Connect with us

iMusic

“Barry Manilow”, “Seal” dan “James Vincent McMorrow” tampil di “Closer” album mendatang dari DJ/Producer “Claptone”.

Published

on

iMusic – Claptone, DJ dan produser misterius mengumumkan album studio ketiganya yang baru dan akan datang, Closer yang akan dirilis pada 12 November melalui Different Recordings / PIAS. Album ini akan menampilkan serangkaian kolaborator dan ikon pop termasuk Barry Manilow, Seal dan banyak lagi.

Menjelang perilisan album, Claptone juga membagikan single album baru ‘Wake Up’. Lagu ini terinspirasi oleh House and Garage berlapis yang menampilkan vokal serak dan penuh perasaan dari penyanyi-penulis lagu Platinum Irlandia James Vincent McMorrow, tersedia untuk streaming dan dibeli mulai hari ini.

“Biarkan Wake Up menaklukkan hati Anda dengan lirik yang sangat dalam dan jujur di atas bass garasi dengan sisi tikaman piano yang membangkitkan semangat. Ada kerinduan yang mengakar dalam berbulan-bulan isolasi, kemacetan emosional yang meletus di lantai dansa festival pertama setelah terlalu lama. Suara jiwa James Vincent McMorrow yang sangat lembut dan serak pada bagian pop house 90-an vintage ini membangkitkan momen kebahagiaan dan melankolis pada saat yang bersamaan.” – Claptone.

Closer telah dibuat selama lebih dari tiga tahun dan menampilkan perkembangan alami dalam suara untuk Claptone. Album ini diproduksi bersama oleh Stuart Price, musisi elektronik pemenang Grammy tiga kali, DJ, penulis lagu, dan produser rekaman yang dikenal karena karyanya dengan artis seperti Madonna, The Killers, Dua Lipa dan Pet Shop Boys. Album dengan judul yang tepat adalah fase berikutnya dari evolusi musik artis yang penuh teka-teki setelah LP 2018, Fantast dan debut 2015, Charmer.

“Closer adalah tentang kegembiraan dan terkadang rasa sakit menjadi manusia. Ini adalah ode untuk kebersamaan sekaligus pemberdayaan, untuk sakit hati sekaligus kebahagiaan. Saya merayakan emosi. Saya membiarkan diri saya untuk lebih dekat dengan manusia dan menjadi manusia dalam pencarian jiwa saya. Charmer hanyalah pengantar dari makhluk mistik yang keluar dari bayang-bayang. Di Fantast, saya mencoba menemukan akar saya di alam, dan itu lebih merupakan album pelarian, sedangkan Closer merangkul orang-orang dan alam semesta di dalamnya.” – Claptone.

Bergabung dengan Claptone dalam misinya untuk merangkul orang-orang, album ini menampilkan sejumlah kolaborator global. Peter Bjorn and John menjadi pusat perhatian di Satellite, dengan Seal memberikan vokal orisinal di Just A Ghost. Album ini menyeimbangkan nama ikonik dengan artis mapan dan bakat baru yang menarik saat Claptone merekrut Mayer Hawthorne, Mansionair, APRE, Dizzy, SPELLES, Lau.Ra, Two Another dan kolaborator lama Claptone, yaitu Nathan Nicholson, mantan penyanyi The Boxer Rebellion.

Closer juga menampilkan pasangan kejutan dan menarik antara Claptone dengan ikon pop Amerika dan pemain sandiwara, Barry Manilow. Sebuah pameran lebih lanjut dari pujian kritis Claptone yang membentang di seluruh alam bawah tanah ke Musik Pop, kolaborasi itu terbang ketika Claptone melihat Barry Manilow mengambil bagian dalam sebuah wawancara TV di mana dia menyebutkan bahwa tindakan favoritnya adalah “Seseorang bernama Claptone”. “Jadi, saya menghubunginya. Dia seperti, ‘ayo lakukan sesuatu’!” Manilow (yang karirnya terbentang selama 50 tahun dengan hits seperti Mandy dan Copacabana) mengatakan “dia sedang mencari momen Dusty Springfield/Pet Shop Boys”. Saatnya kini telah tiba, dengan Barry Manilow tampil di lagu yang menonjol, Nobody.

