Connect with us

iLive

ANUGERAH MUSIK INDONESIA Usung Tema “MUSIK MENYATUKAN KITA” Untuk Bisa Tetap Berdaya dan Berkarya.

Published

on

iMusic – Tahun 2020 menjadi tahun yang penuh tantangan. Pandemi virus corona (covid-19) memberi dampak pada segala bidang secara global, tak terkecuali Indonesia yang masih berjuang keras untuk menanggulagi pandemi sekaligus menangkis merosotnya ekonomi akibat terdampak pandemi.

Tidak hanya pemerintah, semua lapisan masyarakat turun tangan bekerja keras menghadapi situasi ini sesuai dengan tugas dan kemampuannya masing-masing. Sektor industri musik termasuk yang terpukul akibat pandemi, konser-konser musik terpaksa dihentikan. Banyak musisi dan jajaran kru produksi yang terdampak dan banting setir untuk bisa bertahan.

Namun demikian tidak mengurangi semangat solidaritas para musisi dalam membantu sesama. Pertunjukan musik secara virtual digelar dari rumah sekaligus menjadi ajang pengumpulan donasi. Jam Session bareng secara virtual dan berbagai diskusi online juga diadakan.

Donasi yang terkumpul disalurkan untuk membantu masyarakat terdampak dan pengadaan APD para tenaga medis. Sejumlah band besar dan penyanyi turut berkiprah dengan merilis karya yang kemudian dilelang yang hasilnya untuk membantu ekonomi kru produksi musik yang tidak bisa bekerja selama pandemi. Melalui musik, semua orang merasakan semangat baru untuk bisa bertahan dan berdaya bersama. 

Anugerah Musik Indonesia (AMI Awards) adalah ajang penghargaan tertinggi bagi industri musik Indonesia yang diberikan oleh Yayasan Anugerah Musik Indonesia (YAMI). Seiring dengan usianya yang di tahun 2020 ini memasuki tahun ke-23, YAMI berharap bahwa eksistensi yayasan ini bisa terus memberikan kontribusi nyata kepada khasanah musik Indonesia.

Ditengah keterbatasan karena pandemi, YAMI tetapi berkomitmen untuk menjalankan tugasnya. Justru sekarang ini banyak karya baru lahir di situasi yang sulit. Ternyata daya kreatifitas meningkat pada saat orang diminta untuk tinggal di rumah saja untuk mengikuti protokol kesehatan.

Tahun ini jumlah entry yang masuk terjadi peningkatan sekitar 50 persen, dari 1973 karya di tahun 2019, menjadi 2971 karya di tahun 2020 ini. Di samping itu jumlah kategori ada penambahan dan penyesuian.

“Kami sangat bersyukur bahwa pandemi tidak menghentikan para seniman musik untuk berkarya. Justru ditengah keterbatasan dan diharuskan untuk tinggal di rumah saja, kreatifitas meningkat. Kami sangat memberikan apresiasi kepada semua musisi yang telah berpartisipasi. Kami tetap mempertahankan proses seleksi secara ketat dan transparan sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat, ” ungkap Dwiki Dharmawan, Ketua Umum Yayasan Anugerah Musik Indonesia.

Tahun 2019 AMI mengusung tema “Musik Bahasa Dunia”, di tahun ini tema yang diusung adalah “Musik Menyatukan Kita”. Ini adalah sebuah ajakan kepada semua musisi dan para pelaku industri musik tanah air untuk jangan patah semangat dan terus berkarya dan berdaya.  

Dari kurun waktu Juli 2019 – Juni 2020 telah terhimpun 2971 karya yang dikurasi secara kompeten oleh para anggotanya, di mana anggotanya terbagi dalam dua keanggotaan yaitu  “Anggota Reguler” dan “Anggota Swara.” Di tahun ini ada penyesuaian kategori seiring dengan perubahan trend yang terjadi dalam industri  musik. Total ada  53 kategori dan 2 penghargaan khusus yaitu Legenda Musik Indonesia dan Lifetime Achievement.

Kehadiran AMI ini semoga menjadi suntikan semangat kepada para musisi untuk tetap bisa berkarya. Teriring doa semoga pandemi semoga barakhir dan masyarakat bisa beraktifitas seperti semula.

DAFTAR LENGKAP NOMINASI 23RD AMI AWARDS

BIDANG POP

ARTIS SOLO WANITA POP TERBAIK

Eva Celia – Love Within

Isyana Sarasvati – Untuk Hati Yang Terluka

Lyodra – Mengapa Kita #terlanjurmencinta

Mawar de Jongh – Lebih Dari Egoku

Raisa – Teristimewa

Tiara Andini – Maafkan Aku #terlanjurmencinta

ARTIS SOLO PRIA POP TERBAIK

Andmesh – Nyaman

Fiersa Besari – Pelukku Untuk Pelikmu (OST. Imperfect)

Glenn Fredly – Kembali ke Awal (OST. Twivortiare)

