantik event, dan event bantu mereka bangun exposure. Win-win vibes banget khan”, tambah Ruby Herman.
Sementara itu Nagia Halisa, Miss Tourism International Indonesia 2024 sebagai Juru Bicara RINS Kombis yang terlibat di Safari Bazaar putaran 16 ini mengaku sangat excited terlibat dan berkolaborasi di ajang bazaar yang berlangsung dua bulan sekali ini.

“Safari Bazaar putaran 16 ini vibes-nya makin matang, makin rapi, dan makin “kebaca” aura event yang udah punya karakter sendiri. Mayoritas peserta yang udah ikut dari putaran sebelumnya sih happy, mereka bilang Safari Bazaar itu crowd-nya “aman,” penjualan Bagus, dan ambience-nya bikin mereka betah. Banyak juga yang bilang kalau Safari Bazaar itu jadi tempat yang pas buat naikin exposure bisnis mereka, apalagi buat UMKM yang baru mulai, yang paling sering mereka apresiasi tuh : keramahan panitia plus adanya hiburan dan aktivitas yang bikin venue nggak flat”, jelas Nagia Halisa.
Selain Nagia Halisa, beberapa beauty pageant yang menyemarakkan Safari Bazaar putaran 16 adalah : Lulu Zaharani (Putri Indonesia Pariwisata 2023), Karen Nijsen (Model Dan Influencer) Priskila Jelita (Miss Favorite Universe Indonesia Jabar 2023), Ratih Widiartha (Miss Universe Jabar Indonesia 2023)
Noland Liberty (Puteri Pariwisata Indonesia 2021), , Monica (Finalis Miss Grand Tourism Indonesia 2024), Hilda Karolina (Miss Teen Tourism 2024), Yudha Ariyanto (Duta Kopi Indonesia lingkungan 2025), Iqbal Syammarry (Putra Pariwisata Nusantara Kesehatan Indonesia 2024), Mahadewi Mega (Putri Wastra Nusantara 2024), Najwa (Miss Cultural Indonesia 2025).

Di Safari Bazaar putaran 16 ini ada berbagai trik baru yang mulai diterapkan penyelenggara demi membuat ajang bisnis ini makin menarik.
“Di Safari Bazaar putaran 16 ini ada konsep atau strategi baru biar penghuni dan masyarakat umum tertarik untuk datang, kita lagi push konsep experience-based bazaar, jadi bukan cuma datang-belanja–pulang, contohnya : ada small performance atau mini talent show, jadi crowd dengan tenant berkolaborasi buat bikin promo bareng, intinya, Safari Bazaar putaran 16 ini pengen lebih “ramai tapi terarah dan lebih fun”, ujar Ruby Herman.
Menghadapi Safari Bazaar putaran 17 yang akan berlangsung di bulan Ramadhan tahun depan, pihak RINS Kombis dan lima proyek hunian tentu saja telah menyiapkan beberapa terobosan.

“Safari Bazaar putaran 17 akan berlangsung di akhir february dan awal maret 2026, banyak ide – ide yang pasti akan lebih seru, lebih heboh karena akan kolaborasi dengan Pihak Perbankan dan juga para Gen Z yang Kreatif. Karena bazar ke 17 diadakan pada Bulan Ramadhan kemungkinan kita akan berikan Idea baru agar bazaar ke 17 ini akan semakin Maksimal dan menarik, dan untuk Safari Bazaar ke depan nanti kita bakal bikin tema khusus per-putaran biar lebih fresh (misalkan “Tropical Market”, “Glow Up Fest”, yang dimana kita lakukan antara 2 atau 3 bulan sekali, atau ada nya konsep baru biar menarik gen Z buat datang ditambah dengan kita akan coba terus berkolaborasi dengan komunitas, entah komunitas seni, UMKM muda, sampai mengajak juga gen alpha bisa diajak. Oya, kita dari tim internal juga melakukan evaluasi kecil tiap putaran—lebih ke apa yang bikin crowd antusias, apa yang kurang “nendang,” dan apa yang bisa dibuat lebih fun.Sejauh ini yang paling kelihatan tuh pengunjung makin stabil, tenant makin percaya sama event-nya, dan manajemen booth serta alur pengunjung juga jauh lebih tertata dibanding putaran – putaran awal”, tutur Nagia Halisa.
Sampai Jumpa di Safari Bazaar RINS Kombis di putaran ke 17.
iLive
Gigs regular perdana “Buitenstage” tampilkan Rocker Kasarunk, Sigit Wardana, Jeans Roek hingga Billkiss.
Published
1 month agoon
December 13, 2025By
Frans Eko
Kota Bogor kembali menjadi pusat kegiatan kreatif dengan hadirnya gelaran musik “Buitenstage”, sebuah program konser musik reguler terbaru yang digagas oleh komunitas kreatif ‘Buitenfest’ bekerja sama dengan Cadaazz Pustaka Musik, label dan management artis asal Jakarta.

