Connect with us

iMusic

“Adhitia Sofyan” Rilis “Sesuatu di Jogja” Versi Baru Bersama Bakpia Kukus Tugu Jogja.

Published

on

iMusic.id — Selang 6 tahun setelah lagu ini dirilis, Adhitia Sofyan mengawali awal tahun 2024 dengan kembali merilis lagu “Sesuatu di Jogja” dengan aransemen baru yang berkolaborasi dengan Bakpia Kukus Tugu Jogja.

Sedikit menapak tilas, Adhitia Sofyan pernah merilis lagu Sesuatu di Jogja pada tahun 2017 terangkum dalam Extended Play (EP) bertajuk 8 Tahun”. Lagu “Sesuatu di Jogja” ciptaan Adhitia Sofyan telah menjadi tembang andalan para warga Yogyakarta dan khalayak yang memiliki kisah istimewa terhadap kota yang satu ini.

Ya, Jogja memang istimewa, mempunyai segudang sejarah, tradisi, adat dan budaya yang sampai hari ini masih kental dilestarikan oleh masyarakatnya sendiri. Tak hanya itu, makanan tradisional khas Jogja, Bakpia, pun melegenda sejak dulu kala hingga kini terus menjadi oleh-oleh khas saat pelesir ke Yogyakarta.

Merek dagang Bakpia Kukus Tugu Jogja, sebuah pelopor bakpia kukus milik PT Agrinesia Raya melihat tingginya antusiasme banyak orang terhadap lagu ini akhirnya memutuskan menggandeng Adhitia Sofyan untuk mengaransemen lagu “Sesuatu di Jogja” dengan tujuan memperkuat citra keistimewaan Jogja melalui rasa dan musik.

Kolaborasi ini berawal dari Bakpia Kukus Tugu Jogja yang mengakomodir re-aransemen lagu Sesuatu di Jogja milik Adhitia Sofyan spesial untuk Bakpia Kukus Tugu Jogja guna memberikan keindahan dan kenangan dengan hadirnya Bakpia Kukus Tugu Jogja di setiap sudut Yogyakarta.

“Rasanya diajak kerjasama, menarik ya, ya lucu aja memang lagu itu kan Jogja banget dan bakpia itu kan sesuatu yang Jogja banget, jadi aku merasa bisa kerjasama sama brand yang selaras dengan lagunya dan Jogja banget. Senang juga bisa dapat kesempatan aransemen ulang lagu ini jadi berbeda sama lagu aslinya.”, tutur Adhitia Sofyan.

Aransemen baru lagu Sesuatu di Jogja dilakoni oleh Rendi Kopay sebagai produser dan Hendar Dimas Anggara sebagai music arranger. Nuansa aransemen baru ini terdengar lebih megah dan mewah berkat suara orkestra yang kental ketimbang lagu orisinilnya yang terdengar lebih akustik karena dominan gitar. Proses pengerjaan diakui cukup cepat dan tidak ada kendala karena baik tim produser maupun Adhitia sungguh bersemangat dalam mengerjakan projek ini.

Peluncuran lagu Sesuatu di Jogja dengan aransemen baru ini akan dirilis mulai tanggal 1 Februari 2024 tersedia di seluruh layanan musik digital. Video musik pun akan tayang menyusul untuk menyambut perilisan lagu ini.

Adhitia Sofyan, penyanyi dan penulis lagu yang  sudah hampir 16 tahun berkarya telah merilis karya sebanyak 9 album (termasuk mini album) studio, 2 album rekaman pertunjukan, 15 single, dan beberapa karya kolaborasi dengan beragam musisi yang dirilis sejak tahun 2010.

Pada Desember 2023 ia mengadakan pertunjukan di Jakarta yang habis terjual tiketnya serta mengadakan pertunjukan solo di Yogyakarta tanggal 31 Januari 2024 untuk merayakan perilisan lagu Sesuatu di Jogja bersama dengan Bakpia Kukus Tugu Jogja. (FE)

iMusic

Sheryl Sheinafia ceritakan moment lucu lewat single “Siapa Suruh Jatuh Cinta?”