Judika – Tak Mungkin Bersama

Nino – Pergilah

Tulus – Adaptasi

DUO/GRUP POP TERBAIK

Eclat Story – Bentuk Cinta

Fourtwnty – Nematomorpha

HIVI! – Bumi dan Bulan

Noah – Kala Cinta Menggoda

RAN – Saling Merindu

PENCIPTA LAGU POP TERBAIK

Andmesh Kamaleng – Kumau Dia

Isyana Sarasvati – Untuk Hati Yang Terluka

Laleilmanino – Rayu

Raisa Andriana, Haris Pranowo, Marco Steffiano – Teristimewa

Yovie Widianto – Maafkan Aku #terlanjurmencinta

PENATA MUSIK POP TERBAIK

Aldi Nada Permana – Biar Waktu Hapus Sedihku

Andi Rianto – Selesai

Laleilmanino – Rayu

Tohpati – Menunggu Jadi Pacarmu (Menjamu)

Yovie Widianto, Adrian Kitut – Maafkan Aku #terlanjurmencinta

ALBUM POP TERBAIK

Cinta Luar Biasa – Andmesh (Hits Records)

Keterkaitan Keterikatan – Noah (Musica Studios)

Marion – Marion Jola (Universal Music Indonesia)

Romansa ke Masa Depan – Glenn Fredly (Musik Bagus Indonesia)

Selamat Ulang Tahun – Nadin Amizah (Sorai)

BIDANG ROCK

ARTIS SOLO PRIA/WANITA ROCK/INSTRUMENTALIA ROCK TERBAIK

Aldrian Risjad – State of Uncertainty

Andre Dinuth – Aeonian

Bondan Prakoso – Sunrise

Marcello Tahitoe – Hanyut

Once Mekel – Musisi

DUO/GRUP/KOLABORASI ROCK TERBAIK

Cokelat – Anak Garuda

Endank Soekamti – Bisa

Kelompok Penerbang Roket – Dikejar Setan

Kotak – Hoax

Slank – Bercinta di Sorga

ALBUM ROCK TERBAIK

Air – Endank Soekamti

Antistatis – Marcello Tahitoe

GBS Fest – Gugun Blues Shelter

Roda Roda Gila – The Flowers

Slanking Forever – Slank

BIDANG JAZZ

ARTIS JAZZ INSTRUMENTALIA TERBAIK

Agam Hamzah – Evening Jam

Barry Likumahuwa – Trust and Faith

Dewa Budjana, Tohpati – Janapati

Dimas Pradipta, Barry Likumahuwa, Martin Siahaan, Zorsy, Bass G – 3 Days Before

Jeane Phialsa – Let There Be Light

ARTIS JAZZ KONTEMPORER TERBAIK

Adikara Fardy – Secret Admirer

Ardhito Pramono – Fine Today (OST. Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini)

Mondo Gascaro, Rien Djamain – Dian Asmara

Syaharani and Queenfireworks – Apa Daya

Yongky Vincent, Elfa’s Singers – Terindah

ALBUM JAZZ TERBAIK

#Introducing… – Aditya Ong Trio (Aditya Ong Production)

Aloha! – Syaharani and Queenfireworks (Queenfireworks)

I Don’t Smoke – Zefanya Putra (Prasajazz)

Janapati – Dewa Budjana, Tohpati (POS Records)

Kangenku – Dony Koeswinarno (DK Music Production)

BIDANG SOUL/R&B

ARTIS SOLO PRIA/WANITA SOUL/R&B TERBAIK

Audrey Tapiheru – Daisy

Cantika – Start Over

Marion Jola – Damba

Raisa – You

Rinni Wulandari – Born Ready

Teddy Adhitya – Everything is Everything

DUO/GRUP/KOLABORASI SOUL/R&B TERBAIK

Dead Bachelors – A Kiss You Can’t Take Back

Elfa Zulham , Teddy Adhitya – You Are Too Beautiful

Marion Jola, Tuan Tigabelas – Favorite Sin

Soundwave – Inikah Cinta

Vidi Aldiano, Raline Shah, A. Nayaka – Ready For Love

BIDANG DANGDUT

ARTIS SOLO PRIA/WANITA DANGDUT TERBAIK

Iis Dahlia – Mengapa

Ikke Nurjanah – Air Surgawi Berubah Api Neraka

Lesti – Tirani

Rhoma Irama – Virus Corona

Rita Sugiarto – Cerai

ARTIS SOLO PRIA/WANITA DANGDUT KONTEMPORER TERBAIK

Dewi Perssik – Mari Berdendang

Erie Suzan – Perlakukan Aku Dengan Indah

Inul Daratista – Jangan Ada Mantan Diantara Kita

Nella Kharisma – Ada Gajah Dibalik Batu (New Original)

