iMusic.id – Jodoh memang enggak kemana-mana. Itu juga yang sepertinya terjadi dalam proyek kolaborasi antara Anggi Marito dan Mario G. Klau. Ya, mereka berdua sepertinya memang dipersatukan untuk menuai kesuksesan dalam sebuah karya.
Setelah sukses di dua single sebelumnya, kini Anggi Marito kembali merilis sebuah single karya sang pencipta lagu hits, Mario G. Klau, yang diberi judul ‘Tak Ingin Kau Terluka’. Single ini juga masih dirilis di bawah bendera label rekaman Universal Music Indonesia.
FYI, sebelumnya Anggi Marito dan Mario G. Klau telah bekerja sama di dua single yaitu ‘Cara Mencintaimu’ dan ‘Tak Segampang Itu’. Bahkan, ‘Tak Segampang Itu’ viral di media sosial dan juga masuk ke top chart digital streaming platform di Indonesia, Malaysia dan di chart global. Sebuah pencapaian yang membanggakan dari mereka berdua.
Kini, mereka kembali ‘berjodoh’ lewat single yang baru saja dikeluarkan berjudul ‘Tak Ingin Kau Terluka’. Namun, yang membuat single ini beda dengan dua sebelumnya, Mario G. Klau tidak hanya menciptakannya saja, namun juga turut menyanyikannya langsung dengan berduet bersama Anggi Marito.
“Jadi sebenarnya ini tuh enggak ada rencana buat duet, cuman waktu kita ketemu di Batam, kak Mario sedang mendengarkan demo lagu ini, lalu dia tanya pendapat aku, aku bilang lagu ini bagus banget, dan relate sama banyak orang, eh terus dia malah ngajakin duet, jadi deh tuh kita rekaman,” ujar Anggi menceritakan tentang proses kerja sama lagu ‘Tak Ingin Kau Terluka’.
Bahkan, bisa dibilang duet keduanya menjadi semacam sebuah jawaban dari keinginan banyak penggemar akan rasa penasaran bila mereka berdua bernyanyi bersama.
“Jadi aku dan Anggi sering bikin cover lagu berdua, terus banyak yang komentar bikin single dengan kita yang nyanyi berdua, Dan, inilah hasil dari doa kalian,” ujar Mario G. Klau tentang kerja sama duet tersebut.
Dengan mengusung pop ballad yang sangat manis, single ‘Tak Ingin Kau Terluka’ bercerita tentang pasangan yang sudah berpisah, di mana salah satu ingin melanjutkan hubungan sedangkan satunya menginginkan perpisahan untuk kebaikan masing masing.
Seperti biasa, diksi yang dipilih dalam setiap karya Mario G. Klau bisa dibilang sederhana, tidak berlebihan, sehingga pesan yang disampaikan menjadi mudah dipahami. Begitu juga yang tertulis di tiap bait dari lirik single ‘Tak Ingin Kau Terluka’.
“Kak Mario itu songwriter yang bagus, liriknya enggak pernah berlebihan, pemilihan kata dan nadanya indah-indah,” puji Anggi Marito.
Sementara, untuk aransemennya lagu ini terdengar sangat manis, dengan suara instrumen piano yang menjadi senjata utamanya. Ditambah lagi kualitas vokal keduanya yang mumpuni, menggabungkan harmonisasi kolaborasi suara antara dua penyanyi dengan vokal yang sangat kuat ini menjadi indah, menyatu, dan sangat emosional dalam lagu ballad romantis ini.
Proses pengerjaannya juga tidak mengalami banyak kendala. Karena, menurut Anggi Marito dengan adanya workshop membuatnya menjadi lebih percaya diri dan yakin untuk membawakan lagu ini bersama Mario G. Klau.
“Sebenarnya tantangannya sih enggak begitu kayak gimana-gimana ya. Tantangan memang ada, tetapi karena sebelum rekaman kita ada workshop juga, jadi bikin aku makin pede (percaya diri-red) dan sudah tahu lagunya mau diarahin kemana. Prosesnya jadi lebih mudah pas rekaman,” tegas Anggi.
Tidak hanya dirilis dalam bentuk audio saja, single ‘Tak Ingin Kau Terluka’ juga dikeluarkan dalam bentuk musik video yang dikerjakan oleh kausa.xyz dengan melibatkan Anrez Putra serta Diandra Agatha sebagai pelaku peran di video tersebut.
Konsepnya terbilang sederhana, menggambarkan perjalanan cerita sepasang kekasih baik saat suka maupun duka, dengan latar belakang rumah dan halaman yang teduh, namun sayang berakhir dengan perpisahan, sesuai dengan tema yang diusung di lagunya.
“Hasilnya bagus, walau ada beberapa revisi, tetapi hasilnya aku suka banget. Dan, ini untuk pertama kalinya aku enggak memerankan karakter, jadi hanya nyanyi saja, jadi enggak terlau mengalami kesulitan,” cerita Anggi.