“Saya perfeksionis. Titik. Saya menulis lagu-lagu itu dan saya suka lagu-lagu itu. Dan saya sangat senang dengan hasilnya. Terdapat begitu banyak substansi di sini. Saya suka bekerja dengan suara yang unik, karakter yang unik. Ini mendorong saya untuk memberikan yang terbaik dalam produksinya juga.” – Claptone.

Pengumuman Closer mengikuti perilisan single album Zero, Golden feat. Two Another dan My Night feat. APRE yang diluncurkan awal tahun ini, menawarkan sekilas pertama dari LP yang diantisipasi. Claptone juga baru-baru ini memberikan remix resmi dari Storm Queen’s For A Fool, Trans-X’s Living on Video, serta pengerjaan ulang untuk superstar pop Ava Max, Dua Lipa, Michael Kiwanuka dan Mark Ronson.

Jauh dari studio, Claptone terus membangun daya tarik globalnya yang sudah sangat penting, menampilkan lebih dari 50+ set live streaming sepanjang 2020/21, dengan total 63 juta penayangan gabungan yang mengejutkan di YouTube. Ada juga rencana untuk kembali ke klub paling terkenal di dunia, Pacha Ibiza, dengan rangkaian acaranya yang sekarang dihormati dan sangat dicintai secara internasional, The Masquerade. (FE)

iMusic

HIMM hadir dengan album “Selamanya”

Published

on

iMusic.id – HIMM, alias Himawan Darma adalah solois pop Indonesia yang memosisikan cinta sebagai sebuah proses. Melalui lirik yang jujur, reflektif, dan dekat dengan keseharian, HIMM menghadirkan lagu-lagu tentang keyakinan, penantian, kehilangan, kesepian, hingga keberanian untuk memulai kembali dan menuangkannya dalam wujud album bertitel “Selamanya”.

“Selamanya” merupakan debut album HIMM yang diproduksi oleh Goss Records. Album ini menandai langkah penting HIMM, sebagai solois dengan identitas musikal yang matang dan jujur.

Berisi sembilan lagu, “Selamanya” tidak disusun sebagai kumpulan single lepas, melainkan satu narasi emosional yang saling terhubung. Album ini dibuka dengan lagu “Selamanya”, sebuah love anthem dewasa yang menempatkan pernikahan sebagai komitmen, yang diputuskan secara sadar dan dewasa. Dari sana, pendengar diajak menelusuri berbagai fase cinta, angan yang disimpan (“Angan Tentangmu”), ketertarikan spontan yang manis (“Aduh Gila”), patah hati yang membuat segalanya Nampak terhenti (“Terhenti”), hingga harapan yang terabaikan (“Jika”).

Paruh kedua album bergerak lebih reflektif dan intim. “Pengagummu”mengangkat cinta yang tak pernah terucap, sementara “Melawan Sepi” berbicara tentang kesendirian dan pendewasaan seiring waktu. Lagu “Jauh Tak Kembali” tentang merawat kenangan tanpa pengharapan lebih, dan ditutup oleh “Hey Kamu”, yang ringan sekaligus optimistis setelah semua yang dilalui, hidup dan cinta tetap layak disapa kembali.

Secara musikal, “Selamanya”digarap dengan pendekatan pop yang bersih dan timeless. Irwan Kusumajaya bertindak sebagai arranger sekaligus pemain keyboard, membangun lanskap musik yang rapi dan sentimentil. Permainan gitar dan bass Roy Ferrynta juga memberi warna yang hangat dan berkarakter. Sementara proses recording, mixing, dan mastering ditangani oleh Delon Sagita, yang berupaya menjaga kejernihan dan ambience album. Album ini diproduseri oleh Nina Silvana, yang memberi ruang bagi narasi dan eksplorasi musikal untuk tumbuh tanpa sekat.

Selamanya memposisikan HIMM sebagai penulis lagu yang berani jujur pada proses emosional, tanpa terjebak klise. Album ini tidak menawarkan janji cinta yang sempurna, melainkan merayakan ketidaksempurnaan itu sendiri, sebagai bagian dari perjalanan hidup.

Album “Selamanya” sudah dapat didengarkan di berbagai platform digital, termasuk Spotify dan YouTube Music. Melalui karya ini, HIMM memperkenalkan dirinya bukan hanya sebagai penyanyi, tetapi sebagai pencerita yang mengajak pendengar berjalan bersama, menelusuri satu fase cinta ke fase berikutnya.