Tasya Rosmala – Harusnya Aku

DUO/GRUP/KOLABORASI DANGDUT TERBAIK

Adibal, Erie Suzan – Bahagia Selamanya

Putri, Tasya – Ajari Aku

Rhoma Irama, Anisa Rahman – Rabbanaa

Ridho Rhoma & Sonet 2 Band – Tiada Mungkin Lagi

Rita Sugiarto, Rhoma Irama – Tulus Hati Luhur Budi

ARTIS SOLO PRIA/WANITA/GRUP/KOLABORASI DANGDUT ELEKTRO TERBAIK

Duo Serigala  – Yang Enak Enak Saja

Fitri Karlina, Kania – Goyang Gagak

Putri KDI – Cucok Meong

Siti Badriah – Pipi Mimi

Zaskia Gotik – Ayo Turu

ARTIS SOLO PRIA/WANITA/GRUP/KOLABORASI DANGDUT BERBAHASA DAERAH TERBAIK

Dara Ayu, Bajol Ndanu – Loro Pikir

Denny Caknan – Los Dol

Didi Kempot – Tulung

Fitri Carlina – Alon Alon Wae

Ndarboy Genk – Balungan Kere

PENCIPTA LAGU DANGDUT TERBAIK

Adibal Sahrul – Ajari Aku

B. Makayock – Air Surgawi Berubah Api Neraka

Hendro Saky – Tirani

Rhoma Irama – Virus Corona

Rita Sugiarto – Setan Apa

PENATA MUSIK DANGDUT TERBAIK

Arief Iskandar – Bahagia Selamanya

Hendro Saky – Air Surgawi Berubah Api Neraka

Maspri – Ditikam Asmara

Rhoma Irama – Virus Corona

Ridho Rhoma & Sonet 2 Band – Tiada  Mungkin Lagi

BIDANG LAGU ANAK-ANAK

ARTIS SOLO LELAKI/PEREMPUAN ANAK-ANAK TERBAIK

Abbey Ibrahim – Adikku Tersayang

Dru – Namaku Dru

Kila – Buku Harianku

Neona – Kepompong

NKJ – Go Thomas

Raina Gumay – Pelangiku

DUO/GRUP/KOLABORASI ANAK-ANAK TERBAIK

3Hompimpa – Hompimpa

Diandra Edrania, Bintang Bumi – Indonesia 1 Indonesia

Ghea & Ghia – Akhir Pekan

Jo’Arc Voice Kids – Satu Nada Cinta Indonesia

Kotak, Nussa – Bundaku

PENCIPTA LAGU ANAK-ANAK TERBAIK

Andi Rianto, Monty Tiwa – Pelangiku

Baim, Artika Sari Devi – Adikku Tersayang

Cynthia Lamusu – Selamat Pagi #Acinguing

Nareswara Parama Garjita – Bundaku

Simhala Avadana, Duhita Panchatantra – Asyik Aja

Widi Mulia Sunarya – Namaku Dru

PENATA MUSIK LAGU ANAK-ANAK TERBAIK

Andi Rianto – Pelangiku

Ava Victoria – Namaku Dru

Baim – Adikku Tersayang

Cynthia Lamusu, Cincin Lopez – Selamat Pagi #Acinguing

Dimas Wibisana, Bianca Nelwan – Kepompong

Tantri Syalindri, Swasti Sabdastantri, Mario Marcella Handika Putra, Nico Veryandi – Bundaku

BIDANG URBAN

ARTIS SOLO PRIA/WANITA URBAN TERBAIK

Ardhito Pramono – Trash Talkin’

Eva Celia – All About You

Gamaliel – /forever more/

Gloria Jessica – Buka Mata

Rendy Pandugo – Love Coaster

DUO/GRUP/KOLABORASI URBAN TERBAIK

Andien, Dekat – Somewhere in Tajikistan

Coldiac – No Make Up

Dead Bachelors – Summertime Fling

Mantra Vutura, Bam Mastro – Moonlight

Svmmerdose – Break My Walls

BIDANG ALTERNATIF

ARTIS SOLO PRIA/WANITA ALTERNATIF TERBAIK

Danilla – Batas (OST. KKN di Desa Penari)

Hindia – Rumah ke Rumah

Mondo Gascaro – Lebuh Rasa (OST. Aruna dan Lidahnya)