Published

on

iMusic.id – Pernah nggak sih merasakan nyaman sama orang yang sering cerita sama kalian? Awalnya mungkin cuma curhat santai, tapi lama-kelamaan kok jadi ingin ketemu terus? Logika mungkin bilang “jangan”, tapi hati nggak bisa kompromi nih! Nah cerita ini yang ingin di-capture oleh Sheryl Sheinafia melalui lagu terbarunya berjudul “Siapa Suruh Jatuh Cinta”.

Single “Siapa Suruh Jatuh Cinta?” dari Sheryl Sheinafia menggambarkan momen tak sengaja di mana logika mulai melambat dan perasaan diam-diam mengambil alih. Awalnya biasa saja, sekadar curhat, lalu entah bagaimana jadi ingin bertemu terus, lebih peka, dan akhirnya sadar bahwa perasaan itu sudah terbaca satu per satu.

“Siapa Suruh Jatuh Cinta? adalah lagu buat kamu yang awalnya nggak pernah ada niat jatuh cinta, tapi tiba-tiba keterusan hehehehe. Mulainya dari hal-hal kecil yang kelihatannya chill, sampai akhirnya kok jadi lebih dari sekadar sahabat. Canggung, jujur, tapi juga bikin ketawa lebih lepas,” cerita Sheryl Sheinafia.

Menurut Sheryl Sheinafia, Secara emosional, lagu ini hadir sebagai teman di segala suasana. Didengarkan saat galau bisa jadi penghibur, saat bahagia jadi penambah rasa, dan saat bengong bisa bikin senyum-senyum sendiri. Sheryl menyebut lagu ini sebagai lagu “lucu” yang relevan di berbagai kondisi.

Single ini ditulis langsung oleh Sheryl Sheinafia dan diproduseri oleh Will Mara. Di balik nuansanya yang ringan, “Siapa Suruh Jatuh Cinta?” juga membawa pesan tersembunyi, yakni menormalkan ekspresi afeksi tanpa rasa takut terlihat norak atau cringe.

“Siapa Suruh Jatuh Cinta?” sudah dapat menjadi teman bagi yang pernah tak sengaja jatuh cinta dengan kekasihnya di Februari ini.

Continue Reading

iMusic

Societeit de Harmonie kolaborasi dengan Natasya Elvira luncurkan single “Syakara”

Published

on

iMusic.id – Band jazz Indonesia Societeit de Harmonie membuka tahun 2026 dengan merilis single terbaru berjudul “Syakara”, sebuah lagu reflektif yang mengajak pendengarnya untuk berhenti sejenak dari keluhan, kecemasan, dan tuntutan hidup modern, lalu kembali pada satu hal mendasar : rasa syukur.

Judul “Syakara” berasal dari bahasa Arab yang berarti syukur. Lagu ini dirilis menjelang bulan Ramadhan dan sekaligus menjadi single pertama Societeit de Harmonie di tahun 2026, menandai fase baru perjalanan band setelah dua tahun berkarya secara konsisten. Bagi Societeit, momen ini menjadi pengingat untuk memulai tahun dengan kesadaran akan hal-hal baik yang sudah dan masih dimiliki, alih-alih terus terjebak pada kekurangan.

Secara lirik, “Syakara” berbicara tentang kecenderungan manusia untuk terjebak dalam fantasi, harapan, dan penyesalan, memikirkan masa depan yang belum terjadi atau masa lalu yang tak bisa diubah. Padahal, tidak semua hal berada dalam kendali manusia. Meskipun hidup sering kali terasa berat, cara kita meresponsnya tetap bisa dipilih. Bersyukur, sekecil apa pun alasannya, menjadi titik awal untuk melihat hidup dengan lebih jernih.

