Connect with us

iMusic

Bercerita tentang kisah pasangan cinta, Adifa rilis “Jatuh Lagi /Benci Lagi”

Published

on

iMusic.idAdifa tak mampu menutupi rasa bahagia dan haru saat menanggapi respon positif keluarga, teman, awak media dan para music director radio nasional di acara peluncuran single debutnya di kawasan Jakarta Selatan, Jumat 26 Juli 2024 lalu.

Adifa adalah kreator kecantikan sekaligus penyanyi dari hasil program Inkubasi Trinity Optima Production yang akhirnya merilis single perdananya berjudul “Jatuh Lagi /Benci Lagi”. Pencapaian Adifa ini sekaligus menandakan Trinity Optima sebagai label yang terus menjaga komitmennya untuk mendorong talenta-talenta muda mengembangkan bakatnya.

Karya kolaborasi yang Adifa tulis bersama Simhala Avadana (A&R Trinity Optima Production) dan TinTin tersebut, bercerita tentang pasangan yang terus mencoba bertahan, walaupun dalam menjalani hubungan sering mengalami badai baikan-berseteru-baikan-berseteru, seperti pikiran yang tidak menyatu selama menjalin hubungan, namun, sebenarnya merasa sama-sama cocok dalam banyak aspek dan saling mencintai.

Ditulis selama 5 bulan, kendala yang Adifa temui lebih kepada menentukan topik lagu. Adifa terang-terangan menyebut bahwa inspirasi topik lagu ini akhirnya datang saat dirinya mendengarkan laguSlank – “Ku Tak Bisa” di mobil.

“Sedih, tetapi di satu sisi mengharukan, dan bisa juga diambil point of view yang lucu. Geregetan, gemes, tapi kesal juga. Nah, kesedihan kayak gini, kan, nggak harus yang diratapi banget. Kenapa tidak coba lihat dari sisi yang lebih chill, gitu, yang penting ketawa dan joget. Intinya, sih, coba lebih enjoy dan berdamai dengan kesedihan. You don’t have to take yourself seriously terus,” ungkap Adifa.

Simhala Avadana, salah satu penulis lirik lagu tersebut, mengaku bahwa Adifa termasuk musisi yang kooperatif, sehingga mudah membangun kerja sama dengannya. Pasalnya, selama pembuatan lagu Adifa aktif memberi input dan mengajak diskusi. Dari segi suara, dirinya juga mempunyai karakter suara yang sangat kuat, ditambah personanya yang riang.

Mengusung konsep era 70-an dengan setting vintage dari mulai wardrobe yang dikenakan hingga nuansa warna klip musik, Adifa mengaku puas dengan hasil musik video yang dibuat oleh Michelle H dari rumah produkasi Otherlands. Hal ini lantaran konsep yang dipersembahkan, sesuai dengan keinginan Adifa, yakni adanya instalasi seni couple yang menambah kesan menggemaskan. Pada instalasi seni tersebut, dirinya sebagai perempuan yang menjadi model video musik, selalu dihibur dan diselamatkan oleh sahabat-sahabat perempuannya meskipun terkadang mereka juga geram mendengar kisah cinta temannya yang toxic itu.

Lewat lagunya ini, Adifa berharap dapat menemani para pendengar di momen-momen berharga dan happy mereka bersama orang-orang terdekat serta memvalidasi perasaan mereka yang lagi relate bahwa mereka tidak melaluinya sendirian. Tetapi, ia memberi catatan, di titik-titik tertentu, hubungan yang sudah terlalu toxic juga tidak perlu dipertahankan.

“Aku merasa di dalam hidup aku banyak sekali musisi-musisi yang make me feel that way. Jadi, aku ingin juga bisa memberikan kehangatan itu, bisa ada dalam precious moments orang-orang dengan rilisnya lagu ini. I hope people can dance around to this song!” jujur Adifa.

Simak karya terbaru Adifa, sebuah lagu penuh semangat yang dapat membantumu sejenak melupakan penatnya lika-liku hubungan bertajuk “Jatuh Lagi/ Benci Lagi” di seluruh digital streaming platform, Sementara itu video klip musiknya dapat dinikmati di kanal Youtube Trinity Optima Production.

iMusic

Donny Fattah tutup usia, para pecinta musik rock nasional berduka

Published

on

iMusic.id – Bassis legendaris sekaligus salah satu pendiri grup rock God Bless, Donny Fattah, meninggal dunia pada Sabtu (7/3) di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta, dalam usia 76 tahun.

Kabar duka tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi God Bless pada pukul 11.40 WIB.

“Berita duka cita. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Telah meninggal dunia Donny Fattah, bassist sekaligus salah seorang pendiri God Bless, saudara kami tercinta, di Rumah Sakit Fatmawati Jakarta,” tulis akun tersebut.

Manajemen band itu juga memohon maaf atas segala kesalahan almarhum serta mendoakan agar amal dan kebaikan Donny diterima di sisi Tuhan.

Donny Fattah dikenal sebagai salah satu figur penting dalam perjalanan musik rock Indonesia. Bersama Ahmad Albar, Ian Antono, dan sejumlah musisi lainnya, ia mendirikan God Bless pada 1973 yang kemudian menjadi salah satu band rock paling berpengaruh di Tanah Air.

Sejumlah album God Bless yang dirilis pada era 1970–1980-an menjadi tonggak perkembangan musik rock Indonesia, di antaranya God Bless (1975), Cermin (1980) dan Semut Hitam (1988).

Selain dikenal sebagai pemain bass, Donny juga terlibat dalam proses penciptaan berbagai lagu God Bless yang kemudian menjadi karya penting dalam katalog musik band tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, Donny diketahui menjalani perawatan akibat sejumlah masalah kesehatan, antara lain serkopenia, penyumbatan vaskular serta penyakit autoimun. Ia juga mengonsumsi obat jantung setelah menjalani pemasangan ring pada 2012.