Monita Tahalea – Laila

Sal Priadi – Nyala

Tanayu – Beautiful

DUO/GRUP/KOLABORASI ALTERNATIF TERBAIK

.Feast – Tarian Penghancur Raya

Efek Rumah Kaca – Tiba Tiba Batu

Goodnight Electric – Dopamin

Reality Club – Telenovia

Tashoora – Surya

BIDANG KERONCONG

ARTIS SOLO PRIA/WANITA/GRUP/KOLABORASI KERONCONG/STAMBUL/LANGGAM/ASLI TERBAIK

Anna Lidya – Lgm. Kau Putus Harapanku

Arfetya Wulan – Kr. Kasmaran

Irene Mus Mulyadi , Mus Mulyadi – Dinda Bestari

Ninuk Herdjini – Kr. Indahnya Negeriku

Nuswa, Sekar Kalyana, Soladi – Nabuh Keroncong

Tuti Maryati – Kr. Patriot Bangsa

ARTIS SOLO PRIA/WANITA/GRUP/KOLABORASI KERONCONG /STAMBUL /LANGGAM /EKSTRA / KONTEMPORER TERBAIK

Gusfu dan Kroncong Milenial – Cinta Ini Gemblung

Keroncong Pemuda Kekinian – KPK Dalam Berita

Krontjong Toegoe – Hasratku

Mamiek Prasitoresmi – Eling Lan Waspada

Sekolah Dasar Warga Surakarta – Thank You 3000

Sruti Respati – Hujan Pagi

BIDANG DANCE & ELEKTRONIKA

ARTIS SOLO PRIA/WANITA/GRUP/KOLABORASI DANCE TERBAIK

Alffy Rev, Kaye – Mother Earth

Dipha Barus, Monica Karina – You Move Me

Midnight Quickie – Somebody Else

RAN, Ramengvrl – Ain’t Gonna Give Up

Weird Genius, Sara Fajira – Lathi

ARTIS SOLO PRIA/WANITA/GRUP/KOLABORASI ELEKTRONIKA TERBAIK

Kuntari – Ankle Twister

Mahamboro – Ambigu

Mataharibisu, Logic Lost – Gone For Good

Rishanda Singgih, Adeavery – It’s a One Way Ticket

Sri Hanuraga Trio, Dira Sugandi – Rangkaian Melati

BIDANG KARYA PRODUKSI

KARYA PRODUKSI METAL TERBAIK

Andyan Gorust – Rimba Khalayak

Divide, Tuan Tigabelas – Heavy Lies

Kapital – Mantra

Logamulia – Sang Penghasut

Revenge The Fate – Katarsis

KARYA PRODUKSI PROGRESSIVE TERBAIK

Demas Narawangsa – Alternate Reality

Isyana Sarasvati – Sikap Duniawi

Mad Madmen – 5’s & 7’s

Murphy Radio – Autumn

Sri Hanuraga Trio, Dira Sugandi – Ampar – Ampar Pisang

KARYA PRODUKSI RAP/HIPHOP TERBAIK

A. Nayaka – Gimme The Keys

Adrian Khalif, A. Nayaka – WYD?

Iwa K, Matthew Sayersz – I Wish

Rayi Putra – Apa Kabar?

Roy Ricardo – Luhalu

Tuan Tigabelas – Move

KARYA PRODUKSI REGGAE/SKA/ROCKSTEADY TERBAIK

Denny Frust – Mari Bergerak Kawan!

Ivan Nestorman – Komodo Sunset

Shaggydog – Jangan Gontok-Gontokan

Skastra – Cepat-Cepat

Steven & Coconuttreez – Fallin

KARYA PRODUKSI KOLABORASI TERBAIK

7 Bintang + – Buatlah Dunia Tersenyum Kembali

Arsy Widianto, Brisia Jodie – Rindu Dalam Hati

Bunga Citra Lestari, Ariel NOAH – Menghapus Jejakmu

Diskoria, Dian Sastrowardoyo – Serenata Jiwa Lara

Iwa K, Sheryl Sheinafia, Maizura, Agatha Pricilla & Cast – Bebas (OST. Bebas)

Marion Jola, Laleilmanino – Rayu

Weird Genius, Sara Fajira – Lathi

KARYA PRODUKSI ORIGINAL SOUNDTRACK TERBAIK

Ardhito Pramono – Fine Today (OST. Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini)

Fiersa Besari – Pelukku Untuk Pelikmu (OST. Imperfect)

Glenn Fredly – Kembali Ke Awal (OST Twivortiare)

Iwa K, Sheryl Sheinafia, Maizura, Agatha Pricilla & Cast – Bebas (OST. Bebas)

The Panasdalam Bank, Vanesha Prescilla – Bunyi Sunyi (OST. Milea : Suara Dari Dilan)

KARYA PRODUKSI GRUP VOKAL TERBAIK

JKT48 – Rapsodi

Lingua – Bila Kuingat (2019 Version)

M.E Voices – Sepenuh Hatiku

Project Pop – Gara Gara Corona

SMASH – Jadi Milikku

Trisouls – Cinta Keadaan

KARYA PRODUKSI LAGU BERBAHASA DAERAH TERBAIK

Aftershine – Yowes Modaro

Denny Caknan – Los Dol

Didi Kempot, Yuni Shara – Kapusan Janji

Ivan Nestorman – Mata Leso Ge

Judika – Bege Ma Hasian

KARYA PRODUKSI INSTRUMENTALIA TERBAIK

5Petani – Perjalanan

Aksan Sjuman & The Committee Of The Fest – Multiverse

Erwin Gutawa – Kala Sang Surya Tenggelam

The Bakuucakar – Timur

Tohpati – Jatuh Cinta

KARYA PRODUKSI WORLD MUSIC TERBAIK

Anuhyang – Hade Hate

Gus Teja – On Fire

Keubitbit – Saban Sabee

Sambasunda – Kukupu

Wofton – Pedestrian Paddy

KARYA PRODUKSI RE-ARANSEMEN TERBAIK

Arsy Widianto – Yovie Widianto (Cerita Cinta)

Ita Purnamasari – Tohpati (Semua Jadi Satu)

Iwa K, Sheryl Sheinafia, Maizura, Agatha Pricilla & Cast – Yudis Dwiko (Bebas)

Kunto Aji – Kunto Aji, Dwi Novianto, Octa Simatupang (Pilu Membiru (Live Experience))

Noah – Nazril Irham, Loekman Hakim, David Kurnia Albert (Kala Cinta Menggoda)