Pendekatan musikal “Syakara” terasa ringan namun berlapis. Aransemen horns yang digarap Dave Rimba memanfaatkan permainan horn yang saling bertabrakan namun tetap harmonis, merepresentasikan kompleksitas pikiran manusia yang kerap kalut. Kekalutan ini tidak digambarkan dalam nada muram, namun justru hadir dengan nuansa hangat dan gembira, sebuah kontras yang disengaja untuk menegaskan bahwa refleksi dan penerimaan tidak selalu harus dibalut kesedihan.

Kolaborasi dengan Natasya Elvira menjadi elemen penting dalam lagu ini. Selain sebagai vokalis, Natasya juga bertindak sebagai penulis lagu dan project manager, terlibat sejak tahap paling awal. Sosoknya yang masih terbilang muda cocok untuk menyampaikan pesan pendewasaan hidup dengan cara yang terasa dekat dan relevan bagi generasinya, lebih sebagai obrolan antar teman, bukan nasihat yang menggurui. Vokal vintage-nya memperkuat karakter kontemplatif lagu ini.

“Syakara” bukan lagu religi, melainkan lagu reflektif yang inklusif. Lagu ini ditujukan untuk didengarkan dalam keseharian : saat menyetir, berjalan kaki, naik transportasi umum, atau melakukan rutinitas. Dengan nada yang cerah dan lirik yang lugas, “Syakara” mengajak pendengarnya untuk sing away their problems alias melepaskan keresahan melalui nyanyian.

Artwork lagu ini menampilkan figur yang tertawa, sebuah visual yang merepresentasikan gagasan utama “Syakara” : di balik senyum, setiap orang mungkin sedang memikul masalahnya masing-masing. Namun dengan bersyukur dan menerima, beban itu bisa terasa lebih ringan, karena badai pasti berlalu.

“Syakara” juga menjadi bagian dari rangkaian menuju EP “Ulangan”, yang dijadwalkan rilis dua bulan setelahnya. Melalui “Syakara”, Societeit de Harmonie menyampaikan doa sederhana : agar pendengarnya terbebas dari pikiran-pikiran negatif yang membebani hari-hari, dan bisa menjalani hidup dengan lebih ringan bukan karena masalah hilang, tetapi karena rasa syukur kembali menemukan tempatnya.

Continue Reading

iMusic

Amanda Mutia refleksikan kerinduan di single “Peluk”

Published

on

iMusic.id – Amanda Mutia merilis single terbarunya berjudul “Peluk”, sebuah lagu pop ballad yang mengangkat tema kehangatan emosional dan kebutuhan akan kehadiran seseorang di saat perasaan sedang lelah dan rindu. Lagu ini menjadi rilisan perdana dari Project Alfa, sebuah program kolaborasi antara Alfa Pustaka Nada sebagai penerbit musik (music publishing) dan AlfaRecords sebagai label musik.

“Peluk” dari Amanda Mutia merepresentasikan momen ketika seseorang tidak selalu membutuhkan solusi, melainkan pengertian dan rasa aman. Lagu ini hadir sebagai refleksi tentang rindu, kehilangan, dan keinginan untuk tetap merasa ditemani.

Sebagai penyanyi yang dikenal mengekspresikan cerita personal melalui musik, Amanda Mutia menghadirkan “Peluk” dengan pendekatan yang jujur dan intim. Aransemen yang sederhana memberi ruang pada karakter vokalnya yang lembut dan ekspresif, sehingga emosi lagu terasa dekat dengan pengalaman banyak pendengar.

Project Alfa merupakan program kolaborasi antara Alfa Pustaka Nada dan AlfaRecords yang berfokus pada kurasi dan perilisan karya musik, dengan penekanan pada sistem rilis yang jelas serta perlindungan hak cipta bagi para musisi.

Single “Peluk” kini telah tersedia di berbagai platform musik digital dan menjadi langkah awal perjalanan Project Alfa dalam menghadirkan karya-karya baru dari talenta terpilih.

Continue Reading