Mengusung tagline “Amplify Your Music”, konser musik “Buitenstage” dirancang sebagai ruang ekspresi bagi para musisi untuk memperluas jangkauan karya mereka sekaligus menghadirkan pengalaman menikmati musik yang lebih intim bagi para penonton.
“Acara ini adalah konser musik dengan konsep Gigs, digelar se-intim mungkin tanpa jarak antara musisi yang tampil dan penonton yang hadir. ‘Buitenstage’ di dukung oleh teman – teman jurnalis musik nasional yang selama ini selalu support terhadap musisi tanah air lewat tulisan, jadi kalau teman – teman musisi punya karya baru bisa menjadikan “Buitenstage” sebagai etalase dan ruang memperkenalkan karya barunya”, jelas Fransiscus Eko dari Cadaazz Pustaka Musik.

Gelaran perdana “Buitenstage” yang diberi nama “Buitenstage Volume 1” ini berlangsung di Kopi Wangsa, Bogor, 11 Desember 2025, PK 19.30 – 22.00 WIB, sebuah ruang komunal yang dikenal kerap mendukung kegiatan seni dan budaya. Dengan suasana yang hangat dan terbuka, Kopi Wangsa menjadi lokasi ideal untuk mempertemukan musisi lintas genre dengan para penikmat musik dari berbagai kalangan.
Pada gelaran perdananya, “Buitenstage Vol. 1” menghadirkan empat penampil dengan karakter musik yang berbeda-beda yaitu “Rocker Kasarunk, Sigit Wardana, Jeans Roek” dan “Billkiss” ini sekaligus menegaskan bahwa panggung ini terbuka bagi keberagaman.

Rocker Kasarunk yang di motori oleh frontman Element, Ferdy Tahier, menyajikan karakter musik rock yang kuat, penuh adrenalin dan menyala. Penampilan mereka memberikan dimensi berbeda bagi penonton yang menggemari musik bernapaskan rock modern. Dengan signature sound yang khas, Rocker Kasarunk sukses memeriahkan atmosfer panggung “Buitenstage” lewat karya – karya unik mereka seperti “Aku Sedang Tak Percaya Diri, I Want To, Kau Kemana” dan lain – lain.
Sigit Wardana, vokalis Basejam yang dikenal lewat karya – karya melodius dan penuh cerita menjadi salah satu magnet utama juga di acara ini. Kehadirannya yang menawarkan karya – karya solo nya seperti “Kisah Hidup Bapak – Bapak, November” sampai dengan single barunya “Luka Tak Berdarah” menawarkan sisi yang berbeda dari dirinya. Penampilan Sigit menjadi sajian sempurna bersama penampil lain memanaskan “Buitenstage Vol. 1” tersebut.

Dari ranah musik alternatif, band asal Bogor Jeans Roek tampil dengan energi muda dan komposisi musik rock n roll punk yang unik. Band yang anggotanya meruoakan guru atau pengajar ini menghadirkan warna indie yang segar dengan karya – karya yang semangat dan penuh tenaga menjadikan panggung “Buitenstage Vol.1” semakin seru dan dinamis.
Selain tiga penampil diatas, “Buitenstage Vol.1” juga dimeriahkan oleh Billkiss, duo pop dengan identitas visual yang menarik dan gaya musik yang ringan namun penuh pesan. Membuka acara dengan keren, Billkiss menghadirkan sentuhan yang lembut dan cerah, menjadi penyeimbang dari ragam genre lain yang tampil pada malam itu, dan Billkiss melakukannya dengan baik, Good job Billkiss.

“Buitenstage Vol. 1” digelar dengan membawa misi yang lebih besar yaitu membuka ruang alternatif bagi musisi lokal untuk tampil di panggung yang dikemas secara serius oleh penyelenggara. Program musikal ini menjadi wadah yang memfasilitasi musisi dalam mempromosikan karya, berinteraksi dengan audiens, serta memperluas jejaring antar-musisi dan komunitas kreatif.
Penyelenggara percaya bahwa musik Indonesia membutuhkan lebih banyak panggung independen agar ekosistemnya tumbuh sehat. Dengan menghadirkan kurasi musisi lintas genre serta mengedepankan konsep panggung intim, “Buitenstage” diharapkan menjadi salah satu penggerak perkembangan tersebut.

Dengan antusiasme penonton yang hadir pada malam pembukaan, Buitenstage Vol. 1 menjadi sinyal positif bahwa ruang kreatif seperti ini sangat dibutuhkan. Perpaduan lokasi yang nyaman, kurasi musisi yang kuat, serta suasana pertunjukan yang hangat menjadikan acara ini sebagai salah satu agenda musik yang patut dinantikan kehadirannya kembali. Salam musik dan musisi Indonesia.