KARYA PRODUKSI FOLK/COUNTRY/BALADA TERBAIK

Donne Maula, Marchella FP – Nanti Kita Pergi Yang Jauh Ya

Hindia, Rara Sekar – Membasuh

Ify Alyssa, Adhitia Sofyan – Dua Insan

Nadin Amizah – Bertaut

Payung Teduh – Renung

KARYA PRODUKSI LAGU BERLIRIK SPIRITUAL ISLAMI TERBAIK

Anisa Rahman – Berakhir Dalam Taubat

Putih Abu-Abu – Assholatu Imaduddin

Rhoma Irama, Anisa Rahman – Rabbanaa

Sabyan, Nagita Slavina – Ramadan

Selfi, Lesti, Rara, Putri, Aulia, Fildan, Faul, Reza – Ramadan Berkah

Titi DJ – Tuhan Jaga Diriku

Ungu – Jalan Panjangku

KARYA PRODUKSI LAGU BERLIRIK SPIRITUAL NASRANI TERBAIK

Alena Wu – Mengejar HadirMu

Citra Scholastika – SertaMu

Clarisa Dewi – Tuhan Selalu Menolongku

GMS Live – Tenang

JPCC Worship – Kau Ada

BIDANG PENUNJANG PRODUKSI

PRODUSER REKAMAN TERBAIK

Andre Dinuth – Lebih Dari Egoku (Mawar de Jongh)

Ardhito Pramono – Fine Today OST. NKCTHI (Ardhito Pramono)

Eka Gustiwana Putra, Gerald Prayogo Pangestu Wibowo, Reza Oktovian – Lathi (Weird Genius, Sara Fajira)

Laleilmanino – Rayu (Marion Jola, Laleilmanino)

Nazril Irham, Loekman Hakim, David Kurnia Albert – Kala Cinta Menggoda (Noah)

Yovie Widianto, Adrian Kitut – Maafkan Aku #terlanjurmencinta (Tiara Andini)

GRAFIS DESAIN ALBUM TERBAIK

Fahreza Aditya – Di Dalam Rebahan (Mafia Pemantik Qolbu)

Garis Edelweis – Dua Buku (Pusakata)

Muhammad Fatchurofi – Human (Mantra Vutura)

Rachel Ajeng – Dari Balik Jendela (Monita Tahalea)

Saskia Gita Sakanti – Luhur (Tohpati)

Thovfa – Keterkaitan Keterikatan (Noah)

TIM PRODUKSI SUARA TERBAIK

Aldi Nada Permana – Fine Today Ost NKCTHI (Ardhito Pramono)

Eka Gustiwana Putra, Gerald Prayogo Pangestu Wibowo, Reza Oktovian, Dhandy Annora – Lathi (Weird Genius, Sara Fajira)

Eko Sulistyo, Beni – Janapati (Dewa Budjana, Tohpati)

Mohammed Kamga, Moko Aguswan – Somewhere in Tajikistan (Andien, Dekat)

Stephan Santoso – Hanyut (Marcello Tahitoe)

BIDANG UMUM

PENDATANG BARU TERBAIK TERBAIK

Chintya Gabriella – Percaya Aku

Dead Bachelors – A Kiss You Can’t Take Back

Mahen – Pura Pura Lupa

Reza Chandika, Rendha Rais – Sampai Kapan

Tiara Andini – Gemintang Hatiku

Ziva Magnolya – Tak Sanggup Melupa #terlanjurmencinta

ALBUM TERBAIK TERBAIK

Cinta Luar Biasa – Andmesh (Hits Records)

Keterkaitan Keterikatan – Noah (Musica Studios)

Lexicon – Isyana Sarasvati (Sony Music Entertainment Indonesia)

Marion – Marion Jola (Universal Music Indonesia)

Menari Dengan Bayangan – Hindia (Sun Eater)

Romansa ke Masa Depan – Glenn Fredly (Musik Bagus Indonesia)

Selamat Ulang Tahun – Nadin Amizah (Sorai)

KARYA PRODUKSI TERBAIK TERBAIK

Fine Today (OST. Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini) – Ardhito Pramono (Sony Music Entertainment Indonesia)

Kala Cinta Menggoda – Noah (Musica Studios)

Lathi – Weird Genius, Sara Fajira (Weird Genius, Astralwerks)

Lebih Dari Egoku – Mawar de Jogh (Trinity Optima Production)

Maafkan Aku #terlanjurmencinta – Tiara Andini (Universal Music Indonesia)

Rayu – Marion Jola, Laleilmanino (Universal Music Indonesia). (FE)

iLive

“San.gita” Gelar Babak Pertama “Tur Lelaku” Di Jawa Tengah.

Published

on

iMusic.id – Setelah merilis album pertama berjudul Martyapada di layanan digital streaming pada 24 November 2023, dilanjutkan dengan rilis fisik album tersebut dalam bentuk cakram padat digital (digital CD) 24 Februari lalu, band dari kota Salatiga, San.gita (baca: sanggita) akan menjalankan tur memperkenalkan karyanya melalui penampilan live dalam tur mandiri ke beberapa daerah di wilayah Jawa Tengah pada bulan Maret hingga Mei 2024.