Tentang HIMM

HIMM adalah proyek solo dari Himawan Darma, musisi dan penulis lagu yang mengeksplorasi pop Indonesia dengan pendekatan personal, reflektif, dan kekinian. Selamanya menjadi debut album yang menandai perjalanan artistiknya di industri musik Indonesia.

Continue Reading

iMusic

Solois pendatang baru, Cloudy, remake lagu “Arti Cinta”

Published

on

iMusic.id – Singer-songwriter Cloudy resmi melangkah ke panggung musik Indonesia melalui single, “Arti Cinta”, karya cipta Ricky FM dan Ari Lasso, yang diproduksikan oleh Nur Satriatama Lagu ini sudah rilis pada 14 Februari 2026 di seluruh platform digital utama, bertepatan dengan Valentine’s Day.

Di tengah banjir lagu cinta yang sering merayakan romansa secara linear, “Arti Cinta” versi Cloudy ini nampak kelelahan mengejar versi Ari Lasso nya yang sudah terlanjur lekat keindahannya di telinga penikmat musik Indonesia.

Menawarkan pendekatan yang dengan misi agar bisa diterima oleh lintas generasi, Cloudy berusaha membingkai “Arti Cinta” dengan lebih kekinian, namun yang tersimak ke telinga kita adalah rasa anak muda yang membawakan lagu lama saja, belum terasa ada keterhubungan rasa antara Cloudy dengan aransemen musik Satrio yang sudah berusaha menciptakan musik versi “Arti Cinta” kearah genre folk.

Berlatar belakang pendidikan musik klasik di Berlin, Claudius Syiwabetara Widjanarko punya banyak pekerjaanrumahmemasuki indutri musik tanah air yang dinamis ini, dimana penikmat musik tanah air sudah memiliki standarisasi yang makin hari makin tinggi.

Menurut Cloudy, pengalaman menjalani pendidikan musik di luar negeri mengajarinya akan proses berkarya yang penuh Kedisiplinan dan ketelitian dalam komposisi musik dan lain – lain, namun di fase kreatifnya sekarang, ia memilih menyeimbangkan teknik dengan rasa.

“Dulu saya terlalu mikirin aturan. Sekarang saya biarin rasa yang jalan duluan,” tutur Cloudy.

Kembalinya Cloudy ke Indonesia tentu membawa banyak Pelajaran penting buat penyanyi berusia 24 tahun ini. Ilmu musik di luar negri bisa di terapkan secara langsung di industri musik tanah air dengan tidak menafikan ilmu – ilmu bermusik dan berbisnis musik dengan cara turun langsung di lapangan tidak hanya percaya dengan teori dalam buku saja.

“Selalu ada rasa ‘kebanyakan’ di satu tempat dan ‘kurang pas’ di tempat lain. Tapi dari situ lah gaya musik saya lahir,” tambah Cloudy.

Bagi Cloudy, kembali ke Indonesia lebih dari strategi karier dan berbisnis, ini tentang menyelami lagi akar, cerita, dan wisdom para musisi yang membangun musik Indonesia. Proses produksi “Arti Cinta” telah berjalan sejak Oktober 2025, mencakup rekaman, mixing, mastering.

Proyek ini mendapat dukungan penuh dari aggregator Aquarius Musikindo, salah satu label rekaman paling berpengaruh di Indonesia. Seno M. Hardjo yang bergandengan tangan dengan Farida Widjanarko selaku Eksekutif Produser menilai Cloudy sebagai musisi muda berbakat.

Cloudy sangat memiliki keuntungan dengan banyaknya support sistem yang dia miliki baik itu dari keluarga, teman maupun pelaku pelaku musik yang sangat kompeten diatas, namun begitu Cloudy juga harus punya effort lebih untuk mampu meraih positioning yang jelas di industri musik nasional. Di industri musik profesional, seniman musik harus jadi satu paket yang menghibur sekaligus menginspirasi. Jadi harus bagus di rekaman dan keren di panggung.

Single remake “Cloudy – Arti Cinta” sudah bisa di simak di seluruh Digita Store Platform, selamat datang di belantika musik Indonesia Cloudy!