Lewat single ‘Tak Ingin Kau terluka’ ini baik Anggi maupun Mario berharap bisa relate, disukai, serta didengarkan sama banyak orang. “Semoga single ini bisa relate ke banyak orang yang mendengarkan, banyak yang suka, kalau viral itu bonus, yang penting aku dan kak Mario sudah memberikan yang terbaik,” harap Anggi.
Langsung saja dengarkan single ‘Tak Ingin Kau Terluka’ ini di semua platform layanan musik digital. Dan, jangan lupa tonton musik video di kanal YouTube resmi Anggi Marito. Enjoy, guys!
iMusic.id – Setelah merilis “Where It Begins” pada 2025, WUSS kembali memperkenalkan “Born in February”, sebuah karya yang lahir dari ruang di antara sorak dan kekacauan, di antara yang diagungkan dan yang sering terlewatkan. Ditulis oleh Brilyan Prathama Putra dan Sabiella Maris, lagu ini menjadi pengakuan personal tentang tumbuh sebagai “anak kedua”: bukan bayangan, bukan pengganti, namun kerap diperlakukan sebagai jeda yang mudah dilupakan.
Melalui lagu ini, Sabiella Maris (vokal, gitar), Brilyan Prathama Putra (vokal, gitar), Rara Harumi (bass), dan Rufa Hidayat (drum) yang tergabung di WUSS menolak anggapan bahwa urutan adalah identitas, dan menegaskan bahwa bertahan seringkali membutuhkan tenaga yang jauh lebih besar daripada sekadar menjadi yang pertama. Single “Born in February” telah rilis di semua DSP pada 06 Februari 2026.
“Anak kedua lahir di tengah dua dunia satu riuh penuh sorak, satu lagi kacau dan nggak pernah benar-benar rapi. Sering kali posisinya cuma dianggap lewat. Bagi anak kedua, ‘second’ itu cuma urutan, bukan identitas,” kata Brilyan dari WUSS.
Single “Born in February” menghadirkan sudut pandang tentang posisi kedua yang hidup di bawah perbandingan tanpa akhir, ketika suara kerap tenggelam oleh yang dianggap lebih utama dan mudah diterima. Alih-alih meminta maaf karena berbeda, WUSS justru merayakan keganjilan itu, liar, lentur, dan sulit dipatok sebagai sumber nyawa lagu ini, yang bertumpu pada keberanian untuk terus bergerak meski dunia sesekali memalingkan muka.
Bagi WUSS, “kedua” bukan cerita tentang kalah cepat, melainkan tentang bertahan lebih lama: tumbuh tanpa tepuk tangan, tetap berani menatap langit, dan menemukan ruang paling jujur untuk menjadi diri sendiri. Lewat lagu ini, WUSS menegaskan sikap untuk tidak menjadi salinan atau berjalan di jalur aman demi diterima, seraya mengingatkan bahwa “kedua” hanyalah angka, bukan identitas, sekaligus penanda baru tentang ketahanan dan keberanian untuk terus bermimpi, bahkan ketika dunia memilih untuk tidak melihat.
Proses produksi “Born in February” berlangsung kurang lebih selama satu bulan, dimulai sejak pertengahan Desember 2025 hingga awal Januari 2026. Lagu ini ditulis oleh Brilyan Prathama Putra dan Sabiella Maris, dengan lirik yang digarap oleh Sabiella Maris. Proses komposisi melibatkan seluruh personel, Sabiella Maris, Brilyan Prathama Putra, Rara Harumi, dan Rufa Hidayat yang bersama-sama merangkai dinamika emosional lagu ini menjadi satu kesatuan utuh.
Saat ini, WUSS juga tengah mempersiapkan album penuh yang akan menjadi kelanjutan dari rilisan single mereka. Album tersebut direncanakan berisi 12 lagu, dengan satu single terakhir yang akan dirilis sebagai pengantar sebelum album resmi diluncurkan. Menariknya, single penutup menuju album ini akan melibatkan kolaborasi dengan musisi di luar Jawa Timur. WUSS berharap seluruh prosesnya dapat berjalan lancar dan album ini bisa segera diperkenalkan ke publik.
“WUSS saat ini tengah menyiapkan album penuh berisi 12 lagu, dengan satu single terakhir sebagai pengantar menuju perilisan album, termasuk kolaborasi dengan musisi di luar Jawa Timur. Doakan kelancaran proyek kami ini ya,” ujar Sabiella.
Single “Born in February” sudah dapat didengarkan di seluruh platform digital (DSP) mulai 6 Februari 2026. Jangan lewatkan dan dengarkan pernyataan terbaru dari WUSS di platform streaming musik pilihan anda.
iMusic.id – Musisi muda Iqbal Aria memperkenalkan single pertamanya yang berjudul “Home”. Lagu yang ia produseri sendiri ini dirilis di bawah naungan label Better Days Production milik Afgan.