Tur ini diberi nama Tur Lelaku. Lelaku sendiri adalah program yang San.gita jalankan secara mandiri setiap dua/ tiga bulan menampilkan hasil olah daya mereka dalam bentuk penampilan musik secara live di tempat – tempat yang sedia bersinergi bersama.

Program rutin ini telah berlangsung sebanyak lima kali di tahun 2023 di dalam kota Salatiga. Menindaklanjuti rilis debut albumnya San.gita meluaskan Lelakunya ke daerah dan kota lain di luar Salatiga. “Kami antusias sekali bermain secara live memperkenalkan karya kami kepada khalayak yang lebih luas lagi.

Lelaku adalah program mandiri kami yang mengakomodasi keseruan ini. Untuk babak pertama ini kami akan jalan ke venues di daerah-daerah yang masih relatif dekat dari Salatiga.

Kami akan melakukannya di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta.”, jelas Bonita (vokalis San.gita) tentang rencana jalannya Tur Lelaku babak pertama. Sepuluh tempat direncanakan untuk San.gita singgahi di babak pertama Tur Lelaku ini yaitu di daerah: Ambarawa, Boyolali, Ungaran, Semarang, Temanggung, Pati, Magelang, Solo, Klaten, dan Yogyakarta.

“Sebisa mungkin kami berkolaborasi dengan kolektif atau komunitas di masing-masing tempat untuk pelaksanaan tur ini. Beberapa tempat sedang dan masih kami pastikan jadwal serta bentuk kolaborasinya. Ini juga salah satu upaya meluaskan jejaring untuk kelangsungan San.gita bermusik.”, ujar Meilana (manajer San.gita) mengenai kerjasama yang dijalin dalam Tur Lelaku.

Tidak hanya menampilkan musiknya secara live, di setiap singgahnya San.gita juga akan mendisplay dan menjual CD album Martyapada serta beberapa merchandise. Selain demajors yang memproduksi CD “Martyapada”, dengan sukacita San.gita mengajak dan turut didukung oleh beberapa unit produksi di kota Salatiga untuk berlangsungnya babak pertama Tur Lelaku ini.

Mereka adalah: Lanna (pembuat kerajinan berbahan kulit dan kain tenun), Sibuk Santai (pembuat t-shirt merchandise), Kopi Pialang (usaha mikro penyedia biji kopi hijau dan kopi sangrai), dan Trustindo Akomodasi Services (penyedia layanan akomodasi dan transportasi) yang akan menyertai kegiatan San.gita ini.

“Kami sadar bahwa kemandirian merupakan sebuah proses yang harus dijalani dengan sinergi antar beberapa pihak. Oleh karenanya, bukan hanya sebagai kanal ekspresi estetis, San.gita juga terus belajar menjadi bagian atau salah satu titik simpul sinergi yang bermartabat, paling tidak bagi rekan-rekan dan komunitas -komunitas di mana kami tinggal.”, jelas Adoi (gitaris San.gita) tentang dukungan untuk Tur Lelaku.

“Untuk babak pertama tur ini kami singgah-tampil di tiap akhir minggu, wilayahnya masih relatif dekat-dekat. Di babak keduanya nanti kami akan ke wilayah yang agak jauh, mungkin Jabodetabek dan Jawa Barat.

Nah di waktu itu kami akan meninggalkan Salatiga dalam kurun waktu sekitar dua mingguan berpindah-pindah kota atau daerah untuk singgah tampil di beberapa venue.”, tutur Sunu (basis San.gita) tentang rencana babak berikut dari Tur Lelaku. “Kan tidak mudah ya bisa singgah tampil live di tempat – tempat apalagi luar kotanya jauh dari tempat kami tinggal.

Dengan menjalankan babak pertama tur ini kami juga mengajak pihak-pihak lain untuk turut mendukung jalan dan berlanjutnya kegiatan ini. Kami yakin ini adalah hubungan yang mutual. Karena yang kami bawa adalah musik dan daya yang hidup. Jadi yuk turut Tur Lelakunya San.gita.

Ayo!”, ujar Michael (drummer San.gita) mengutip salah satu judul lagu di album Martyapada, mengajak pihak-pihak lain untuk berpartisipasi di Tur Lelaku ini. Berikut ini adalah jadwal Tur Lelaku 2024 babak-1:

16 Maret, 16:00 WIB di Angkringan Mbah Dharmo, Ambarawa

23 Maret, 16:00 WIB di Sasana Noegraha Desa Tanduk, Ampel, Boyolali

30 Maret Ungaran *

6 April Semarang *

20 April Temanggung *

27 April Pati *

4 Mei Magelang *

11 Mei Solo *

18 Mei Klaten *

25 Mei Yogyakarta *

* = masih dalam konfirmasi waktu dan tempat. Jadwal akan terus dimutakhirkan dan dapat dilihat di akun media sosial San.gita Mari TURut ‘berLELAKU’ menjadi bagian dari perjalanan musik San.gita. Ayo! (FE)

Continue Reading

iLive

Tutup rangkaian tur di Jakarta, konser Arch Enemy tawarkan harga tiket terjangkau

Published

on

iMusic.id – Band melodic death metal asal Swedia, Arch Enemy memastikan akan hadir dan menutup rangkaian rangkaian “Decievers” Asia Tour 2024 di Jakarta, Indonesia pada 23 Mei 2024. Info ini dibagikan oleh penyelenggara yaitu kolaborasi antara 1011 Media, Stayounxfest dan Noxafest pada press conference resminya di bilangan Kemang, Jakarta Selatan, Jumat 8/3/24.