Meski kondisi kesehatannya menurun, Donny tetap berusaha tampil bersama God Bless dalam sejumlah kesempatan.

Kepergian Donny Fattah meninggalkan duka bagi keluarga, rekan musisi, serta para penggemar musik rock Indonesia. Ucapan belasungkawa pun mengalir di berbagai platform media sosial.

Warisan karya dan kontribusinya dalam musik rock Indonesia diperkirakan akan terus dikenang oleh generasi berikutnya (RR)

Continue Reading

iMusic

Cinta berawal dari layar hp di single “Layar Hati” nya Billkiss.

Published

on

iMusic.id – Band pop Billkiss kembali menghadirkan karya terbaru berjudul “Layar Hati”, sebuah lagu manis yang mengangkat kisah cinta yang berawal dari dunia digital. Lagu ini bercerita tentang seseorang yang jatuh hati pada pandangan pertama melalui media sosial, perasaan yang awalnya hanya hadir lewat layar, namun perlahan tumbuh menjadi nyata.

Dalam cerita yang dihadirkan melalui lagu ini, sosok yang semula hanya bisa dipandangi dari layar handphone akhirnya hadir dalam kehidupan nyata. Ia menjadi teman berbagi cerita, hingga pada akhirnya menjelma menjadi teman hidup selamanya.

“Layar Hati” ditulis oleh Helvi Eriyanti, bassist Billkiss. Proses rekaman lagu ini dilakukan di Lancar Jaya Studio, dengan dukungan musisi Acoy Rocker Kasarunk dan Band Omom yang turut membantu dalam proses aransemen. Sementara itu, proses mixing juga dikerjakan oleh Acoy di studio yang sama.

Meski proses penciptaannya terbilang cukup singkat, lagu ini lahir dari fenomena yang sangat dekat dengan kehidupan banyak orang saat ini. Helvi mengungkapkan bahwa di era digital, tidak sedikit kisah cinta yang bermula dari percakapan di media sosial atau pertemuan melalui layar ponsel.

“Banyak orang sekarang yang menemukan cinta dari layar handphone. Awalnya cuma chatting, saling melihat lewat media sosial, tapi lama-lama bisa jadi hubungan yang nyata. Dari situ ide lagu ini muncul,” ujar Helvi.

Sementara itu, Maulin, vokalis Billkiss, berharap lagu ini bisa menjadi lagu yang dekat dengan pengalaman para pendengarnya.

“Kisahnya sangat relate dengan kehidupan sekarang. Semoga ‘Layar Hati’ bisa diterima dengan baik dan menjadi soundtrack dalam perjalanan cinta banyak orang,” kata Maulin.

Masih mengusung genre pop dengan nuansa manis dan ceria, “Layar Hati” menghadirkan warna musik khas Billkiss yang hangat, ringan, dan penuh rasa cinta.

Single “Layar Hati” kini sudah dapat dinikmati di berbagai digital streaming platform.

Continue Reading

iMusic

Inheritors coba mengakali kematian di single “Cheating Death”

Published

on

iMusic.id – Unit thrash metal asal Malang, Inheritors, kembali melanjutkan fase comeback mereka di 2026 lewat single baru berjudul “Cheating Death”. Lagu ini lahir dari refleksi personal para personelnya yang pernah berada di ambang kematian, sekaligus kegemaran kolektif mereka terhadap tema horor dan thriller seperti film Final Destination. “Cheating Death” berbicara tentang ilusi manusia yang merasa bisa mengakali kematian, padahal kematian selalu menemukan jalannya sendiri.

“Cheating Death” menandai sisi Inheritors yang paling gelap dan buas sejauh ini. Riff thrash cepat dengan nuansa old school proto-death thrash metal akhir 80-an dipadukan dengan komposisi yang lebih padat, groove yang lebih kejam, serta breakdown dan solo gitar yang agresif. Referensi era Kill ’Em All (Metallica) hingga Pleasure to Kill (Kreator) terasa kuat, dan juga spirit Sepultura era awal menjadi benang merah utama, namun diramu tanpa terjebak nostalgia mentah.

Single ini juga menjadi debut resmi Galih sebagai gitaris baru Inheritors, menjadikan formasi ini untuk pertama kalinya menggunakan dua gitaris. Meski datang dari latar non-thrash, Galih justru membawa pendekatan yang lebih eksploratif dan segar, memperkaya karakter riff dan solo tanpa mengaburkan identitas gelap Inheritors. Kehadirannya membuat sound band terasa lebih padat, heavier, dan terbuka ke materi-materi yang lebih luas.

Saat ini Inheritors di perkuat oleh : Dion (Lead Vocals), Patrick (Lead Guitars), Galih (Rhythm Guitars), Obed (Bass Guitars, Backing Vocals) dan Rufa (Drums, Percussion).

“Cheating Death” merupakan bagian dari strategi rilis single bertahap menuju album penuh perdana Inheritors. Album tersebut direncanakan menjadi kolase perkembangan thrash metal, dari era 80-an hingga 2000-an, dengan tiap lagu membawa karakter dan pendekatan yang berbeda. Setelah delapan tahun hiatus, Inheritors menegaskan bahwa musik kini menjadi medium katarsis, penyaluran energi negatif, sekaligus warisan yang ingin mereka tinggalkan.

Dengan bagian-bagian yang dirancang untuk memicu moshpit sejak intro hingga akhir lagu, “Cheating Death” adalah pernyataan bahwa Inheritors belum selesai. Mereka mungkin tidak bisa mencurangi takdir, tapi mereka bisa menantangnya dengan distorsi, kecepatan, dan kegelapan.

Continue Reading