Continue Reading

iMusic

Sambut ramadan, Sigit Wardana luncurkan single “Ramadan Raya”

Published

on

By

iMusic.id – Siapa tak Kenal Sigit Wardana, Musisi dengan segudang karya baik sebagai vokalis band maupun Solois. Tahun 2026 tepatnya pada bulan Februari, pelantun lagu “Kisah Hidup Bapak-Bapak” ini kembali merilis single barunya.

Single baru Sigit Wardana berjudul “Ramadan Raya” ini rilis dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 2026 yang sebentar lagi akan tiba di tengah – tengah umat Muslim di dunia khususnya Indonesia.

Menurut Sigit Wardana “Ramadan Raya” adalah single religi ke-3 yang dirilis dalam format solo.

“Kebetulan ada rencana rilis EP di tahun 2026 ini dan lagu “Ramadan Raya” jadi salah satu lagu di album itu. Karena momentnya pas jadi di rilis duluan aja lagu Ramadan Raya,”ujar Sigit Wardana,

Lagu Ramadan Raya adalah lagu ciptaan Sigit Wardana sendiri, dimana lagu ini bercerita tentang perasaan sukacita menyambut ramadan, momen- momen kebersamaan yang penuh berkah dan kebaikan.

“Pesannya ingin mengajak semua orang untuk ikut merasakan kebahagiaan dan utk sesama umat Islam bisa menjalankan ibadah puasa dengan khusyu dan happy.”kata Sigit Wardana.

Bicara Proses penulisan lagu hingga rekaman menurut pemilik Mini Album “November” ini, cukup cepat dan tergolong berbeda dengan single religi yang sudah ia rilis sebelumnya.

“Untuk lagu penulisannya lumayan cepat, kurang lebih 2-3 hari, proses rekamannya juga gak banyak kendala. Paling masalah penjadwalan aja yang lumayan ribet, karena harus menyesuaikan dengan deadline rilis sebelum masuk bulan ramadan.”ucap Sigit

“Single religi sebelumnya lebih syahdu, “Ramadan Raya” ini lebih cheer up sesuai tema lagunya yang penuh kesenangan. Makanya selain lebih cheer up, saya juga melibatkan Acoy Rocker Kasarunk sebagai music produser, dan beberapa sahabat saya dan istri ikut meramaikan part backing vocal di lagu ini agar lebih sukacita.”tutup Sigit Wardana.

Di temui saat penggarapan video musik single “Ramadan Raya”, Fransiscus Eko selaku co executive producer berharap lagu “Ramadan Raya” bisa menemani pecinta musik Indonesia dalam menjalani ibadah puasa dengan lebih bersemangat dan penuh kesukacitaan.

“Semoga teman – teman pecinta musik Indonesia yang lagi menjalani puasa lebih bersemangat, gak lemes…haha…khan lagunya ceria, video musiknya yang akan tayang Senin 16 Februari 2026 aja konsepnya ceria, colorfull dan suka cita. Konsep MV nya, Sigit nyanyi diiringi band tapi santai di sebuah ruangan yang nyantai juga. Outfit Sigit dan anak – anak band nya juga casual banget, ini cara Sigit Wardana menyambut bulan puasa versi dia”, terang Fransiscus Eko.

Makna bulan Ramadan bagi Sigit bukan hanya melaksanakan ibadah puasa 1 bulan penuh, lebih ikhlas untuk berbagi dengan sesama, tapi juga jadi waktu yang tepat utk ketemu dengan keluarga, saudara, teman dll lewat moment bukber supaya silaturahmi dan komunikasi tetap terjalin.

Single “Sigit Wardana – Ramadan Raya” produksi AFE Records sudah dapat disimak di seluruh Digital Store Platform mulai hari ini.

RAMADAN RAYA Credit Title

Single : Ramadan Raya

Artis : Sigit Wardana

Song & Lyric : Sigit Wardana

Executive Producer : Hendy Ahmad

Co-Executive Producer : Fransiscus Eko

Music Producer : M. Aditia Sahid

Co-Music Producer : Sigit Wardana

Backing Vocals : Fransiscus Eko, Trya Hadiati, Intan Berliana, Riesty Permata, Qenny Alyano

Vocals Recorded at Afe Studio by Wahyudi

Guitars, Piano, Drums played & recorded by M. Aditia Sahid

Mixing & Mastering by Gio

Original Published by Massive Music

Video Music by Farid Zafran

Artist Management & Contact Person :

Fransiscus Eko (081277666468) & Eny Handayanih (08129776547)

Continue Reading