“Kami sangat excited membawa Arch Enemy ‘Deceivers’ Asia Tour di Jakarta, dimana konser ini sekaligus menjadi penutup Tur mereka. Jadi kami dituntut agar membuat tur ini tidak hanya berkesan untuk para metalhead, tapi juga harus berkesan untuk Arch Enemy sendiri”, ujar Frans Silalahi selaku CEO of 1011 Media & Stayounx fest.

Kehadiran Arch Enemy yang akan manggung di lokasi yang terbilang anyar yaitu “Taman Kota Peruri, Blok M” diharapkan bisa menjadi sebuah konser yang mampu menarik kehadiran para komunitas metalhead untuk ikut menyemarakan acara konser music keras tersebut, oleh karena itu panitia penyelenggara juga akan melibatkan 6 group band cadas lokal menjadi pembukanya.

Ade Noxa selaku musisi dan CEO dari Noxa Fest mengumumkan bahwa ada 5 band underground ternama dari tanah air yang terpilih plus dipastikan ikut meramaikan tur konser Arch Enemy yaitu : Burgerkill, Noxa, Konfliktion, Straightout, Modern Guns serta Ejakula La Vampira, Pemilihan ke 5 group band tersebut tentu sudah melalui proses kurasi yang penuh pertimbangan dari penitia penyelenggara.

Konser Arch Enemy ‘Deceivers’ Asia Tour adalah sebuah persembahan kolaborasi antara 1011 Media, Stayounxfest dan Noxafest untuk komunitas penikmat musik keras Indonesia. Konser musik metal ini ditargetkan dapat menambah ukiran sejarah konser musik Indonesia, sekaligus sajian penutup sempurna dari rangkaian sejumlah konser musik keras di bulan Mei”, jelas Ade Noxa.

“Keputusan band Arch Enemy untuk menutup tur 16 kota dalam 7 negara Asia di Jakarta menunjukkan kalau kota Jakarta termasuk sebagai salah satu pusat berkembangnya musik metal di Asia”, tambah Ade lagi.

Untuk harga tiket, berita yang dilansir dari panitia penyelenggara menjelaskan bahwa harga tiket yang telah di tentukan oleh penyelenggara merupakan harga teiket termurah sedunia bila dibandingkan dengan harga tiket di negara – negara lain,

“Kami disini mencoba membawa semangat dari komunitas untuk komunitas, oleh karena itu kami mencoba menjual tiket dari show Arch Enemy ini dengan bandrol tiket yang kami harap dapat dijangkau oleh semua kalangan pecinta metal khususnya.” Ujar Ade Noxa.

Tiket untuk Tur Asia 2024 “Decelvers” Arch Enemy Jakarta ini tersedia untuk dibeli dengan harga Presale 1 seharga 285 ribu rupiah (belum termasuk pajak), Presale 2 seharga 400 ribu rupiah (belum termasuk pajak), tiket On The Spot seharga 550 ribu rupiah (belum termasuk pajak) dan kelas VIP seharga 1 juta rupiah (belum termasuk pajak) dengan benefit pemegang tiket VIP bisa bertemu langsung dan foto bersama personil Arch Enemy.

Tiket Tur Asia 2024 “Decelvers” Arch Enemy Jakarta ini bisa dipesan melalui Loket.com/ dan sudah bisa di pesan sejak berita ini dirilis.

Continue Reading

iLive

PAPPRI, RRI Jakarta didukung Pertamina dan Kemenparekraf gelar rangkaian acara memperingati Hari Musik Nasional 2024

Published

on

iMusic.id – Kebangkitan nasionalisme musik di Indonesia ditandai dengan tumbuhnya semangat membuat komposisi musik dan syair lagu yang sesuai dengan tradisi, bahasa dan karakteristik kebangsaan Indonesia sekaligus musik menjadi identitas kolektif yang menyatukan suatu bangsa.

Salah satu lagu bernuansa nasionalis adalah lagu Indonesia Raya yang diciptakan oleh WR Soepratman, seorang komponis yang aktif dalam pergerakan kebangsaan. Setelah dinyanyikan pada Kongres ke 2 Pemuda Indonesia pada 28 oktober 1928, lagu tersebut menjadi terkenal dan dijadikan Lagu Kebangsaan Indonesia setelah bangsa ini merdeka. Atas jasa-jasanya menciptakan lagu kebangsaan Indonesia dan menjadikan musik sebagai penggerak Semangat kebangsaan, maka 9 Maret hari lahir WR Soepratman dijadikan sebagai Hari Musik Nasional.

Dewan Pimpinan Pusat PAPPRI (Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia) bersama LPP Radio Republik Indonesia (RRI), didukung oleh Pertamina, Direktorat Perfilman, Musik dan Media, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI bekerja sama untuk merayakan Hari Musik Nasional 2024 dengan menghelat “KONSER MUSIK UNTUK SEMUA” pada Hari Sabtu, 9 Maret 2024, pukul 14.00 – 17.30 WIB di Auditorium Abdulrachman Saleh RRI Jakarta.