Bernuansa melankolis, Iqbal Aria menjelaskan bahwa “Home” adalah sebuah lagu tentang penyesalan. Karya yang didominasi alunan gitar dan strings ini mengisahkan tentang rasa sesal karena menyakiti perasaan seseorang yang kita kasihi. Semua dilakukan tanpa pikir panjang, melupakan fakta kalau mereka adalah ‘rumah’ untuk kita.
“Aku suka lagu yang simpel, dan aku menerapkannya di lagu “Home”. Aku ingin emosi di lagu “Home” bisa dirasakan dari semua sisi. Aku terinspirasi beberapa band di era 60’s dan 70’s yang lirik lagunya puitis dan mudah didengar. Selain itu, aku juga suka menggunakan analogi untuk mempertegas esensi lirik yang aku tulis. Dari situ, lahirlah “Home” yang didasari atas pengalaman pribadiku,” jelas Iqbal Aria.
Bermusik, terutama menyanyi dan bermain gitar adalah kegemaran Iqbal Aria sejak kecil. Ia banyak menyelami berbagai genre, mulai dari jazz yang menjadi main root-nya, pop, hingga vintage rock dan metal. Pada tahun 2015, ia mulai serius menekuni musik dan kerap tampil di berbagai panggung. Tahun 2019, Iqbal Aria dikenal sebagai vokalis/gitaris heavy rock band bernama MAUT. Kini, ia melebarkan sayapnya menjadi seorang solois. Hingga kini, ia aktif bermusik sebagai anggota band indie.
Talenta yang dimiliki Iqbal Aria pun mempertemukannya dengan Afgan di tahun 2024. Kala itu, mereka bertemu di sebuah acara karaoke dan Iqbal diminta bernyanyi.
“Aku amaze mendengar suara Iqbal. Karakter suaranya kuat, timbrenya soulful dan aku bisa merasakan soul-nya ketika ia bernyanyi. Iqbal sendiri adalah sosok yang very humble, eager to learn, very grounded, dan sangat autentik. Menurutku, seorang artist itu tidak cukup punya talenta saja, tapi humility dan attitude yang baik. Hal itulah yang membuat karier mereka panjang,” jelas Afgan.
Iqbal Aria pun menjadi artis pertama label Better Days Production milik Afgan. Menurut Afgan, suara dan bakat bermusik Iqbal Aria sangat sesuai dengan karakter musisi yang ia cari selama ini dan selaras dengan prinsip Better Days Production. Soal “Home”, Afgan merasa lagu tersebut sangat merepresentasikan musikalisasi Iqbal Aria.
”Home” is beautifully written, maknanya dalam dan semua orang bisa relate. “Home” isn’t literally ‘rumah’, tapi seseorang juga bisa disebut ‘home’. Our loved ones, our partners, sangat universal. Notasi dan chord progression-nya memiliki sesuatu yang nostalgic dan dan aku harap “Home” bisa resonate ke banyak orang,” kata Afgan.
“Aku super excited dan happy karena selama ini aku enggak pernah work hard under my own name. Setelah melewati banyak pertimbangan, aku pun mantap untuk bergabung dengan Better Days Production bulan Maret 2025 sebagai seorang solois. Aku percaya aku bisa semakin berkembang dan menghadirkan banyak karya untuk ke depannya bersama Better Days Production,” tutup Iqbal Aria.
iMusic.id – Trisouls kembali merilis single terbaru berjudul “Sementara atau Selamanya”, sebuah lagu pop romantis dengan aransemen menyenangkan dan upbeat, dibalut sentuhan nuansa 90-an yang hangat dan nostalgik. Lagu ini menangkap momen paling jujur dalam sebuah hubungan saat perasaan hadir begitu nyata, namun jawabannya belum ingin ditentukan.
Diciptakan oleh Sajiva, single “Sementara atau Selamanya” dari Trisouls bercerita tentang debar hati yang muncul dari hal sederhana, seperti senyuman manis, hingga gejolak asmara yang membuat dunia terasa hanya milik berdua. Dari rasa kagum yang terpendam, kegugupan saat ingin mengungkapkan perasaan, hingga keyakinan bahwa cinta sejati layak diperjuangkan, lagu ini mengalir jujur dan dekat dengan pengalaman banyak orang.
Secara musikal, Trisouls menghadirkan aransemen ceria khas mereka, ringan, optimistis, dan mudah diingat. Nuansa pop romantis era 90-an terasa kuat, namun dikemas dengan sentuhan modern yang relevan dengan pendengar hari ini. Reffrain-nya menggambarkan sensasi melayang, seolah atmosfer tak lagi mampu menahan perasaan yang menguat, mengajak pendengar menikmati keindahan momen tanpa harus terburu-buru menentukan akhir cerita.
Melalui “Sementara atau Selamanya”, Trisouls menegaskan bahwa tidak semua cinta harus segera memiliki jawaban. Terkadang, keberanian terbesar adalah memberi ruang bagi rasa untuk tumbuh, entah itu hanya sementara, atau ternyata bertahan selamanya.
Single “Sementara atau Selamanya” telah tersedia di seluruh platform streaming digital.