Pada hari Selasa tanggal 5 Maret 2024 Jam 13:30 – 16:00 WIB diselenggarakan Talkshow yang didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Pertamina di Auditorium Yusuf Ronodipuro RRI. Pada Sesi ke 1 mengambil tema “Direct Licensing” antara Manfaat dan Mudharat, dengan narasumber Candra Darusman, Dr Mohammad Amin, Prof Dr Agus Sardjono, Sahat M Sidabukke SH, Satriyo Yudi Wahono (Piyu) dan Dharma Oratmangun dengan moderator Johnny Maukar. Sedangkan Sesi 2 mengambil tema “Roadmap Musik Indonesia, peluang ekspor musik” dengan narasumber Jinan Laetittia, Dino Hamid, Kadri Mohamad dan Dwiki Dharmawan dan moderator Budi Ace. Baik Talkshow maupun Konsernya disiarkan secara Live oleh Pro 1 RRi serta Live Streaming oleh RRI Net.

“Ada puluhan penyanyi dan musisi lintas genre dan lintas generasi yang akan akan berkolaborasi menampilkan musik pop, jazz, rock, musik nusantara, musik berbahasa daerah, hingga dangdut. Semuanya mencerminkan tekad kita bersama, bahwa Musik Untuk Semua,” jelas Once Mekel, Ketua Bidang Program PAPPRI. Terlebih di tahun politik ini Musik dapat menyatukan kita semua dalam alunan harmoni, ritmis dan melodi yang indah.

Sekilas sejarah lahirnya Hari Musik Nasional, tidak lepas dari peran aktif PAPPRI sebagai organisasi berhimpunnya para pemusik nasional. Tahun 2013, di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, peringatan hari musik pun ditetapkan sebagai perayaan hari nasional, melalui Keppres No.10 Tahun 2013, dengan nama HARI MUSIK NASIONAL, yang kini semakin marak dirayakan oleh berbagai elemen masyarakat.

Musik memiliki peran strategis dalam pembangunan. Musik juga berperan merekatkan dan mempererat kesatuan dan persatuan bangsa. Keragaman seni dan budaya nusantara menjadi modal terbesar kita dalam mewujudkan peran strategis musik. Ketua Umum PAPPRI Tony Wenas, mengemukakan bahwa PAPPRI sebagai wadah organisasi para artis, penyanyi, pencipta lagu dan pemusik tanah air memiliki peran penting dalam mendorong perbaikan ekosistem musik di tanah air.

“PAPPRI yang turut menginisiasi dan mendorong penetapan Hari Musik Nasional berkepentingan memanfaatkan momentum Hari Musik Nasional untuk lebih menggerakkan kesadaran dan apresiasi segenap elemen masyarakat mengenai pentingnya musik dalam keseharian, untuk masa depan serta menjaga kesatuan dan persatuan,” simpul Tony Wenas.

Konser Hari Musik nasional Ke 21 tahun 2024 akan menjadi bukti kongkrit, seberapa kuat dan solid peran para musisi, baik secara kualitas maupun secara kuantitas. Deretan penyanyi dan grup musik yang akan tampil adalah : Once Mekel, Andy Rif. Kaka Slank, Saykoji, Che Cupumanik, Syaharani, Netta KD, Monita Tahalea, Ita Purnamasari, Ikke Nurjanah, Dwiki Dharmawan, Yovie Widiyanto, Candra Darusman, Adi Adrian, Andre Hehanusa, Marcel Siahaan, Husein Al Atas, Barry Likumahuwa, Dira Sugandi, Sundari & Intan Soekotjo, Tony Wenas, Keenan Nasution, Makara, Faye Risakota, Anna Cassandra, Rina Nose, Novalinda Kolobonso, Rizki Ablah, Sandy Canester, Rayen Pono, 3 Composers, Mansen Munthe, Jimmo, Eka Deli, Konspirasi, Methosa, Lantun Orchestra, Jimbo and Prodigy, Kadri Mohamad, Lita Zen & Dudy Oris.

Melalui musik pesan Kebangsaan dapat diterima dengan penuh suka cita oleh masyarakat, khususnya anak-anak muda. Melalui musik pula semangat patriotisme dan nasionalisme akan terus tumbuh sehingga eksistensi dan ketahanan bangsa akan dapat dipertahankan. Inilah pentingnya peran dan posisi musik dalam gerakan Kebangsaan Indonesia.

Konser ini dipersembahkan untuk memeriahkan hari musik nasional yang ke 21, sebagai langkah untuk mencapai cita-cita besar, mengajak segenap rakyat Indonesia bernyanyi di setiap perayaan Hari Musik Nasional, setiap tanggal 9 Maret, serta menjadi momentum kearifan lokal menjadi basis utama Industri Musik Indonesia,” simpul Dwiki Dharmawan, Sekjen PAPPRI.

Selamat Hari Musik Nasional! Musik Untuk Semua !!

Continue Reading